Ambillah!

Ambillah!

Malu!!!! 01

Suara langkah terdengar menggema ketika seorang wanita memasuki sebuah gedung besar tiga lantai itu.

Langkahnya sangat pasti ketika memasuki kantor milik suaminya. Arundari bahkan tidak memedulikan panggilan dari para karyawan suaminya.

"Bu, Bapak sedang tidak ada di kantor."

"Nggak masalah, aku akan ke ruangannya. Mau dia ada atau nggak, itu tak jadi soal. Lagi pula sejak kapan aku hanya boleh ke sini saat ada suamiku saja,"jawab Arundari. Dia bahkan sama sekali tidak menatap wajah orang yang bicara padanya tersebut dan fokus berjalan sambil terus menatap ke depan.

Namun tidak bisa dipungkiri, dadanya naik turun, nafasnya naik turun dengan sangat cepat, dan jantungnya berdetak lebih kerasa dari biasanya.

Dengan tangan menenteng tas, juga kaca mata hitam yang tak dilepaskan, wanita berhijab ayu itu menunjukkan wajah tenang dan datar.

Sesampainya di depan ruangan sang suami, Arundari berhenti sejenak. Dia berdiri di sana tanpa kata. Hanya diam, memejamkan matanya sejenak. Agaknya Arundari tengah mengatur nafasnya agar lebih tenang.

"Tapi Bu,"ucap karyawan suaminya yang rupanya sejak tadi mengikutinya.

"Huuft, sudahlah. Kamu pergi saja dari sini. Ini kan ruangan suamiku, apa yang kamu takutkan hmm?"ucap Arundari sembari tersenyum. Bukan sebuah senyum yang ramah melainkan senyum tipis yang terkesan menyeramkan bagi si karyawan.

Dengan gugup karyawan itu hanya menunduk lalu berkata, "B-baik Bu." Ia mundur, dan kemudian berjalan cepat meninggalkan Arundari di sana sendiri.

Haaah Huuuuft

Arundari mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Tangannya sudah menggenggam handle pintu dan siap untuk ditekan ke bawah agar pintu itu terbuka.

Blaaak

Arundari akhirnya membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci itu. Suara kencang pintu yang terbuka agaknya cukup mengejutkan orang yang ada di dalam.

"Talak aku sekarang juga,"ucapnya tenang. Tidak ada kemarahan dari wajah Arundari. Dia hanya berdiri di ambang pintu menatap suaminya yang tengah memangku wanita lain.

"Sayang, b-bukan begini. Ini nggak kayak yang kamu lihat,"ucap pria yang tidak lain adalah suami Arundari. Pria itu gugup sampai-sampai mendorong si wanita hingga si wanita tersungkur di kursi.

"Mataku nggak buta, Mas. Dan juga telingaku nggak tuli. Aku masih cukup waras buat nggak ngamuk atau ngejambak jilbab wanita itu,"sahutnya tenang. Sungguh tidak ada kemarahan dari diri Arundari saat ini. Yang dia butuhkan hanya talak dari suaminya agar sakit yang dirasakan tak terlalu dalam.

"Mbak, nggak gitu. Ini anu, Mbak,"sahut si wanita yang saat ini tengah membetulkan hijab dan bajunya yang sedikit berantakan. Entah apa yang mereka berdua lakukan tadi, tapi Arundari sama sekali tidak peduli.

"Diem kamu, aku lagi bicara sama Mas Heri. Kamu beber-bener ya Jelita. Kamu udah aku anggap kayak adikku sendiri. Wajahmu cantik Jelita sesuai namamu, tapi hatimu sungguh busuk. Kamu yang aku suapi makan dengan tanganku sendiri tega banget ngancurin rumah tangga aku. Apa kamu nggak bisa nyari laki-laki yang masih single di luaran sana. Malu sama jilbab yang kamu pake, Jelita!! Malu!!!" pekik Arundari. Dia yang awalnya enggan ribut tapi ternyata tida bisa dan akhirnya melupakan rasa sakitnya itu.

Terlebih melihat wanita yang baru saja bermesraan dengan suaminya tak menampakkan wajah malu barang sedikitpun.

"Dan kamu juga Mas, kamu udah punya istri. Kurang apa aku sama kamu, Mas? Aku udah nurut buat nggak kerja, aku nurut sama kamu buat jadi istri yang sholihah versi kamu dengan tetap berdiam diri di rumah. Tapi apa, kamu tega selingkuh sama wanita yang sudah ku anggap adik ini? Tega kamu, Mas!!"

Teriakan Arundari menggema di ruangan yang sunyi itu. Kini air matanya berurai membasahi wajah dan hijabnya. Sungguh dia tidak pernah menyangka akan meledak sekarang. Padahal keinginannya hanya meminta talak dari Heri.

"Sayang, aku beneran minta maaf. A-aku khilaf, yank. Aku, aku nggak akan ngulangi perbuatan ku. Aku nggak mau cerai dari kamu,"ucap Heri. Entah sejak kapan pria itu berpindah,tapi saat ini dia sudah ada di sisi Arundari. Dia menggenggam tangan istrinya dan bahkan berlutut.

Tapi Arundari bergeming. Dia tidak bicara apapun. Lalu selanjutnya, wanita itu menepis tangan Heri, membalikkan badannya dan melenggang peri.

Heri bangkit dari posisi berlututnya, lalu berlari mengejar Arundari.

"Tunggu yank, ayo pulang bareng. Ayo kita bicarain ini di rumah,"ucap Heri saat mengejar Arundari.

Akan tetapi, Arundari hanya bungkam. Dia juga sama sekali tidak menoleh ke belakang. Dan sampai di parkiran pun, Arundari langsung masuk ke mobil lalu menutupnya rapat dan menguncinya sehingga Heri tidak bisa ikut masuk.

Bruuum

Mobil Arundari melesat meninggalkan kantor tersbut. Maaf yang diucapkan oleh Heri ingin sekali dia mencoba untuk memercayainya, namun hatinya terlalu sakit. Hatinya sakit dengan semua perbuatan Heri dan Jelita.

"Selingkuh, Ya Allah. Kenapa bisa mereka ngelakuin itu ke aku. Apa kurangnya aku sama kamu, Mas? Apa kurangnya aku sama kamu, Jelita? Kamu udah ku anggap adik, tidur kita bersama,makan juga bersama. Setiap ada pekerjaan di luar kota, kita selalu melakukan hal bersama. Tapi kenapa kamu tega ke aku kayak gini?"

Tangis Arundari pecah. Dia bahkan berteriak di dalam mobil. Dia berteriak degan sangat keras karena di tempat itu adalah kesempatannya untuk bisa meluapkan semua kekecewaan dan sakit yang dirasakannya.

"Ya Allah, apa mungkin karena ini juga Engkau belum memberiku keturunan? Apa karena Engaku ingin menunjukkan seperti apa pria itu?"

Pernikahan Arundari dan Heri memang sudah berjalan tiga tahun lamanya. Tapi mereka belum juga dikaruniai keturunan. Sudah banyak yang dilakukan mereka termasuk dengan menjalani bayi tabung, tapi mereka gagal. Dan progam bayi tabung itu sudah dilakukan selama tiga kali.

Keterangan dari dokter menyebutkan bahwa dua-duanya sama-sama sehat.

Arundari mengusap wajahnya kasar. Dia tidak tahu harus merasa sedih atau lega. Satu sisi wanita itu merasa lega karena dirinya tidak dalam posisi memiliki anak jadi bisa memutuskan lebih cepat terkait hubungan mereka. Tapi di lain sisi, Arundari sangatlah sedih karena cinta yang dia jaga, pernikahan bahagia seumur hidup yang dia impikan, hancur begitu saja.

"Ya Allah, jika benar ini akhir dari cintaku, maka aku akan menerimanya meski rasanya sangat sakit,"ucapnya lirih sambil diiringi isak tangis.

Sedangkan di tempat lain, Heri yang meninggalkan kunci mobilnya di ruangan segera bergegas kembali. Dia mengambil kunci yang ada di atas meja kerjanya dan langsung pergi. Namun tangannya ditahan oleh Jelita.

"Kita bicara nanti, Jelita,"ucap Heri tegas.

"Mas, kamu nggak bisa giniin aku. Kamu bilang nggak mau pisah sama istri kamu, terus aku gimana, Mas? Kamu ninggalin aku gitu aja setelah semua yang kita lakuin. Aku nggak mau, aku nggak mau dicampakan kayak gini. Kalau kamu nggak cerai sama Mbak Arundari, maka aku minta kamu nikahin aku."

Jegleeer

TBC

DISCLAIMER!!!

Cerita ini dibuat bagi yang mau baca aja ya. Dan perlu diingat, nggak ada niat Othor sedikitpun untuk menyinggung wanita berhijab. Cerita ini dibuat melihat banyaknya fenomena wanita yang kurang sadar tentang dirinya dalam berperilaku.

Semoga Suka, tolong bantu like dan komen ya. Jika suka sila lanjut baca, jika tidak silakan di skip. Dan jangan berkomentar buruk.

jika ingin kritik, silakan lakukan dengan etika yang baik.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

mama_im

mama_im

jilbab sekarang bukan tolak ukur keimanan seseorang, banyak jilbab yg di pake malah buat nutupin kebusukan mereka. naudzubilah, semoga di jauhkan dari orang seperti itu.

2026-01-31

1

Ma Em

Ma Em

Arundari wanita kuat dan tegas melihat suaminya selingkuh tdk menangis dan ngemis2 minta di kasihani dan langsung saja minta cerai 👍👍💪

2026-01-30

1

❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️

❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️

mampir thor... maaf telat baru buka hp... ternyata audah ada karya baru... baru awal baca udah bikin greget.... semangat selalu thor....

2026-01-31

1

lihat semua
Episodes
1 Malu!!!! 01
2 Tak Mau Berbagi Suami 02
3 Mulanya 03
4 Minggir! 04
5 Oh Gitu ... 05
6 Semakin Jelas 06
7 Ikut 07
8 Di Luar Nalar 08
9 Di Luar Nalar 09
10 Nah 10
11 Gila Emang 11
12 Oh Begini! 12
13 Ambillah! 13
14 Kaget 14
15 Kena deh 15
16 Geter Kaaaan 16
17 Adyaksa Gumilar 17
18 Luapkan 18
19 Kecubung 19
20 Kabur? 20
21 Hahaha 21
22 Rasain! 22
23 Rame 23
24 Versus 24
25 Datang 25
26 Berharap 26
27 Assalamualaikum 27
28 Dipanggil Juga 28
29 Takuuuut 29
30 Playing Victim 30
31 Ada Tamu 31
32 Story 32
33 Ditolak 33
34 Takut Fitnah 34
35 HEI HERI!!! 35
36 Cetaks! 36
37 Tambah Ramai? 37
38 Puas Dong 38
39 Senang 39
40 Selamat Tinggal 40
41 Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42 Beda Banget 42
43 Jangan Ungkit 43
44 Kepo 44
45 Masih Sulit 45
46 Bukan Secret Admirer 46
47 Why oh Why? 47
48 Kegiatan Malam 48
49 Ngapain?? 49
50 Nih Orang ... 50
51 Tanggungjawab 51
52 Tamu Tak Diundang 52
53 Ikhlas 53
54 Iri Tanda Tak Mampu 54
55 Nyusul 55
56 Ribut Guys 56
57 Rumah Sakit 57
58 Laaah B3g0 58
59 Aku Nyaman 59
60 Musang 60
61 Sebelas-Duabelas 61
62 Teman Hidup 62
63 Start Game 63
64 Bermain Mulai 64
65 Masuk Perangkap 65
66 Mimpi 66
67 Ayo 67
68 Bismillah 68
69 Pengumuman 69
70 Idiiiih Nipu 70
71 Biar Kejutan 71
72 Melambung 72
73 Duuuh 73
74 Kesenengan 74
75 Ngibulin 75
76 Yakin? 76
77 150 gr 77
78 Surprise Awal 78
79 Peringatan 79
80 Surprise ke-2 80
81 Tertohok 81
82 Tetep Aja 82
83 Tidak Berhasil 83
84 Gassss 84
85 Pertama 85
86 Semoga Bahagia 86
87 Aneh 87
88 Pusing 7 Keliling 88
89 Rezeki 89
90 Bubur Ayam 90
91 Nggak Enak 91
92 Mas Ady!!!!
93 Biarkan 93
94 Tetep Aja 94
95 Tes Tes 95
96 Baiknya 96
97 Akhirnya 97
98 Tiba-Tiba 98
99 Aksa-Ainun 98
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Malu!!!! 01
2
Tak Mau Berbagi Suami 02
3
Mulanya 03
4
Minggir! 04
5
Oh Gitu ... 05
6
Semakin Jelas 06
7
Ikut 07
8
Di Luar Nalar 08
9
Di Luar Nalar 09
10
Nah 10
11
Gila Emang 11
12
Oh Begini! 12
13
Ambillah! 13
14
Kaget 14
15
Kena deh 15
16
Geter Kaaaan 16
17
Adyaksa Gumilar 17
18
Luapkan 18
19
Kecubung 19
20
Kabur? 20
21
Hahaha 21
22
Rasain! 22
23
Rame 23
24
Versus 24
25
Datang 25
26
Berharap 26
27
Assalamualaikum 27
28
Dipanggil Juga 28
29
Takuuuut 29
30
Playing Victim 30
31
Ada Tamu 31
32
Story 32
33
Ditolak 33
34
Takut Fitnah 34
35
HEI HERI!!! 35
36
Cetaks! 36
37
Tambah Ramai? 37
38
Puas Dong 38
39
Senang 39
40
Selamat Tinggal 40
41
Tidak Seperti Yang Dipikirkan 41
42
Beda Banget 42
43
Jangan Ungkit 43
44
Kepo 44
45
Masih Sulit 45
46
Bukan Secret Admirer 46
47
Why oh Why? 47
48
Kegiatan Malam 48
49
Ngapain?? 49
50
Nih Orang ... 50
51
Tanggungjawab 51
52
Tamu Tak Diundang 52
53
Ikhlas 53
54
Iri Tanda Tak Mampu 54
55
Nyusul 55
56
Ribut Guys 56
57
Rumah Sakit 57
58
Laaah B3g0 58
59
Aku Nyaman 59
60
Musang 60
61
Sebelas-Duabelas 61
62
Teman Hidup 62
63
Start Game 63
64
Bermain Mulai 64
65
Masuk Perangkap 65
66
Mimpi 66
67
Ayo 67
68
Bismillah 68
69
Pengumuman 69
70
Idiiiih Nipu 70
71
Biar Kejutan 71
72
Melambung 72
73
Duuuh 73
74
Kesenengan 74
75
Ngibulin 75
76
Yakin? 76
77
150 gr 77
78
Surprise Awal 78
79
Peringatan 79
80
Surprise ke-2 80
81
Tertohok 81
82
Tetep Aja 82
83
Tidak Berhasil 83
84
Gassss 84
85
Pertama 85
86
Semoga Bahagia 86
87
Aneh 87
88
Pusing 7 Keliling 88
89
Rezeki 89
90
Bubur Ayam 90
91
Nggak Enak 91
92
Mas Ady!!!!
93
Biarkan 93
94
Tetep Aja 94
95
Tes Tes 95
96
Baiknya 96
97
Akhirnya 97
98
Tiba-Tiba 98
99
Aksa-Ainun 98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!