Suasana di depan kediaman Baskoro mendadak mencekam. Lampu biru-merah dari mobil polisi memantul di dinding pilar rumah yang megah, menciptakan bayangan yang gelisah. Axel berdiri mematung, menatap surat penangkapan di tangan petugas dengan tatapan tidak percaya. Di sampingnya, Senja tampak seperti patung lilin—pucat, dingin, dan rapuh.
"Ini pasti ada kesalahan, Pak!" Axel bersuara, nadanya rendah tapi mengandung ancaman yang nyata. "Istri saya tidak mungkin melakukan penggelapan dana perusahaannya sendiri."
"Kami hanya menjalankan tugas berdasarkan bukti digital yang masuk, Tuan Axel. Aliran dana dari proyek sekolah mekanik masuk langsung ke akun pribadi Nyonya Senja Amara dalam tiga termin," jelas petugas itu dengan tegas tapi tetap sopan.
Senja menoleh ke arah Axel. Matanya berkaca-kaca, mencari pegangan di tengah badai yang tiba-tiba ini. "Mas... aku tidak melakukannya. Kamu melihat Arka di kamera tadi, kan? Dia pelakunya."
Axel menangkup wajah Senja dengan kedua tangannya, mengabaikan tatapan para petugas polisi. Di tengah fitnah ini, ia melihat kejujuran murni di mata istrinya. "Aku percaya kamu, Sayang. Melampaui apa pun. Pergilah bersama mereka, jangan melawan. Aku akan membawa pengacara terbaik dan aku akan meruntuhkan setiap baris kode yang Arka gunakan untuk menjebakmu."
Saat petugas menuntun Senja menuju mobil, Tuan Baskoro maju ke depan. Wajah pria tua itu merah padam. "Siapa pun yang berani menyentuh menantuku dengan fitnah murahan seperti ini, dia sedang mengundang kehancuran bagi dirinya sendiri!"
Malam itu, Senja mendekam di ruang interogasi yang dingin. Sementara itu, Axel tidak tidur semenit pun. Ia berada di pusat kendali IT B-M International bersama tim cyber security paling elit di Jakarta.
"Tuan Axel, peretas ini menggunakan jejak digital Nyonya Senja dengan sangat sempurna," lapor salah satu ahli IT. "Dia menggunakan akses biometrik wajah dan sidik jari yang tampaknya disalin dari database lama saat Nyonya Senja masih di rumah sakit se…
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!
BAB 64: Di Balik Jeruji Kesetiaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments
Arin
Semoga Senja selalu bersama Axel hingga mereka menua. Tanpa terpisah lagi. Sudah cukup cobaan hidup yang Senja alami
2026-02-10
1
@ Yayang Risa Selamanya
Arka dengarkan penjelasan ibunya Senja karena dia juga mencari kamu dan mengira kamu di culik oleh penculik
2026-02-28
0
Risa Virgo Always Beau
Benar kata Axel Arka Senja tanpa ayah berjuang sendiri buka toko kelontong untuk sekolah jurusan arsitek
2026-02-28
0