Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Kenyataan Pahit

Wanita cantik yang tengah hamil itu mendorong troli belanjaannya menyusuri setiap lorong yang berisi berbagai kebutuhan rumah tangga. Bintik-bintik keringat sebesar biji bunga matahari tampak memenuhi sudut keningnya. Sesekali ia mengurut pinggang bagian belakangnya yang terasa pegal. Namun, tak ada sedikit pun keluhan yang keluar dari bibir ranumnya.

Hari ini, seperti hari kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi, kemanapun Ayra pergi hanya akan membawa perutnya yang mulai membuncit. Termasuk pada saat ia memeriksakan kehamilannya.

Seperti itulah kehidupan yang harus dijalani oleh Kinayra Calista. Seorang wanita berusia dua puluh satu tahun, yang harus menjalani pernikahan karena perjodohan. Sang ibu, Mirah, telah lama sakit-sakitan. Jika nanti Tuhan memanggil ia ke haribaannya, Mirah tak ingin meninggalkan putri semata wayangnya sendirian di dunia ini tanpa ada yang menjaga,

Apalagi suami Mirah, ayah Ayra, telah lebih dulu meninggalkan mereka untuk selamanya.

Karena itulah, Mirah menjodohkan Ayra dengan putra kerabat jauhnya, Rayyan Gibran.

Awalnya pernikahan itu berjalan normal. Namun, setelah dua bulan kepergian Mirah, Ayra justru lebih sering tinggal sendirian di rumah dan kini menjalani kehamilannya tanpa ada yang menjaga.

Rayyan lebih banyak menghabiskan waktu di luar kota dengan alasan pekerjaan.

Hari ini pun, Ayra yang sedang hamil lima bulan terpaksa berbelanja seorang diri. Saat ia sedang berusaha menjangkau kotak susu hamil di rak, tiba-tiba seorang bocah laki-laki berusia sekitar empat tahun berlari kencang dari arah tikungan lorong dan hampir saja menabrak perut Ayra.

"Eh!" Ayra terpekik kecil, refleks mundur sambil melindungi perutnya dengan kedua tangan.

"KENZIE! STOP!" Sebuah suara bariton yang berat dan berwibawa menggema di keheningan lorong tersebut.

Seorang pria dengan perawakan tegap dan tinggi menjulang, segera menghampiri dengan langkah sigap. Ia memiliki rahang tegas dengan tatapan mata yang tajam namun dan memancarkan aura dingin. Ia mengenakan kemeja kasual yang lengannya digulung hingga siku, pria itu tampak sangat maskulin dan berkharisma.

Dia segera memegang bahu bocah kecil tadi, lalu menatap Ayra datar tanpa ekspresi.

"Saya minta maaf. Anda tidak apa-apa? Saya lalai menjaga anak saya yang terlalu aktif."

Ayra menghela napas panjang untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang karena kaget.

"Tidak apa-apa, Pak. Saya hanya sedikit kaget saja."

Pria itu kemudian berjongkok di depan anaknya, sikapnya melembut, lalu menunjuk perlahan ke arah perut Ayra.

"Kenzie, lihat Tante ini. Di dalam perutnya ada adik bayi yang sedang tidur. Kalau Kenzie tabrak, nanti adik bayinya bangun dan kesakitan. Kalau terjadi apa-apa bagaimana?"

Bocah itu mengerjapkan mata, menatap perut Ayra dengan wajah polos dan rasa bersalah. "Nanti adik bayinya nangis ya, Pa?"

"Iya, makanya Kenzie harus minta maaf sekarang," ujar pria itu lembut namun tegas.

"Maaf ya, Tante cantik... Kenzie nggak sengaja," ucap bocah itu dengan suara mencicit.

Ayra tidak bisa menahan senyum tipisnya melihat interaksi ayah dan anak itu.

"Iya sayang, tidak apa-apa. Lain kali hati-hati ya, Kenzie."

Pria itu kembali berdiri, menatap Ayra dengan tatapan yang sangat tenang.

"Saya Zavian Zovano." Katanya, mengulurkan tangan mengajak bersalaman.

"Saya Kinayra Calista, panggil saja Aira." Wanita cantik itu tersenyum dan membalas jabat tangan Zavian.

"Sekali lagi maaf sudah mengejutkan Anda. Sepertinya belanjaan Anda cukup banyak, apa tidak menunggu suami saja untuk membantu?"

Ayra tertegun sejenak.

"Ah... suami saya sedang tugas di luar kota, Pak Zavian. Jadi saya sudah terbiasa sendiri."

Zavian terdiam sejenak, memperhatikan gurat lelah di wajah Ayra.

"Sendirian? Saya tahu rasanya, karena saya juga mengurus Kenzie sendirian sejak ibunya meninggal dunia. Tapi untuk wanita hamil, belanja sebanyak ini sendirian itu cukup berisiko."

Ayra tersenyum lagi. Tapi kali ini sekaligus menyembunyikan kegetirannya. Hingga tanpa sengaja ia melihat orang yang sedang dibicarakannya.

Rayyan! Tapi ia tidak sendirian. Di sisinya ada seorang wanita berbusana formal seperti Rayyan. Tapi yang membuat Ayra terhenyak, wanita itu merangkul mesra lengan suaminya.

"Mas Rayyan..." Gumamnya dengan suara yang sangat pelan menyerupai bisikan. Tapi Zavian di sampingnya bisa mendengar jelas. Lalu pria itu mengikuti arah tatapan Ayra.

"Ada apa?" Tanyanya pura-pura tak mengerti.

"Oh... ng-gak..." Jawab Ayra gugup, gemetar dan terluka. Refleks tangannya membelai perut buncitnya.

"Maaf pak Zavian... saya harus pergi."

Segera Ayra mendorong trolinya. Tapi saat sedikit menjauh, ia meninggalkan trolinya begitu saja dan setengah berlari menuju pintu keluar.

Semua itu tak luput dari perhatian Zavian. Lelaki itu ingin mengejar Ayra karena takut terjadi apa-apa pada wanita hamil itu. Tapi ia tak bisa mencampuri urusan orang, apalagi orang yang baru dikenalnya.

***

Begitu sampai di luar gedung, udara panas siang itu langsung menyergap, tapi tidak lebih panas dari dadanya yang terasa sesak. Ayra berdiri mematung di trotoar, berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini luruh juga, membasahi pipinya yang pucat.

Ia memegangi perutnya yang mendadak terasa kram. Sakit hati dan rasa terkejut itu seolah menjalar ke seluruh saraf tubuhnya.

"Mas Rayyan berbohong? Jadi selama ini dia tidak ke luar kota?" isaknya lirih sambil menatap kosong ke arah jalanan yang ramai.

Sementara itu, di dalam supermarket, Zavian masih berdiri di tempat yang sama. Matanya menatap troli penuh belanjaan yang ditinggalkan Ayra begitu saja. Kenzie mendongak, menarik-narik ujung kaus papanya.

"Papa, kenapa Tante cantik lari? Dia nggak mau beli susunya?" tanya Kenzie polos.

Zavian tidak menjawab. Pikirannya tertuju pada tatapan terluka wanita bernama Ayra tadi saat melihat pria di kejauhan. Sebagai laki-laki yang sudah dewasa, ia tahu persis apa yang baru saja terjadi. Ada pengkhianatan yang tertangkap basah.

Zavian menghela napas berat. Ia tahu ia tidak seharusnya ikut campur, tapi bayangan Ayra yang berlari dalam kondisi hamil terus mengusik batinnya.

"Kenzie, ayo ikut Papa sebentar. Kita cari Tante tadi," ujar Zavian dan mendorong troli belanjaan Ayra. Lalu dibawanya ke kasir. Untung saja ada kasir yang kosong, jadi prosesnya bisa cepat.

Setelah itu ia segera keluar sambil menuntun Kenzie, setengah menariknya.

Dalam pikirannya, Zavian tak bisa membiarkan wanita hamil yang sedang terguncang hebat itu berada di jalanan sendirian.

Setelah berada di luar gedung, matanya menyapu area depan gedung dengan jeli, hingga akhirnya ia menemukan sosok wanita itu sedang terduduk lemas di sebuah kursi tunggu halte dekat area parkir. Bahunya berguncang hebat.

Zavian mendekat perlahan, berusaha tidak mengejutkan Ayra lebih jauh. Ia berhenti dalam jarak dua meter, membiarkan suaranya yang tenang terdengar lebih dulu.

"Mbak Ayra? Kamu tidak apa-apa?"

