Bab 2 ~ Penjara Pernikahan Marvin

Rumah ini seperti akan menjadi penjara baru bagi Raina. Mengikuti langkah pria yang sekarang menjadi suaminya, berjalan dengan sedikit kesulitan karena gaun pengantin yang belum di lepas. Marvin tidak membiarkannya berganti pakaian dulu, dan Mama sudah menyiapkan semua barang-barangnya di dalam koper, seolah sudah ingin Raina pergi dari rumahnya.

"Sini kau!"

Tangan Raina di tarik kasar dan tubuhnya di hempaskan ke atas sofa di ruang tengah ini. Raina menatap penuh takut pada Marvin yang mendekat padanya.

"Kak Marvin mau apa?"

Plak.. Satu tamparan begitu keras mendarat tepat di pipinya hingga terasa panas dan memerah. Mata Raina sudah berkaca-kaca, bukan hanya rasa sakit di pipinya, tapi juga di hatinya.

Marvin mencengkram kuat dagu istrinya, menatapnya dengan penuh kebencian. "Selamat datang di Penjara Pernikahan ini, Raina! Akan aku buat kau tahu, bagaimana sebenarnya dunia pernikahan ini"

"Kak ... sakit"

"Sakit ya?" Marvin tersenyum meremehkan, wajahnya terlihat sangat mengerikan bagi Raina. "Ini tidak seberapa dengan rasa sakitku kehilangan wanitaku!"

Air mata Raina akhirnya lolos juga, melihat tatapan Marvin yang begitu tajam dan penuh kebencian. Raina bisa tahu jika memang Marvin akan membencinya atas apa yang sudah terjadi.

"Maaf" lirih Raina dengan terisak pelan.

Marvin hanya tersenyum sinis, cengkraman di dagu Raina semakin kuat, seolah ingin menghancurkan dagu gadis itu. "Kata maafmu sama sekali tidak berguna. Kau tidak akan bisa mengembalikan Amira. Ternyata benar kata Ibumu, jika kau hanya pembawa sial!"

Tes.. Air mata kembali mengalir, kata 'pembawa sial' sudah sering dia dengar dari keluarganya sendiri. Dan, sekarang dia harus mendengarnya juga dari pria yang menjadi suaminya. Seperti menjadi sebuah sebutan yang pantas untuk Raina.

"Akan aku tunjukan bagaimana malam pertama kita"

Marvin meraih rambut Raina dan menariknya kuat. Membuat Raina menjerit kesakitan saat Marvin menarik rambutnya dan membawanya ke sebuah kamar. Raina hanya terus mencoba melepaskan cengkraman tangan Marvin di rambutnya, tubuhnya benar-benar terseret di atas lantai.

"Sakit Kak.. Sakit... Hiks"

Marvin menariknya paksa untuk berdiri, Raina masih menangis dengan wajah memerah karena rasa sakit di kepalanya. Tangan Marvin masih belum melepaskan cengkramannya di rambut Raina.

Marvin tersenyum miring, benar-benar begitu menakutkan. "Akan aku perlihatkan bagaimana pernikahan ini"

Marvin membanting tubuh Raina ke atas ranjang, lalu dia membuka jas dan kemejanya dengan kasar. Menatap Raina dengan senyum licik.

"Kau ingin jadi istriku 'kan? Bahkan rela merebut cincin milik Amira" Marvin mengukung tubuh Raina, tatapan matanya benar-benar menakutkan. "Dan sekarang aku akan menjadikanmu istriku yang sesungguhnya. Selamat datang di penjara pernikahanku, Raina"

Ketika tangan Marvin menelusuri setiap inchi wajah Raina, dia hanya bisa memejamkan mata dengan penuh rasa takut. Tubuhnya sudah bergetar sebelum Marvin benar-benar melakukannya.

"Kak, tolong jangan ... hiks.. aku minta maaf atas semuanya, jika soal cincin ini, aku akan lepaskan dan berikan pada Kak Marvin.. hiks.. Tolong Kak, jangan lakukan itu"

Marvin tersenyum miring, sama sekali tidak menghiraukan tangisan Raina yang terdengar begitu memilukan. Marvin merobek gaun yang di pakai Raina, melepaskannya dan melemparnya begitu saja.

Tidak ada aba-aba, Marvin langsung melakukannya dengan kasar. Membuat Raina menjerit kesakitan. Ini adalah yang pertama baginya, dan Marvin melakukanya dengan begitu kasar, tentu itu sangat menyakitinya.

"Kak.. sakit... hiks... tolong hentikan" lirihnya yang sama sekali tidak di dengar oleh pria yang sedang menggagahinya saat ini. "Sakit... tolong hentikan... Kak, sakit"

Marvin sama sekali tidak menghiraukan lirih suara Raina yang memilukan itu. Dia terus berlaku kasar padanya. Membalik tubuh Raina dengan kasar, dan mengambil ikat pinggang dan memukul punggung Riana dengan kasar. Bekas memerah dan luka dari cambukan itu membuat Marvin tertawa puas.

"Sakit... Hiks.. Kak sakit.."

"Sakit ya" Bugh... Bugh.. Marvin terus memukul punggung Raina dengan ikat pinggang. "Ini baru permulaan Sayang, kau akan lebih merasakan lebih dari ini"

Darah yang menetes di seprei putih itu sama sekali tidak membuat Marvin sedikit saja iba. Dia malah semakin menjadi dan merasa bahagia melihat penderitaan wanita yang menjadi istrinya ini.

"Aaa... Kak sakit"

Teriakan terakhir sebelum Raina akhirnya tidak sadarkan diri. Tubuhnya jatuh lemas ke atas tempat tidur, membuat Marvin tersenyum sinis melihatnya.

"Kau yang menghancurkan kebahagiaanku dan Amira, sekarang kau yang harus menerima semua kesakitan itu"

*

Marvin keluar kamar dengan hanya memakai celana panjangnya saja. Bagian tubuhnya di biarkan polos begitu saja.

"Jika dia bangun, berikan makan. Jangan sampai dia mati kelaparan dan obati lukanya"

Perintahnya pada seorang pelayan perempuan, sebelum dia berlalu pergi.

"Baik Tuan"

Pintu kamar terbuka, pelayan itu sudah melihat apa yang terjadi. Saat Marvin menarik rambut Raina dan menyeretnya ke dalam kamar. Namun, dia juga tidak berani membantu atau melakukan apapun.

Ketika masuk ke dalam kamar, situasi kamar yang begitu berantakan, gaun pengantin dan jas juga kemeja milik Marvin berserak di lantai. Yang lebih mengenaskan, adalah seorang gadis yang tidur terngkurap dengan punggung penuh luka cambukan. Seprei dan selimut putih itu penuh darah.

"Ya Tuhan, malang sekali nasibnya"

Dia segera pergi ke kamar mandi, mengambil air hangat dan handuk. Membersihkan luka di punggung Raina dengan perlahan.

"Sshhtt"

"Nona, Nona sudah sadar"

Raina tersadar karena rasa perih di punggungnya. Seluruh tubuhnya terasa hancur. "Ka-kamu siapa?"

"Saya Mbak Eni, pelayan disini yang di minta Tuan Marvin untuk membantu Nona bersih-bersih. Nona diam saja, biar saya mengobati luka-lukanya ya"

Raina mengangguk kecil, dia kembali menjatuhkan kepalanya di atas bantal. Rasa perih di seluruh punggungnya, membuat dia meneteskan air mata mengingat tentang apa yang terjadi beberapa saat lalu.

Aku benar-benar masuk dalam penjara pernikahan Kak Marvin.

Raina terisak, bukan hanya karena rasa sakit di punggungnya dan seluruh tubuhnya. Tapi rasa sakit dan perih di hatinya lebih besar.

Dia memperlakukan aku bagaikan seorang hewan tak berguna. Dan aku akan menjalani kehidupan pernikahan ini bersamanya.

"Nona yang kuat ya, saya juga tidak menyangka jika Tuan Marvin akan sekejam ini"

Tatapan mata Raina begitu kosong, merasakan Mbak Eni yang mengoleskan obat di setiap luka.

"Semuanya juga karena kesalahanku, sejak awal kehadiranku di dunia ini sudah salah, Mbak. Jadi, biarkan saja Kak Marvin menyiksaku sampai puas, atau mungkin sampai Tuhan mengambil nyawaku"

"Hiks... Nona, pasti kuat melewatinya" Mbak Eni sampai tidak bisa menahan tangis melihat keadaan Raina.

Bersambung

Langsung Dibaca ya, awas pada nunggu bab banyak dulu.. Hargailah gue nulis sampe kleyengan nih..

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

sumpah ku kutuk orang tua terenya dan malvin kejam sekali cicin kenapa ga buang saja Rania jadi nyawamu buat taruhan padahal bukan salah mu,,,semoga suatu hari nanti Tuhan murka dan orang yang sudah jahat pada mu mendapatkan siksa dari nya,,,

2026-01-27

1

Nci Nur

Nci Nur

kayaknya otaknya malvin pindah ke dengkul nggak mikir apa kalo rania juga korban kecelakaan mati atau hidupnya itu di tangan tuhan kalo dia gunain otaknya dia nggak mungkin nyalahin rania karna musibah tidak ada di kalender

2026-04-14

0

dika edsel

dika edsel

dia ini knp sih..klo mo gila ya gila sendiri aja gk usah ngajak org yg waras dong..?? cih...klo kamu merasa sedih krn kehilangan..ya udah Sono susulin gih..,pintu akhirat terbuka lebar buat lu, dasar tdk waras..

