Mulanya 03

ps: Akan ada flashback yang lumayan smooth jadi harap perhatikan ya biar nggak bingung. Makasih

...----------------...

"Lhoh Neng, tumben kamu senin-senin begini ke rumah. Biasanya hari ahad kamu baru datang ke sini?"

Sambutan wanita paruh baya dengan hijab lebarnya itu membuat Arundari hanya bisa tersenyum kecut. Terlebih saat melihat ke belakang, seolah mencari sesuatu.

"Mas Heri nggak ikut, Ummi. Dia lagi sibuk nyiapin acara," kata Arundari langsung paham apa yang tengah dicari sang ibu. Ia lalu mencium punggung tangan Lintang dengan takzim. Ingin sekali dirinya meluapkan semua yang dirasakannya sekarang juga. Akan tetapi Arundari tidak akan melakukan itu. Dia tidak mau membuat kedua orang tuanya kepikiran.

"Oh gitu, ya udah ayo masuk. Abah lagi ke kebun tadi, nggak tahu apa yang lagi dicari sama dia.

Lintang merasa ada yang disembunyikan oleh sang putri. Meskipun Arundari mencoba tersenyum, akan tetapi terlihat ada gurat lelah dari wajahnya.

"Sudah makan belum? Pasti capek kan nyertir ke sini berjam-jam sendiri? Dan udah sholat luhur belum?" Lintang bertanya secara beruntung kepada anak perempuan satu-satunya itu.

"Aku kebetulan lagi halangan, Umii. Dan aku juga udah makan tadi. Ehm, aku boleh langsung ke kamar aja nggak? Udah lama nggak nyetir jauh sendiri ternyata pundak dan leher berasa tegang. Tambah satu lagi, pinggang beneran pegel rasanya,"jawab Arundari sambil memijit-mijit lehernya yang sungguh terasa kaku.

Dia tidak berbohong, memang tubuhnya saat ini sangat lelah. Tapi ternyata itu bisa dijadikan alasan untuk menghindari pembicaraan dengan sang ibu.

"Ya udah kalau gitu. Istirahatlah, jangan lupa buat ganti baju dulu ya baru tidur."

"Iya Ummi. Aku ke kamar dulu ya."

Arundari melenggang masuk ke kamar. Dia menarik kiper besarnya ikut serta ke kamar.

Pemandangan itu tentu terekam oleh mata Lintang. Wanita paruh baya tersebut mengerutkan alisnya, terdapat tanda tanya besar di sana.

"Kok tumben Arun bawa baju banyak? Apa dia mau nginep lama di sini?" tanya Lintang dengan lirih.

Namun Lintang tak ingin berspekulasi apapun, dia mengusir pikiran yang tidak-tidak. Karena Lintang tidak ingin bersuuzdhon dengan hubungan putri dan menantunya. Meskipun sebagai ibu, Lintang merasa bahwa saat ini Arundari tengah tidak baik-baik saja.

Bruk!

Arundari merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sebelumnya dia sudah membuka jendela kamarnya, sehingga udara yang sejuk itu bisa masuk ke dalam dan membuat hidungnya terasa sangat segar.

Tah hanya hidung yang terasa segar, tapi paru-parunya juga seolah bisa bersih dan kotoran yang ia dapat tadi di rumah dan di kantor Heri seketika luruh.

"Astagfirullah. Kenapa Ya Allah, kenapa harus aku yang mengalami ini. Ku pikir kisah istri yang diselingkuhi oleh suami dan orang terdekat itu hanya lah milik wanita-wanita yang ada di media sosial. Ku pikir itu hanya milik para public figure. Tapi mengapa aku juga harus merasakannya? Kenapa Ya Allah, kenapa aku. Hiks."

Kali ini Arundari sungguh meluapkan rasa sakit hatinya. Tangisnya benar-benar pecah dan tidak seperti tadi yang masih ditahan-tahan,

Dia tidak ingin terlihat lemah di depan Heri. Dia tidak mau dianggap kalah dengan kelakuan wanita pelacur berkedok sholihah itu.

Sungguh Arundari merasa sangat muak. Dia muak dengan tampilan munafik dari Jelita. Lalu ia mengingat, ya Arundari mencoba mengingat sejak kapan hubungan Heri dan Jelita dimulai dan juga sejak kapan dia mulai mengetahuinya.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat mereka tengah mengadakan kajian di kota Makasar. Sebuah perusahaan yang menggunakan jasa travel umroh milik Heri meminta diadakan sebuah kajian dulu sebelum keberangkatan menuju tanah suci.

Heri tentu senang dan setuju. Dia bahkan mendatangkan ustadz yang banyak digemari oleh banyak orang.

Ia mengajak tim yang didalamnya juga ada Jelita. Jelita yang memang didapuk sebagai MC dan juga mengisi acara pembuka dengan lantunan lagu-lagu islami, menjadi bagian penting dalam acara tersebut.

"Yank, besok kita akan pergi ke Makasar. Nggak lama paling dua hari. Sehari sampai sana. kajiannya diadakan malam dan paginya kita langsung balik lagi Jakarta. Kali ini kamu nggak ikut nggak apa-apa kan?"

Malam hari sebelum berangkat ke Makasar, Heri memberitahu jadwalnya kepada Arundari. Sejenak Arundari terkejut. Biasanya setiap akan eprgi, Heri selalu memberitahunya jauh-jauh hari. Tapi kali ini tidak. Seketika perasaan Arundari tidak nyaman.

"Emangnya kenapa kalau aku ikut, Mas? Bukannya biasanya aku juga ikut ya?" tanya Arundari. Perasaan yang tidak nyaman itu membuatnya over thinking.

"Ya nggak apa-apa. Tapi kan besok itu jatah kamu ngadain arisan kan. Bukannya kamu udah mulai nyiap-nyiapin ya," jawab Heri.

Aaah

Arundari baru ingat kalau besok rumahnya atuh giliran untuk tempat arisan. Itu adalah kelompok arisan dia dan teman-temannya. Dan jelas bahwa Arundari tak akan bisa membatalkan acara itu untuk ikut serta pergi bersama suaminya.

"Aku baru inget, iya ya besok aku ada arisan. Ya udah aku nggak ikut kali ini," balas Arundari pada akhirnya.

Keesokan harinya, ia pun tak bisa mengantar kepergian Heri ke bandara. Tapi sebuah pesan masuk ke ponselnya dan itu dari Jelita.

Pesan yang biasa saja dan juga dibalas oleh Arundari dengan biasa. Bahkan di dalam pesan itu terkesan manis. Arundari yang anak tunggal sangat senang dengan kehadiran Jelita. Dia bak mendapatkan adik. Maka dari itu mereka sering bertukar pesan terlebih jika itu sedang ada acara di luar kota seperti ini.

Tanpa pernah Arundari sadari bahwa kedekatannya dengan Jelita membuat sebuah peluang bagi gadis itu untuk masuk menjadi orang ketiga dalam hubungannya dengan sang suami.

Acara arisan di rumah berjalan dengan sangat lancar. Teman-teman Arundari nampak puas dengan jamuan yang diberikannya. Satu per satu mereka pun pamit pulang dan hanya menyisakan satu orang. Orang tersebut adalah yang paling dekat atau bisa dikatakan sangat dekat dengan Arundari.

"Makasih lho ya udah tinggal dan bantu-bantu aku," ucap Arundari.

"Ck, kayak sama siapa aja deh. Kita kan kawan hahaha. Oh iya Run, sorry ya kalau aku ngomong gini. Tapi ya Run, emang kamu nggak curiga apa sama cewek itu. Siapa namanya, Jelita ya? Nah iya si Jelita itu. Jujur ya, aku nggak suka tahu pas lihat wajah dia. Kayak yang sok gitu lah, ehmm pick me kalau anak jaman sekarang bilang."

Arundari terdiam sejenak. Overthinking yang dirasakan semalam seketika kembali mencuat mendengar ucapan Fitri, sang sahabat.

"Dia gadis baik kok. Emang agak manja aja kelihatannya. Mungkin karena masih muda," sanggah Arundari. Meski ada perasaan yang tidak nyaman tapi mulutnya tidak bisa sejalan dengan hatinya.

"Ya udah kalau gitu. Aku cuma bilang aja kok. Kalau emang tuh anak baik, ya syukur deh. Tapi ya Run, kamu tetep harus hati-hati. Kamu nggak boleh terlalu deket dan mendekatkan wanita manapun ke rumah tanggamu. Inget itu," ucap Fitri memperingatkan.

Degh!

TBC

Terpopuler

Comments

Yuliati Soemarlina

Yuliati Soemarlina

memang suamimu saja n si jelita sama" gatal..cocok tuh mereka sama" penyelingkuh...

2026-07-09

0

Maryami

Maryami

memang yg menusuk kt egk hrs org jauh, irg dlm selimut pun bisa

2026-06-27

0

爾妮

爾妮

mantap mantap cerita nya lanjutkan tor😍😍

2026-02-01

1

lihat semua
Episodes
1 Malu!!!! 01
2 Tak Mau Berbagi Suami 02
3 Mulanya 03
4 Minggir! 04
5 Oh Gitu ... 05
6 Semakin Jelas 06
7 Ikut 07
8 Di Luar Nalar 08
9 Di Luar Nalar 09
10 Nah 10
11 Gila Emang 11
12 Oh Begini! 12
13 Ambillah! 13
14 Kaget 14
15 Kena deh 15
16 Geter Kaaaan 16
17 Adyaksa Gumilar 17
18 Luapkan 18
19 Kecubung 19
20 Kabur? 20
21 Hahaha 21
22 Rasain! 22
23 Rame 23
24 Versus 24
25 Datang 25
26 Berharap 26
27 Assalamualaikum 27
28 Dipanggil Juga 28
29 Takuuuut 29
30 Playing Victim 30
31 Ada Tamu 31
32 Story 32
33 Ditolak 33
34 Takut Fitnah 34
35 HEI HERI!!! 35
36 Cetaks! 36
37 Tambah Ramai? 37
38 Puas Dong 38
39 Senang 39
40 Selamat Tinggal 40
41 Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42 Beda Banget 42
43 Jangan Ungkit 43
44 Kepo 44
45 Masih Sulit 45
46 Bukan Secret Admirer 46
47 Why oh Why? 47
48 Kegiatan Malam 48
49 Ngapain?? 49
50 Nih Orang ... 50
51 Tanggungjawab 51
52 Tamu Tak Diundang 52
53 Ikhlas 53
54 Iri Tanda Tak Mampu 54
55 Nyusul 55
56 Ribut Guys 56
57 Rumah Sakit 57
58 Laaah B3g0 58
59 Aku Nyaman 59
60 Musang 60
61 Sebelas-Duabelas 61
62 Teman Hidup 62
63 Start Game 63
64 Bermain Mulai 64
65 Masuk Perangkap 65
66 Mimpi 66
67 Ayo 67
68 Bismillah 68
69 Pengumuman 69
70 Idiiiih Nipu 70
71 Biar Kejutan 71
72 Melambung 72
73 Duuuh 73
74 Kesenengan 74
75 Ngibulin 75
76 Yakin? 76
77 150 gr 77
78 Surprise Awal 78
79 Peringatan 79
80 Surprise ke-2 80
81 Tertohok 81
82 Tetep Aja 82
83 Tidak Berhasil 83
84 Gassss 84
85 Pertama 85
86 Semoga Bahagia 86
87 Aneh 87
88 Pusing 7 Keliling 88
89 Rezeki 89
90 Bubur Ayam 90
91 Nggak Enak 91
92 Mas Ady!!!!
93 Biarkan 93
94 Tetep Aja 94
95 Tes Tes 95
96 Baiknya 96
97 Akhirnya 97
98 Tiba-Tiba 98
99 Aksa-Ainun 98
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Malu!!!! 01
2
Tak Mau Berbagi Suami 02
3
Mulanya 03
4
Minggir! 04
5
Oh Gitu ... 05
6
Semakin Jelas 06
7
Ikut 07
8
Di Luar Nalar 08
9
Di Luar Nalar 09
10
Nah 10
11
Gila Emang 11
12
Oh Begini! 12
13
Ambillah! 13
14
Kaget 14
15
Kena deh 15
16
Geter Kaaaan 16
17
Adyaksa Gumilar 17
18
Luapkan 18
19
Kecubung 19
20
Kabur? 20
21
Hahaha 21
22
Rasain! 22
23
Rame 23
24
Versus 24
25
Datang 25
26
Berharap 26
27
Assalamualaikum 27
28
Dipanggil Juga 28
29
Takuuuut 29
30
Playing Victim 30
31
Ada Tamu 31
32
Story 32
33
Ditolak 33
34
Takut Fitnah 34
35
HEI HERI!!! 35
36
Cetaks! 36
37
Tambah Ramai? 37
38
Puas Dong 38
39
Senang 39
40
Selamat Tinggal 40
41
Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42
Beda Banget 42
43
Jangan Ungkit 43
44
Kepo 44
45
Masih Sulit 45
46
Bukan Secret Admirer 46
47
Why oh Why? 47
48
Kegiatan Malam 48
49
Ngapain?? 49
50
Nih Orang ... 50
51
Tanggungjawab 51
52
Tamu Tak Diundang 52
53
Ikhlas 53
54
Iri Tanda Tak Mampu 54
55
Nyusul 55
56
Ribut Guys 56
57
Rumah Sakit 57
58
Laaah B3g0 58
59
Aku Nyaman 59
60
Musang 60
61
Sebelas-Duabelas 61
62
Teman Hidup 62
63
Start Game 63
64
Bermain Mulai 64
65
Masuk Perangkap 65
66
Mimpi 66
67
Ayo 67
68
Bismillah 68
69
Pengumuman 69
70
Idiiiih Nipu 70
71
Biar Kejutan 71
72
Melambung 72
73
Duuuh 73
74
Kesenengan 74
75
Ngibulin 75
76
Yakin? 76
77
150 gr 77
78
Surprise Awal 78
79
Peringatan 79
80
Surprise ke-2 80
81
Tertohok 81
82
Tetep Aja 82
83
Tidak Berhasil 83
84
Gassss 84
85
Pertama 85
86
Semoga Bahagia 86
87
Aneh 87
88
Pusing 7 Keliling 88
89
Rezeki 89
90
Bubur Ayam 90
91
Nggak Enak 91
92
Mas Ady!!!!
93
Biarkan 93
94
Tetep Aja 94
95
Tes Tes 95
96
Baiknya 96
97
Akhirnya 97
98
Tiba-Tiba 98
99
Aksa-Ainun 98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!