Ceu Romlah

Sambil memakan combronya, Arya berjalan menyusuri jalanan desa. Alih-alih ke kebun, pria itu malah memilih berkeliling desa.

Orang tua Arya keturunan Sunda asli. Keduanya berasal dari Cianjur Selatan. Karenanya pria itu selalu menyebut dirinya orang Turki alias Turunan Kidul (selatan).

Sejak lahir dirinya sudah tinggal di Kampung Sukawangi, Desa Alam Manis, Cianjur Selatan. Desa tempatnya tinggal berada di atas ketinggian sekitar 800 mdpl. Karenanya udara di daerahnya cukup sejuk dan dingin. Jika di pagi hari, terkadang masih terlihat kabut menyelimuti desa.

Desa Alam Manis terdiri dari empat kampung, yakni Kampung Sukawangi, kampung di mana Arya tinggal. Kampung Sekarwangi, Margawangi dan Padawangi. Entah mengapa semua dusun di Desa Alam Manis memakai kata belakang wangi. Mungkin karena penduduknya beraroma wangi semua. Meskipun ada juga yang bau ketek, bau badan atau bau prengus.

“Arya!”

Langkah Arya terhenti ketika mendengar suara yang familiar di telinganya. Tanpa harus menoleh, dia tahu kalau yang memanggilnya adalah Maman. Teman masa kcil sekaligus teman seperjuangan. Teman seperjuangan mencari jodoh maksudnya. Arya dan Maman memang bisa dibilang jomblo abadi. Di kampungnya ini, hampir semua teman seangkatannya sudah menikah.

Arya sendiri selalu menganggap status jomblonya dikarena pilihan. Wajahnya ganteng, keluarganya pun cukup terpandang, kalau dia mau, banyak kembang desa yang mau menjadi istrinya. Tapi dia tetap bertahan dengan status jomblonya. Tapi ini menurut versinya sendiri.

Kalau menurut Amih, jomblonya sang anak karena Arya yang malas. Tidak ada wanita yang mau dengan pria malas, yang hanya berkhayal ingin menjadi CEO tanpa usaha.

Sementara Maman jomblo karena nasib. Sudah wajah pas-pasan, pekerjaannya hanya buruh di kebun, bau ketek pula. Berbanding terbalik dengan nama kampung mereka. Jadi wanita yang didekatinya selalu berpikir ulang.

“Ar.. maneh diteang (dicari) ku Abah.”

“Rek naon? Da urang mah lain buronan.”

“Nya teuing atuh (ngga tahu).”

“Maneh rek kamana?”

“Dititah meuli (disuruh beli) gorengan jeung kopi ku Abah.”

“Dieu ku urang we (sini sama aku aja).”

Tanpa menunggu persetujuan Maman, Arya segera mengambil uang yang dipegang temannya. Kemudian pria itu bergegas menuju warung Ceu Romlah. Warung janda demplon yang sering dijadikan tempat nongkrong para Bapak selesai bertani atau berkebun.

“Ceu beli gorengan dua puluh ribu sama kopi sepuluh. Sisanya rokok ya, Ceu.”

Hanya anggukan kepala saja yang diberikan Ceu Romlah. Wanita itu segera membuatkan kopi hitam pesanan Arya. Kopi nantinya ditaruh di sebuah teko dan gelas plastik untuk minum. Abah Brama memang sudah sering memesan kopi ke warung ini. Jadi wanita itu sudah hafal.

Di saat Ceu Romlah sedang menyiapkan pesanan, Arya mengambil sebatang rokok lalu membakarnya. Kepulan asap langsung berputar di dekatnya. Sementara matanya terus memandangi buah melon dan bemper besar milik Ceu Romlah. Hal inilah yang membuat banyak pria betah nongkrong di warung ini. Menimati gorengan dan kopi sambil melihat bodi semok pemilik warung.

Ceu Romlah adalah seorang janda beranak dua. Lima tahun yang lalu wanita berusia 35 tahun itu meminta cerai dari suaminya karena tidak sudi dimadu. Dua anak mereka berada dalam asuhan Ceu Romlah. Demi membiayai kedua anaknya, wanita itu membuka warung sederhana di jalan pinggir kampung.

“Ceu.. katanya kemarin dilamar sama Pak Karta,” tanya Arya membuka pembicaraan.

“Kamu tahu dari mana?”

“Ada aja. Tahu sendiri kalau gossip mah cepat nyebar.”

“Iya, emang Pak Karta ngelamar aku, tapi aku tolak.”

“Kenapa? Pak Karta kan kaya, Ceu Romlah ngga usah jualan lagi kalau jadi istrinya.”

“Ngga minat aku jadi istri kedua.”

Pengalaman diduakan suaminya, membuat wanita itu tidak mau menjadi orang ketiga di pernikahan orang lain. Lebih baik berjualan seperti ini. walau penghasilan tidak seberapa, yang penting berkah dan bisa hidup tenang. Tanpa harus mengusik kebahagiaan orang lain.

“Nih Ar..”

Pesanan sudah selesai dibuat. Arya segera mematikan rokoknya yang hampir habis. Dia memberikan selembar lima puluh ribuan yang diambil dari Maman tadi. Pria itu bergegas menuju kebun dengan membawa kopi dan gorengan.

“Bah.. ini pesanannya,” Arya menaruh kopi dan gorengan di saung yang ada di kebun. Tempat yang biasa digunakan Abah dan karyawannya untuk beristirahat.

Dengan santai pria bernama Brama itu menyeruput kopi hitam ditemani bala-bala alias bakwan. Rasa gorengan buatan Ceu Romlah memang enak, gurih, ukurannya lebih besar dari tempat lain dengan harga sama.

Salah satu alasan Brama selalu memesan kopi dan gorengan di warung Ceu Romlah adalah untuk membantu usaha wanita itu.

“Ar.. kamu tuh jangan main-main aja. Yang serius atuh kalau bantu Abah di kebun. Kan hasilnya juga buat kamu nantinya,” suara berat Abah terdengar. Mencoba memberikan nasehat pada anaknya.

“Iya, Bah.”

“Rencana kamu apa sekarang? Sudahlah ngga usah lamar-lamar di tempat lain. Mending bantu Abah di kebun, empang sama ngurus ingon-ingon.”

“Ck.. Abah tuh, Arya kan lulusan Administrasi Negara, bukan Administrasi perkebunan dan peternakan.”

“Kamu tuh ngeles aja kalau dikasih tahu orang tua. Cepat timbang ubi ungu lima kilo terus antar ke Balai Desa, kasih ke Pak Kades. Harganya sepuluh ribu per kilo.”

“Ada ongkirnya ngga, Bah?”

Buru-buru Arya beranjak saat melihat Brama sudah bersiap menyabetnya dengan sarung.

Ngga Amih, ngga Abah, pada sadis banget. Sebenarnya aku anak kandung apa anak pungut sih? Batin Arya sambil berjalan menuju kebun ubi.

***

Seperti ku bilang, jangan cari nama desa dan kampungnya di Mbah google wkwkwk..

Terpopuler

Comments

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

beuhhh mantul motto hidup Ceu Romlah 👍🏻👍🏻
leures pisan...mending jualan biarpun penghasilannya dikit tp berkah.... ngapain bergelimang harta tp jd duri dalam pernikahan wanita lain....nanti lanan ya Ceu bila harus menyakiti hati sesama mah ....nehiiii🤗

2026-01-29

4

anonim

anonim

Arya lulusan Administrasi Negara melamar calon CPNS tidak di terima itu kurang doanya atau memang otaknya kurang cerdas. Atau nasibnya yang kurang beruntung.

Kelamaan jadi pengangguran - ilmu yang sudah di dapat jadi lupa semua.

2026-01-29

3

sum mia

sum mia

emang pada dasarnya kak othor nih somplak juga , ada aja idenya dan sangat menghibur .
makasih kak... semoga selalu sehat rejeki lancar berkah barokah .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2026-01-29

2

lihat semua
Episodes
1 Arya Kusuma
2 Cumi
3 Ceu Romlah
4 Dokter Cantik
5 Hadiah Untuk Maman
6 Ingin Menjadi Kadus
7 Pundung
8 Aklamasi
9 Raja Gombal
10 Kuliah 4 SKS
11 Pejantan Tangguh
12 Ras Terkuat di Bumi
13 Bidadari Turun Dari Tangga
14 Tertangkap
15 Uluran Tangan Untuk Wawan
16 Buaya Darat
17 Musyawarah
18 Gerak Cepat Pak Kadus
19 Rano Bukan Rani
20 Berbalas Pantun
21 Kadus Gercep
22 Modus Mode On
23 Kadus Arya Tea
24 Calon Mantu
25 Seperti Raja Minyak
26 Program Baru
27 Tiga Kandidat
28 Anak Posesif
29 Tiga Bidadari
30 Direktur BUMK
31 Gombalan Mode Aktif
32 Penerima Tulang Rusuk
33 Zia's Effect
34 Kampung Agrowisata
35 Sarapan Gombal
36 Perdebatan Panas
37 Perdebatan Panas Jilid Dua
38 Narsis Never Die
39 Gombalan Tak Pernah Padam
40 The Power of Emak-emak
41 Menyala Para Emak
42 Di Luar Prediksi BMKG
43 Kadus Mengagumkan
44 Subsidi
45 Realisasi Program
46 Staf BUMK
47 Demo Bayaran
48 Hukuman
49 Diam-diam Kecewa
50 Munculnya Rival
51 Sinyal Cinta Rizky
52 Mantan Meresahkan
53 About Arum
54 Curhat Dong
55 Ngambek
56 Arya vs Azizah
57 Tak Butuh Janji
58 Perdebatan Alot
59 Kadus Mode Tegas
60 Bidadari Tak Bersayap
61 Tanggung Jawab
62 Sport Jantung
63 Keributan
64 Rumor
65 Galau
66 Berusaha Tak Acuh
67 Pelangi Setelah Hujan
68 Permintaan Sulit
69 Kejujuran Menyakitkan
70 Pertengkaran Kecil
71 Klarifikasi
72 Pede Stadium Akhir
73 Ayah Bunda
74 Mencari Bukti
75 Sidak
76 Penangguhan Jabatan
77 Enam Lawan Satu
78 Sengsara Membawa Berkah
79 Oknum
80 Perburuan
81 Demo
82 Tertangkapnya Dalang
83 Semua Sayang Pak Kadus
84 Seperti Teman Tongkrongan
85 Syukuran
86 Lamaran Dagelan
87 Daftar Nikah
88 Dua Saksi Penting
89 Mendadak Syukuran
90 Buka Segel
91 Kegembiraan di Ramadhan Pertama
92 Sungkeman Absurd
93 Peresmian Kampung Wisata
94 Arya Kemasan Sachet
95 Harta, Tahta, Wanita
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Arya Kusuma
2
Cumi
3
Ceu Romlah
4
Dokter Cantik
5
Hadiah Untuk Maman
6
Ingin Menjadi Kadus
7
Pundung
8
Aklamasi
9
Raja Gombal
10
Kuliah 4 SKS
11
Pejantan Tangguh
12
Ras Terkuat di Bumi
13
Bidadari Turun Dari Tangga
14
Tertangkap
15
Uluran Tangan Untuk Wawan
16
Buaya Darat
17
Musyawarah
18
Gerak Cepat Pak Kadus
19
Rano Bukan Rani
20
Berbalas Pantun
21
Kadus Gercep
22
Modus Mode On
23
Kadus Arya Tea
24
Calon Mantu
25
Seperti Raja Minyak
26
Program Baru
27
Tiga Kandidat
28
Anak Posesif
29
Tiga Bidadari
30
Direktur BUMK
31
Gombalan Mode Aktif
32
Penerima Tulang Rusuk
33
Zia's Effect
34
Kampung Agrowisata
35
Sarapan Gombal
36
Perdebatan Panas
37
Perdebatan Panas Jilid Dua
38
Narsis Never Die
39
Gombalan Tak Pernah Padam
40
The Power of Emak-emak
41
Menyala Para Emak
42
Di Luar Prediksi BMKG
43
Kadus Mengagumkan
44
Subsidi
45
Realisasi Program
46
Staf BUMK
47
Demo Bayaran
48
Hukuman
49
Diam-diam Kecewa
50
Munculnya Rival
51
Sinyal Cinta Rizky
52
Mantan Meresahkan
53
About Arum
54
Curhat Dong
55
Ngambek
56
Arya vs Azizah
57
Tak Butuh Janji
58
Perdebatan Alot
59
Kadus Mode Tegas
60
Bidadari Tak Bersayap
61
Tanggung Jawab
62
Sport Jantung
63
Keributan
64
Rumor
65
Galau
66
Berusaha Tak Acuh
67
Pelangi Setelah Hujan
68
Permintaan Sulit
69
Kejujuran Menyakitkan
70
Pertengkaran Kecil
71
Klarifikasi
72
Pede Stadium Akhir
73
Ayah Bunda
74
Mencari Bukti
75
Sidak
76
Penangguhan Jabatan
77
Enam Lawan Satu
78
Sengsara Membawa Berkah
79
Oknum
80
Perburuan
81
Demo
82
Tertangkapnya Dalang
83
Semua Sayang Pak Kadus
84
Seperti Teman Tongkrongan
85
Syukuran
86
Lamaran Dagelan
87
Daftar Nikah
88
Dua Saksi Penting
89
Mendadak Syukuran
90
Buka Segel
91
Kegembiraan di Ramadhan Pertama
92
Sungkeman Absurd
93
Peresmian Kampung Wisata
94
Arya Kemasan Sachet
95
Harta, Tahta, Wanita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!