Ayra tersentak. Ia segera menghapus air matanya dengan kasar dan menoleh. Ia malu karena orang asing seperti Zavian harus melihat kerapuhannya.

"Pak Zavian... saya... saya tidak apa-apa. Maaf, saya tadi tiba-tiba merasa tidak enak badan."

Zavian tidak lantas percaya. Ia melihat jemari Ayra yang masih bergetar hebat.

"Wajah kamu sangat pucat. Biarkan saya antar kamu pulang. Tidak aman bagi kamu naik angkutan umum atau mencari taksi dalam kondisi seperti ini."

"Tidak usah, Pak. Saya bisa sendiri..."

"Saya tidak sedang menawarkan pilihan, Mbak Ayra. Saya sedang memastikan keselamatan bayi kamu," potong Zavian dengan nada tegas namun penuh kharisma.

Terpopuler

Comments

Yunita Sophi

Yunita Sophi

hadir thor seperti nya seru nih..👍😄

2026-05-21

3

Mo Xiao Lam

Mo Xiao Lam

awal cerita yang baik semoga kelanjutannya tidak berbelit belit kayak sinetron

2026-06-18

0

Dewa Nara

Dewa Nara

baru mampir Thor, mudah2an ceritanya bagus 👍

2026-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan Pahit
2 Jangan Naif!
3 Selamat Jalan, Nak!
4 Kenikmatan Semu
5 Kemarahan Herman
6 Godaan Liztha
7 Habis Kesabaran
8 Ambil Laki-laki Itu!
9 Melepas Rayyan
10 CEO Baru
11 pesona Bos Baru
12 Dipermalukan
13 Menyongsong Kebebasan
14 Jawaban Telak
15 Masuk Perangkap Sendiri
16 Bukti Tambahan
17 Seperti Menjerat Leher Sendiri
18 Berakhir
19 Terkuras
20 Bertemu Tak Sengaja
21 Berjuang
22 Teman Baru?
23 Perasaan Yang Mulai Tumbuh
24 Tidak Penting!
25 Ajakan Dinner
26 Zavian Yang Jahil
27 Ke Mana Ayra?
28 Tolon Jangan Ceritakan Dulu!
29 Tak Bisa Dibantah
30 Permainan Marissa
31 Pikiran Aneh
32 Superwoman
33 Intrik Licik
34 Sadar Dijebak
35 Kamu Cemburu?
36 Ikatan Tak Kasat Mata
37 Kamu Milik Aku!
38 Siapa Yang Menghadang?
39 Kecurigaan
40 Siapa Dalangnya?
41 Geram
42 Sekelumit Masa Lalu
43 Tak Terduga
44 Skakmat!
45 Siasat Licik
46 Aku Setuju
47 Penyelidikan Dimulai
48 Semua Kepanasan
49 Happy Wedding
50 Kedatangan Marissa
51 Ajang Pertengkaran
52 Dia Bukan...
53 Predator
54 Bergerak Cepat
55 Dilema
56 Adu Cerdik
57 Penyerangan
58 Terluka
59 pembalasan
60 Kondisi Euginia
61 Tabur Tuai
62 Di Ambang Kehancuran
63 Kabar Mengejutkan
64 Semua Ada Akibatnya!
65 Menunggu Hasil
66 Titik Nadir
67 Rasa Kesal
68 Kembali Mesra
69 Ketakutan Yang Menyesakkan
70 Kabar Duka
71 Akhir Kisah
72 Madu Pernikahan
73 Pingsan
74 Bonus Terindah
75 Bumil Random
76 Demi Bumil
77 Sentuhan Dendam
78 Siaga Satu!
79 Pesta Dimulai
80 Cerdik Dan Gesit
81 Rencana Cadangan
82 Detik Terakhir.
83 Menjelang Kelahiran
84 Tegang
85 Aku Istri Sah!
86 Kalah Telak
87 Alfian Beraksi Lagi
88 Sanksi Berat
89 Menyongsong Bahagia
90 Kembali
91 Kegidupan Baru
92 Kamu Bukan Robot
93 Kapan Waktunu Untuk Aku?
94 Gigit Jari
95 Penasaran
96 Tak Terima
97 Kepergok
98 Mulai Detik Ini, Kita Putus!
