Bab 3. Melahirkan

"Jadi emang bener ya kalau mayat nya Tofa hilang?" Sintia bertanya kepada sang suami karena tadi juga sudah mendengar tentang kabar itu.

"Iya, tapi kami semua masih ragu karena masih belum tentu apa itu ulah anjing atau ada seseorang yang sedang menuntut ilmu hitam." ujar Yose.

"Mungkin bisa jadi itu memang ulah anjing karena mencium aroma yang tidak sedap dari dalam kuburan." Sintia masih berusaha untuk berpikir normal.

"Tapi tulang yang ada di dalam sana sama sekali tidak ada, kalau di makan anjing maka pasti ada yang tersisa." Yose juga mulai berpikir tentang hal itu.

"Kalau manusia yang mengambil mayat Tofa memang mau di jadikan apa?" Sintia bertanya sambil mengelus perut dia yang mulai terasa keram.

"Kenapa, Sayang?" Yose tidak sempat menjawab karena sudah panik melihat wajah sang istri meringis kesakitan.

"Aduh!" Sintia memang sudah mulai merasakan keram beberapa hari terakhir ini karena mendekati masa kelahiran dari sang jabang bayi.

Terbukti sekarang malah air ketuban itu sudah pecah dan merembes sampai di kaki putih bersih milik wanita cantik itu, Yose tentu saja jadi panik bukan main dan segera mencari tas yang telah mereka siapkan untuk menuju rumah sakit atau bahkan klinik terdekat untuk mengecek keadaan Sintia terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah nanti nya.

Bukan hanya darah saja yang mulai keluar dari jalan lahir itu tapi sudah bercampur dengan darah sehingga Sintia merasa sangat yakin bahwa dia akan segera melahirkan malam ini, namun dia agak takut karena kepala terasa sangat berat dan kemungkinan besar tensi wanita ini tengah naik Karena rasa panik yang begitu tinggi.

Namun sekuat tenaga dia tetap bilang tidak masalah, agar Yose juga tidak merasa panik dan mereka bisa menuju klinik dengan perasaan anteng sehingga menjamin keselamatan bayi yang sedang ada di dalam kandungan dia sekarang karena bila panik maka yang ada suasana semakin tidak terkendali saja.

"Aduh sakit sekali, Ya Allah." Sintia meremas tangan Yose.

"Ayo masuk mobil, kita berangkat sekarang." ajak Yose memapah sang istri.

"Kenapa pandangan ku buram seperti ini, Ya Allah tolong selamatkan aku dan juga anak ku." batin Sintia mulai takut.

"Hati hati, kita berangkat sekarang ya." Yose sudah gemetar sekarang karena melihat air bercampur darah.

Melihat suami dia yang sudah panik seperti itu sehingga membuat Sintia semakin yakin agar tidak mengatakan bahwa sekarang kepala dia terasa begitu sakit berdenyut, bahkan untuk melihat keadaan sekitar saja mulai terasa buram akibat kepala yang seakan mau pecah karena tekanan darah yang begitu tinggi ini.

Ini bilang sakit karena mau melahirkan saja sudah membuat Yose panik bukan main, bagaimana bila Sintia nanti mengatakan juga bahwa sekarang kepala dia terasa begitu sakit sekali seakan ingin meledak, jadi lebih baik dia memilih untuk bungkam agar nanti rasa sakit itu bisa hilang dan kemudian bisa melahirkan sang anak dengan selamat.

Walau di dalam hati Sintia saat ini juga panik bukan main karena dia takut nanti tidak bisa menyelamatkan sang jabang bayi ini, sedangkan mereka sudah menunggu dengan waktu yang cukup lama agar bisa memiliki keturunan karena kesuburan Sintia memang agak terganggu sehingga sulit untuk memberikan keturunan kepada sang suami.

"Kenapa darah nya banyak sekali yang keluar?" Yose melihat kaki sang istri.

"Wajar saja karena aku mau melahirkan jadi banyak darah." jawab Sintia walau dia juga bingung.

"Ya Allah lindungi istri dan anak ku, semoga dia bisa selamat." Yose ngebut menuju klinik terdekat.

"Aduuh, ssssh sakit nya." rintih Sintia sambil mengelus perut yang sangat buncit itu.

Walau pandangan Dia sangat buram dan tidak tentu arah seperti itu namun dia tetap saja berusaha untuk melihat keadaan sekitar, bisa di katakan sekarang bahwa darah semakin deras yang mengalir sehingga tidak bisa untuk di kontrol lagi dan mulai membasahi bagian mobil juga.

