Chapter 5 - Pembuat Masalah?

Rangga menghela nafasnya. Dia menepis segala pemikiran buruk. Rangga berharap Pak Alun baik-baik saja. Sampai akhirnya dirinya terpikir untuk menghubungi keluarga Pak Alun. Rangga lantas menelepon temannya yang kebetulan bekerja di kantor yang sama dengan Pak Alun.

"Kenapa, Ga? Tumben nelepon." Hadi mengangkat panggilan telepon Rangga.

"Cuman mau tanya aja. Ini tentang Pak Alun," kata Rangga.

"Oh... Kenapa? Dia buat masalah apa lagi?"

"Lagi? Emangnya Pak Alun tipe orang yang suka buat masalah?"

"Ya iyalah. Dia sering kena omel atasan karena sembrono. Terus ini sudah nggak masuk selama tiga hari lebih. Dan yang paling gongnya, katanya dia selingkuh dari istrinya. Gimana nggak dianggap pembuat masalah kalau begitu?" Hadi bercerita panjang lebar.

"Pak Alun selingkuh?" Rangga semakin keheranan. Entah kenapa dia tak langsung percaya. Meski tak begitu mengenal Pak Alun, Rangga merasa lelaki tersebut bukanlah tipe pengkhianat begitu.

"Iya. Sama anak kuliahan katanya. Ini istrinya lagi ngurus perceraian katanya."

"Apa kau punya nomor kontak istrinya? Aku ingin menanyakan sesuatu," pinta Rangga.

"Aku nggak punya. Tapi istriku kayaknya ada. Nanti aku minta dulu ke dia ya. Entar langsung aku kasih ke kamu."

Pembicaraan berakhir di sana. Rangga terdiam karena memikirkan apa yang dikatakan Hadi tadi. Tak lama sebuah pesan masuk. Hadi mengirim nomor istri Pak Alun.

Belum sempat menghubungi nomor yang dinamai Bu Mawar itu, Beben lebih dulu menelepon. Rangga langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Bagaimana, Ben? Apa ada barang yang hilang?" tanya Rangga.

"Iya. Ada dua. Bra sama celana dal-amnya Astrid," jawab Beben.

"Terus kau udah cek CCTV?"

"Sudah. Ada satu orang yang mencurigakan. Tapi dia menutupi wajahnya dengan topi dan masker. Aku hanya bisa memastikan kalau pelakunya lelaki."

"Oke. Lalu bagaimana keadaan Astrid?"

"Dia sedang membereskan rumahnya. Sekarang aku juga membantu. Ngomong-ngomong, kenapa kau nggak bilang dia mantanmu? Teman asu kau!" Beben kali ini bicara dengan berbisik.

"Astrid yang memberitahu itu?"

"Ya. Dia bilang dia belum melupakanmu. Katanya dia juga sangat senang bisa bertemu denganmu. Hah... Harusnya kau saja tadi yang bantu dia ke sini. Sia-sia perjuanganku," omel Beben.

"Cih! Perjuangan apaan. Lebay kau!" balas Rangga.

"Harusnya aku nggak berteman sama orang ganteng. Akhirnya begini terus. Capek aku," keluh Beben.

Rangga memutar bola mata jengah. Jujur saja, rasanya dia sudah mendengar keluhan itu ribuan kali. Itu terlalu sering baginya. Beben memang sering mengeluh begitu, tapi Rangga adalah satu-satunya teman dekatnya di kepolisian. Bisa dibilang, hanya Rangga yang mau bertemannya dengan tulus.

Beben sendiri dikenal sebagai anak juragan sawit. Ayahnya kaya raya. Kebanyakan orang yang ingin berteman dengannya karena uang. Berbeda dengan Rangga yang berteman bukan karena uang.

"Terserah kau mau bilang apa. Yang pasti tolong sarankan pada Astrid untuk sementara menginap di tempat aman," kata Rangga.

"Kau bicara langsung saja sama orangnya."

"Eh, tapi--"

"Ga! Aku numpang nginap di rumahmu aja ya. Kau tahu kan aku nggak punya teman."

Ucapan Rangga terpotong karena Astrid bicara begitu saja.

"Kau masih gila seperti dulu ya!" timpal Rangga.

"Terus gimana? Kau akan biarin aku tidur di apartemenku malam ini? Ya sudah kalau gitu, aku akan tulis surat terakhirku dulu..." Astrid menghela nafas panjang.

"Kau bisa bermalam di kantor bersamaku dan Beben malam ini. Kebetulan kami jaga malam. Kau tidur di penjara, mau?" sahut Rangga.

"Sialan kau, Ga!" geram Astrid.

Rangga memecahkan tawa untuk pertama kalinya hari itu.

Terpopuler

Comments

Boni Ponggu

Boni Ponggu

Ngga biarkan Astrid tinggal di rumahmu lagian kamu sendirian

2026-08-13

0

🌺 Tati 🐙

🌺 Tati 🐙

kayanya bener yg .eninggoy pa alun

2026-06-13

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

🤣🤣🤣🤣Astrid tidur di penjara

2026-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penemuan Mayat
2 Chapter 2 - Polisi Idola
3 Chapter 3 - Teman Lama
4 Chapter 4 - Tentang Pak Alun
5 Chapter 5 - Pembuat Masalah?
6 Chapter 6 - Kabar Teman Lain
7 Chapter 7 - Tak Seperti Dulu
8 Chapter 8 - Gadis Berseragam Penuh Darah
9 Chapter 9 - Mengejar Pelaku
10 Chapter 10 - Yang Terjadi Setelah Mati Bunuh Diri
11 Chapter 11 - Pulang Dulu
12 Chapter 12 - Membuktikan
13 Chapter 13 - Kabar Baru
14 Chapter 14 - Akhirnya Bertemu
15 Chapter 15 - Kebenaran
16 Chapter 16 - Cerita Dita
17 Chapter 17 - Detektif Swasta
18 Chapter 18 - Tetap Menyelidiki
19 Chapter 19 - Mencari Tahu
20 Chapter 20 - Dugaan Rangga
21 Chapter 21 - Keadaan Nadia
22 Chapter 22 - Ketemu Lagi
23 Chapter 23 - Gerak-Gerik Berbohong
24 Chapter 24 - Merasa Bersalah
25 Chapter 25 - Geng Motor Misterius
26 Chapter 26 - Markas Joshua
27 Chapter 27 - Bertemu Kemal
28 Chapter 28 - Apartemen Astrid
29 Chapter 29 - Menyukai Siapa?
30 Chapter 30 - Tak Punya Kesempatan
31 Chapter 31 - Menyelamatkan Astrid
32 Chapter 32 - Semuanya Terkuak
33 Chapter 33 - Dipindahkan
34 Chapter 34 - Kebenaran Dari Dita
35 Chapter 35 - Keputusan Dita
36 Chapter 36 - Terganggu Atau Merelakan?
37 Chapter 37 - Kasus Baru
38 Chapter 38 - Maling Atau Istrinya?
39 Chapter 39 - Merintis Perasaan
40 Chapter 40 - Tertidur
41 Chapter 41 - Menikah?
42 Chapter 42 - Pembicaraan Dita & Astrid
43 Chapter 43 - Menghapus Bukti
44 Chapter 44 - Kelompok Rahasia
45 Chapter 45 - Kasus Pertama
46 Chapter 46 - Pelaku Sebenarnya
47 Chapter 47 - Detail Kejadian
48 Chapter 48 - Bertemu Yora
49 Chapter 49 - Ide Rangga
50 Chapter 50 - Tantangan Agnes
51 Chapter 51 - Rencana Pergi
52 Chapter 52 - Hak Asuh Safea
53 Chapter 53 - Memberitahu Safea
54 Chapter 54 - Klub Malam
55 Chapter 55 - Bermalam
56 Chapter 56 - Sependapat
57 Chapter 57 - Menemui Firza
58 Chapter 58 - Tentang Ifan
59 Chapter 59 - Kasus Kematian Seorang Ayah
60 Chapter 60 - TKP
61 Chapter 61 - Polisi Vs Anak Kecil
62 Chapter 62 - Warisan Dadakan
63 Chapter 63 - Memberitahu Dita
64 Chapter 64 - Tantangan Firza
65 Chapter 65 - Gembong Narkoba
66 Chapter 66 - Menahan Amarah
67 Chapter 67 - Bayaran
68 Chapter 68 - Bukti Cukup
69 Chapter 69 - Makan Bersama Lagi
70 Chapter 70 - Membongkar Semuanya
71 Chapter 71 - Diserang
72 Chapter 72 - Seperti Keluarga
73 Chapter 73 - Tawaran Menikah
74 Chaptee 74 - Hukuman Untuk Firza
75 Chapter 75 - Pernikahan
