Pergi

"Makasih yah, Ma. Ariana juga senang loh punya mertua seperti mama. Dokter yang sangat hebat di masanya," puji Ariana dengan senyum lebarnya.

"Kamu berlebihan sayang, Mama biasa aja kok."

"Mama suka sekali merendah, di kalangan kami Mama masih saja sering dibahas loh."

"Oh iya? Mama jadi senang mendengarnya."

Setelah mengucapkan selamat kepada anak dan menantunya, Silvi pun turun dari pelaminan. Sementara Rangga memilih langsung meninggalkan tempat acara begitu mempelai wanitanya ditukar. Rangga sangat tidak setuju dengan keputusan Ariana yang menggantikan posisi Perlita untuk menikah dengan putranya.

Setelah semua acara selesai, termasuk resepsi yang memang digelar di rumah orang tua Ariana. Bahkan biaya resepsi pun memakai uang Perlita. Vito tidak menyumbang untuk acara pernikahan itu sama sekali dan sekarang acara itu malah menjadi acara pernikahan kakaknya Perlita dan calon suami Perlita.

"Sebaiknya sekarang kalian pergi istirahat. Pasti capek kan? Ini juga udah malam dan tamu undangannya juga sudah pulang semua. Riana, ajak Vito ke kamar kamu." Ujar Diana.

"Baik, Ma."

"Ayo Vit, kita ke kamar aku."

Ariana dan Vito lalu menuju lantai dua di mana kamar Ariana berada.

"Makasih ya sayang, karena lebih memilih aku dibanding Perlita. Aku bahagia banget loh bisa menjadi istri kamu."

"Aku memilihmu karena anak kita. Ditambah lagi mama yang tidak setuju aku menikah dengan Perlita," terang Vito menjelaskan sambil mengusap perut Ariana yang masih rata.

Ariana memeluk Vito yang saat ini berbaring di sampingnya. Mereka sudah siap untuk tidur setelah mandi dan mengganti pakaian.

"Berarti dia yang menyatukan kita, dan aku akan menjaganya dengan baik. I love you sayang."

"I love you to."

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

Besoknya...

"Maaf Ma, Pa, kami terlambat bangunnya."

"Oh, tidak apa-apa sayang. Mama dan Papa bisa memakluminya kok. Namanya juga pengantin baru, iya kan Pa?"

"Iya, Ma."

"Perlita mana Ma? Apa dia nggak ikut sarapan?"tanya Ariana yang tidak melihat Perlita di meja makan pagi itu.

"Masih di kamarnya mungkin. Pasti dia masih menangisi nasibnya yang malang." Jawab Diana yang tidak punya simpati sedikitpun.

"Oh." Sahut Ariana dengan malas.

Mereka berempat sarapan dengan diselingi obrolan-obrolan kecil.

Selesai sarapan, mereka duduk di ruang keluarga.

"Jadi gimana honeymoon kalian? Bukankah kamu sama Perlita sudah pesan paket honeymoon nya? Kan sayang kalau dibatalkan. Sayang uangnya juga, sebagai gantinya kamu bawa aja Ariana honeymoon di sana. Lumayan kan nginep di hotel bintang lima selama tiga hari, mana viewnya laut lagi. Ya walaupun masih di kota ini juga sih." Tanya Diana pada Vito.

"Tapi bukti bookingan dan pembayarannya ada di tangan Perlita Ma. Jadi kami nggak mungkin bisa pakai paket itu," terang Vito menjelaskan.

"Kamu mintalah sama Perlitanya."

"Kalau begitu mama aja yang minta sama Perlita. Aku mana rela kalau suami aku ngobrol sama Perlita."

"Ya udah, kalau begitu mama ke kamar Perlita dulu."

Diana beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar Perlita.

Tok

Tok

Tok

"Perlita bangun! Perlita, cepat buka pintunya!" Teriak Diana di depan pintu kamar Perlita.

Ceklek

"Mana bukti bookingan paket honeymoon kamu dan Vito? Sini kasih ke mama. Sayang kalau terbuang percuma begitu saja."

"Kata siapa terbuang percuma Ma? Paket honeymoon nya sudah aku kasih ke teman aku yang udah nikah."

"Apa?" teriak Diana dengan kedua mata terbelalak lebar. "Kenapa kamu kasih ke teman kamu? Kamu mikir nggak sih, uangnya itu tidak sedikit loh, tapi kok kamu kasih ke orang lain sih?"

