Bab 4 ~ Penjara Yang Menghancurkan Hidupmu

Raina duduk diam di pinggir kolam dengan kedua kakinya yang masuk ke dalam air kolam. Stoking dan sepatunya sengaja dia lepas, menikmati air dingin kolam di kakinya yang dia ayun-ayunkan.

"Hai"

Seseorang tiba-tiba ikut duduk bersila disampingnya. Raina menoleh dan tersenyum canggung pada pria yang duduk disampingnya sekarang. Raina tahu jika pria itu yang tadi bersama dengan Marvin.

"Kamu istrinya Marvin, bagaimana menikah dengannya? Pasti tidak mudah ya"

Raina hanya tersenyum canggung, dia juga tidak mengenal pria ini. "Semuanya baik-baik saja kok, sebenarnya jika Kakak tidak meninggal dalam kecelakaan, aku juga tidak akan menggantikannya sebagai istri Kak Marvin"

Pria itu mengulurkan tangannya, membuat Raina sedikit bingung untuk sesaat. Namun, akhirnya dia menerima uluran tangan darinya.

"Aku Byan, Asisten sekaligus sepupu Tuan Bara yang duduk disana" tunjuknya pada salah satu pria yang duduk di sofa sana.

"Ah, iya. Raina"

"Oke Rain, senang berkenalan denganmu. Kebetulan aku menyukai hujan, dan nama kamu hampir sama dengan hujan"

Raina hanya tersenyum saja, pria berkacamata itu tersenyum begitu tulus padanya. Melihatnya yang sepertinya memang begitu berniat untuk berkenalan dengannya.

Di sisi lain, Marvin hanya menatap ke arah kolam dimana istrinya dan Byan sedang mengobrol disana. Sesekali melihat senyuman tipis di wajah Raina.

"Vin, hati-hati kau terjebak dengan permainan sendiri. Menurutku tidak seharusnya kau menyalahkan Raina atas meninggalnya Amira, dia juga korban dalam hal ini. Dia tidak seharusnya di salahkan" ucap Bara.

"Dia yang mengemudi mobilnya, dan kenapa dia yang harus selamat? Seharusnya Amira yang selamat, bukan dia!"

Bara menghela napas panjang, melihat sorot mata yang penuh dendam dan amarah dari Marvin. "Jangan sampai suatu saat kau menyesali semuanya. Apa kau pikir Amira akan senang melihatmu memperlakukan dia seperti ini? Mau bagaimana pun Raina tetap adiknya"

"Ya, selama ini Amira selalu baik dan mau menerima kehadirannya di keluarga dia. Meski sebenarnya kehadirannya hanya menghancurkan keharmonisan keluarga. Hanya Amira yang bisa menerimanya. Tapi, dia malah membuat Amira meninggal. Dia memang hanya pembawa sial"

"Dan kau pun mungkin akan sial karena menikahinya" ucap Andreas dengan menepuk bahu sahabatnya ini.

Marvin hanya mendelik tajam tanpa berniat mengatakan apapun. Dia berdiri dari duduknya dan berjalan tegap menghampiri Raina dan Byan disana. Marvin menarik kasar tangan Raina tanpa aba-aba, membuatnya begitu terkejut.

"Vin, jangan terlalu kasar padanya"

"Diam kau Yan! Dia adalah urusanku, dan kau tidak perlu ikut campur"

Marvin menarik tangan Raina dengan kasar, membuat jalan Raina pun sampai terseok-seok karena tarikannya. Pergelangan tangannya terasa sakit karena cengkraman kuat dari Marvin.

"Kak sakit" Bahkan suara lirih itu tidak di hiraukan olehnya. Marvin terus menark kasar tangan Raina. Kakinya yang tidak memakai alas apapun karena sepatunya teringgal di kolam renang tadi, membuat menginjak beberapa rumput tajam yang melukai telapak kakinya. "Kak Marvin, sakit. Tolong pelan-pelan, Kak"

Setelah sampai di dekat mobilnya, Marvin menarik dan mendorong tubuh Raina hingga terpojok di mobilnya. Mengukung tubuh mungil itu dengan tatapan yang tajam.

