Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Putri Lily dan Hutan Moonveil

Moonveil tidak sekadar hutan, ia hidup dan bertumbuh. Akar-akar tua berdenyut pelan di bawah tanah, dedaunan berkilau seperti disaput cahaya bulan abadi, dan udara membawa bisikan halus seolah alam sendiri tengah berdoa. Cahaya keperakan jatuh di antara batang pohon raksasa, menari di kelopak bunga yang tak pernah layu.

Di tengah hutan itu, seorang gadis melangkah ringan. Lily, Liliane Thalassa Serene, putri satu-satunya dari mantan Kaisar dan Permaisuri Imperial Agartha, Lexus dan Anastasia. Sang Putri menggulung ujung gaunnya dengan satu tangan, membiarkan kain linen berwarna putih itu menyeret tanah hutan yang lembap, menyentuh rerumputan dan dedaunan seakan mengenali rumahnya. Ia tidak berjalan tergesa, setiap langkahnya selaras dengan denyut Moonveil seolah hutan telah mempelajari irama jantungnya sejak pertama kali hadir di kandungan ibunya.

Kecantikannya bukan sekadar pantulan wajah yang rupawan. Rambut keemasan panjang berkilau lembut di bawah cahaya matahari pagi, kulitnya secerah embun pagi, dan matanya yang tenang namun berani.

“Aku akan melihat matahari terbit dari lapangan, dan matahari terbenam dari Sungai Lirien.” bisiknya.

Daun-daun berdesir sebagai jawaban, cabang-cabang bergeser memberi jalan. Moonveil selalu mengerti Putri Lily.

“Auuummm….” Seekor singa besar berwarna perak keemasan berdiri di sisinya. Surainya tebal, matanya tajam namun setia. Erivana, sang singa hutan. Penjaga, sahabat, dan sekaligus bayangan setia yang Moonveil utus untuk menjaganya. Setiap langkah sang singa tenang dan penuh wibawa, ekornya bergerak perlahan, memastikan tak ada satu pun ancaman mendekat pada Sang Putri.

Lily tersenyum kecil dan menyentuh leher Erivana.

“Kau dengar, Eri?” katanya pelan. “Hutan sedang bahagia hari ini.”

Eri menggeram rendah, bentuk persetujuan atas ucapan Sang Putri.

Angin berputar lembut, cahaya di antara pepohonan menguat, seolah Moonveil ingin memperlihatkan keindahannya hanya untuk Lily… putri yang berlari bebas. Sesungguhnya alam tidak sekadar membesarkannya; namun memilihnya diantara banyaknya manusia.

Langkah Lily semakin jauh ke dalam menembus Hutan Moonveil. Cahaya keperakan perlahan memudar, digantikan semburat hangat yang menandai datangnya pagi. Tanah di bawah kakinya terasa lembut, seolah hutan dengan sengaja melapangkan jalan baginya. Moonveil selalu tahu ke mana sang putri hendak melangkah.

Setiap kali Lily berhenti, Eri pun berhenti. Setiap kali ia menoleh, mata emas itu selalu waspada.

Mereka tiba di sebuah lapangan luas di tengah Hutan Moonveil, tempat yang tidak semua makhluk hidup diizinkan untuk berpijak. Di sanalah bunga-bunga dari berbagai negeri tersohor tumbuh berdampingan, tanpa saling menguasai, tanpa saling menyingkirkan. Bunga anggrek dari utara yang panas, bunga pasir dari selatan yang kering, dan tanaman langka yang hanya tumbuh di tanah suci. Semuanya hidup subur, seolah Moonveil menyatukan dunia dalam satu pelukan.

Lily berlutut, membuka kantung kecil hadiah dari ayahnya, Lexus. Bibit-bibit Bunga Mawar dan Tulip yang dipesan khusus dari negeri yang jauh. Dengan tangan teliti Lily menanamnya satu per satu, jarinya menyentuh tanah dengan penuh hormat.

“Ini titipan Ayah,” bisiknya. “Aku akan menjaganya.”

Tanah bergetar pelan sebagai tanda izin telah diberikan, tanda Moonveil menerima kehidupan baru di atas tanahnya. Daun-daun berdesir lembut, akar-akar bergerak halus mengelilingi bibit yang baru ditanam. Udara terasa lebih hangat, lebih hidup. Lily tersenyum kecil, selama hutan mengizinkan, tak ada benih yang akan sia-sia di tempat ini.

Saat itulah matahari muncul sepenuhnya. Cahaya keemasan jatuh tepat di kepala Lily. Rambutnya memantulkan sinar pagi, kulitnya bercahaya lembut, kecantikannya menyatu dengan keindahan alam.