"Terserah aku lah Ma. Itu kan pakai uang aku juga."

"Apa kata kamu? Pokoknya mama nggak mau tahu, kamu harus kembali mengganti paket honeymoon nya. Karena Ariana dan Vito harus pergi honeymoon."

"Kalau mau pergi honeymoon ya pergilah. Modal dong Ma, katanya dokter. Pasti banyak duit lah. Mana dua-duanya dokter lagi. Kan harusnya banyak banget duitnya. Ngapain malah ngemis ke aku."

"Mana ada mereka ngemis ke kamu. Hanya saja kamu harus bertanggung jawab karena sudah memberikan paket honeymoon itu untuk orang lain. Sekarang kamu Mama suruh untuk mengganti paket honeymoon nya bukan Ariana dan Vito yang mengemis ke kamu. Kamu itu tidak ada apa-apanya dibanding mereka."

"Ya udah kalau begitu, silahkan modal sendiri kalau mau honeymoon. Itu aja kok repot sih. Aku nggak mau mengeluarkan uang aku lagi buat mereka. Malahan sekarang aku mau minta uang aku di kembalikan. Pesta pernikahan kemarin itu semuanya kan pakai uang aku Ma. Jadi kalian harus mengganti uang aku. Jangan sampai aku rugi dua kali."

"Enak aja kamu minta ganti rugi. Nggak ada cerita ganti rugi segala. Lagian Ariana itu kakak kandung kamu. Masa sama kakak kandung sendiri perhitungan sih."

"Kakak kandung mana Ma yang tega merebut calon suami adiknya tepat di hari pernikahannya. Mana biaya pernikahannya itu dari uang adiknya lagi. Benar-benar nggak tahu malu dan beradab. Ngakunya dokter tapi sifat dan sikapnya tidak mencerminkan seorang dokter sama sekali. Lebih terhormat pelacur di pinggir jalan dibanding anak kesayangan Mama itu." Perlita sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.

Plak

"Kurang ajar mulut kamu itu yah."

Diana langsung mendaratkan tangannya di pipi mulus Perlita, dan Perlita langsung memegang pipinya yang di tampar mamanya.

"Sekali lagi kamu menghina Ariana, maka mama tidak akan segan-segan mengusir kamu dari rumah ini.

"Tanpa diusir pun aku akan pergi kok dari rumah ini. Buat apa hidup satu atap sama orang yang tak beradab."

Perlita masuk ke dalam kamarnya dan mengambil koper yang memang sudah dipersiapkan dari tadi malam. Dia rasanya tidak sudi tinggal bersama kedua orang tua, kakak dan juga mantan calon suaminya itu.

"Selangkah kamu pergi dari sini, maka jangan harap kamu bisa kembali ke rumah ini lagi," ancam Diana sembari menatap tajam Perlita.

Perlita tidak peduli dengan ucapan mamanya dan memilih melanjutkan langkah kakinya keluar dari rumah kedua orang tuanya. Dia mengendarai sepeda motornya meninggalkan rumah yang sudah seperti neraka bagi dirinya.

"Loh Ma, Perlita kok bawa-bawa koper?" tanya Ariana karena tadi melihat Perlita melewati ruang keluarga.

"Dia memutuskan untuk pergi dari rumah ini."

"Terus kalau Perlita pergi bagaimana dengan semua biaya kebutuhan rumah ini Ma?"tanya Roby

Selama ini semua kebutuhan rumah dan keluarga itu memang ditanggung oleh Perlita sepenuhnya termasuk gajih asisten rumah tangga dan juga tanggungan Ariana.

"Iya loh Ma, Terus siapa yang akan membayar gajih ART?"

"Ya ampun Mama lupa lagi. Gimana dong sekarang?"

"Mau gimana lagi Ma, kalau Perlita nggak tinggal di sini lagi yah Mama tinggal minta aja nanti uang bulanan untuk kita." Kata Ariana dengan entengnya.

