"Nyai, terima kasih atas makannya hari ini."
"Iya, Nak, sama-sama."
"Mulai sekarang Rahmi panggilnya jangan Nyai lagi, ya, panggil Umi, Umi Haji."
"Baik, Nyai, eh Umi Haji."
"Sudah, tidak usah dibereskan, ada Bi Imah dan Bi Sumi yang membereskan."
"Tidak apa-apa Umi Haji."
"Eeh, sudah-sudah. Tinggalkan saja."
Nyai Haji Dasmillah, mengibaskan tangannya menandakan bahwa ia mau Rahmi membiarkan pekerjaan itu karena sudah ada ART yang akan membereskan.
lalu, buru-buru Nyai Haji Dasmillah menyeru pembantu di rumahnya itu.
Bi Sumi, Bi Imah, tolong bereskan, ya."
"Baik, Bu."
Bi Sumi buru-buru merapikan meja makan dan membawa piring kotor ke tempat cuci piringnya dibantu oleh Bi Imah.
"Umi Haji saya pamit dulu beres-beres halaman dan teras."
"Oh iya. Sekalian Umi mau menanam bunga di taman."
Rahmi menyapu halaman rumah Nyai, sementara nyai setelah merapikan tanaman-tanamannya, ia minum teh hangatnya di teras.
Akhirnya dua orang perempuan itu saling berbincang kembali di taman membahas banyak hal. Sesekali Nyai Haji tertawa senang menceritakan sesuatu pada Rahmi dan ditanggapi baik oleh Rahmi.
Hari itu, Nyai Dasmillah bersyukur sudah ditemani oleh Rahmi.
...
"Tunggulah dulu Rahmi, salat Maghrib dulu bersama Umi."
"Hampura, Umi, saya teh, tidak enak terlalu lama di rumah Umi. Nanti pengurus pondok nyari saya, Ummi."
"Aya sudah, lain kali main lagi ke rumah ya, Rahmi."
"Baik, Umi, insyaAllah nanti saya main lagi dan ngobrol lagi sama Umi. Kan saya memang tiap dua minggu sekali bertugas membersihkan rumah Umi."
"Iya Rahmi."
Nyai Haji Dasmillah memeluk Rahmi sesaat. Rahmi agak kaget dipeluk oleh beliau.
"Terima kasih ya, Neng, sudah menemani Umi."
"Ya, Umi, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Rahmi keluar pekarangan guru ngajinya itu. Lalu berjalan beberapa meter dari sana, dan akhirnya sampailah ia di pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.
Selama ini, Rahmi selalu melewati rumah Nyai Haji, kalau mau naik angkot saat akan mudik ke Ciamis, ataupun hari Sabtu-Minggu membeli sesuatu keluar pondok, seperti ke pasar pada suatu kali.
Tapi, Rahmi tidak pernah melihat keberadaan anak Nyai Haji. Sekalipun tidak pernah melihat di depan rumahnya, papasan, ataupun saat Rahmi sedang bertugas membersihkan rumah Nyai Haji.
Ia baru tahu wajahnya, Irvan dari foto yang terpajang di tembok rumah Nyai Haji.
Kata teman-teman santriwati di pondoknya, Kang Irvan itu ganteng, tinggi putih, dan berbadan atletis. Bahkan saat kunjungan ada yang dibawakan ponsel oleh orang tuanya saat kunjungan, mereka ada yang melihat di sosial media milik kang Irvan itu, banyak foto kang Irfan di galeri sosial media.
Beberapa santriwati mengaguminya.
"Wah, anak Nyai Haji tampan sekali, dan penerus pondok pesantren lagi."
"Tapi, dia tidak mau jadi pengurus pondok dan gak mau meneruskan pondok ini!"
"Ya tetap aja dia keturunan kiyai."
"Ya,kalaupun begitu, dia juga gak bakal milih kamu Salsa."
"Aih, aih, lancang betul perkataan kamu Dewi."
"Eh, sudah-sudah, kenapa jadi berdebat masalah Kang Irvan, ini." Mutia menengahi mereka.
"Habisnya Dewi sakitu na, nyelekit pisan perkataan na."
"Astaghfirullah, istigfar Dewi."
"Iyaa, aku minta maaf."
Lalu, Dewi pergi meninggalkan mereka.
"Sudah-sudah, Mutia, Salsa, sudah biarin Dewi. Dewi mungkin lagi PMS, jadi agak emosian hari ini." Rahmi berusaha menghibur teman-temannya.
"Iya Salsa, jangan dimasukin hati."
"Eh, nanti jangan tidur dulu habis Isya, kumpul dulu di kamar ya, aku dapat coklat banyak dari mama dan papaku." Mutia berseru pada mereka.
"Baiklah, terima kasih, ya. Mutia."
"Tadi Dewi dikunjungi orang tuanya tidak?" Rahmi bertanya pada mereka.
"Sepertinya tidak." Ujar Mutia.
"Oh pantes!"
"Pantes kenapa, Sa?"
"Karena PMS dan orang tuanya gak datang."
"Oh, seperti itu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☕︎⃝❥☠️⃝♛ ⃟$R☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
bagus kak cuma ada kata2 yang gak ku mengerti, seperti "Hampura" dan yang lain nya/Sob/
2026-04-07
1
🌺⃟ SasMaya
Fix orang kaya yang baik hati ini ...
soalnya biasanya ada yang kalau di kirimin langsung di umpetin dlm lemari 🤣🤣🤣
2026-07-09
0
Risa Istri Cantik
Nyai mungkin pengen Rahmi menemani dia ngobrol makanya ngga membolehkan Rahmi membereskan meja makan
2026-05-05
0