“Bos, mobilnya sudah siap,” lapor Draven.
Lucien mengangguk singkat.
Sepanjang perjalanan pulang, suasana di dalam mobil hening. Ia sengaja pulang larut karena tahu Sisi tidak akan kembali cepat malam ini, wanita itu pergi ke rumah keluarganya.
Lucien sempat bertanya apakah Sisi akan menginap. Jawabannya tidak. Karena itu, ia memilih tidak pulang lebih awal. Untungnya ada makan malam bisnis yang bisa dijadikan alasan. Kalau tidak ada, ia pasti sudah menolak semuanya dan kembali ke mansion secepat mungkin.
Lucien sendiri tidak mengerti kenapa ia berubah seperti ini. Begitu terbuka pada Sisi. Ini bukan dirinya. Namun entah kenapa, kehadiran wanita itu membuatnya ingin jujur, menunjukkan sisi yang bahkan tak pernah ia perlihatkan pada siapa pun.
Mobil terparkir di garasi. Lucien memainkan kunci di tangannya saat melangkah masuk ke dalam mansion yang sunyi. Jam menunjukkan hampir pukul sebelas malam. Ia mengira Sisi sudah tidur.
Baru saja hendak membuka pintu kamar, sebuah suara menghentikannya.
“Kakak?”
Lucien menoleh. Alisnya terangkat saat melihat seorang wanita mengenakan jubah sutra tipis berdiri di lorong.
“Apa kabar, Kakak?” lanjut wanita itu sambil menatapnya menggoda. Jarinya memainkan tali jubah, bibirnya tergigit pelan. “Kakak ipar sudah bilang kan, kalau aku akan tinggal di sini seminggu?”
“Dia pasti lupa,” jawab Lucien datar.
“Mau minum kopi deng--”
“Tidak.”
Suara dingin seorang wanita menyela dari belakangnya.
Lucien berbalik.
Sisi berdiri di sana. Tidak menatap, melainkan melotot. Tatapan itu membuat Lucien menelan ludah tanpa sadar. Ia tak tahu harus menafsirkan apa dari ekspresi itu.
“Kenapa kau melototiku?” tanya Lucien, berusaha terdengar biasa. Padahal, anehnya, ada rasa gugup yang menyusup. Kenapa? Dia tidak merasa bersalah.
“Memangnya kenapa?” balas Sisi datar.
“Kakak, jangan pelit dong. Pinjamkan suamimu sebentar,” ujar Selvara manja.
Lucien membeku saat Selvara tiba-tiba merangkul lengannya dan menyandarkan kepala di bahunya.
Refleks, Lucien lang…
ISTRI KEENAM
45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments