Kadus Idaman

Kadus Idaman

Arya Kusuma

Sebuah mobil mewah berhenti di depan lobi bangunan pencakar langit. Seorang petugas security bergegas membukakan pintu. Dari dalam mobil keluar seorang pria tampan nan gagah. Tepat di samping mobil, seorang wanita cantik berpakaian ala sekretaris dengan tab di tangannya telah menunggu.

Siapa tak kenal Arya Kusuma, pengusaha muda yang berhasil membangun bisnisnya hanya dalam kurun waktu empat tahun. Saking suksesnya, dirinya sudah sering diminta wawancara sejumlah media. Sekarang pria itu tengah melebarkan sayap dengan membidik pasar luar negeri.

Sejenak Arya merapihkan dulu jas hitam yang senantiasa membalut tubuhnya. Jangan lupakan dasi yang selalu menghiasi lehernya. Ditambah jam tangan mahal di pergelangan tangannya. Semakin membuat penampilan pria itu semakin terlihat gagah dan berkelas.

Harum aroma maskulin menguar kuat ketika angin berhembus pelan. Membuat dada siapa saja yang menghidunya berdesir. Hal yang sering dirasakan sang sekretaris setiap berdekatan dengan pria itu.

Suara ketukan sepatu pantovel hitam mengkilap terdengar ketika kaki pria itu melangkah masuk ke dalam lobi. Deretan karyawan yang berjajar rapih memberikan hormatnya, menyambut kedatangan CEO sekaligus pemilik Arya Group yang terkenal dingin. Aura kepemimpinannya terasa begitu kuat memancar dari sorot matanya.

Di belakangnya berjalan asisten setianya dan dua orang pria bertubuh tinggi tegap yang bertugas sebagai bodyguard-nya. Sementara sang sekretaris berusaha mensejajari langkah panjang pria itu menuju lift khusus petinggi.

“Untuk jadwal hari ini, dimulai dengan meeting dengan CEO Tunas Karya,” ujar sang sekretaris setelah keduanya berada di dalam lift.

“Jam berapa?”

“Jam sepuluh, Pak. Siangnya ada undangan makan siang dari Gubernur Jakarta. Dan malamnya, Bapak ada acara makan malam bersama menteri keuangan.”

“Hem..”

 Hanya itu sja jawaban dari Arya. Sehari-harinya jadwalnya penuh dengan kesibukan kantor dan bertemu dengan orang-orang penting.

“Oh ya, Ibu Riana sudah menunggu di ruangan,” pungkas sang sekretaris.

Kepala Arya langsung menoleh mendengar ucapan terakhir sekretarisnya. Raut wajahnya menunjukkan kekesalan.

“Kenapa kamu baru bilang? Harusnya kamu tahu prioritas mana yang harus disebutkan lebih dulu!”

“Maaf, Pak.”

Sang sekretaris menundukkan kepalanya. Sorot mata Arya terasa begitu menusuk, sampai hampir menembus jantungnya.

Dengan langkah panjang Arya keluar dari kotak besi tersebut ketika pintu terbuka. Baginya bertemu dengan Riana jauh lebih penting dibanding pertemuan dengan kolega atau orang-orang penting di pemerintahan.

Di belakangnya sang sekretaris berlari, berusaha menyusul sang CEO untuk membukakan pintu. Nafasnya nampak terengah setelah tiba lebih dulu dan membukakan pintu.

“Sayang..” panggil Arya seraya mendekat.

Sebuah pelukan diberikan oleh Riana. Artis dan model yang terpincut oleh ketampanan dan kegagahan Arya. Posisinya sebagai pemilik Arya grup hanyalah bonus untuknya.

“Kapan kamu pulang?” tanya Arya sambil terus memeluk pinggang tunangannya.

“Tadi pagi. Aku langsung ke sini begitu pesawat ku mendarat.”

Arya melepas jasnya kemudian menggantung di kapstok. Sambil menarik tangan sang kekasih, pria itu menjatuhkan bobot tubuhnya di atas kursi kebesarannya. Di saat bersamaan, Riana terjatuh di pangkuan sang kekasih.

Dengan cepat dia mengalungkan kedua lengannya di leher Arya. Wanita itu sedikit mencondongkan tubuhnya sehingga Arya bisa mengendus parfum wanita itu yang beraroma manis.

“I miss you,” tangan Arya mulai bergerak mengusap punggung Riana yang polos karena model dress yang dikenakannya mengekspos punggung mulusnya.

“I miss you too.”

Riana merebahkan kepalanya di dada bidang Arya. Dihirupnya dalam-dalam aroma maskulin yang begitu dirindukannya. Walau hanya berpisah selama seminggu, namun waktu terasa begitu lambat.

“Hari ini bisa kan menghabiskan waktu dengan ku?”

“Maaf, sayang. Tapi aku banyak pekerjaan hari ini.”

Wajah Riana langsung cemberut. Arya hanya terkekeh melihat sang kekasih yang terlihat menggemaskan di matanya. Pria itu mendongakkan kepala sang kekasih kemudian menarik tengkuknya. Perlahan namun pasti, wajah keduanya mendekat. Sesaat lagi penyatuan bibir mereka akan terjadi.

KLONTANG!!

***

Hai..Hai.. Aku datang lagi dengan karya baru. Jangan lupa like, komen, favorit dan rate bintang 5. Dan yang penting, jangan nabung bab ya. Terima kasih🤗

Ngga usah cari tahu soal nama desa dan kampungnya ya. Itu semua cuma kehaluan ku aja. Cianjur itu luas, nyempilin satu desa mah ngga apa² kali😜

Terpopuler

Comments

sum mia

sum mia

KLONTANG !
dan Arya pun terbangun dari tidurnya . gak jadi dong ciuman dengan artis terkenal sang pujaan hati . kejadian yang seakan nyata , tapi nyatanya hanya mimpi belaka . mimpimu terlalu sempurna bang .... sampai-sampai rasanya gak ingin bangun dari tidur . 🤣🤣🤣🤣🤣

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2026-01-28

9

Adiba

Adiba

mampir dulu ahh.. karena ada si CEO....CE'ODAH kali Thor 🤣🤣🤣... hayoo apa tuh yang berbunyi 🤭🤭... selamat datang karya baru Thor.. tetap semangat lanjut yaaaa vote dah meluncur lagi 😍😍😍

2026-01-28

6

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

gedebug......
gubrag.....
arghh....
siang dalam lamunan...kalo malam terbawa mimpi....bang Arya kek nya jatuh dari tempat tidurnya....kek nya dia lagi mimpiin gadis pujaan deh 🤔