Ia membawa keranjangnya menuju bunga-bunga yang sudah tumbuh subur. Sang Putri memetik bunga satu per satu, penuh kehati-hatian, seolah setiap kelopak memiliki jiwa. Jemarinya menyentuh bunga yang bermekaran, lalu satu memetik satu tangkai langka yang hanya mekar saat matahari terbit.

Di saat yang sama kupu-kupu berdatangan. Sayap-sayap kecil berwarna perak, biru, dan hijau zamrud beterbangan di udara. Mereka berputar mengelilingi Lily, hinggap di rambutnya, di ujung jarinya, juga di bunga yang baru ditanam. Beberapa terbang rendah, mengikuti garis gaunnya yang menyentuh tanah, seolah mengenali sang putri yang sejak kecil berbagi napas dengan Moonveil.

Lily tertawa lepas, tawa yang jujur, bebas, dan hidup. Ia berbaring di atas rumput, dadanya naik turun beraturan. Dan saat itulah Moonveil terasa lengkap karena tawanya.

Moonveil menyimpan rahasia, menjaga batas, dan menahan takdir. Namun di hadapan Lily ia membuka dirinya, memberi ruang, memberi hidup, memberi ikatan yang tak tertulis namun tak bisa diputus.

Putri itu bangkit perlahan, menatap lapangan bunga yang kini berkilau di bawah matahari. Perutnya mulai keroncongan meminta asupan. Ia melangkah pelan ke sisi lapangan, tempat perutnya bisa terisi tanpa usaha berlebih.

Sang Putri mengusap apel liar dengan gaunnya, lalu menggigitnya pelan. Ia mengunyah perlahan, menikmati rasa asam-manis yang sederhana, rasa yang hanya bisa ditemukan dari buah yang tumbuh tanpa intervensi manusia. Ketika ia menelan suapan terakhir, jemarinya membuka telapak tangan, menyisakan biji kecil berwarna cokelat pucat.

Lily memandang biji itu sejenak, sisa dari buah yang ia makan untuk mengisi perutnya. Ia berlutut, menyingkap sedikit tanah dengan jemari penuh perhatian lalu meletakkan biji apel liar itu ke dalamnya. Sang Putri menutupnya perlahan, lalu menepuk tanah dua kali, seperti kebiasaan kecil yang selalu ia lakukan.

“Tumbuhlah,” ucapnya lembut. “Aku akan menunggu dan menikmati buahmu.”

Tanah menerima kata-kata itu tanpa suara, namun Lily merasakannya, denyut halus yang sama seperti sebelumnya.

Matahari mulai condong ke barat. Cahaya keemasan berubah menjadi jingga lembut, lalu perlahan memerah. Senja datang, menyelimuti Hutan Moonveil dengan warna hangat dan bayangan panjang. Bunga-bunga menutup kelopaknya satu per satu, kupu-kupu menghilang di antara cahaya redup, dan udara menjadi lebih sejuk dan hening.

Anastasia melangkah menuju Sungai Lirien. Ia menyingsingkan sedikit gaun linennya dan mencuci kaki di air yang jernih. Arus sungai menyentuh kulitnya dengan lembut, membuat kainnya menjadi basah dan berat. Sang Putri tidak tergesa. Ia berdiri di sana, menatap pantulan langit senja di permukaan air seperti lukisan yang hanya muncul sekali sehari.

Setelah puas, Lily berjalan ke pinggir sungai. Ia merentangkan tangannya sejenak, merasakan senja merambat ke dalam dadanya.

“Terimakasih untuk hari ini.” kata Lily pelan. “Aku pulang dulu, besok aku akan kembali.”

Ia menghadap hutan, menatap pepohonan, tanah, dan cahaya yang mulai redup. Kalimat itu bukan sekadar ucapan, melainkan janji kecil yang selalu ia tepati.

Moonveil mendengarnya. Daun-daun berdesir lembut, sungai berkilau sesaat, dan angin mengusap pipinya seperti sentuhan perpisahan.

Lily tersenyum, mengangkat gaunnya lalu berlari kecil menuju rumah sebelum ibundanya memanggil. Eri mengikutinya, tenang dan setia, memastikan sang putri tiba dengan selamat.

