Tidak Diizinkan Pergi

Lexus mengangkat pandangannya. Ia menatap Anastasia dengan kelembutan yang tak pernah pudar oleh waktu, lalu mengalihkan mata pada ketiga anak mereka.Suaranya terdengar tenang, namun membawa aura kepemimpinan.

“Imperial Agartha sedang berada di ambang kehancuran. Kaisar Alexius, paman kalian, meminta kita untuk kembali ke istana.”

Anastasia menegang, firasatnya telah terjawab. Ketenangan di Hutan Moonveil tidak pernah ditakdirkan abadi untuk darah Agartha. Meski ia dan anak-anaknya telah menemukan rumah di antara pepohonan dan sungai, Lexus tak mungkin menarik janji yang pernah ia ucapkan di masa lalu.

Mereka akan kembali ketika Agartha membutuhkan mereka.

Lexus memahami pikiran istrinya. Ia meraih tangan Anastasia dan menggenggamnya erat, sebuah isyarat sederhana namun sarat makna: kita akan menghadapinya bersama.

“Jadi kita akan kembali ke istana?” Suara Pangeran Leo terdengar lebih dulu.

Wajahnya berseri, imajinasinya telah melayang jauh. Dalam benaknya, istana adalah tempat kemegahan dimana banyak pengawal dan pelayan yang sigap, juga hidangan lezat yang tak pernah habis. Ia membayangkan hari-hari tanpa harus bekerja keras menanam tanaman obat di ladang, bersantai, dan melakukan apa pun yang ia mau.

Pangeran Lian mengangguk dengan sikap tenang, persis seperti ayahnya.

“Keputusan Ayahanda adalah yang terbaik,” katanya mantap, sebagaimana putra sulung yang memahami makna tanggung jawab sebelum hak.

Berbeda dengan kedua saudaranya, Putri Lily menunduk. Di wajahnya tak terlukis kegembiraan, hanya keheningan yang dalam seakan telah menerima kabar buruk.

“Putriku, Liliane,” panggil Lexus lembut.

Lily mengangkat kepala, menatap ayahnya dengan mata jernih yang indah.

“Melindungi kerajaan adalah kewajiban. Menolak kembali ke istana berarti mengkhianati tanah yang melahirkan kita.” ujar Lexus. Suaranya tegas, memancarkan kebijaksanaan.

Anastasia mengangguk pelan. “Ayahandamu benar, Putriku.”

Lily menarik napas perlahan.

“Aku mengerti, Ayahanda. Ibunda.”

Keheningan menyelimuti mereka sejenak, memaknai penerimaan atas takdir yang tak dapat dihindari.

“Kemasi barang-barang kalian,” perintah Lexus. “Kita akan berangkat sebelum matahari terbit esok pagi.”

Kedua pangeran dan sang putri mengangguk bersamaan.

"Baik, Ayahanda."

Putri Lily berdiri di balik jendela kamarnya. Cahaya bulan jatuh menyinari wajahnya. Barang-barangnya masih tergeletak di atas lantai, menunggu untuk dikemas. Namun pandangannya tertambat jauh, pada Hutan Moonveil yang bernafas bersama malam.

“Bagaimana aku bisa meninggalkan kalian?” bisiknya lirih, seakan hutan dapat mendengar kegundahan hatinya.

Jawaban datang bukan dalam kata, melainkan dalam auman rendah yang bergema dari halaman. Suara itu menyentak ingatannya. Lily berbalik, berlari menuruni tangga menuju dapur. Ia meraih daging rusa yang tergantung, masih segar, lalu melangkah keluar rumah dengan langkah tergesa menuju kandang.

“Maafkan aku, Eri,” katanya penuh penyesalan saat membuka palang kayu. “Aku hampir melupakanmu.”

Ia masuk ke dalam kandang, menyuapkan daging itu dengan tangan sendiri. Eri menerimanya perlahan, namun matanya yang setia tak pernah lepas dari wajah tuannya.

Lily menyuap daging terakhir, lalu bersandar pada surai tebal sang singa, memeluknya erat.