2026-01-28

5

lihat semua
Episodes
1 Arya Kusuma
2 Cumi
3 Ceu Romlah
4 Dokter Cantik
5 Hadiah Untuk Maman
6 Ingin Menjadi Kadus
7 Pundung
8 Aklamasi
9 Raja Gombal
10 Kuliah 4 SKS
11 Pejantan Tangguh
12 Ras Terkuat di Bumi
13 Bidadari Turun Dari Tangga
14 Tertangkap
15 Uluran Tangan Untuk Wawan
16 Buaya Darat
17 Musyawarah
18 Gerak Cepat Pak Kadus
19 Rano Bukan Rani
20 Berbalas Pantun
21 Kadus Gercep
22 Modus Mode On
23 Kadus Arya Tea
24 Calon Mantu
25 Seperti Raja Minyak
26 Program Baru
27 Tiga Kandidat
28 Anak Posesif
29 Tiga Bidadari
30 Direktur BUMK
31 Gombalan Mode Aktif
32 Penerima Tulang Rusuk
33 Zia's Effect
34 Kampung Agrowisata
35 Sarapan Gombal
36 Perdebatan Panas
37 Perdebatan Panas Jilid Dua
38 Narsis Never Die
39 Gombalan Tak Pernah Padam
40 The Power of Emak-emak
41 Menyala Para Emak
42 Di Luar Prediksi BMKG
43 Kadus Mengagumkan
44 Subsidi
45 Realisasi Program
46 Staf BUMK
47 Demo Bayaran
48 Hukuman
49 Diam-diam Kecewa
50 Munculnya Rival
51 Sinyal Cinta Rizky
52 Mantan Meresahkan
53 About Arum
54 Curhat Dong
55 Ngambek
56 Arya vs Azizah
57 Tak Butuh Janji
58 Perdebatan Alot
59 Kadus Mode Tegas
60 Bidadari Tak Bersayap
61 Tanggung Jawab
62 Sport Jantung
63 Keributan
64 Rumor
65 Galau
66 Berusaha Tak Acuh
67 Pelangi Setelah Hujan
68 Permintaan Sulit
69 Kejujuran Menyakitkan
70 Pertengkaran Kecil
71 Klarifikasi
72 Pede Stadium Akhir
73 Ayah Bunda
74 Mencari Bukti
75 Sidak
76 Penangguhan Jabatan
77 Enam Lawan Satu
78 Sengsara Membawa Berkah
79 Oknum
80 Perburuan
81 Demo
82 Tertangkapnya Dalang
83 Semua Sayang Pak Kadus
84 Seperti Teman Tongkrongan
85 Syukuran
86 Lamaran Dagelan
87 Daftar Nikah
88 Dua Saksi Penting
89 Mendadak Syukuran
90 Buka Segel
91 Kegembiraan di Ramadhan Pertama
92 Sungkeman Absurd
93 Peresmian Kampung Wisata
94 Arya Kemasan Sachet
95 Harta, Tahta, Wanita
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Arya Kusuma
2
Cumi
3
Ceu Romlah
4
Dokter Cantik
5
Hadiah Untuk Maman
6
Ingin Menjadi Kadus
7
Pundung
8
Aklamasi
9
Raja Gombal
10
Kuliah 4 SKS
11
Pejantan Tangguh
12
Ras Terkuat di Bumi
13
Bidadari Turun Dari Tangga
14
Tertangkap
15
Uluran Tangan Untuk Wawan
16
Buaya Darat
17
Musyawarah
18
Gerak Cepat Pak Kadus
19
Rano Bukan Rani
20
Berbalas Pantun
21
Kadus Gercep
22
Modus Mode On
23
Kadus Arya Tea
24
Calon Mantu
25
Seperti Raja Minyak
26
Program Baru
27
Tiga Kandidat
28
Anak Posesif
29
Tiga Bidadari
30
Direktur BUMK
31
Gombalan Mode Aktif
32
Penerima Tulang Rusuk
33
Zia's Effect
34
Kampung Agrowisata
35
Sarapan Gombal
36
Perdebatan Panas
37
Perdebatan Panas Jilid Dua
38
Narsis Never Die
39
Gombalan Tak Pernah Padam
40
The Power of Emak-emak
41
Menyala Para Emak
42
Di Luar Prediksi BMKG
43
Kadus Mengagumkan
44
Subsidi
45
Realisasi Program
46
Staf BUMK
47
Demo Bayaran
48
Hukuman
49
Diam-diam Kecewa
50
Munculnya Rival
51
Sinyal Cinta Rizky
52
Mantan Meresahkan
53
About Arum
54
Curhat Dong
55
Ngambek
56
Arya vs Azizah
57
Tak Butuh Janji
58
Perdebatan Alot
59
Kadus Mode Tegas
60
Bidadari Tak Bersayap
61
Tanggung Jawab
62
Sport Jantung
63
Keributan
64
Rumor
65
Galau
66
Berusaha Tak Acuh
67
Pelangi Setelah Hujan
68
Permintaan Sulit
69
Kejujuran Menyakitkan
70
Pertengkaran Kecil
71
Klarifikasi
72
Pede Stadium Akhir
73
Ayah Bunda
74
Mencari Bukti
75
Sidak
76
Penangguhan Jabatan
77
Enam Lawan Satu
78
Sengsara Membawa Berkah
79
Oknum
80
Perburuan
81
Demo
82
Tertangkapnya Dalang
83
Semua Sayang Pak Kadus
84
Seperti Teman Tongkrongan
85
Syukuran
86
Lamaran Dagelan
87
Daftar Nikah
88
Dua Saksi Penting
89
Mendadak Syukuran
90
Buka Segel
91
Kegembiraan di Ramadhan Pertama
92
Sungkeman Absurd
93
Peresmian Kampung Wisata
94
Arya Kemasan Sachet
95
Harta, Tahta, Wanita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!