Chapter 4 - Tentang Pak Alun

"Halo... Temannya Rangga ya? Aku Astrid, teman SMA-nya Rangga," ujar Astrid sambil tersenyum. Dia dan Beben bersalaman.

"Iya, aku Beben, Mbak. Wah... Nggak nyangka Rangga ternyata punya teman secantik kamu, Mbak!" sahut Beben, full senyum.

"Emang dia nggak pernah cerita ya?" tanya Astrid.

"Mana ada. Orangnya fokus kerja terus. Mana ada mikirin cewek!" jawab Beben.

"Hush! Udah ah kalian. Ini Astrid lagi punya masalah loh. Sebaiknya kita selidiki. Ayo kita ke apartemennya buat cek rekaman CCTV," sergah Rangga.

"Emangnya apartemennya kenapa, Mbak Astrid?" Beben yang tak tahu, lantas bertanya.

"Ada kemungkinan orang yang menguntit Astrid. Puncaknya tadi sore sepertinya penguntit itu masuk ke apartemennya. Tunggu dulu, aku belum sempat tanya, apa ada barang yang hilang setelah kejadian apartemenmu berantakan itu?" tukas Rangga.

"Aku belum memeriksanya. Setelah tahu, aku langsung ke sini karena takut," balas Astrid.

"Tapi kau tidak terlihat takut sama sekali," komentar Rangga dengan dahi yang berkerut samar.

"Itu karena aku bertemu kau!" sahut Astrid.

"Ya sudah, aku akan memeriksa apartemenmu. Ben! Kau jaga kantor ya!" suruh Rangga.

"Biar aku saja yang bantuin Mbak Astrid. Kau yang jaga kantor ya." Beben menolak dengan ekspresi cengengesan.

"Dasar kau! Kalau lihat cewek cantik, baru semangat kerja. Ya udah, pergi sana!" Rangga memilih mengalah.

"Tapi aku..." Astrid maunya Rangga yang membantunya, tapi cowok itu langsung menatap tajam dan mengatakan kalau dia bisa mempercayai Beben.

Dengan berat hati, Astrid pergi bersama Beben. Kala itu Astrid mengajak Beben untuk naik mobilnya saja, karena kebetulan Astrid punya mobil pribadi.

Sementara itu, Rangga berjaga di kantor sendirian. Ia menghabiskan waktunya dengan menyelesaikan beberapa laporan sambil menyeduh kopi.

Saat sibuk bekerja, Rangga teringat dengan pulpen yang ditemukannya. Dia tiba-tiba teringat kalau dirinya pernah melihat pulpen tersebut sebelumnya.

"Dimana ya?" gumamnya berusaha mengingat-ngingat. Sampai nama seseorang terlintas dalam ingatannya. Yaitu Pak Alun. Seniornya yang sudah lama tidak dirinya temui.

Pak Alun adalah orang yang pernah membantu Rangga masuk ke kepolisian. Dia membantu dengan memberi saran positif agar bisa lolos tanpa harus menempuh jalan curang seperti kebanyakan orang.

Namun anehnya sikap Pak Alun berubah saat terakhir kali bertemu Rangga dalam keadaan mengenakan seragam polisi. Pak Alun bersikap seolah marah pada Rangga.

"Ternyata kau sama saja ya seperti yang lain. Aku kecewa."

Itulah kalimat yang dilontarkan Pak Alun terakhir kali. Sedangkan Rangga sama sekali tak mengerti dengan maksudnya. Rangga sendiri merasa tak ada melakukan kesalahan apapun. Sementara kelulusannya saat jadi polisi normal saja dan dirinya ketahui tidak menggunakan uang suap atau jalur orang dalam.

Saat pertemuan terakhir itu, Pak Alun tak sengaja menjatuhkan pulpennya. Rangga yang tahu, sigap mengambilkan. Namun Pak Alun tidak berterima kasih selain memasang wajah cemberut dan berucap, "Pulpen ini terlalu sering jatuh."

Bertepatan dengan itu, ponsel Rangga berdering. Dia mendapat telepon dari Usay. Nampaknya sidik jari di pulpen yang Rangga temukan sudah teridentifikasi.

"Bagaimana?" tanya Rangga

"Aneh. Aku menemukan sidik jari aparat polisi di pulpen itu!" jawab Usay dari seberang telepon.

"Jangan bilang itu sidik jari Pak Alun?" Rangga menebak.

"Loh, bagaimana kau tahu? Ya! Itu sidik jarinya!" seru Usay membenarkan.

"Kalau begitu aku akan mencoba bicara dengannya nanti. Meskipun rasanya tidak mungkin Pak Alun pelakunya," ungkap Rangga. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk.

"Tapi masalahnya, Ga. Aku baru dengar dari temanku kalau Pak Alun udah nggak masuk kerja selama beberapa hari."

"Apa?!" Rangga kaget.