2026-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Pengantin Pengganti
2 Bab 2 ~ Penjara Pernikahan Marvin
3 Bab 3 ~ Baju Pelayan
4 Bab 4 ~ Penjara Yang Menghancurkan Hidupmu
5 Bab 5 ~ Tidak Diinginkan Siapapun
6 Bab 6 ~ Menggantikan Kak Amira
7 Bab 7 ~ Tidak Akan Membiarkanmu Pergi
8 Bab 8 ~ Jika Bisa, Aku Saja Yang Pergi
9 Bab 9 ~ Dua Insan Yang Merindukan Amira
10 Bab 10 ~ Melihat Amira Dalam Dirinya
11 Bab 11 ~ Hanya Tidak Menganggapnya Ada
12 Bab 12 ~ Bawa Ke Kamarku Saja?!
13 Bab 13 ~ Tidur Satu Kamar
14 Bab 14 ~ Tidak Akan Bisa Menggantikan Amira
15 Bab 15 ~ Mari Bercerai
16 Bab 16 ~ Benarkah Tidak Khawatir?
17 Bab 17 ~ Kecelakaan Itu Bukan Salahmu
18 Bab 18 ~ Tidak Akan Melibatkanmu Dalam Perasaanku
19 Bab 19 ~ Mulai Lelah
20 Bab 20 ~ Membuat Kebaikan Untuk Semua Orang
21 Bab 21 ~ Kenapa Menyesal?
22 Bab 22 ~ Apa Sebuah Keputusan Yang Benar?
23 Bab 23 ~ Sidang Perceraian
24 Bab 24 ~ Takut Pertahananku Runtuh
25 Bab 25 ~ Tidak Mungkin Khawatir
26 Bab 26 ~ Memilih Pergi Meninggalkan Semua Orang
27 Bab 27 ~ Kehampaan Dan Kekosongan Hati
28 Bab 28 ~ Terbelenggu Perasaannya Sendiri
29 Bab 29 ~ Memulai Hidup Baru
30 Bab 30 ~ Hadir Setelah Diceraikan
31 Bab 31 ~ Tidak Akan Memberitahunya
32 Bab 32 ~ Hamil Setelah Bercerai
33 Bab 33 ~ Kisah Yang Terulang
34 Bab 34 ~ Terbelenggu Penyesalan
35 Bab 35 ~ Bukan Marvin Yang Memberi
36 Bab 36 ~ Penyesalan Yang Terlambat
37 Ban 37 ~ Bukan Murni Kecelakaan?
38 Bab 38 ~ Merawatnya Seorang Diri
39 Bab 39 ~ Tidak Sengaja Bertemu
40 Bab 40 ~ Akan Berusaha Menemukannya
41 Bab 41 ~ Bukan Anak Raina
42 Bab 42 ~ Gadis Kecil Yang Dicarinya
43 Bab 43 ~ Hanya Akan Hidup Sendiri
44 Bab 44 ~ Tentang Amira
45 Bab 45 ~ Hancur Terbelenggu Penyesalan
46 Bab 46 ~ Apa Amira Anakku?
47 Bab 47 ~ Jangan Ganggu Saya Lagi!
48 Bab 48 ~ Kehilangan Arah Tujuan
49 Bab 49 ~ Minta Maaf Lagi Pada Ibu
50 Bab 50 ~ Bukan Tidak Ingin Tahu Tentang Ayah
51 Bab 51 ~ Ingin Melakukan Tes DNA
52 Bab 52 ~ Ikatan Batin Ayah Dan Anak
53 Bab 53 ~ Berikan Aku Kesempatan
54 Bab 54 ~ Sudah Memaafkanmu, Tapi Jangan Menggangguku!
55 Mohon sabar
56 Bab 55 ~ Amira Hanya Anakku!
57 Bab 56 ~ Jangan Libatkan Aku Dalam Hidupmu
58 Bab 57 ~ Perasaan Yang Tak Hilang
59 Bab 58 ~ Ikatan Batin Lebih Kuat
60 Bab 59 ~ Belum Siap Kembali
61 Bab 60 ~ Bertemu Shela
62 Bab 61 ~ Om Marvin Ayahnya Amira
63 Bab 62 ~ Kecelakaan
64 Bab 63 ~ Semuanya Berubah Gelap
65 Bab 64 ~ Hampir Menyerah
66 Bab 65 ~ Akhirnya Diterima Semua Orang
67 Bab 66 ~ Berharap Takdirku Tetap Bersamamu
68 Bab 67 ~ Takut Menikah Lagi
69 Bab 68 ~ Bunda Akan Menemanimu
70 Bab 69 ~ Akhirnya Diperjuangkan
71 Bab 70 ~ Kebohongan Yang Menghancurkan
72 Bab 71 ~ Berdamai Dengan Masa Lalu
73 Bab 72 ~ Merasa Bersalah
74 Bab 73 ~ Surat Terakhir
75 Bab 74 ~ Bayangan Yang Sama Dalam Suasana Berbeda
76 Ban 75 ~ Trauma Yang Nyata
77 Bab 76 ~ Fakta Di Balik Kecelakaan
78 Ban 77 ~ Percakapan Widya Dan Yulia
79 Bab 78 ~ Rencana Bulan Madu
80 Bab 79 ~ Sudah Mencintaimu Sejak Dulu
81 Bab 80 ~ Merindukan Amira
82 Bab 81 ~ Diberi Ruang Untuk Meminta
83 Bab 82 ~ Akhir Selamanya
84 Cerita Bayu Rilis
85 Cerita Byan