Eri merasakan kesedihan itu. Tubuhnya menegang, nafasnya berat, seolah memahami bahwa malam ini adalah malam perpisahan.

“Besok… kita akan berpisah.” ucap Lily pelan. Ia berhenti sejenak, menelan perasaannya. “Namun jangan khawatir. Aku akan menjemputmu jika situasi di sana memungkinkan.”

Erivana mengaum panjang, raungan tangisan yang tertahan. Suara itu menggema di antara pepohonan, menyatu dengan malam, seakan hutan ikut meratap. Lily memejamkan mata, memeluk sang singa lebih erat. Perpisahan ini bukan kehendak hati, melainkan harga dari darah kerajaan yang mengalir di nadi seorang putri hutan.

Fajar menyingsing lebih cepat dari biasanya, seolah waktu enggan menunggu. Kabut tipis masih menggantung di halaman ketika kuda-kuda telah siap di depan rumah. Ser Wilhelm berdiri di sana sejak dini hari, memastikan pelana terpasang dengan benar, memberi minum dan apel pada setiap kuda sebelum perjalanan panjang dimulai.

Lexus keluar membawa beberapa peti kecil. Isinya hanya barang-barang yang benar-benar diperlukan seperti obat-obatan langka, dan beberapa perlengkapan pribadi. Tak banyak namun jelas bernilai tinggi.

“Istriku,” ucapnya lembut, “naiklah lebih dahulu.”

Anastasia mengangguk tanpa ragu. Ia menaiki kuda dengan gerakan tenang dan mantap, seperti perempuan yang telah lama mengenal perjalanan dan medan. Lexus menyusul segera setelahnya. Pria itu duduk di belakang sang istri, menjaga jarak agar tak ada ruang yang memisahkan mereka.

“Posisi Putri Lily di tengah,” perintah Lexus kemudian. “Pangeran Lian dan Pangeran Leo, jaga adik kalian dari belakang.”

“Baik, Ayahanda,” jawab kedua pangeran itu serempak. Suaranya tegas, menerima tanggung jawab tanpa pertanyaan.

Mereka menaiki kuda masing-masing dengan gerakan terlatih. Lily duduk tegak di antara kedua saudaranya, jemarinya menggenggam kendali, matanya sempat menoleh ke arah hutan yang membesarkannya.

“Jagalah Moonveil untukku, Kakek.” ucap Lily pada Wilhelm, suaranya jernih namun sarat kesedihan.

Wilhelm mengangguk dalam.

“Sebagaimana Putri menjaga hutan ini, hamba pun akan menjaganya dengan cara yang sama.”

“Terima kasih, Kakek.” balas Lily lirih.

Anastasia menoleh.

“Kami pergi, Paman.”

“Semoga keselamatan dari Dewa selalu menyertai langkah Tuanku semua,” ucap Wilhelm penuh hormat.

Mereka saling menunduk, sebuah salam perpisahan yang tak membutuhkan kata tambahan. Kuda-kuda bergerak perlahan, lalu menjauh, meninggalkan halaman rumah di Hutan Moonveil.

Wilhelm berdiri mematung, menatap punggung-punggung yang kian mengecil hingga tertelan pepohonan. Ia mendengarkan bunyi tapak kuda terakhir, satu per satu, hingga akhirnya lenyap. Kesunyian kembali menyelimuti Moonveil, kesunyian yang membawa kehilangan.

Gerbang Moonveil terbentang di hadapan mereka. Tidak terbuat dari batu atau besi, melainkan lengkung alami dari akar yang saling bertaut.

Kuda Lexus dan Anastasia melewati gerbang tanpa halangan, seolah hutan mengizinkan kepergiannya. Tiba-tiba kuda Lily berhenti satu langkah sebelum gerbang. Sang Putri menarik kendali pelan, lalu lebih kuat. Namun kuda itu tetap diam, kakinya tertanam seolah menyatu dengan tanah.

“Ada apa, Adikku?” tanya Pangeran Lian, menoleh dari balik pelana.

Lily memejamkan mata sejenak. “Aku merasakan energi yang menghalangiku pergi, Kakak.”

Lexus segera turun dari kuda.

“Lewatlah lebih dulu,” perintahnya pada kedua putranya.

Lian dan Leo mengangguk patuh. Mereka melewati gerbang dan menoleh kembali tepat saat Lexus melangkah mendekati Lily. Namun sebelum ia sempat mencapai putrinya, tanah di sekitar gerbang bergerak. Tanaman liar tumbuh dengan cepat, merambat menutup gerbang keluar.

“Ayahanda!” panggil Lily.

“Putriku!” seru Anastasia segera turun dari kuda.

"Ibunda!" Suara Lily terdengar lebih keras.

Lexus dan kedua pangeran segera menahan tanaman itu. Mereka menarik dan menekan sekuat tenaga, namun setiap sulur yang ditahan justru semakin bertambah. Moonveil tidak menyerang, ia hanya menolak memberi izin.

Anastasia menyentuh ujung tanaman itu dengan jemarinya yang lembut. Ingatan lama menyeruak di benaknya, ucapan Tabib Eron saat ia masih mengandung.

Takdir akan membawa kalian keluar dari Hutan Moonveil, jika sudah waktunya.

Lexus menyentuh bahu Anastasia, “Mungkin… ini belum waktunya.” katanya pelan.

Anastasia menggenggam dadanya.

“Bagaimana aku bisa membiarkan putriku tinggal sendirian di dalam sana?”

Lexus mendekap istrinya erat. Memberi ketenangan, saat sebenarnya hatinya juga ikut goyah.

“Dia tidak sendirian,” katanya tegas. “Moonveil akan menjaganya seperti putrinya sendiri.”

Anastasia tak lagi mampu menahan air mata. Ia menangis dalam pelukan suaminya, bukan sebagai permaisuri, melainkan sebagai ibu yang kini berpisah dengan putrinya.

“Kita tidak bisa melawan takdir,” lanjut Lexus, suaranya rendah namun pasti. Ia mengusap rambut istrinya lembut. “Tenanglah, Istriku. Kita tetap bisa menanyakan kabar putri kita lewat Wilhelm.”

Dengan hati yang terbelah, Lexus, Anastasia, dan kedua pangeran kembali menaiki kuda. Perjalanan dilanjutkan tanpa sang putri. Begitu berat, menyakitkan, dan sunyi. Namun siapa yang mampu melawan takdir yang telah tersurat?

Terpopuler

Comments

Dysha♡💕

Dysha♡💕

berarti waktu hamil permaysuri ngga bisa keluar dari hutan itu adalah putri lily♥️kok sedih aku ya jadi nangis 😭

2026-02-24

0

ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰

ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰

dia sepertimu permaisuri jika sudah waktunya putri liliy akan kluar dan mungkin pertemuan pertama dg raja christoper

2026-01-06

0

yetiku86

yetiku86

Monveil tahu yg terbaik utk putri Lily.

2026-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Lily dan Hutan Moonveil
2 Surat dari Agartha
3 Tidak Diizinkan Pergi
4 Berpisah
5 Kembali ke Agartha
6 Lawan dan Bertahan
7 Berlatih Bersama, di Tempat yang Berbeda.
8 Rencana Licik
9 Pemimpin Perang
10 Perang
11 Kehilangan Belahan Jiwa
12 Kedatangan Lily
13 Kesepakatan Baru
14 Tidak Terpisahkan Hingga Akhir
15 ….
16 Tidak Boleh Mati Sia-sia
17 Terbuka
18 Harga untuk Semua Ini
19 Menjemput Takdir
20 Batasan dari Sang Raja
21 Sahabat Lily
22 Badai Ombak
23 Bukan Putri Biasa
24 Kingdom Conqueror
25 Queen LIliane Thalassa Serene
26 Perjamuan
27 Memahami Batas
28 Dalam Satu Kamar
29 Pagi Pertama
30 Pangeran Aric & Pangeran Alaric
31 Makan Malam
32 Menikah dengan Pria Beristri?
33 Racun
34 Dua Anak Itu
35 Malam Panjang
36 Luluh
37 Ada yang Berubah
38 Raja dan Ratunya
39 Pangeran dari Aladoine
40 Putri Alicia yang Malang
41 Keluar Istana
42 Makan Gratis
43 Memburu Mangsa
44 Menangkap Sang Ratu
45 Menolak Memohon
46 Di Menara yang Gelap
47 Menghapus Batasan
48 Patuh
49 Kekenyangan
50 Gangguan
51 Meninggalkan Drama
52 Arena Latihan
53 Bertentangan!
54 Jeruji Besi di Bawah Tanah
55 Salah Langkah
56 Akhir dari Ambisi
57 Luka di Punggung Raja
58 Keseimbangan Hati dan Logika.
59 Tidak Sesuai Dugaan
60 Teh Celup
61 Di Balik Sikap Cristopher
62 Pengumuman
63 Kenyataan yang Sebenarnya
64 Ada yang Berubah
65 Pagi yang Hidup
66 Katakan padaku
67 Isi Kepala Sang Ratu
68 Bertemu dengan Penghuni Moonveil
69 Galio
70 Diuntit
71 Ungkapan Hati Sang Raja
72 Serigala Abu-abu
73 Tak Tahu Apa Pun
74 Kedatangan Prajurit dari Aladoine
75 Perintah King Arlo
76 Perasaan yang Tumbuh Semakin Dalam
77 Lagi-lagi Terkejut
78 Elang di Atas Kepala
79 Dikepung
80 Berdua di Antara Lautan Prajurit
81 Jarot!
82 Saling Menopang
83 Thank You
84 Jangan Mati
85 Kecemasan Liliane
86 Tidak Boleh Menyerah
87 Ciuman Tanpa Paksaan
88 Jatuh Cinta
89 Raja Mendengarkan Ratunya
90 Pengakuan
91 Setara dengan Raja
92 Perintah Terselubung Raja
93 Di Balik Tirai Kereta
94 Sambutan Kemenangan
95 Pengumuman dari Raja
96 Tak Sependapat
97 Memahami Posisi dalam Kegundahan
98 Bertindak Lebih Dulu
99 Selesai
100 Lily dan Pangeran
101 Kabar Burung
102 Tak Ingin Melepaskan
103 Malam Penuh Gemuruh
104 Menyatu
105 Pagi yang Berbeda
106 Salah Sangka
107 Hadiah dari Cristopher
108 Waktu Berlalu Begitu Cepat
109 Kebijaksanaan Cinta
110 Keheningan yang Asing
111 Cinta yang Tumbuh Alami
112 Sang Putri Akhirnya Pulang
113 Semua Telah Membaik
114 Kabar Bahagia
115 Si Sulung, Aurelian...
116 Rumah di Surga Tersembunyi Agartha
117 Hidup Lebih Lama
118 Wanita Pencemburu
119 Ia Tahu
120 Kembali Ke Moonveil
121 Tangisan dari Hati Seorang Anak & Hutan
122 Malam Ini Hanya Kita
123 Sahabat Sejati
124 Cinta Dua Manusia
125 Zona Nyaman Liliane
126 Ratu yang Nakal
127 Lahirnya Generasi Baru
128 Tali Kehidupan itu Masih Terhubung
129 Perlengketan Ari-ari
130 Insting Sang Raja
131 Princes Crown
132 Aku Pamanmu
133 Akhir dari Kisah
134 Extra Part (gift for readers)
135 Extra Part (gift for readers)
136 Extra Part (gift for readers)