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Pergilah yg jauh perlita carilah kebahagiaanmu diluar sana, orangtua dan kakaknya gak punya hati tega sekali...
enak masih minta jatah bulanan jangan dikasih perlita...

kamu yg kerja keras mereka yg menikmati hasilnya ,kan seorang dokter malu donk minta perlita🤣

2026-03-10

2

checangel_

checangel_

Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/

2025-12-30

2

Heny

Heny

Dokter kok miskin

2025-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 Marah-marah
2 Pernikahan
3 Pergi
4 Sepupu Vito
5 Tiket ke Bali
6 Taman
7 Kedatangan orang tua
8 Ke butik
9 Makan siang
10 Kantor Polisi
11 Menyesal
12 Laki-laki Kere
13 Kontrakan
14 Kosan dan kontrakan
15 Tidak mungkin
16 Makan Malam
17 Keponakan Mami
18 Cafe
19 Liburan
20 Teman masa SMA
21 Bali
22 Arisan
23 Rumah Sakit
24 Kontrakan
25 Kedatangan Silvi
26 Pantai
27 Pemandangan
28 Siapa wanita itu?
29 Cuma teman
30 Rumah Zahra dan Daniel
31 Kalian cocok
32 Lambat
33 Rahasia kamu
34 Apa tanggung jawabmu?
35 Aku masih mencintaimu
36 Pearl Fashion
37 Jorok
38 Meeting
39 Kosan Raya
40 foto
41 Klien Perlita
42 Jelek dan dekil
43 Lari sore
44 Makan bersama
45 Kedatangan Viona dan Yuri
46 Tidak tega
47 Sibuk
48 Kere
49 Rumah Klien
50 Jatuh Cinta
51 Tidak ingin dia pergi
52 Menantu kesayangan
53 Benar-benar bodoh
54 Nongkrong
55 Memikirkan Perlita
56 Mami Sophia
57 Mokondo
58 Cafe
59 Bertemu Ariana dan Vito
60 Ingin Honeymoon
61 Event
62 Butik
63 Ucapan Selamat
64 Tante mau jadi mertua Perlita
65 Gerak Cepat
66 Promo besar-besaran
67 Mencari Perlita
68 Paket
69 Menjelek-jelekkan
70 Semakin mesra
71 Dinner
72 Sarapan
73 Orang tua kandung Perlita.
74 Terlambat
75 Makan Malam
76 Kesal
77 Pernikahan Tasya dan Risky
78 Istri Pak Hendri
79 Ibu Perlita
80 Adik Perlita
81 Lamaran
82 Kabar Mengejutkan
83 Pernikahan
84 Bertemu
85 Diana dan Roby
86 Keadaan Diana dan Roby
87 Malam Pertama
88 Kesiangan.
89 Selingkuh
90 Makam Deniz Aydin
91 Jadi tulang punggung
92 Mual
93 Bayi Ariana
94 Kondisi Vito
95 Karma
96 Ami dan Perlita
97 Rujak
98 Jordan
99 Kedatangan Cici
100 Ke rumah Roby dan Diana
101 Cici
102 Pertanggung jawaban
103 Melihat Tasya
104 CICI
105 Tujuh bulanan
106 Hinaan
107 ROSSA VALERIO
108 Kos Rossa
109 Hari pertama Magang
110 CEO
111 Susah di dekati
112 Mall
113 Membeli Perlengkapan
114 Ariana
115 Hutang
116 Tes DNA
117 Penipu
118 Menyebalkan
119 Makan siang
120 Teman Cici
121 Papa tiri Cici
122 Dinner
123 Wulan
124 Elena dan Rossa
125 Arisan
126 Perasaan Reyhan
127 Rossa
128 Reyhan dan Rossa.
129 Pemeriksaan
130 Sepupu Arga
131 Jawaban Rossa
132 Anggi dan keluarga
133 Jatuh Cinta
134 Bunga
135 Makan malam
136 Rossa
137 Vito
138 Bertemu orang tua Rossa
139 Vito
140 Vino
141 Nongkrong
142 Kantor Reyhan.
143 Kamu dalangnya
144 Keadaannya
145 Meeting
146 Rumah sakit
147 Baby Darren
148 Melihat Baby Darren
149 Mirip Nathan
150 Pulang
151 Perempuan Muda
152 Aqiqah Baby Darren
153 Anindya
154 Sebaiknya Menikah
155 Indri
156 Amir
157 Diusir
158 Silvi
159 Vino
160 Acara Lamaran
161 Mendekati Anindya
162 Persiapan
163 Kedatangan Amir
164 Amara
165 Sah
166 Malu
167 Mama Risky
168 Menggoda
169 Roby
170 Kencan
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Marah-marah
2
Pernikahan
3
Pergi
4
Sepupu Vito
5
Tiket ke Bali
6
Taman
7
Kedatangan orang tua
8
Ke butik
9
Makan siang
10
Kantor Polisi
11
Menyesal
12
Laki-laki Kere
13
Kontrakan
14
Kosan dan kontrakan
15
Tidak mungkin
16
Makan Malam
17
Keponakan Mami
18
Cafe
19
Liburan
20
Teman masa SMA
21
Bali
22
Arisan
23
Rumah Sakit
24
Kontrakan
25
Kedatangan Silvi
26
Pantai
27
Pemandangan
28
Siapa wanita itu?
29
Cuma teman
30
Rumah Zahra dan Daniel
31
Kalian cocok
32
Lambat
33
Rahasia kamu
34
Apa tanggung jawabmu?
35
Aku masih mencintaimu
36
Pearl Fashion
37
Jorok
38
Meeting
39
Kosan Raya
40
foto
41
Klien Perlita
42
Jelek dan dekil
43
Lari sore
44
Makan bersama
45
Kedatangan Viona dan Yuri
46
Tidak tega
47
Sibuk
48
Kere
49
Rumah Klien
50
Jatuh Cinta
51
Tidak ingin dia pergi
52
Menantu kesayangan
53
Benar-benar bodoh
54
Nongkrong
55
Memikirkan Perlita
56
Mami Sophia
57
Mokondo
58
Cafe
59
Bertemu Ariana dan Vito
60
Ingin Honeymoon
61
Event
62
Butik
63
Ucapan Selamat
64
Tante mau jadi mertua Perlita
65
Gerak Cepat
66
Promo besar-besaran
67
Mencari Perlita
68
Paket
69
Menjelek-jelekkan
70
Semakin mesra
71
Dinner
72
Sarapan
73
Orang tua kandung Perlita.
74
Terlambat
75
Makan Malam
76
Kesal
77
Pernikahan Tasya dan Risky
78
Istri Pak Hendri
79
Ibu Perlita
80
Adik Perlita
81
Lamaran
82
Kabar Mengejutkan
83
Pernikahan
84
Bertemu
85
Diana dan Roby
86
Keadaan Diana dan Roby
87
Malam Pertama
88
Kesiangan.
89
Selingkuh
90
Makam Deniz Aydin
91
Jadi tulang punggung
92
Mual
93
Bayi Ariana
94
Kondisi Vito
95
Karma
96
Ami dan Perlita
97
Rujak
98
Jordan
99
Kedatangan Cici
100
Ke rumah Roby dan Diana
101
Cici
102
Pertanggung jawaban
103
Melihat Tasya
104
CICI
105
Tujuh bulanan
106
Hinaan
107
ROSSA VALERIO
108
Kos Rossa
109
Hari pertama Magang
110
CEO
111
Susah di dekati
112
Mall
113
Membeli Perlengkapan
114
Ariana
115
Hutang
116
Tes DNA
117
Penipu
118
Menyebalkan
119
Makan siang
120
Teman Cici
121
Papa tiri Cici
122
Dinner
123
Wulan
124
Elena dan Rossa
125
Arisan
126
Perasaan Reyhan
127
Rossa
128
Reyhan dan Rossa.
129
Pemeriksaan
130
Sepupu Arga
131
Jawaban Rossa
132
Anggi dan keluarga
133
Jatuh Cinta
134
Bunga
135
Makan malam
136
Rossa
137
Vito
138
Bertemu orang tua Rossa
139
Vito
140
Vino
141
Nongkrong
142
Kantor Reyhan.
143
Kamu dalangnya
144
Keadaannya
145
Meeting
146
Rumah sakit
147
Baby Darren
148
Melihat Baby Darren
149
Mirip Nathan
150
Pulang
151
Perempuan Muda
152
Aqiqah Baby Darren
153
Anindya
154
Sebaiknya Menikah
155
Indri
156
Amir
157
Diusir
158
Silvi
159
Vino
160
Acara Lamaran
161
Mendekati Anindya
162
Persiapan
163
Kedatangan Amir
164
Amara
165
Sah
166
Malu
167
Mama Risky
168
Menggoda
169
Roby
170
Kencan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!