99 Perasaan Ingin Melindungi
100 Ancaman Kenzie
101 Lamaran Tak Diundang
102 Diusir
103 Mengambil Langkah Hukum
104 Kebimbangan Alara
105 Waspada
106 Sebuah Jebakan
107 Senjata Makan Tuan!
108 Kegemparan
109 Tak Ada Jalan Keluar
110 Tak Terduga
111 Terpaksa Melawan Rasa Jijik
112 Menjerat Tety
113 Gagal
114 Malam Pertaruhan
115 Ditemdang Ke Jalanan
116 SAH!
117 Apa Kita Saling Kenal?
118 Kisah Haru
119 Menuju Tamat.
120 Dua Bab Terakhir
121 Tamat
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Kenyataan Pahit
2
Jangan Naif!
3
Selamat Jalan, Nak!
4
Kenikmatan Semu
5
Kemarahan Herman
6
Godaan Liztha
7
Habis Kesabaran
8
Ambil Laki-laki Itu!
9
Melepas Rayyan
10
CEO Baru
11
pesona Bos Baru
12
Dipermalukan
13
Menyongsong Kebebasan
14
Jawaban Telak
15
Masuk Perangkap Sendiri
16
Bukti Tambahan
17
Seperti Menjerat Leher Sendiri
18
Berakhir
19
Terkuras
20
Bertemu Tak Sengaja
21
Berjuang
22
Teman Baru?
23
Perasaan Yang Mulai Tumbuh
24
Tidak Penting!
25
Ajakan Dinner
26
Zavian Yang Jahil
27
Ke Mana Ayra?
28
Tolon Jangan Ceritakan Dulu!
29
Tak Bisa Dibantah
30
Permainan Marissa
31
Pikiran Aneh
32
Superwoman
33
Intrik Licik
34
Sadar Dijebak
35
Kamu Cemburu?
36
Ikatan Tak Kasat Mata
37
Kamu Milik Aku!
38
Siapa Yang Menghadang?
39
Kecurigaan
40
Siapa Dalangnya?
41
Geram
42
Sekelumit Masa Lalu
43
Tak Terduga
44
Skakmat!
45
Siasat Licik
46
Aku Setuju
47
Penyelidikan Dimulai
48
Semua Kepanasan
49
Happy Wedding
50
Kedatangan Marissa
51
Ajang Pertengkaran
52
Dia Bukan...
53
Predator
54
Bergerak Cepat
55
Dilema
56
Adu Cerdik
57
Penyerangan
58
Terluka
59
pembalasan
60
Kondisi Euginia
61
Tabur Tuai
62
Di Ambang Kehancuran
63
Kabar Mengejutkan
64
Semua Ada Akibatnya!
65
Menunggu Hasil
66
Titik Nadir
67
Rasa Kesal
68
Kembali Mesra
69
Ketakutan Yang Menyesakkan
70
Kabar Duka
71
Akhir Kisah
72
Madu Pernikahan
73
Pingsan
74
Bonus Terindah
75
Bumil Random
76
Demi Bumil
77
Sentuhan Dendam
78
Siaga Satu!
79
Pesta Dimulai
80
Cerdik Dan Gesit
81
Rencana Cadangan
82
Detik Terakhir.
83
Menjelang Kelahiran
84
Tegang
85
Aku Istri Sah!
86
Kalah Telak
87
Alfian Beraksi Lagi
88
Sanksi Berat
89
Menyongsong Bahagia
90
Kembali
91
Kegidupan Baru
92
Kamu Bukan Robot
93
Kapan Waktunu Untuk Aku?
94
Gigit Jari
95
Penasaran
96
Tak Terima
97
Kepergok
98
Mulai Detik Ini, Kita Putus!
99
Perasaan Ingin Melindungi
100
Ancaman Kenzie
101
Lamaran Tak Diundang
102
Diusir
103
Mengambil Langkah Hukum
104
Kebimbangan Alara
105
Waspada
106
Sebuah Jebakan
107
Senjata Makan Tuan!
108
Kegemparan
109
Tak Ada Jalan Keluar
110
Tak Terduga
111
Terpaksa Melawan Rasa Jijik
112
Menjerat Tety
113
Gagal
114
Malam Pertaruhan
115
Ditemdang Ke Jalanan
116
SAH!
117
Apa Kita Saling Kenal?
118
Kisah Haru
119
Menuju Tamat.
120
Dua Bab Terakhir
121
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!