"Lucien..." Ia mendengar suara malaikat.
Lucien membuka satu matanya untuk melihat dari mana suara itu berasal. Begitu membuka mata, dia melihat wanitanya, wanita yang telah menawan hatinya. Wanita yang kini menjadi alasannya berubah seperti ini.
"Hmm," dengusnya sebagai jawaban. Ia menarik Sisi hingga wanita itu jatuh di atasnya. Sebelum Sisi sempat bangkit, Lucien sudah memeluknya erat.
"Lucien, ayo bangun s--"
"Nanti," potongnya sambil mengeratkan pelukannya.
"Sudah siang. Ayo," desak Sisi lagi.
"Lima menit," ujar Lucien sambil memegang dagu Sisi. ia cepat menciumnya, hatinya berbunga-bunga saat Sisi membalas setiap ciumannya.
Lucien mengubah posisi mereka, sekarang dia berada di atas Sisi tanpa menghentikan ciuman mereka.
"Selamat pagi," sapa Lucien dengan nada menggoda sambil mencium leher Sisi.
"Ahh... pagi... juga," balas Sisi.
Lucien merasa Sisi sangat seksi. Kalau setiap pagi wanita itu membangunkannya seperti ini, dia takut tidak bisa menahan diri dan akan selalu berakhir bercinta dengannya.
Lucien mengubur wajahnya di leher Sisi, keduanya terengah-engah setelah selesai.
"Sialan, Lucien!" ujar Sisi kesal.
Dia mendorong Lucien dan tanpa bicara langsung mengenakan baju tidurnya yang tadi dilepas Lucien.
Sisi kembali melototi Lucien sebelum masuk ke kamar mandi. Dia menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Lucien tertawa sambil bangkit dan mengenakan pakaiannya, lalu merapikan tempat tidur mereka. Setelah itu, ia turun ke bawah untuk memasak sarapan, namun begitu sampai, Lucien terkejut melihat sarapan sudah tersaji di meja.
Dia tersenyum sebelum mendekati wastafel untuk mencuci muka.
Setengah jam berlalu sebelum Lucien mendengar langkah kaki mendekat. Sisi duduk dengan anggun.
"Kenapa kamu belum makan?" tanya Sisi heran sambil melirik bergantian antara Lucien dan makanan.
Lucien menghela napas.
"Aku menunggumu," jawabnya singkat sambil mengambil Frittata untuk diletakkan di piring Sisi.
"Aku tidak makan sarapan berat," cegah Sisi.
Lucien mengangkat alis dan m…
ISTRI KEENAM
73
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments