Kembali ke Agartha

Gerbang Imperial Agartha terbuka perlahan, derit besinya menggema seperti seruan masa lalu yang kembali dipanggil. Panji-panji kerajaan berkibar tinggi, kain-kain emas dan merah tua menari di udara. Rakyat telah memadati jalan utama di luar tembok sejak fajar. Wajah-wajah tua dan muda berdiri berdampingan, mata mereka menunggu penguasa yang hilang dari singgasana namun tak pernah benar-benar pergi dari ingatan.

Ketika kuda Lexus melangkah melewati ambang gerbang, bisik-bisik itu berhenti. Sunyi sejenak, lalu lutut-lutut berjatuhan ke tanah.

Di hadapan mereka berdiri Kaisar Alexius, mengenakan jubah kekaisaran lambang singa dengan mahkota ringan bertatahkan batu safir. Permaisuri Erivana berdiri anggun di sisinya, wajahnya terjaga namun sorot matanya penuh kewaspadaan. Pangeran Evan berdiri tegap di sisi ibunya, posturnya terlatih, sementara di sisinya, seorang gadis muda berdiri dengan sikap dingin.

Alexius melangkah maju lebih dulu. Untuk sesaat, ia bukan kaisar. Ia hanyalah seorang adik yang kembali melihat kakaknya.

“Selamat datang kembali ke Imperial Agartha, Kakak.” ucap Alexius.

Ia memeluk Lexus erat, penuh kerinduan.

Lexus membalas pelukan itu, lalu mundur setapak. Ia menunduk hormat, auranya membuat seluruh istana gemetar.

“Semoga adikku, Yang Mulia Kaisar Alexius, selalu diberkahi umur panjang dan kebijaksanaan dalam memimpin Agartha.” ucapnya tenang, suaranya dalam dan mantap.

Alexius mengangguk, lalu menoleh pada Anastasia.

“Selamat datang kembali, Kakak Ipar.”

Anastasia melangkkah maju setengah langkah. Gaunnya sederhana, namun jatuh dengan wibawa yang tak dapat ditiru oleh kemewahan mana pun. Ia menunduk hormat, anggun dan tegas.

“Semoga Yang Mulia selalu diberkahi umur panjang dan keteguhan hati.” balasnya.

Keduanya lalu berbalik, menunduk hormat pada Permaisuri Erivana.

“Salam hormat untuk Permaisuri Agartha,” ucap Lexus dan Anastasia hampir bersamaan.

Erivana membalas dengan senyum yang terjaga rapi. “Selamat datang, Kakak… Kakak Ipar.”

Di antara barisan pelayan dan bangsawan, bisik-bisik kembali bergulir. Kaisar dan Permaisuri terdahulu masih sama… bahkan waktu pun tak berani menyentuhnya. Kecantikan Lady Anastasia tak pudar, hutan seperti apa yang menyimpannya selama ini? Lexus masih berdiri seperti poros dunia. Bahunya tegak, pandangannya tenang namun menekan. Banyak yang menunduk bukan karena aturan, melainkan karena naluri.

Pangeran Evan melangkah maju. Ia menunduk dalam-dalam.

“Salam hormat untuk Paman dan Bibi.”

Anastasia tersenyum tipis. Ia mengulurkan tangan, menyentuh kepala keponakannya dengan lembut.

“Tidak merindukan bibimu ini?” tanyanya pelan.

Keraguan Pangeran Evan runtuh. Ia melepaskan sikap formal istana dan memeluk Anastasia dengan tulus.

“Bibimu ini menunggu surat darimu, Pangeran.” kata Anastasia, suaranya hangat namun tegas.

Evan tersenyum kecil. “Maaf, Bibi. Aku baru kembali dari pelatihan.”

Anastasia mengangguk, seolah mengerti sepenuhnya arti tanggung jawab yang dipikul seorang putra mahkota.