"Rasa sakit yang kau rasakan tidak akan sebanding dengan rasa sakitku karena kehilangan wanita yang paling berharga dalam hidupku. Kau yang sudah menghancurkan hidupku!"

Raina tertegun mendengar itu, melihat tatapan mata Marvin yang berubah dingin kosong. Menunjukan kesedihan yang sebenarnya atas kehilangan Kak Amira. Melihat tatapannya itu, membuat Raina juga tidak bisa menahan air mata yang meluncur bebas. Dadanya sesak, rasa bersalah mungkin semakin menumpuk besar dalam hatinya.

"Maafkan aku, Kak" lirihnya dengan isakan kecil. Raina menangkupkan kedua tangan di depan dadanya. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tida pernah berniat untuk membuat Kak Amira meninggal dalam kecelakaan itu. Maaf"

"Kau bahkan menghancurkan setiap mimpi yang kita punya setelah menikah. Bahkan untuk mengucapkan ikrar janji suci pernikahan atas namanya saja, aku tidak sempat melakukannya. Semua ini karenamu!"

Untuk pertama kalinya, Raina melihat pria tegas dan dingin di depannya meneteskan air mata. Sesakit itu hatinya kehilangan perempuan yang dia cintai selama ini. Dan penyebabnya adalah Raina. Dan apa yang harus Raina lakukan saat ini? Dia tidak bisa mengubah takdir Tuhan tentang kematian seseorang.

Dalam sekejap, Marvin mengusap kasar air matanya sendiri. Mencengkram dagu Raina dengan kuat. Tatapannya berubah nyalang penuh amarah dan kebencian.

"Dan kau harus menerima semua hukuman dariku. Pernikahan ini hanya akan menjadi penjara yang menghancurkan hidupmu, selamanya!"

Marvin menghempaskan cengkraman tangannya di dagu Raina, dia mendorong kasar gadis itu dan membuka pintu mobil, lalu menarik Raina dan mendorongnya masuk dengan kasar ke dalam mobil.

Raina hanya mengusap air mata yang mengalir begitu saja. Membenarkan posisi duduknya. Menatap Marvin yang mulai mengemudi dengan wajah yang begitu dingin. Raina hanya mampu diam selama perjalanan, menatap keluar jendela dengan air mata yang diam-diam terus mengalir.

*

Byurr.. Raina langsung terengah-engah saat dalam tidurnya seseorang telah menyiramkan air ke wajahnya. Dia bangun dengan seketika, membuat kepalanya terasa pusing.

"Kau pikir tinggal disini hanya untuk bersantai dan tidur sepuasnya, hah? Cepat bersihkan kamar mandi di kamarku, harus bersih dan cuci sepatuku juga!"

Raina tidak membantah apapun, dia hanya mengangguk. Mengusap wajahnya yang masih sedikit tersisa air. Marvin menarik rambutnya dengan kasar keluar kamar, membuat Raina mengaduh kesakitan.

"Awhh.. Sakit Kak"

"Kau lambat sekali, aku akan pergi bekerja sebentar lagi, dan semuanya sudah harus selesai sebelum aku mandi"

"I-iya Kak, tapi lepaskan dulu rambutku. Sakit" Rasanya kulit kepala akan terlepas dari tempatnya karena cengkraman kuat Marvin.

Untuk pertama kalinya Raina masuk ke dalam kamar pria yang menjadi suaminya. Ketika pintu terbuka hal yang pertama kali Raina lihat adalah foto prewedding Kak Amira dan Marvin disana. Melihat senyuman Marvin dan tatapannya yang penuh cinta pada Amira, membuat Raina semakin sadar jika cinta Marvin begitu besar pada Amira.

"Kau malah berdiri disana!"

"I-iya Kak"

Mendengar suara teriakan Marvin membuat Raian langsung bergetar ketakutan. Ini seperti bayangan masa kecil yang tidak akan pernah bisa dia lupakan.

Raina membersihkan seluruh kamar mandi di kamar Marvin ini. Kamar mandi yang luas ini dia bersihkan dengan cepat karena Marvin yang akan segera mandi dan bersiap untuk pergi bekerja.

Setelah semuanya siap, dia juga menyiapkan air hangat di bak mandi dan juga peralatan mandi lainnya.

"Semuanya sudah selesai Kak"

Marvin tidak menjawab, dia mendorong keluar tubuh Raina sampai gadis itu terjatuh di lantai. Raina hanya menghela napas dengan menahan air mata yang hampir mengalir.

"Ini bukan pertama kalinya kau mendapatkan kekerasan seperti ini, Ra. Semuanya pasti bisa kamu lewati"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Nanik Arifin

Nanik Arifin

ngapain nyalahin Raina, Vin ? seharus kamu yg disalahin. kamu gagal melindungi wanitamu. klo Raina bisa mengubah takdir Amira, berarti kamu g ada seujung kukunya Raina. nasibmu bergantung banget pd Raina
g usah sok arogan, sok paling sakit, Raina lah yg paling sakit. Dia kehilangan kakak sekaligus pelindung & dia merasa bersalah banget jd penyebab g langsung kematian Amira.
di tunggu penyesalanmu Vin

2026-01-22

0

dika edsel

dika edsel

gk usah dinasehati bar..., si marpin kan bodoh mana ngerti dia.., otaknya ilang entah kemana cuma kepala nya yg masih utuh.. biasa lah buat hiasan doang biar terlihat hidup dan menarik😄,ganteng dan kaya tp bodoh itulah dia..

2026-01-26

0

Kar Genjreng

Kar Genjreng

sumpah sebenarnya kurang suka kalau terlalu kasar pemeran laki laki sampai menyiksa seperti itu,,,harus ingat Lo juga lahir dari rahim wanita,, yang jadi siap itu Lo sendiri bi,,,,,b

2026-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Pengantin Pengganti
2 Bab 2 ~ Penjara Pernikahan Marvin
3 Bab 3 ~ Baju Pelayan
4 Bab 4 ~ Penjara Yang Menghancurkan Hidupmu
5 Bab 5 ~ Tidak Diinginkan Siapapun
6 Bab 6 ~ Menggantikan Kak Amira
7 Bab 7 ~ Tidak Akan Membiarkanmu Pergi
8 Bab 8 ~ Jika Bisa, Aku Saja Yang Pergi
9 Bab 9 ~ Dua Insan Yang Merindukan Amira
10 Bab 10 ~ Melihat Amira Dalam Dirinya
11 Bab 11 ~ Hanya Tidak Menganggapnya Ada
12 Bab 12 ~ Bawa Ke Kamarku Saja?!
13 Bab 13 ~ Tidur Satu Kamar
14 Bab 14 ~ Tidak Akan Bisa Menggantikan Amira
15 Bab 15 ~ Mari Bercerai
16 Bab 16 ~ Benarkah Tidak Khawatir?
17 Bab 17 ~ Kecelakaan Itu Bukan Salahmu
18 Bab 18 ~ Tidak Akan Melibatkanmu Dalam Perasaanku
19 Bab 19 ~ Mulai Lelah
20 Bab 20 ~ Membuat Kebaikan Untuk Semua Orang
21 Bab 21 ~ Kenapa Menyesal?
22 Bab 22 ~ Apa Sebuah Keputusan Yang Benar?
23 Bab 23 ~ Sidang Perceraian
24 Bab 24 ~ Takut Pertahananku Runtuh
25 Bab 25 ~ Tidak Mungkin Khawatir
26 Bab 26 ~ Memilih Pergi Meninggalkan Semua Orang
27 Bab 27 ~ Kehampaan Dan Kekosongan Hati
28 Bab 28 ~ Terbelenggu Perasaannya Sendiri
29 Bab 29 ~ Memulai Hidup Baru
30 Bab 30 ~ Hadir Setelah Diceraikan
31 Bab 31 ~ Tidak Akan Memberitahunya
32 Bab 32 ~ Hamil Setelah Bercerai
33 Bab 33 ~ Kisah Yang Terulang
34 Bab 34 ~ Terbelenggu Penyesalan
35 Bab 35 ~ Bukan Marvin Yang Memberi
36 Bab 36 ~ Penyesalan Yang Terlambat
37 Ban 37 ~ Bukan Murni Kecelakaan?
38 Bab 38 ~ Merawatnya Seorang Diri
39 Bab 39 ~ Tidak Sengaja Bertemu
40 Bab 40 ~ Akan Berusaha Menemukannya
41 Bab 41 ~ Bukan Anak Raina
42 Bab 42 ~ Gadis Kecil Yang Dicarinya
43 Bab 43 ~ Hanya Akan Hidup Sendiri
44 Bab 44 ~ Tentang Amira
45 Bab 45 ~ Hancur Terbelenggu Penyesalan
46 Bab 46 ~ Apa Amira Anakku?
47 Bab 47 ~ Jangan Ganggu Saya Lagi!
48 Bab 48 ~ Kehilangan Arah Tujuan
49 Bab 49 ~ Minta Maaf Lagi Pada Ibu
50 Bab 50 ~ Bukan Tidak Ingin Tahu Tentang Ayah
51 Bab 51 ~ Ingin Melakukan Tes DNA
52 Bab 52 ~ Ikatan Batin Ayah Dan Anak
53 Bab 53 ~ Berikan Aku Kesempatan
54 Bab 54 ~ Sudah Memaafkanmu, Tapi Jangan Menggangguku!
55 Mohon sabar
56 Bab 55 ~ Amira Hanya Anakku!
57 Bab 56 ~ Jangan Libatkan Aku Dalam Hidupmu
58 Bab 57 ~ Perasaan Yang Tak Hilang
59 Bab 58 ~ Ikatan Batin Lebih Kuat
60 Bab 59 ~ Belum Siap Kembali
61 Bab 60 ~ Bertemu Shela
62 Bab 61 ~ Om Marvin Ayahnya Amira
63 Bab 62 ~ Kecelakaan
64 Bab 63 ~ Semuanya Berubah Gelap
65 Bab 64 ~ Hampir Menyerah
66 Bab 65 ~ Akhirnya Diterima Semua Orang
67 Bab 66 ~ Berharap Takdirku Tetap Bersamamu
68 Bab 67 ~ Takut Menikah Lagi
69 Bab 68 ~ Bunda Akan Menemanimu
70 Bab 69 ~ Akhirnya Diperjuangkan
71 Bab 70 ~ Kebohongan Yang Menghancurkan
72 Bab 71 ~ Berdamai Dengan Masa Lalu
73 Bab 72 ~ Merasa Bersalah
74 Bab 73 ~ Surat Terakhir
75 Bab 74 ~ Bayangan Yang Sama Dalam Suasana Berbeda
76 Ban 75 ~ Trauma Yang Nyata
77 Bab 76 ~ Fakta Di Balik Kecelakaan
78 Ban 77 ~ Percakapan Widya Dan Yulia
79 Bab 78 ~ Rencana Bulan Madu
80 Bab 79 ~ Sudah Mencintaimu Sejak Dulu
81 Bab 80 ~ Merindukan Amira
82 Bab 81 ~ Diberi Ruang Untuk Meminta
83 Bab 82 ~ Akhir Selamanya
84 Cerita Bayu Rilis
85 Cerita Byan