Terpopuler

Comments

Engkar Sukarsih

Engkar Sukarsih

Alhamdulillah.. yang di tunggu" akhirnya update juga.makasih kak🙏🙏dan tetap semangat 🥰🥰🥰💪🏼💪🏼

2026-01-06

1

siska nirmala

siska nirmala

haloo thor...aku datang lagi..
cerita yang ditunggu2..
semoga
semangat kk othor

2026-01-16

1

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 , baca juga karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin


Terimakasih 🙏

2026-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Lily dan Hutan Moonveil
2 Surat dari Agartha
3 Tidak Diizinkan Pergi
4 Berpisah
5 Kembali ke Agartha
6 Lawan dan Bertahan
7 Berlatih Bersama, di Tempat yang Berbeda.
8 Rencana Licik
9 Pemimpin Perang
10 Perang
11 Kehilangan Belahan Jiwa
12 Kedatangan Lily
13 Kesepakatan Baru
14 Tidak Terpisahkan Hingga Akhir
15 ….
16 Tidak Boleh Mati Sia-sia
17 Terbuka
18 Harga untuk Semua Ini
19 Menjemput Takdir
20 Batasan dari Sang Raja
21 Sahabat Lily
22 Badai Ombak
23 Bukan Putri Biasa
24 Kingdom Conqueror
25 Queen LIliane Thalassa Serene
26 Perjamuan
27 Memahami Batas
28 Dalam Satu Kamar
29 Pagi Pertama
30 Pangeran Aric & Pangeran Alaric
31 Makan Malam
32 Menikah dengan Pria Beristri?
33 Racun
34 Dua Anak Itu
35 Malam Panjang
36 Luluh
37 Ada yang Berubah
38 Raja dan Ratunya
39 Pangeran dari Aladoine
40 Putri Alicia yang Malang
41 Keluar Istana
42 Makan Gratis
43 Memburu Mangsa
44 Menangkap Sang Ratu
45 Menolak Memohon
46 Di Menara yang Gelap
47 Menghapus Batasan
48 Patuh
49 Kekenyangan
50 Gangguan
51 Meninggalkan Drama
52 Arena Latihan
53 Bertentangan!
54 Jeruji Besi di Bawah Tanah
55 Salah Langkah
56 Akhir dari Ambisi
57 Luka di Punggung Raja
58 Keseimbangan Hati dan Logika.
59 Tidak Sesuai Dugaan
60 Teh Celup
61 Di Balik Sikap Cristopher
62 Pengumuman
63 Kenyataan yang Sebenarnya
64 Ada yang Berubah
65 Pagi yang Hidup
66 Katakan padaku
67 Isi Kepala Sang Ratu
68 Bertemu dengan Penghuni Moonveil
69 Galio
70 Diuntit
71 Ungkapan Hati Sang Raja
72 Serigala Abu-abu
73 Tak Tahu Apa Pun
74 Kedatangan Prajurit dari Aladoine
75 Perintah King Arlo
76 Perasaan yang Tumbuh Semakin Dalam
77 Lagi-lagi Terkejut
78 Elang di Atas Kepala
79 Dikepung
80 Berdua di Antara Lautan Prajurit
81 Jarot!
82 Saling Menopang
83 Thank You
84 Jangan Mati
85 Kecemasan Liliane
86 Tidak Boleh Menyerah
87 Ciuman Tanpa Paksaan
88 Jatuh Cinta
89 Raja Mendengarkan Ratunya
90 Pengakuan
91 Setara dengan Raja
92 Perintah Terselubung Raja
93 Di Balik Tirai Kereta
94 Sambutan Kemenangan
95 Pengumuman dari Raja
96 Tak Sependapat
97 Memahami Posisi dalam Kegundahan
98 Bertindak Lebih Dulu
99 Selesai
100 Lily dan Pangeran
101 Kabar Burung
102 Tak Ingin Melepaskan
103 Malam Penuh Gemuruh
104 Menyatu
105 Pagi yang Berbeda
106 Salah Sangka
107 Hadiah dari Cristopher
108 Waktu Berlalu Begitu Cepat
109 Kebijaksanaan Cinta
110 Keheningan yang Asing
111 Cinta yang Tumbuh Alami
112 Sang Putri Akhirnya Pulang
113 Semua Telah Membaik
114 Kabar Bahagia
115 Si Sulung, Aurelian...
116 Rumah di Surga Tersembunyi Agartha
117 Hidup Lebih Lama
118 Wanita Pencemburu
119 Ia Tahu
120 Kembali Ke Moonveil
121 Tangisan dari Hati Seorang Anak & Hutan
122 Malam Ini Hanya Kita
123 Sahabat Sejati
124 Cinta Dua Manusia
125 Zona Nyaman Liliane
126 Ratu yang Nakal
127 Lahirnya Generasi Baru
128 Tali Kehidupan itu Masih Terhubung
129 Perlengketan Ari-ari