"Setelah dipikir-pikir, umur dan perawakannya hampir mirip dengan mayat yang kita--"

"Nggak! Nggak mungkin! Aku nggak akan menyimpulkan sebelum mayat itu benar-benar sudah teridentifikasi!" potong Rangga.

"Aku tahu. Aku hanya menduga. Aku harap tidak seperti yang aku pikirkan. Nanti aku kabari lagi," pamit Usay. Dia mematikan telepon lebih dulu.

..._____...

*Btw guys, aku mau curhat, kalau aku dari kecil tinggal dekat lingkungan kantor polisi. Jadi aku tahu banget gimana mereka. Mereka tuh ada yang baik dan ada yang licik. Dan nama Alun sendiri terinspirasi dari polisi yang aku kenal. Beliau udah meninggal saat bertugas di desa pegunungan karena dibacok warga. Ini hal tak terduga yang pernah aku alami dalam hidupku sih. Apalagi Pak Alun ini rumahnya persis di sebelahku. Beliau baik banget, salah satu polisi yang baik menurutku. Semoga beliau sudah tenang di sisinya. Amin...

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Apa Pak Alun yg mati di bunuh ya,Atau malah Dy balas dendam,masih bingung thoorr

2026-07-17

0

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

aamiin semoga husnul khatimah, al-fatihah buat almarhum pak alun

2026-01-26

0

Yulia

Yulia

aamiin yaa rabbal allamiin 🤲

2026-01-26

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penemuan Mayat
2 Chapter 2 - Polisi Idola
3 Chapter 3 - Teman Lama
4 Chapter 4 - Tentang Pak Alun
5 Chapter 5 - Pembuat Masalah?
6 Chapter 6 - Kabar Teman Lain
7 Chapter 7 - Tak Seperti Dulu
8 Chapter 8 - Gadis Berseragam Penuh Darah
9 Chapter 9 - Mengejar Pelaku
10 Chapter 10 - Yang Terjadi Setelah Mati Bunuh Diri
11 Chapter 11 - Pulang Dulu
12 Chapter 12 - Membuktikan
13 Chapter 13 - Kabar Baru
14 Chapter 14 - Akhirnya Bertemu
15 Chapter 15 - Kebenaran
16 Chapter 16 - Cerita Dita
17 Chapter 17 - Detektif Swasta
18 Chapter 18 - Tetap Menyelidiki
19 Chapter 19 - Mencari Tahu
20 Chapter 20 - Dugaan Rangga
21 Chapter 21 - Keadaan Nadia
22 Chapter 22 - Ketemu Lagi
23 Chapter 23 - Gerak-Gerik Berbohong
24 Chapter 24 - Merasa Bersalah
25 Chapter 25 - Geng Motor Misterius
26 Chapter 26 - Markas Joshua
27 Chapter 27 - Bertemu Kemal
28 Chapter 28 - Apartemen Astrid
29 Chapter 29 - Menyukai Siapa?
30 Chapter 30 - Tak Punya Kesempatan
31 Chapter 31 - Menyelamatkan Astrid
32 Chapter 32 - Semuanya Terkuak
33 Chapter 33 - Dipindahkan
34 Chapter 34 - Kebenaran Dari Dita
35 Chapter 35 - Keputusan Dita
36 Chapter 36 - Terganggu Atau Merelakan?
37 Chapter 37 - Kasus Baru
38 Chapter 38 - Maling Atau Istrinya?
39 Chapter 39 - Merintis Perasaan
40 Chapter 40 - Tertidur
41 Chapter 41 - Menikah?
42 Chapter 42 - Pembicaraan Dita & Astrid
43 Chapter 43 - Menghapus Bukti
44 Chapter 44 - Kelompok Rahasia
45 Chapter 45 - Kasus Pertama
46 Chapter 46 - Pelaku Sebenarnya
47 Chapter 47 - Detail Kejadian
48 Chapter 48 - Bertemu Yora
49 Chapter 49 - Ide Rangga
50 Chapter 50 - Tantangan Agnes
51 Chapter 51 - Rencana Pergi
52 Chapter 52 - Hak Asuh Safea
53 Chapter 53 - Memberitahu Safea
54 Chapter 54 - Klub Malam
55 Chapter 55 - Bermalam
56 Chapter 56 - Sependapat
57 Chapter 57 - Menemui Firza
58 Chapter 58 - Tentang Ifan
59 Chapter 59 - Kasus Kematian Seorang Ayah
60 Chapter 60 - TKP
61 Chapter 61 - Polisi Vs Anak Kecil
62 Chapter 62 - Warisan Dadakan
63 Chapter 63 - Memberitahu Dita