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Putri Lily dan Hutan Moonveil
2
Surat dari Agartha
3
Tidak Diizinkan Pergi
4
Berpisah
5
Kembali ke Agartha
6
Lawan dan Bertahan
7
Berlatih Bersama, di Tempat yang Berbeda.
8
Rencana Licik
9
Pemimpin Perang
10
Perang
11
Kehilangan Belahan Jiwa
12
Kedatangan Lily
13
Kesepakatan Baru
14
Tidak Terpisahkan Hingga Akhir
15
….
16
Tidak Boleh Mati Sia-sia
17
Terbuka
18
Harga untuk Semua Ini
19
Menjemput Takdir
20
Batasan dari Sang Raja
21
Sahabat Lily
22
Badai Ombak
23
Bukan Putri Biasa
24
Kingdom Conqueror
25
Queen LIliane Thalassa Serene
26
Perjamuan
27
Memahami Batas
28
Dalam Satu Kamar
29
Pagi Pertama
30
Pangeran Aric & Pangeran Alaric
31
Makan Malam
32
Menikah dengan Pria Beristri?
33
Racun
34
Dua Anak Itu
35
Malam Panjang
36
Luluh
37
Ada yang Berubah
38
Raja dan Ratunya
39
Pangeran dari Aladoine
40
Putri Alicia yang Malang
41
Keluar Istana
42
Makan Gratis
43
Memburu Mangsa
44
Menangkap Sang Ratu
45
Menolak Memohon
46
Di Menara yang Gelap
47
Menghapus Batasan
48
Patuh
49
Kekenyangan
50
Gangguan
51
Meninggalkan Drama
52
Arena Latihan
53
Bertentangan!
54
Jeruji Besi di Bawah Tanah
55
Salah Langkah
56
Akhir dari Ambisi
57
Luka di Punggung Raja
58
Keseimbangan Hati dan Logika.
59
Tidak Sesuai Dugaan
60
Teh Celup
61
Di Balik Sikap Cristopher
62
Pengumuman
63
Kenyataan yang Sebenarnya
64
Ada yang Berubah
65
Pagi yang Hidup
66
Katakan padaku
67
Isi Kepala Sang Ratu
68
Bertemu dengan Penghuni Moonveil
69
Galio
70
Diuntit
71
Ungkapan Hati Sang Raja
72
Serigala Abu-abu
73
Tak Tahu Apa Pun
74
Kedatangan Prajurit dari Aladoine
75
Perintah King Arlo
76
Perasaan yang Tumbuh Semakin Dalam
77
Lagi-lagi Terkejut
78
Elang di Atas Kepala
79
Dikepung
80
Berdua di Antara Lautan Prajurit
81
Jarot!
82
Saling Menopang
83
Thank You
84
Jangan Mati
85
Kecemasan Liliane
86
Tidak Boleh Menyerah
87
Ciuman Tanpa Paksaan
88
Jatuh Cinta
89
Raja Mendengarkan Ratunya
90
Pengakuan
91
Setara dengan Raja
92
Perintah Terselubung Raja
93
Di Balik Tirai Kereta
94
Sambutan Kemenangan
95
Pengumuman dari Raja
96
Tak Sependapat
97
Memahami Posisi dalam Kegundahan
98
Bertindak Lebih Dulu
99
Selesai
100
Lily dan Pangeran
101
Kabar Burung
102
Tak Ingin Melepaskan
103
Malam Penuh Gemuruh
104
Menyatu
105
Pagi yang Berbeda
106
Salah Sangka
107
Hadiah dari Cristopher
108
Waktu Berlalu Begitu Cepat
109
Kebijaksanaan Cinta
110
Keheningan yang Asing
111
Cinta yang Tumbuh Alami
112
Sang Putri Akhirnya Pulang
113
Semua Telah Membaik
114
Kabar Bahagia
115
Si Sulung, Aurelian...
116
Rumah di Surga Tersembunyi Agartha
117
Hidup Lebih Lama
118
Wanita Pencemburu
119
Ia Tahu
120
Kembali Ke Moonveil
121
Tangisan dari Hati Seorang Anak & Hutan
122
Malam Ini Hanya Kita
123
Sahabat Sejati
124
Cinta Dua Manusia
125
Zona Nyaman Liliane
126
Ratu yang Nakal
127
Lahirnya Generasi Baru
128
Tali Kehidupan itu Masih Terhubung
129
Perlengketan Ari-ari
130
Insting Sang Raja
131
Princes Crown
132
Aku Pamanmu
133
Akhir dari Kisah
134
Extra Part (gift for readers)
135
Extra Part (gift for readers)
136
Extra Part (gift for readers)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!