Oh Gitu ... 05

"Gimana, kamu suka jalan-jalannya semalem?"

"Iya dong, Mas. Suka, suka banget."

"Buka dong jilbabnya, kan aku pengen lihat rambut kamu yang cantik itu. Lagian di sini kan cuma ada aku sama kamu aja."

Matahari masih belum muncul, tapi dua orang berbeda jenis itu sudah membuka mata mereka sedari tadi. Keduanya saling melempar senyum dan tawa kecil. Seolah dunia benar-benar hanya milik mereka berdua. Dan mereka lupa bahwa saat ini yang mereka lakukan adalah salah.

"Kalau Mbak Arun tahu gimana?" ucap si wanita tiba-tiba. Sepetinya dia mendadak merasa takut jika sang istri sah mengetahui apa yang mereka lakukan sekarang ini.

"Nggak akan, dia kan nggak ada di sini. Semua juga udah ku suruh diem. Kalau ada yang berani bilang, aku bakalan pecat orang itu. Jadi mustahil dia tahu. Tenang aja Jelita, semuanya akan aman,"sahut si pria dengan sangat percaya diri.

Bak ABG yang tengah dimabuk cinta. Heriawan benar-benar lupa statusnya. Statusnya yang sudah beristri, statusnya yang merupakan seorang suami. Dia dengan sangat cepat meraup bibir Jelita dan tangannya sudah mulai menjelajah dengan liar.

Tok tok tok

Degh!

Heri dan Jelita langsung diam. Mereka juga menarik tubuh mereka seketika hingga menjauh satu sama lain.

"Siapa mas, kamu mesen sesuatu?" tanya Jelita dengar raut wajah yang nampak takut.

"Nggak, nggak ada,"sahut Heri cepat.

Tok tok tok

"Siapa?" tanya Heri dengan sedikit keras

"Sayang, ini aku. Aku datang karena aku kangen sama kamu!!" sahut orang di depan pintu kamar.

Degh!

Mampus!

Heri mengumpat lirih hampir tak bersuara. Dia terdiam sesaat, pun dengan Jelita. Namun detik selanjutnya Heri dan Jelita langsung bergerak cepat.

Heri segera bangun dari tempat tidurnya, hal yang sama juga dilakukan Jelita. Wanita itu juga segera meraih hijabnya lalu bergegas pergi dari tempat itu. Tak lupa ia memastikan bahwa tidak ada apapun yang tertinggal.

"Hai sayang, kok kamu nggak ngabarin aku sih kalau mau datang? Kan aku bisa jemput kamu di bandara,"ucap Heri setelah membuka pintu kamar hotel. Dia tersenyum, atau lebih tepatnya berusaha untuk tersenyum dengan lebar meski pada kenyataannya itu sangat dipaksakan.

"Namanya juga surprise, Mas. Kalau bilang dulu namanya bukan surprise dong,"sahut Arundari tenang.

Ia berjalan masuk, lalu menatap seluruh ruangan kamar hotel itu dengan seksama. Mata seorang istri tentu sangat jeli. Apalagi mata hatinya, dia bisa merasakan sesuatu yang tidak terlihat.

Arundari melihat tempat tidur yang sedikit berantakan. Sprei nya seolah baru saja digunakan oleh dua orang.

Tapi bukan itu fokus utama Arundari, melainkan dinding yang ada di sisi lemari yang seperri bergerak. Dia berjalan terus hingga sampai ke sana.

Ketika hendak menyentuh dinding tersebut, tiba-tiba Heri sudah berada di depannya. Secepat apa pria itu melewati dirinya, entah, Arundari bahkan tidak menyadarinya. Mungkin karena dia sangat fokus tadi, jadi tidak sadari Heri berjalan mengikutinya.

"Ada apa?" tanya Heri saat Arundari tepat di depan dinding.

"Minggir!" ucap Arundari sedikit lebih keras. Dia semakin penasaran karena melihat Heri yang tampak panik.

Dan Heri pun pasrah. Dia menepi, membiarkan istrinya melakukan apa yang dia inginkan.

Dengan perlahan dan dada yang berdebar-debar, Arundari mendorong sedikit dinding itu. Betapa terkejutnya ia karena ternyata dinding itu bukan dinding biasa, tapi merupakan sebuah pintu. Ya kamar milik Heri ternyata terhubung dengan kamar sebelah.

Blakkk!

"Lho Mbak Arun, kok di sini?"

"Pagi Bu."

"Pagi Bu Arun."

Degh!

Arundari terkejut bukan main. Tapi secepat mungkin dia mengontrol ekspresi wajahnya. Dirinya bersikap senatural mungkin saat melihat semua orang (team Heri) ada di kamar sebelah.

"Pagi, maaf ya ganggu kalian. Iya aku nyusul ke sini karena kangen sama Mas Suami," jawab Arundari sambil menggamit lengan Heri yang ada di belakangnya.

"Waah sweet banget sih, Ibu. Mumpung di sini bu, jalan-jalan lah berdua sama Bapak. Lumayan sampai nanti jam pesawat berangkat," ucap salah satu karyawan Heri.

Melihat dari cara bicara, anak itu nampaknya polos. Matanya juga terlihat tulus dan ekspresi wajahnya juga santai tak seperti yang lainnya. Selain anak itu, mereka (anak buah Heri) nampak tegang melihat kedatangan Arundari.

"Waah iya juga. Makasih ya, Anis. Kamu bener banget. Yuk mas jalan-jalan. Sambil nyari sarapan. Aku laper belum makan juga," ucap Arundari.

"Iya, ayo kita pergi," balas Heri.

Aarundari langsung melenggang kembali ke kamar dan menutup pintu itu. Lantas apa ia benar-benar langsung pergi dengan Heri? jawabannya adalah tidak. Arundari memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

"Lho nggak jadi pergi sama nyari sarapan?" tanya Heri heran menatap istrinya yang tengah rebahan.

"Nggak ah Mas, males juga. Pesen aja terus makan di sini," jawab Arundari sambil memejamkan matanya.

"Oh gitu, ya udah aku pesen ya."

Heri menelpon dengan menggunakan telepon yang ada di kamar hotel tersebut untuk menghubungi layanan kamar. Dia meminta dibawakan sarapan sesuai apa yang diinginkan oleh istrinya.

Setelah selesai, Heri berkata kepada Arundari untuk menunggu dan dia ingin mandi lebih dulu.

Klak

Ketika Heri masuk ke kamar mandi, Arundari langsung bangkit dari posisi tidurnya. Matanya kembali memicing, untuk memeriksa kembali kamar tersebut.

Tak hanya itu, Arundari juga memeriksa ponsel milik Heri. Ponsel tersebut tak dikunci dengan menggunakan kunci apapun memang. Akan tetapi tak ada satupun yang mencurigakan di sana.

Namun Arundari tak bisa menerima semudah itu. Ia memasang sejenis pelacak yang bisa menghubungkan ponsel Heri dengan ponselnya.

Dengan itu, dimanapun keberadaan Heri akan langsung bisa ia ketahui.

Tok tok tok

"Layanan kamar!"

Arundari meletakkan ponsel itu ke tempat semula. Lokasinya bahkan tak berubah barang sedikit pun. Dan ia segera bergegas menghampiri pegawai hotel yang sudah datang dengan membawa pesanannya.

"Makasih ya, Mas. Oh iya aku mau tanya. Emang di hotel ini ada kamar yang bisa saling terhubung ya?" tanya Arundari kepada pegawai hotel tersebut.

"Iya Bu, ada. Dan itu biasanya diminta oleh si pemesan."

Degh!

Kecurigaan Arundari yang memang belum usai itu semakin kuat mendengar ucapan sang pegawai hotel. Tidak mungin Heri tidak tahu bahwa kamarnya terhubung dengan kamar sebelah. Dimana itu berarti Heri lah yang memesan kamar itu.

"Oke Mas, makasih ya. Oh iya satu lagi, mas tahu nggak yang sebelah itu diisi oleh berapa orang?"

"Setahu saya cuma satu, Bu. Itu lho mbaknya yang suaranya bagus itu."

Benar, semua kecurigaannya ternyata benar. Perasaan tidak enaknya adalah sesuatu yang bukan mengada-ada.

"Oke, Mas. Makasih sekali lagi."

Arundari kembali mengucapkan terimakasih. Dia juga memberikan sebuah tip kepada pegawai hotel itu.

"Jadi begitu cara mainnya. Oke, aku akan lihat dulu sejauh mana kamu bermain-main, Mas. Jelita, kamu bener-bener ya. Aku udah sangat sayang sama kamu kayak adek sendiri tapi kamu malah berani main-main sama aku kayak gini,"ucap Arundari lirih. Tangannya bergetar, ada emosi yang meluap-luap akan tetapi berusaha menahannya agar tidak meledak di sana.

TBC

Terpopuler

Comments

Eni Istiarsi

Eni Istiarsi

hayoooo... siapa yang mengira ketangkap kering 🤣

2026-02-02

1

Danny Muliawati

Danny Muliawati

hrs nya saat ketuk pintu ga usah jwb pasti ketahuan lg ber duaan

2026-03-13

0

Sweet Girl

Sweet Girl

🤣🤣🤣🤣🤣 lha iya... wong pelakornya ada di sisinya, JD Ndak pakai wa.

