Sudah dua hari sejak istrinya melahirkan, dan semua orang bahagia. Hari ini, Sisi keluar dari rumah sakit.
“Apa nama bayi kalian?” tanya Anne.
Dia baru bisa berkunjung karena pulang kampung. Lucien menggendong anak sulungnya, sementara putri cantik mereka digendong Anne yang tampak sangat senang.
“Clarissa dan Calvin” jawab Sisi ogah-ogahan sebelum mengambil Clarissa dari Anne. Anak sulung Lucien sedang tidur, jadi dia memberi isyarat agar diletakkan di tempat tidur. Lucien membaringkannya dengan hati-hati agar tidak terbangun.
“Astaga, cantik dan tampan banget si kembar,” ucap Anne.
“Ya iyalah, gen kita bagus soalnya,” Lucien tidak bisa menahan diri untuk ikut dalam percakapan mereka.
“Aduh, anginnya kenceng banget!” Anne berpura-pura berpegangan di dinding.
“Bodoh, diam kamu. Nanti anak-anak kita bangun,” tegur Sisi pada temannya sambil tertawa.
Lucien mendekat pada Sisi dan mencium dahi putri mereka yang sekarang tertidur di pelukan ibunya.
Lucien tidak bisa menahan diri untuk menatap istrinya sambil menggendong putri mereka. Sisi benar-benar cocok menjadi ibu. Dia terlihat semakin cantik di mata Lucien, dan dia semakin mencintainya setelah mengetahui, Sisi derita setelah melahirkan anak-anak mereka.
“Kalau suami menatap seperti itu, artinya minta yang berikutnya,” goda Anne.
Lucien tersadar dari lamunannya begitu mendengar godaan Anne.
Sisi memukul lengan Anne sambil tersenyum, tapi saat menatap Lucien, dia seperti berubah menjadi harimau yang siap menerkam. Tanpa sadar, Lucien menelan ludah yang terasa tersangkut di tenggorokannya.
“Coba saja kalau berani, akan kupotong ‘hewan besar’ yang disimpannya itu!” Mata Sisi berkilat-kilat, kalau dia tidak sedang menggendong anak mereka, mungkin sudah diterkamnya Lucien.
“Tuan Jericho sudah membayar semua tagihan Nyonya Sisi.”
Kepala Lucien panas mendengar ucapan kasir. Apa-apaan bajingan itu membayar tagihannya? Dia pikir Lucien miskin? Sialan!
Tanpa bicara, Lucien berjalan dan naik elevator. Dia menekan lantai kamar S…
ISTRI KEENAM
87
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments