Tak Mau Berbagi Suami 02

"... Maka aku minta kamu nikahin aku."

Jegleeeer

Heriawan membulatkan matanya. Dia sangat terkejut. Pagi menuju siang yang cerah itu kini seolah dipenuhi dengan mendung. Ya mendung bagi dirinya sendiri tentunya.

"Gila kamu ya Jelita. Kenapa tiba-tiba minta nikah. Ini nggak ada ya dalam pembicaraan kita,"pekik Heri dengan mata yang menatap tajam ke arah wanita yang usianya baru 23 tahun.

Jelita Wardani, kalau bisa dibilang gadis ya usinya masih tepat untuk dipanggil begitu. Sesuai dengan namanya, Jelita adalah gadis yang cantik jelita. Wajahnya kecil, matanya bulat, kulitnya putih bersih dan halus.

Bukan hanya itu, gadis itu juga berhijab, tutur katanya lembut dan perangainya sopan juga cerita. Semua orang menyukainya. Bahkan dia menjadi ikon di perusahaan milik Heriawan.

Perusahaan Heriawan adalah perusahaan yang bergerak di bidang travel dan umrah. Selain itu juga mereka mengadakan kajian rutin yang diadakan setiap dua pekan sekali.

Jelita yang memiliki kemampuan berbicara yang mumpuni sering didapuk menjadi master of ceremony atau MC. Dan ternyata Jelita juga memiliki suara yang merdu. Hal itu diketahui ketika salah satu ustadz dalam kajian bersholawat, dan Jelita pun ikut melakukannya.

Semua terpana dan mengangumi suara Jelita. Sehingga pada akhirnya dia selalu diminta untuk menyanyikan sholawat sebelum kajian dimulai dan setelah kajian berakhir.

"Mas, kamu kok gitu sih ngomongnya. Semua ini nggak ada dalam pembicaraan kita kamu bilang? Terus kamu anggap aku ini apa, Mas? Apalagi kita udah, hmpp!"

Seketika Heri menutup mulut Jelita dengan tangannya. Dia melihat kesana kemari seolah memastikan bahwa apa yang mereka bicarakan tidak terdengar oleh orang lain. Heri juga menutup mulut Jelita agar wanita itu tak lebih banyak lagi bicara.

"Udah, kita omongin lagi nanti. Aku harus pulang buat ngejar Arundari. Kamu lanjutin aja dulu pekerjaan mu. Pekan depan kita akan ada kajian kan? Sudah dapet siapa yang bakalan ngisi? Nah konfirmasi lagi ke beliau. Ingat ya cari narasumber nya perempuan karena emang besok itu kajiannya khusus perempuan."

Heri pergi dengan terburu-buru untuk mengejar istrinya. Mau bagaimanapun, dia tak ingin berpisah dengan Arundari.

Namun jika demikian, mengapa Heri harus berhubungan dengan Jelita? Entah apa isi kepala pri tersebut.

"Please please, aku mohon kamu ada di rumah, sayang."

Heri terus bicara demikian sepanjang dirinya mengemudikan mobil. Dia merasa takut jika istrinya tidak pulang ke rumah dan malah memilih untuk pergi menghindar.

Banyak hal yang ingin disampaikannya, salah satunya adalah kata maaf. Ya dia ingin meminta maaf kepada wanita yang sudah menemaninya selama ini itu.

Fyuuuuh

Heri bernafas lega saat melihat mobil Arundari terparkir rapi di depan rumah. Itu berarti istrinya ada di dalam dan tidak pergi seperti yang dipikirkannya.

Pria itu kemudian memarkir mobilnya tepat di sisi mobil sang istri. Lalu dengan sedikit tergesa dia keluar dari mobil dan segera masuk ke rumah.

Langkahnya begitu lebar. Nafasnya juga sedikit tersengal. Bukan karena aktivitas fisik yang dilakukannya, akan tetapi karena pergolakan hati dan pikirannya dalam rangka menghadapi sang istri.

Degh!

Dada Heri naik turun, dia mengatur nafasnya lebih dulu ketika melihat Arundari ada di dapur tengah duduk sambil meminum air dingin yang baru saja diambilnya dari kulkas.

"Sayang," panggilnya lembut. Heri berjalan mendekat namun tak lantas berada di sisi Arundari. Pria itu memilih berdiri di seberang meja.

"Jangan memanggil ku begitu. Aku jijik mendengarnya tahu nggak? Mulut yang kamu pakai untuk memanggilku sayang, pasti sudah kamu gunakan untuk memanggil wanita itu begitu juga. Dan mungkin nggak hanya sekedar sayang. Entah sudah sampai mana mulutmu itu mendarat di tubuh wanita itu. Sampai kepala? Pipi? bibir? dada? atau bahan kemaluannya? menjijikkan!"

Heri sangat tercengang dengan ucapan istrinya tersebut. Mulutnya menganga lebar dan matanya membelalak.

"Nggak kayak gitu, Yank. Bayangan kamu udah terlalu jauh! Aku nggak ngelakuin sampai yang kamu katakan tadi,"jawab Heri dengan berapi-api. Dia nampak sedang mencoba meyakinkan istrinya bahwa dia sama sekali tidak melakukan apa yang Arundari katakan.

"Oh, terus sampai mana? Udahlah Mas, aku capek. Sekarang lebih baik jatuhkan talakmu itu, biar kamu lebih bebas buat main sama tuh pelacurr yang berkedok sholihah,"ucap Arundari acuh tak acuh. Dia tak memandang wajah Heri barang sedetik pun.

"Nggak sayang, enggak. Aku nggak akan menalak kamu. AKu nggak mau, aku nggak mau kita pisah. Please, aku nggak mau cerai sama kamu,"sahut Heri cepat. Wajahnya memang menunjukkan kesungguhan pun dengan suaranya.

Akan tetapi Arundari hanya bergeming. Wanita berusia 26 tahun itu diam seribu bahasa. Namun tidak dengan hati dan pikirannya. Saat ini Arundari tengah berpikir akan sesuatu.

Keheningan di rumah itu berlangsung cukup lama. Arundari yang duduk diam, Heri yang berdiri mematung dan bahkan seolah tak berani untuk bicara apapun.

Saking heningnya rumah itu, bahkan suara detik jam dinding menjadi terdengar sangat jelas.

Tiga puluh menit lamanya, mereka hanya ada dalam diam dan akhirnya Arundari pun membuka mulutnya.

"Baiklah kalau kamu nggak mau menjatuhkan talak ke aku. Hari ini juga aku mau pulang ke rumah orang tua ku. Dan kau, nggak usah nganterin aku,"ucap Arundari sambil beranjak dari tempat duduknya dan melenggang ke arah kamar.

"Tapi yank, nanti kalau~"

"Kenapa? Takut? kamu takut kalau bapak sama ibu aku tahu tentang kelakuanmu? Kamu takut kalau aku ngadu ke mereka? Cih pengecut? Pas kamu ngelakuin itu sama si jalangg itu, apa kamu nggak mikir sampai sini hah?" pekik Arundari. Meski ucapan Heri tak selesai, tapi dia sudah tahu apa yang ingin dikatakan oleh pria tersebut.

"Kamu ini beneran bikin aku ngerasa amezing lho, Mas. Kamu tahu betul apa yang kamu lakukan itu salah dan pastinya itu nyakitin hati aku, tapi kenapa kamu ngelakuin itu? Kamu berada di lingkungan orang-orang baik yang paham agama, tapi mengapa kamu nggak pernah ambil ilmu itu dan kamu terapin? Mas kalau kamu ingin poligami, seharusnya kamu bilang, karena aku akan langsung minta cerai. Maaf, aku bukan wanita yang bisa berbagi suami. Aku bukan wanita yang punya kelapangan hati untuk saling berbagi cinta dengan wanita lain. Dan kamu harusnya ingat, itu adalah syarat saat kamu melamar ku di depan kedua orang tuaku."

Jleb

Perkataan Arundari bak belati tajam yang menghunus jantung dan hati milik Heri. Pria itu sama sekali tidak bisa berkilah karena semuanya adalah fakta.

Lantas apa yang Heri lakukan sekarang ini? Jawabannya adalah diam, pria itu diam seribu bahasa dan hanya bisa menatap Arundari yang melenggang pergi meninggalkan rumah.

TBC

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

Arundari harus kuat tegas jadi wanita yg gak mudah ditindas, buktikan kamu wanita yg bisa sendiri tanpa suami mu itu, biar dia menyesal nantinya

2026-02-01

1

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

kereen thor cerita kmu ini fakta di dunia nya perselingkuhan berkedok... mau bilabg takut salah kayak berita2 yg lagi booming pelakornys ndakntau Maluu

💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍

2026-04-06

0

^ã^😉

^ã^😉

kenapa setiap org selingkuh mesti punya pembelaan buat dirinya entah apa itu ..apalagi mereka bangga dengan Hal itu

2026-01-31

1

lihat semua
Episodes
1 Malu!!!! 01
2 Tak Mau Berbagi Suami 02
3 Mulanya 03
4 Minggir! 04
5 Oh Gitu ... 05
6 Semakin Jelas 06
7 Ikut 07
8 Di Luar Nalar 08
9 Di Luar Nalar 09
10 Nah 10
11 Gila Emang 11
12 Oh Begini! 12
13 Ambillah! 13
14 Kaget 14
15 Kena deh 15
16 Geter Kaaaan 16
17 Adyaksa Gumilar 17
18 Luapkan 18
19 Kecubung 19
20 Kabur? 20
21 Hahaha 21
22 Rasain! 22
23 Rame 23
24 Versus 24
25 Datang 25
26 Berharap 26
27 Assalamualaikum 27
28 Dipanggil Juga 28
29 Takuuuut 29
30 Playing Victim 30
31 Ada Tamu 31
32 Story 32
33 Ditolak 33
34 Takut Fitnah 34
35 HEI HERI!!! 35
36 Cetaks! 36
37 Tambah Ramai? 37
38 Puas Dong 38
39 Senang 39
40 Selamat Tinggal 40
41 Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42 Beda Banget 42
43 Jangan Ungkit 43
44 Kepo 44
45 Masih Sulit 45
46 Bukan Secret Admirer 46
47 Why oh Why? 47
48 Kegiatan Malam 48
49 Ngapain?? 49
50 Nih Orang ... 50
51 Tanggungjawab 51
52 Tamu Tak Diundang 52
53 Ikhlas 53
54 Iri Tanda Tak Mampu 54
55 Nyusul 55
56 Ribut Guys 56
57 Rumah Sakit 57
58 Laaah B3g0 58
59 Aku Nyaman 59
60 Musang 60
61 Sebelas-Duabelas 61
62 Teman Hidup 62
63 Start Game 63
64 Bermain Mulai 64
65 Masuk Perangkap 65
66 Mimpi 66
67 Ayo 67
68 Bismillah 68
69 Pengumuman 69
70 Idiiiih Nipu 70
71 Biar Kejutan 71
72 Melambung 72
73 Duuuh 73
74 Kesenengan 74
75 Ngibulin 75
76 Yakin? 76
77 150 gr 77
78 Surprise Awal 78
79 Peringatan 79
80 Surprise ke-2 80
81 Tertohok 81
82 Tetep Aja 82
83 Tidak Berhasil 83
84 Gassss 84
85 Pertama 85
86 Semoga Bahagia 86
87 Aneh 87
88 Pusing 7 Keliling 88
89 Rezeki 89
90 Bubur Ayam 90
91 Nggak Enak 91
92 Mas Ady!!!!
93 Biarkan 93
94 Tetep Aja 94
95 Tes Tes 95
96 Baiknya 96
97 Akhirnya 97
98 Tiba-Tiba 98
99 Aksa-Ainun 98
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Malu!!!! 01
2
Tak Mau Berbagi Suami 02
3
Mulanya 03
4
Minggir! 04
5
Oh Gitu ... 05
6
Semakin Jelas 06
7
Ikut 07
8
Di Luar Nalar 08
9
Di Luar Nalar 09
10
Nah 10
11
Gila Emang 11
12
Oh Begini! 12
13
Ambillah! 13
14
Kaget 14
15
Kena deh 15
16
Geter Kaaaan 16
17
Adyaksa Gumilar 17
18
Luapkan 18
19
Kecubung 19
20
Kabur? 20
21
Hahaha 21
22
Rasain! 22
23
Rame 23
24
Versus 24
25
Datang 25
26
Berharap 26
27
Assalamualaikum 27
28
Dipanggil Juga 28
29
Takuuuut 29
30
Playing Victim 30
31
Ada Tamu 31
32
Story 32
33
Ditolak 33
34
Takut Fitnah 34
35
HEI HERI!!! 35
36
Cetaks! 36
37
Tambah Ramai? 37
38
Puas Dong 38
39
Senang 39
40
Selamat Tinggal 40
41
Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42
Beda Banget 42
43
Jangan Ungkit 43
44
Kepo 44
45
Masih Sulit 45
46
Bukan Secret Admirer 46
47
Why oh Why? 47
48
Kegiatan Malam 48
49
Ngapain?? 49
50
Nih Orang ... 50
51
Tanggungjawab 51
52
Tamu Tak Diundang 52
53
Ikhlas 53
54
Iri Tanda Tak Mampu 54
55
Nyusul 55
56
Ribut Guys 56
57
Rumah Sakit 57
58
Laaah B3g0 58
59
Aku Nyaman 59
60
Musang 60
61
Sebelas-Duabelas 61
62
Teman Hidup 62
63
Start Game 63
64
Bermain Mulai 64
65
Masuk Perangkap 65
66
Mimpi 66
67
Ayo 67
68
Bismillah 68
69
Pengumuman 69
70
Idiiiih Nipu 70
71
Biar Kejutan 71
72
Melambung 72
73
Duuuh 73
74
Kesenengan 74
75
Ngibulin 75
76
Yakin? 76
77
150 gr 77
78
Surprise Awal 78
79
Peringatan 79
80
Surprise ke-2 80
81
Tertohok 81
82
Tetep Aja 82
83
Tidak Berhasil 83
84
Gassss 84
85
Pertama 85
86
Semoga Bahagia 86
87
Aneh 87
88
Pusing 7 Keliling 88
89
Rezeki 89
90
Bubur Ayam 90
91
Nggak Enak 91
92
Mas Ady!!!!
93
Biarkan 93
94
Tetep Aja 94
95
Tes Tes 95
96
Baiknya 96
97
Akhirnya 97
98
Tiba-Tiba 98
99
Aksa-Ainun 98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!