2026-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 Malu!!!! 01
2 Tak Mau Berbagi Suami 02
3 Mulanya 03
4 Minggir! 04
5 Oh Gitu ... 05
6 Semakin Jelas 06
7 Ikut 07
8 Di Luar Nalar 08
9 Di Luar Nalar 09
10 Nah 10
11 Gila Emang 11
12 Oh Begini! 12
13 Ambillah! 13
14 Kaget 14
15 Kena deh 15
16 Geter Kaaaan 16
17 Adyaksa Gumilar 17
18 Luapkan 18
19 Kecubung 19
20 Kabur? 20
21 Hahaha 21
22 Rasain! 22
23 Rame 23
24 Versus 24
25 Datang 25
26 Berharap 26
27 Assalamualaikum 27
28 Dipanggil Juga 28
29 Takuuuut 29
30 Playing Victim 30
31 Ada Tamu 31
32 Story 32
33 Ditolak 33
34 Takut Fitnah 34
35 HEI HERI!!! 35
36 Cetaks! 36
37 Tambah Ramai? 37
38 Puas Dong 38
39 Senang 39
40 Selamat Tinggal 40
41 Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42 Beda Banget 42
43 Jangan Ungkit 43
44 Kepo 44
45 Masih Sulit 45
46 Bukan Secret Admirer 46
47 Why oh Why? 47
48 Kegiatan Malam 48
49 Ngapain?? 49
50 Nih Orang ... 50
51 Tanggungjawab 51
52 Tamu Tak Diundang 52
53 Ikhlas 53
54 Iri Tanda Tak Mampu 54
55 Nyusul 55
56 Ribut Guys 56
57 Rumah Sakit 57
58 Laaah B3g0 58
59 Aku Nyaman 59
60 Musang 60
61 Sebelas-Duabelas 61
62 Teman Hidup 62
63 Start Game 63
64 Bermain Mulai 64
65 Masuk Perangkap 65
66 Mimpi 66
67 Ayo 67
68 Bismillah 68
69 Pengumuman 69
70 Idiiiih Nipu 70
71 Biar Kejutan 71
72 Melambung 72
73 Duuuh 73
74 Kesenengan 74
75 Ngibulin 75
76 Yakin? 76
77 150 gr 77
78 Surprise Awal 78
79 Peringatan 79
80 Surprise ke-2 80
81 Tertohok 81
82 Tetep Aja 82
83 Tidak Berhasil 83
84 Gassss 84
85 Pertama 85
86 Semoga Bahagia 86
87 Aneh 87
88 Pusing 7 Keliling 88
89 Rezeki 89
90 Bubur Ayam 90
91 Nggak Enak 91
92 Mas Ady!!!!
93 Biarkan 93
94 Tetep Aja 94
95 Tes Tes 95
96 Baiknya 96
97 Akhirnya 97
98 Tiba-Tiba 98
99 Aksa-Ainun 98
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Malu!!!! 01
2
Tak Mau Berbagi Suami 02
3
Mulanya 03
4
Minggir! 04
5
Oh Gitu ... 05
6
Semakin Jelas 06
7
Ikut 07
8
Di Luar Nalar 08
9
Di Luar Nalar 09
10
Nah 10
11
Gila Emang 11
12
Oh Begini! 12
13
Ambillah! 13
14
Kaget 14
15
Kena deh 15
16
Geter Kaaaan 16
17
Adyaksa Gumilar 17
18
Luapkan 18
19
Kecubung 19
20
Kabur? 20
21
Hahaha 21
22
Rasain! 22
23
Rame 23
24
Versus 24
25
Datang 25
26
Berharap 26
27
Assalamualaikum 27
28
Dipanggil Juga 28
29
Takuuuut 29
30
Playing Victim 30
31
Ada Tamu 31
32
Story 32
33
Ditolak 33
34
Takut Fitnah 34
35
HEI HERI!!! 35
36
Cetaks! 36
37
Tambah Ramai? 37
38
Puas Dong 38
39
Senang 39
40
Selamat Tinggal 40
41
Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42
Beda Banget 42
43
Jangan Ungkit 43
44
Kepo 44
45
Masih Sulit 45
46
Bukan Secret Admirer 46
47
Why oh Why? 47
48
Kegiatan Malam 48
49
Ngapain?? 49
50
Nih Orang ... 50
51
Tanggungjawab 51
52
Tamu Tak Diundang 52
53
Ikhlas 53
54
Iri Tanda Tak Mampu 54
55
Nyusul 55
56
Ribut Guys 56
57
Rumah Sakit 57
58
Laaah B3g0 58
59
Aku Nyaman 59
60
Musang 60
61
Sebelas-Duabelas 61
62
Teman Hidup 62
63
Start Game 63
64
Bermain Mulai 64
65
Masuk Perangkap 65
66
Mimpi 66
67
Ayo 67
68
Bismillah 68
69
Pengumuman 69
70
Idiiiih Nipu 70
71
Biar Kejutan 71
72
Melambung 72
73
Duuuh 73
74
Kesenengan 74
75
Ngibulin 75
76
Yakin? 76
77
150 gr 77
78
Surprise Awal 78
79
Peringatan 79
80
Surprise ke-2 80
81
Tertohok 81
82
Tetep Aja 82
83
Tidak Berhasil 83
84
Gassss 84
85
Pertama 85
86
Semoga Bahagia 86
87
Aneh 87
88
Pusing 7 Keliling 88
89
Rezeki 89
90
Bubur Ayam 90
91
Nggak Enak 91
92
Mas Ady!!!!
93
Biarkan 93
94
Tetep Aja 94
95
Tes Tes 95
96
Baiknya 96
97
Akhirnya 97
98
Tiba-Tiba 98
99
Aksa-Ainun 98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!