64 Chapter 64 - Tantangan Firza
65 Chapter 65 - Gembong Narkoba
66 Chapter 66 - Menahan Amarah
67 Chapter 67 - Bayaran
68 Chapter 68 - Bukti Cukup
69 Chapter 69 - Makan Bersama Lagi
70 Chapter 70 - Membongkar Semuanya
71 Chapter 71 - Diserang
72 Chapter 72 - Seperti Keluarga
73 Chapter 73 - Tawaran Menikah
74 Chaptee 74 - Hukuman Untuk Firza
75 Chapter 75 - Pernikahan
76 Chapter 76 - Bonus Chapter [Malam Pertama 1]
77 Chapter 77 - Bonus Chapter [Memasak]
78 Chater 78 - Bonus Chapter [Kembali Kerja]
79 Chapter 79 - Bonus Chapter [Tak Sabar]
80 Chapter 80 - Bonus Chapter [Akhirnya]
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Chapter 1 - Penemuan Mayat
2
Chapter 2 - Polisi Idola
3
Chapter 3 - Teman Lama
4
Chapter 4 - Tentang Pak Alun
5
Chapter 5 - Pembuat Masalah?
6
Chapter 6 - Kabar Teman Lain
7
Chapter 7 - Tak Seperti Dulu
8
Chapter 8 - Gadis Berseragam Penuh Darah
9
Chapter 9 - Mengejar Pelaku
10
Chapter 10 - Yang Terjadi Setelah Mati Bunuh Diri
11
Chapter 11 - Pulang Dulu
12
Chapter 12 - Membuktikan
13
Chapter 13 - Kabar Baru
14
Chapter 14 - Akhirnya Bertemu
15
Chapter 15 - Kebenaran
16
Chapter 16 - Cerita Dita
17
Chapter 17 - Detektif Swasta
18
Chapter 18 - Tetap Menyelidiki
19
Chapter 19 - Mencari Tahu
20
Chapter 20 - Dugaan Rangga
21
Chapter 21 - Keadaan Nadia
22
Chapter 22 - Ketemu Lagi
23
Chapter 23 - Gerak-Gerik Berbohong
24
Chapter 24 - Merasa Bersalah
25
Chapter 25 - Geng Motor Misterius
26
Chapter 26 - Markas Joshua
27
Chapter 27 - Bertemu Kemal
28
Chapter 28 - Apartemen Astrid
29
Chapter 29 - Menyukai Siapa?
30
Chapter 30 - Tak Punya Kesempatan
31
Chapter 31 - Menyelamatkan Astrid
32
Chapter 32 - Semuanya Terkuak
33
Chapter 33 - Dipindahkan
34
Chapter 34 - Kebenaran Dari Dita
35
Chapter 35 - Keputusan Dita
36
Chapter 36 - Terganggu Atau Merelakan?
37
Chapter 37 - Kasus Baru
38
Chapter 38 - Maling Atau Istrinya?
39
Chapter 39 - Merintis Perasaan
40
Chapter 40 - Tertidur
41
Chapter 41 - Menikah?
42
Chapter 42 - Pembicaraan Dita & Astrid
43
Chapter 43 - Menghapus Bukti
44
Chapter 44 - Kelompok Rahasia
45
Chapter 45 - Kasus Pertama
46
Chapter 46 - Pelaku Sebenarnya
47
Chapter 47 - Detail Kejadian
48
Chapter 48 - Bertemu Yora
49
Chapter 49 - Ide Rangga
50
Chapter 50 - Tantangan Agnes
51
Chapter 51 - Rencana Pergi
52
Chapter 52 - Hak Asuh Safea
53
Chapter 53 - Memberitahu Safea
54
Chapter 54 - Klub Malam
55
Chapter 55 - Bermalam
56
Chapter 56 - Sependapat
57
Chapter 57 - Menemui Firza
58
Chapter 58 - Tentang Ifan
59
Chapter 59 - Kasus Kematian Seorang Ayah
60
Chapter 60 - TKP
61
Chapter 61 - Polisi Vs Anak Kecil
62
Chapter 62 - Warisan Dadakan
63
Chapter 63 - Memberitahu Dita
64
Chapter 64 - Tantangan Firza
65
Chapter 65 - Gembong Narkoba
66
Chapter 66 - Menahan Amarah
67
Chapter 67 - Bayaran
68
Chapter 68 - Bukti Cukup
69
Chapter 69 - Makan Bersama Lagi
70
Chapter 70 - Membongkar Semuanya
71
Chapter 71 - Diserang
72
Chapter 72 - Seperti Keluarga
73
Chapter 73 - Tawaran Menikah
74
Chaptee 74 - Hukuman Untuk Firza
75
Chapter 75 - Pernikahan
76
Chapter 76 - Bonus Chapter [Malam Pertama 1]
77
Chapter 77 - Bonus Chapter [Memasak]
78
Chater 78 - Bonus Chapter [Kembali Kerja]
79
Chapter 79 - Bonus Chapter [Tak Sabar]
80
Chapter 80 - Bonus Chapter [Akhirnya]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!