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 ~ Pengantin Pengganti
2
Bab 2 ~ Penjara Pernikahan Marvin
3
Bab 3 ~ Baju Pelayan
4
Bab 4 ~ Penjara Yang Menghancurkan Hidupmu
5
Bab 5 ~ Tidak Diinginkan Siapapun
6
Bab 6 ~ Menggantikan Kak Amira
7
Bab 7 ~ Tidak Akan Membiarkanmu Pergi
8
Bab 8 ~ Jika Bisa, Aku Saja Yang Pergi
9
Bab 9 ~ Dua Insan Yang Merindukan Amira
10
Bab 10 ~ Melihat Amira Dalam Dirinya
11
Bab 11 ~ Hanya Tidak Menganggapnya Ada
12
Bab 12 ~ Bawa Ke Kamarku Saja?!
13
Bab 13 ~ Tidur Satu Kamar
14
Bab 14 ~ Tidak Akan Bisa Menggantikan Amira
15
Bab 15 ~ Mari Bercerai
16
Bab 16 ~ Benarkah Tidak Khawatir?
17
Bab 17 ~ Kecelakaan Itu Bukan Salahmu
18
Bab 18 ~ Tidak Akan Melibatkanmu Dalam Perasaanku
19
Bab 19 ~ Mulai Lelah
20
Bab 20 ~ Membuat Kebaikan Untuk Semua Orang
21
Bab 21 ~ Kenapa Menyesal?
22
Bab 22 ~ Apa Sebuah Keputusan Yang Benar?
23
Bab 23 ~ Sidang Perceraian
24
Bab 24 ~ Takut Pertahananku Runtuh
25
Bab 25 ~ Tidak Mungkin Khawatir
26
Bab 26 ~ Memilih Pergi Meninggalkan Semua Orang
27
Bab 27 ~ Kehampaan Dan Kekosongan Hati
28
Bab 28 ~ Terbelenggu Perasaannya Sendiri
29
Bab 29 ~ Memulai Hidup Baru
30
Bab 30 ~ Hadir Setelah Diceraikan
31
Bab 31 ~ Tidak Akan Memberitahunya
32
Bab 32 ~ Hamil Setelah Bercerai
33
Bab 33 ~ Kisah Yang Terulang
34
Bab 34 ~ Terbelenggu Penyesalan
35
Bab 35 ~ Bukan Marvin Yang Memberi
36
Bab 36 ~ Penyesalan Yang Terlambat
37
Ban 37 ~ Bukan Murni Kecelakaan?
38
Bab 38 ~ Merawatnya Seorang Diri
39
Bab 39 ~ Tidak Sengaja Bertemu
40
Bab 40 ~ Akan Berusaha Menemukannya
41
Bab 41 ~ Bukan Anak Raina
42
Bab 42 ~ Gadis Kecil Yang Dicarinya
43
Bab 43 ~ Hanya Akan Hidup Sendiri
44
Bab 44 ~ Tentang Amira
45
Bab 45 ~ Hancur Terbelenggu Penyesalan
46
Bab 46 ~ Apa Amira Anakku?
47
Bab 47 ~ Jangan Ganggu Saya Lagi!
48
Bab 48 ~ Kehilangan Arah Tujuan
49
Bab 49 ~ Minta Maaf Lagi Pada Ibu
50
Bab 50 ~ Bukan Tidak Ingin Tahu Tentang Ayah
51
Bab 51 ~ Ingin Melakukan Tes DNA
52
Bab 52 ~ Ikatan Batin Ayah Dan Anak
53
Bab 53 ~ Berikan Aku Kesempatan
54
Bab 54 ~ Sudah Memaafkanmu, Tapi Jangan Menggangguku!
55
Mohon sabar
56
Bab 55 ~ Amira Hanya Anakku!
57
Bab 56 ~ Jangan Libatkan Aku Dalam Hidupmu
58
Bab 57 ~ Perasaan Yang Tak Hilang
59
Bab 58 ~ Ikatan Batin Lebih Kuat
60
Bab 59 ~ Belum Siap Kembali
61
Bab 60 ~ Bertemu Shela
62
Bab 61 ~ Om Marvin Ayahnya Amira
63
Bab 62 ~ Kecelakaan
64
Bab 63 ~ Semuanya Berubah Gelap
65
Bab 64 ~ Hampir Menyerah
66
Bab 65 ~ Akhirnya Diterima Semua Orang
67
Bab 66 ~ Berharap Takdirku Tetap Bersamamu
68
Bab 67 ~ Takut Menikah Lagi
69
Bab 68 ~ Bunda Akan Menemanimu
70
Bab 69 ~ Akhirnya Diperjuangkan
71
Bab 70 ~ Kebohongan Yang Menghancurkan
72
Bab 71 ~ Berdamai Dengan Masa Lalu
73
Bab 72 ~ Merasa Bersalah
74
Bab 73 ~ Surat Terakhir
75
Bab 74 ~ Bayangan Yang Sama Dalam Suasana Berbeda
76
Ban 75 ~ Trauma Yang Nyata
77
Bab 76 ~ Fakta Di Balik Kecelakaan
78
Ban 77 ~ Percakapan Widya Dan Yulia
79
Bab 78 ~ Rencana Bulan Madu
80
Bab 79 ~ Sudah Mencintaimu Sejak Dulu
81
Bab 80 ~ Merindukan Amira
82
Bab 81 ~ Diberi Ruang Untuk Meminta
83
Bab 82 ~ Akhir Selamanya
84
Cerita Bayu Rilis
85
Cerita Byan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!