Pandangan Anastasia lalu bergeser pada gadis muda di sisi Evan. Gadis itu berdiri diam, wajahnya datar, seolah kedatangan dua sosok legendaris itu hanyalah angin lalu.

“Beri salam pada Paman dan Bibi, Aster.” perintah Evan pelan namun jelas.

Putri Aster menunduk hormat tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya.

Alexius menegang, merasa malu dengan sikap putrinya. Ia menatap kakaknya sekilas, lalu menatap Aster tajam. Namun gadis itu tetap diam, tak menunjukkan rasa bersalah maupun hormat.

Alexius menarik napas, lalu kembali tersenyum kaku.

“Mari, silakan masuk.” ucapnya, mengisyaratkan ke dalam istana.

Namun Lexus mengangkat tangannya perlahan.

“Tunggu, Yang Mulia.” katanya.

Suaranya tidak keras, namun seluruh halaman istana kembali sunyi. Aura pria itu masih sama, mampu membuat setiap orang bertekuk lutut di hadapannya.

Deru tapak kuda kembali memecah keheningan halaman istana. Dua kuda hitam berhenti tepat di balik Lexus dan Anastasia. Dari punggungnya turun dua pria muda, postur mereka tegap, wajah mereka tampan dengan garis-garis yang jelas. Perpaduan darah kekaisaran dan keteguhan yang ditempa latihan berat sejak kecil. Para bangsawan tanpa sadar menahan napas, tidak bisa melepaskan pandangan dari keduanya.

Lexus menoleh setengah badan.

“Anak-anakku,” ucapnya, suaranya rendah namun penuh kebanggaan.

“Pangeran Aurelian Velemont dan Pangeran Leonardo Alistair, beri salam pada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri.”

Kedua pangeran melangkah serempak. Gerakan mereka rapi, terlatih, tanpa tergesa… cara berjalan orang yang tahu siapa dirinya. Mereka menunduk hormat bersamaan.

“Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar Alexius dan Permaisuri Erivana.” ucap Aurelian dengan suara tenang dan jernih.

“Semoga Yang Mulia senantiasa diberkahi umur panjang dan kejayaan.” sambung Leonardo.

Hening menyapu halaman istana. Detik itu juga, dunia terasa berhenti berputar. Wajah-wajah para bangsawan membeku. Para pelayan saling berpandangan. Bahkan rakyat di luar gerbang terdiam, seolah takut bernapas terlalu keras.

Puluhan tahun lalu, Kaisar dan Permaisuri terdahulu mundur dari tahta karena tidak diberkahi keturunan. Dan kini, mereka muncul dengan dua pangeran?

Bisik-bisik bergetar, lalu berubah menjadi doa lirih.

“Terima kasih, Dewa.”

Kebaikan dan kebijaksanaan Lexus dan Anastasia masih terkenang di jiwa mereka.

Alexius menatap kedua pemuda itu lama, jelas tekejut. Tak lama kemudian, senyum tulus terbit di bibirnya.

“Kakak…” katanya. “Mengapa kau tidak pernah memberitahu kami kabar bahagia ini?”

“Karena waktu belum mengizinkan,” jawab Lexus. Tatapannya mantap, tanpa penyesalan. “Saat itu, Anastasia mengandung bayi kembar. Dan takdir meminta kami menjauh dari istana hingga saatnya tiba.”

Sorak sorai rakyat meledak seperti gelombang pasang. Kelahiran bayi kembar merupakan berkat tertulis di buku sejarah Agartha.

“Hidup Pangeran Aurelian!”

“Hidup Pangeran Leonardo!”

“Hidup Imperial Agartha!”

Nama kedua pangeran itu dielu-elukan, menggema di dinding istana, melambung ke langit seolah doa yang akhirnya menemukan tujuannya.

Namun tidak semua hati ikut bersorak. Permaisuri Erivana terdiam. Napasnya tercekat, dadanya terasa sempit. Pandangannya terpaku pada Anastasia, pada wajah tenang wanita itu, pada dua pangeran yang berdiri sebagai bukti hidup.

Tidak mungkin… Anastasia adalah wanita mandul… Pikirannya bergetar, memberontak pada kenyataan.

Sorak rakyat terasa seperti pisau yang mengiris telinganya. Setiap kali nama Aurelian dan Leonardo diteriakkan, wajah Erivana semakin muram. Ia menoleh pada putranya, Pangeran Evan. Tatapannya penuh kekhawatiran, dan sesuatu yang lebih gelap dari itu.

Di balik sorak kebahagiaan itu, benih kecemasan mulai tumbuh di istana Agartha.

Pewaris tahta memang telah ditetapkan. Pangeran Evan adalah putra mahkota, darah sah Kaisar Alexius, anak yang sejak lahir disiapkan untuk duduk di singgasana emas. Namun istana tidak pernah hanya hidup dari hukum tertulis. Tahta bukan sekadar warisan. Ia adalah pertandingan kekuatan dan kecerdasan. Siapa yang mampu bertahan, maka dialah pemenangnya.

Sorak sorai rakyat yang menggemakan nama Pangeran Aurelian dan Pangeran Leonardo terasa seperti api yang disiramkan ke dalam dada Erivana. Setiap teriakan dukungan adalah pengingat pahit bahwa darah kekaisaran tidak hanya mengalir pada putranya seorang. Ia menggenggam jemarinya sendiri, kukunya menekan kulit telapak hingga nyeri.

Kedatangan mereka tidak sesuai dugaanku.

Lexus dan Anastasia kembali bukan sebagai bayangan masa lalu yang telah usai. Mereka datang membawa dua pangeran, membawa harapan lama yang belum sepenuhnya padam di hati rakyat. Bagi Agartha, itu mungkin berkah. Namun bagi Erivana itu adalah petaka. Mereka tidak datang membantu kemenangan kerajaan. Mereka datang mengguncang masa depan putranya.

Terpopuler

Comments

ika rusmin

ika rusmin

erivana peliharaan putri Lily lebih ketimbang erivana sang permaisuri 😄

2026-01-07

1

Asriani Rini

Asriani Rini

Mampus kamu erivina hati trrlalu busuk jadi permaisuri emangnya kamu aja yg bida melahirkan putra dan putri anastasia juga bisa bahkan dia hamil atas kehendak psra dewa

2026-01-12

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Erivana memiliki penyakit hati, tahta suaminya telah membuatnya lupa dr mana dia berasal dan siapa Anastasia dulunya... jiwa keserakahannya muncul