76 Chapter 76 - Bonus Chapter [Malam Pertama 1]
77 Chapter 77 - Bonus Chapter [Memasak]
78 Chater 78 - Bonus Chapter [Kembali Kerja]
79 Chapter 79 - Bonus Chapter [Tak Sabar]
80 Chapter 80 - Bonus Chapter [Akhirnya]
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Chapter 1 - Penemuan Mayat
2
Chapter 2 - Polisi Idola
3
Chapter 3 - Teman Lama
4
Chapter 4 - Tentang Pak Alun
5
Chapter 5 - Pembuat Masalah?
6
Chapter 6 - Kabar Teman Lain
7
Chapter 7 - Tak Seperti Dulu
8
Chapter 8 - Gadis Berseragam Penuh Darah
9
Chapter 9 - Mengejar Pelaku
10
Chapter 10 - Yang Terjadi Setelah Mati Bunuh Diri
11
Chapter 11 - Pulang Dulu
12
Chapter 12 - Membuktikan
13
Chapter 13 - Kabar Baru
14
Chapter 14 - Akhirnya Bertemu
15
Chapter 15 - Kebenaran
16
Chapter 16 - Cerita Dita
17
Chapter 17 - Detektif Swasta
18
Chapter 18 - Tetap Menyelidiki
19
Chapter 19 - Mencari Tahu
20
Chapter 20 - Dugaan Rangga
21
Chapter 21 - Keadaan Nadia
22
Chapter 22 - Ketemu Lagi
23
Chapter 23 - Gerak-Gerik Berbohong
24
Chapter 24 - Merasa Bersalah
25
Chapter 25 - Geng Motor Misterius
26
Chapter 26 - Markas Joshua
27
Chapter 27 - Bertemu Kemal
28
Chapter 28 - Apartemen Astrid
29
Chapter 29 - Menyukai Siapa?
30
Chapter 30 - Tak Punya Kesempatan
31
Chapter 31 - Menyelamatkan Astrid
32
Chapter 32 - Semuanya Terkuak
33
Chapter 33 - Dipindahkan
34
Chapter 34 - Kebenaran Dari Dita
35
Chapter 35 - Keputusan Dita
36
Chapter 36 - Terganggu Atau Merelakan?
37
Chapter 37 - Kasus Baru
38
Chapter 38 - Maling Atau Istrinya?
39
Chapter 39 - Merintis Perasaan
40
Chapter 40 - Tertidur
41
Chapter 41 - Menikah?
42
Chapter 42 - Pembicaraan Dita & Astrid
43
Chapter 43 - Menghapus Bukti
44
Chapter 44 - Kelompok Rahasia
45
Chapter 45 - Kasus Pertama
46
Chapter 46 - Pelaku Sebenarnya
47
Chapter 47 - Detail Kejadian
48
Chapter 48 - Bertemu Yora
49
Chapter 49 - Ide Rangga
50
Chapter 50 - Tantangan Agnes
51
Chapter 51 - Rencana Pergi
52
Chapter 52 - Hak Asuh Safea
53
Chapter 53 - Memberitahu Safea
54
Chapter 54 - Klub Malam
55
Chapter 55 - Bermalam
56
Chapter 56 - Sependapat
57
Chapter 57 - Menemui Firza
58
Chapter 58 - Tentang Ifan
59
Chapter 59 - Kasus Kematian Seorang Ayah
60
Chapter 60 - TKP
61
Chapter 61 - Polisi Vs Anak Kecil
62
Chapter 62 - Warisan Dadakan
63
Chapter 63 - Memberitahu Dita
64
Chapter 64 - Tantangan Firza
65
Chapter 65 - Gembong Narkoba
66
Chapter 66 - Menahan Amarah
67
Chapter 67 - Bayaran
68
Chapter 68 - Bukti Cukup
69
Chapter 69 - Makan Bersama Lagi
70
Chapter 70 - Membongkar Semuanya
71
Chapter 71 - Diserang
72
Chapter 72 - Seperti Keluarga
73
Chapter 73 - Tawaran Menikah
74
Chaptee 74 - Hukuman Untuk Firza
75
Chapter 75 - Pernikahan
76
Chapter 76 - Bonus Chapter [Malam Pertama 1]
77
Chapter 77 - Bonus Chapter [Memasak]
78
Chater 78 - Bonus Chapter [Kembali Kerja]
79
Chapter 79 - Bonus Chapter [Tak Sabar]
80
Chapter 80 - Bonus Chapter [Akhirnya]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!