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 ~ Pengantin Pengganti
2
Bab 2 ~ Penjara Pernikahan Marvin
3
Bab 3 ~ Baju Pelayan
4
Bab 4 ~ Penjara Yang Menghancurkan Hidupmu
5
Bab 5 ~ Tidak Diinginkan Siapapun
6
Bab 6 ~ Menggantikan Kak Amira
7
Bab 7 ~ Tidak Akan Membiarkanmu Pergi
8
Bab 8 ~ Jika Bisa, Aku Saja Yang Pergi
9
Bab 9 ~ Dua Insan Yang Merindukan Amira
10
Bab 10 ~ Melihat Amira Dalam Dirinya
11
Bab 11 ~ Hanya Tidak Menganggapnya Ada
12
Bab 12 ~ Bawa Ke Kamarku Saja?!
13
Bab 13 ~ Tidur Satu Kamar
14
Bab 14 ~ Tidak Akan Bisa Menggantikan Amira
15
Bab 15 ~ Mari Bercerai
16
Bab 16 ~ Benarkah Tidak Khawatir?
17
Bab 17 ~ Kecelakaan Itu Bukan Salahmu
18
Bab 18 ~ Tidak Akan Melibatkanmu Dalam Perasaanku
19
Bab 19 ~ Mulai Lelah
20
Bab 20 ~ Membuat Kebaikan Untuk Semua Orang
21
Bab 21 ~ Kenapa Menyesal?
22
Bab 22 ~ Apa Sebuah Keputusan Yang Benar?
23
Bab 23 ~ Sidang Perceraian
24
Bab 24 ~ Takut Pertahananku Runtuh
25
Bab 25 ~ Tidak Mungkin Khawatir
26
Bab 26 ~ Memilih Pergi Meninggalkan Semua Orang
27
Bab 27 ~ Kehampaan Dan Kekosongan Hati
28
Bab 28 ~ Terbelenggu Perasaannya Sendiri
29
Bab 29 ~ Memulai Hidup Baru
30
Bab 30 ~ Hadir Setelah Diceraikan
31
Bab 31 ~ Tidak Akan Memberitahunya
32
Bab 32 ~ Hamil Setelah Bercerai
33
Bab 33 ~ Kisah Yang Terulang
34
Bab 34 ~ Terbelenggu Penyesalan
35
Bab 35 ~ Bukan Marvin Yang Memberi
36
Bab 36 ~ Penyesalan Yang Terlambat
37
Ban 37 ~ Bukan Murni Kecelakaan?
38
Bab 38 ~ Merawatnya Seorang Diri
39
Bab 39 ~ Tidak Sengaja Bertemu
40
Bab 40 ~ Akan Berusaha Menemukannya
41
Bab 41 ~ Bukan Anak Raina
42
Bab 42 ~ Gadis Kecil Yang Dicarinya
43
Bab 43 ~ Hanya Akan Hidup Sendiri
44
Bab 44 ~ Tentang Amira
45
Bab 45 ~ Hancur Terbelenggu Penyesalan
46
Bab 46 ~ Apa Amira Anakku?
47
Bab 47 ~ Jangan Ganggu Saya Lagi!
48
Bab 48 ~ Kehilangan Arah Tujuan
49
Bab 49 ~ Minta Maaf Lagi Pada Ibu
50
Bab 50 ~ Bukan Tidak Ingin Tahu Tentang Ayah
51
Bab 51 ~ Ingin Melakukan Tes DNA
52
Bab 52 ~ Ikatan Batin Ayah Dan Anak
53
Bab 53 ~ Berikan Aku Kesempatan
54
Bab 54 ~ Sudah Memaafkanmu, Tapi Jangan Menggangguku!
55
Mohon sabar
56
Bab 55 ~ Amira Hanya Anakku!
57
Bab 56 ~ Jangan Libatkan Aku Dalam Hidupmu
58
Bab 57 ~ Perasaan Yang Tak Hilang
59
Bab 58 ~ Ikatan Batin Lebih Kuat
60
Bab 59 ~ Belum Siap Kembali
61
Bab 60 ~ Bertemu Shela
62
Bab 61 ~ Om Marvin Ayahnya Amira
63
Bab 62 ~ Kecelakaan
64
Bab 63 ~ Semuanya Berubah Gelap
65
Bab 64 ~ Hampir Menyerah
66
Bab 65 ~ Akhirnya Diterima Semua Orang
67
Bab 66 ~ Berharap Takdirku Tetap Bersamamu
68
Bab 67 ~ Takut Menikah Lagi
69
Bab 68 ~ Bunda Akan Menemanimu
70
Bab 69 ~ Akhirnya Diperjuangkan
71
Bab 70 ~ Kebohongan Yang Menghancurkan
72
Bab 71 ~ Berdamai Dengan Masa Lalu
73
Bab 72 ~ Merasa Bersalah
74
Bab 73 ~ Surat Terakhir
75
Bab 74 ~ Bayangan Yang Sama Dalam Suasana Berbeda
76
Ban 75 ~ Trauma Yang Nyata
77
Bab 76 ~ Fakta Di Balik Kecelakaan
78
Ban 77 ~ Percakapan Widya Dan Yulia
79
Bab 78 ~ Rencana Bulan Madu
80
Bab 79 ~ Sudah Mencintaimu Sejak Dulu
81
Bab 80 ~ Merindukan Amira
82
Bab 81 ~ Diberi Ruang Untuk Meminta
83
Bab 82 ~ Akhir Selamanya
84
Cerita Bayu Rilis
85
Cerita Byan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!