2026-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Lily dan Hutan Moonveil
2 Surat dari Agartha
3 Tidak Diizinkan Pergi
4 Berpisah
5 Kembali ke Agartha
6 Lawan dan Bertahan
7 Berlatih Bersama, di Tempat yang Berbeda.
8 Rencana Licik
9 Pemimpin Perang
10 Perang
11 Kehilangan Belahan Jiwa
12 Kedatangan Lily
13 Kesepakatan Baru
14 Tidak Terpisahkan Hingga Akhir
15 ….
16 Tidak Boleh Mati Sia-sia
17 Terbuka
18 Harga untuk Semua Ini
19 Menjemput Takdir
20 Batasan dari Sang Raja
21 Sahabat Lily
22 Badai Ombak
23 Bukan Putri Biasa
24 Kingdom Conqueror
25 Queen LIliane Thalassa Serene
26 Perjamuan
27 Memahami Batas
28 Dalam Satu Kamar
29 Pagi Pertama
30 Pangeran Aric & Pangeran Alaric
31 Makan Malam
32 Menikah dengan Pria Beristri?
33 Racun
34 Dua Anak Itu
35 Malam Panjang
36 Luluh
37 Ada yang Berubah
38 Raja dan Ratunya
39 Pangeran dari Aladoine
40 Putri Alicia yang Malang
41 Keluar Istana
42 Makan Gratis
43 Memburu Mangsa
44 Menangkap Sang Ratu
45 Menolak Memohon
46 Di Menara yang Gelap
47 Menghapus Batasan
48 Patuh
49 Kekenyangan
50 Gangguan
51 Meninggalkan Drama
52 Arena Latihan
53 Bertentangan!
54 Jeruji Besi di Bawah Tanah
55 Salah Langkah
56 Akhir dari Ambisi
57 Luka di Punggung Raja
58 Keseimbangan Hati dan Logika.
59 Tidak Sesuai Dugaan
60 Teh Celup
61 Di Balik Sikap Cristopher
62 Pengumuman
63 Kenyataan yang Sebenarnya
64 Ada yang Berubah
65 Pagi yang Hidup
66 Katakan padaku
67 Isi Kepala Sang Ratu
68 Bertemu dengan Penghuni Moonveil
69 Galio
70 Diuntit
71 Ungkapan Hati Sang Raja
72 Serigala Abu-abu
73 Tak Tahu Apa Pun
74 Kedatangan Prajurit dari Aladoine
75 Perintah King Arlo
76 Perasaan yang Tumbuh Semakin Dalam
77 Lagi-lagi Terkejut
78 Elang di Atas Kepala
79 Dikepung
80 Berdua di Antara Lautan Prajurit
81 Jarot!
82 Saling Menopang
83 Thank You
84 Jangan Mati
85 Kecemasan Liliane
86 Tidak Boleh Menyerah
87 Ciuman Tanpa Paksaan
88 Jatuh Cinta
89 Raja Mendengarkan Ratunya
90 Pengakuan
91 Setara dengan Raja
92 Perintah Terselubung Raja
93 Di Balik Tirai Kereta
94 Sambutan Kemenangan
95 Pengumuman dari Raja
96 Tak Sependapat
97 Memahami Posisi dalam Kegundahan
98 Bertindak Lebih Dulu
99 Selesai
100 Lily dan Pangeran
101 Kabar Burung
102 Tak Ingin Melepaskan
103 Malam Penuh Gemuruh
104 Menyatu
105 Pagi yang Berbeda
106 Salah Sangka
107 Hadiah dari Cristopher
108 Waktu Berlalu Begitu Cepat
109 Kebijaksanaan Cinta
110 Keheningan yang Asing
111 Cinta yang Tumbuh Alami
112 Sang Putri Akhirnya Pulang
113 Semua Telah Membaik
114 Kabar Bahagia
115 Si Sulung, Aurelian...
116 Rumah di Surga Tersembunyi Agartha
117 Hidup Lebih Lama
118 Wanita Pencemburu
119 Ia Tahu
120 Kembali Ke Moonveil
121 Tangisan dari Hati Seorang Anak & Hutan
122 Malam Ini Hanya Kita
123 Sahabat Sejati
124 Cinta Dua Manusia
125 Zona Nyaman Liliane
126 Ratu yang Nakal
127 Lahirnya Generasi Baru
128 Tali Kehidupan itu Masih Terhubung
129 Perlengketan Ari-ari
130 Insting Sang Raja
131 Princes Crown
132 Aku Pamanmu
133 Akhir dari Kisah
134 Extra Part (gift for readers)
135 Extra Part (gift for readers)
136 Extra Part (gift for readers)
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Putri Lily dan Hutan Moonveil
2
Surat dari Agartha
3
Tidak Diizinkan Pergi
4
Berpisah
5
Kembali ke Agartha
6
Lawan dan Bertahan
7
Berlatih Bersama, di Tempat yang Berbeda.
8
Rencana Licik
9
Pemimpin Perang
10
Perang
11
Kehilangan Belahan Jiwa
12
Kedatangan Lily
13
Kesepakatan Baru
14
Tidak Terpisahkan Hingga Akhir
15
….
16
Tidak Boleh Mati Sia-sia
17
Terbuka
18
Harga untuk Semua Ini
19
Menjemput Takdir
20
Batasan dari Sang Raja
21
Sahabat Lily
22
Badai Ombak
23
Bukan Putri Biasa
24
Kingdom Conqueror
25
Queen LIliane Thalassa Serene
26
Perjamuan
27
Memahami Batas
28
Dalam Satu Kamar
29
Pagi Pertama
30
Pangeran Aric & Pangeran Alaric
31
Makan Malam
32
Menikah dengan Pria Beristri?
33
Racun
34
Dua Anak Itu
35
Malam Panjang
36
Luluh
37
Ada yang Berubah
38
Raja dan Ratunya
39
Pangeran dari Aladoine
40
Putri Alicia yang Malang
41
Keluar Istana
42
Makan Gratis
43
Memburu Mangsa
44
Menangkap Sang Ratu
45
Menolak Memohon
46
Di Menara yang Gelap
47
Menghapus Batasan
48
Patuh
49
Kekenyangan
50
Gangguan
51
Meninggalkan Drama
52
Arena Latihan
53
Bertentangan!
54
Jeruji Besi di Bawah Tanah
55
Salah Langkah
56
Akhir dari Ambisi
57
Luka di Punggung Raja
58
Keseimbangan Hati dan Logika.
59
Tidak Sesuai Dugaan
60
Teh Celup
61
Di Balik Sikap Cristopher
62
Pengumuman
63
Kenyataan yang Sebenarnya
64
Ada yang Berubah
65
Pagi yang Hidup
66
Katakan padaku
67
Isi Kepala Sang Ratu
68
Bertemu dengan Penghuni Moonveil
69
Galio
70
Diuntit
71
Ungkapan Hati Sang Raja
72
Serigala Abu-abu
73
Tak Tahu Apa Pun
74
Kedatangan Prajurit dari Aladoine
75
Perintah King Arlo
76
Perasaan yang Tumbuh Semakin Dalam
77
Lagi-lagi Terkejut
78
Elang di Atas Kepala
79
Dikepung
80
Berdua di Antara Lautan Prajurit
81
Jarot!
82
Saling Menopang
83
Thank You
84
Jangan Mati
85
Kecemasan Liliane
86
Tidak Boleh Menyerah
87
Ciuman Tanpa Paksaan
88
Jatuh Cinta
89
Raja Mendengarkan Ratunya
90
Pengakuan
91
Setara dengan Raja
92
Perintah Terselubung Raja
93
Di Balik Tirai Kereta
94
Sambutan Kemenangan
95
Pengumuman dari Raja
96
Tak Sependapat
97
Memahami Posisi dalam Kegundahan
98
Bertindak Lebih Dulu
99
Selesai
100
Lily dan Pangeran
101
Kabar Burung
102
Tak Ingin Melepaskan
103
Malam Penuh Gemuruh
104
Menyatu
105
Pagi yang Berbeda
106
Salah Sangka
107
Hadiah dari Cristopher
108
Waktu Berlalu Begitu Cepat
109
Kebijaksanaan Cinta
110
Keheningan yang Asing
111
Cinta yang Tumbuh Alami
112
Sang Putri Akhirnya Pulang
113
Semua Telah Membaik
114
Kabar Bahagia
115
Si Sulung, Aurelian...
116
Rumah di Surga Tersembunyi Agartha
117
Hidup Lebih Lama
118
Wanita Pencemburu
119
Ia Tahu
120
Kembali Ke Moonveil
121
Tangisan dari Hati Seorang Anak & Hutan
122
Malam Ini Hanya Kita
123
Sahabat Sejati
124
Cinta Dua Manusia
125
Zona Nyaman Liliane
126
Ratu yang Nakal
127
Lahirnya Generasi Baru
128
Tali Kehidupan itu Masih Terhubung
129
Perlengketan Ari-ari
130
Insting Sang Raja
131
Princes Crown
132
Aku Pamanmu
133
Akhir dari Kisah
134
Extra Part (gift for readers)
135
Extra Part (gift for readers)
136
Extra Part (gift for readers)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!