130 Insting Sang Raja
131 Princes Crown
132 Aku Pamanmu
133 Akhir dari Kisah
134 Extra Part (gift for readers)
135 Extra Part (gift for readers)
136 Extra Part (gift for readers)
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Putri Lily dan Hutan Moonveil
2
Surat dari Agartha
3
Tidak Diizinkan Pergi
4
Berpisah
5
Kembali ke Agartha
6
Lawan dan Bertahan
7
Berlatih Bersama, di Tempat yang Berbeda.
8
Rencana Licik
9
Pemimpin Perang
10
Perang
11
Kehilangan Belahan Jiwa
12
Kedatangan Lily
13
Kesepakatan Baru
14
Tidak Terpisahkan Hingga Akhir
15
….
16
Tidak Boleh Mati Sia-sia
17
Terbuka
18
Harga untuk Semua Ini
19
Menjemput Takdir
20
Batasan dari Sang Raja
21
Sahabat Lily
22
Badai Ombak
23
Bukan Putri Biasa
24
Kingdom Conqueror
25
Queen LIliane Thalassa Serene
26
Perjamuan
27
Memahami Batas
28
Dalam Satu Kamar
29
Pagi Pertama
30
Pangeran Aric & Pangeran Alaric
31
Makan Malam
32
Menikah dengan Pria Beristri?
33
Racun
34
Dua Anak Itu
35
Malam Panjang
36
Luluh
37
Ada yang Berubah
38
Raja dan Ratunya
39
Pangeran dari Aladoine
40
Putri Alicia yang Malang
41
Keluar Istana
42
Makan Gratis
43
Memburu Mangsa
44
Menangkap Sang Ratu
45
Menolak Memohon
46
Di Menara yang Gelap
47
Menghapus Batasan
48
Patuh
49
Kekenyangan
50
Gangguan
51
Meninggalkan Drama
52
Arena Latihan
53
Bertentangan!
54
Jeruji Besi di Bawah Tanah
55
Salah Langkah
56
Akhir dari Ambisi
57
Luka di Punggung Raja
58
Keseimbangan Hati dan Logika.
59
Tidak Sesuai Dugaan
60
Teh Celup
61
Di Balik Sikap Cristopher
62
Pengumuman
63
Kenyataan yang Sebenarnya
64
Ada yang Berubah
65
Pagi yang Hidup
66
Katakan padaku
67
Isi Kepala Sang Ratu
68
Bertemu dengan Penghuni Moonveil
69
Galio
70
Diuntit
71
Ungkapan Hati Sang Raja
72
Serigala Abu-abu
73
Tak Tahu Apa Pun
74
Kedatangan Prajurit dari Aladoine
75
Perintah King Arlo
76
Perasaan yang Tumbuh Semakin Dalam
77
Lagi-lagi Terkejut
78
Elang di Atas Kepala
79
Dikepung
80
Berdua di Antara Lautan Prajurit
81
Jarot!
82
Saling Menopang
83
Thank You
84
Jangan Mati
85
Kecemasan Liliane
86
Tidak Boleh Menyerah
87
Ciuman Tanpa Paksaan
88
Jatuh Cinta
89
Raja Mendengarkan Ratunya
90
Pengakuan
91
Setara dengan Raja
92
Perintah Terselubung Raja
93
Di Balik Tirai Kereta
94
Sambutan Kemenangan
95
Pengumuman dari Raja
96
Tak Sependapat
97
Memahami Posisi dalam Kegundahan
98
Bertindak Lebih Dulu
99
Selesai
100
Lily dan Pangeran
101
Kabar Burung
102
Tak Ingin Melepaskan
103
Malam Penuh Gemuruh
104
Menyatu
105
Pagi yang Berbeda
106
Salah Sangka
107
Hadiah dari Cristopher
108
Waktu Berlalu Begitu Cepat
109
Kebijaksanaan Cinta
110
Keheningan yang Asing
111
Cinta yang Tumbuh Alami
112
Sang Putri Akhirnya Pulang
113
Semua Telah Membaik
114
Kabar Bahagia
115
Si Sulung, Aurelian...
116
Rumah di Surga Tersembunyi Agartha
117
Hidup Lebih Lama
118
Wanita Pencemburu
119
Ia Tahu
120
Kembali Ke Moonveil
121
Tangisan dari Hati Seorang Anak & Hutan
122
Malam Ini Hanya Kita
123
Sahabat Sejati
124
Cinta Dua Manusia
125
Zona Nyaman Liliane
126
Ratu yang Nakal
127
Lahirnya Generasi Baru
128
Tali Kehidupan itu Masih Terhubung
129
Perlengketan Ari-ari
130
Insting Sang Raja
131
Princes Crown
132
Aku Pamanmu
133
Akhir dari Kisah
134
Extra Part (gift for readers)
135
Extra Part (gift for readers)
136
Extra Part (gift for readers)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!