...****************...

Yose panik ketika melihat dokter yang sibuk menyiapkan segala keperluan untuk melakukan operasi saat ini juga, karena pendarahan yang hebat sehingga Sintia tidak mungkin bisa melahirkan dengan cara normal dan mau tidak mau harus segera melakukan operasi agar bayi yang ada di dalam kandungan dia bisa selamat tanpa ada yang cacat.

Namun motor juga masih bingung dan berusaha untuk memberikan obat yang tepat agar tensi di tubuh Sintia segera turun, bila sedang tinggi seperti ini maka mereka juga tidak mungkin bisa melakukan operasi karena resiko yang akan mereka hadapi tentu sangat tinggi sekali di antara Ibu dan juga anak.

"Apa emang harus melakukan operasi saat ini juga, Dok?" Yose gemetar karena ketakutan.

"Tidak bisa sekarang juga karena keadaan Ibu Sintia sedang tekanan tensi yang begitu tinggi." jelas dokter.

"Ya Allah jadi bagaimana dengan istri saya, Dok?!" Yose yang gemetar karena dia ketakutan.

"Kami pasti akan berusaha keras untuk menyelamatkan Ibu Sintia ya, Pak." janji dokter.

Namun tetap saja sebagai suami maka dia tidak bisa menerima ini dengan sangat mudah, terlebih lagi para dokter juga terlihat panik seperti itu sehingga Yose tidak mungkin bisa santai dan tetap diam di tengah keadaan yang semakin rumit serta Sintia juga sudah mulai merasa lemah dengan keadaan saat ini.

"Mas, ak..aku kesakitan." Sintia sudah sangat lemah dengan rasa sakit tersebut.

"Sayang, kamu harus kuat demi anak kita ya." Yose menggenggam erat tangan sang istri.

"Kalau memang nanti akan ada pilihan tolong kamu pilih anak kita saja." Sintia memang sudah memiliki firasat yang tidak enak.

"Tidak, aku mohon jangan berbicara seperti itu karena aku tidak akan memberikan pilihan!" Yose menggeleng cepat karena dia tidak sanggup.

Sintia menarik nafas dengan susah payah karena mulai terasa sesak pada bagian dada, sudah banyak selang yang mulai masuk ke dalam tubuh wanita cantik ini karena dia membutuhkan banyak bantuan agar bisa tetap bertahan dan melahirkan bayi yang ada di dalam perutnya sekarang.

"Detak jantung bayi mulai melemah." dokter mulai panik juga.

"Tolong selamatkan anak saya, keluarkan anak saya sekarang." pinta Sintia karena dia tau Yose sangat ingin punya anak.

"Sayang tolong lah jangan bicara seperti ini." Yose ingin menangis.

Tentu saja Yose ingin menangis karena ini bukan pilihan yang tepat untuk mengambil keputusan seperti itu, sebab dia ingin kedua nya selamat dan bisa menikmati hari bahagia itu bersama-sama hingga nanti telah mencapai masa tua dan kemudian baru meninggal dunia saat anak mereka telah dewasa.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Ela Jutek

Ela Jutek

wah kalo mati salah satu bisa jadi tumbal selanjutnya itu

2026-02-03

1

Safitra

Safitra

selamatkan ibu dan bayinya thor🥺

2026-02-03

1

putri wahyu

putri wahyu

MET mlm jg Bess...
wah gawat klo sampe metong bisa2 mayatnya di curi jg🙁

2026-02-04

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat hilang
2 Bab 2. bukan di curi anjing
3 Bab 3. Melahirkan
4 Bab 4. Duka Yose
5 Bab 5. Di kuburkan
6 Bab 6. Rasa curiga Davin
7 Bab 7. Mendatangi Purnama
8 Bab 8. Hilang juga
9 Bab 9. cincin biru
10 Bab 10. Menyalahkan dewa iblis
11 Bab 11. Kayu jatuh
12 Bab 12. Salah lempar
13 Bab 13. aroma bunga melati
14 Bab 14. Melihat harimau
15 Bab 15. Terperosok
16 Bab 16. Membongkar semua kuburan
17 Bab 17. Bergerak semua
18 Bab 18. Lutfi
19 Bab 19. memiliki khodam
20 Bab 20. Masih tersisa
21 Bab 21. Geraman lagi
22 Bab 22. Melihat kucing hitam
23 Bab 23. Kodam panas
24 Bab 24. siluman Babi
25 Bab 25. Melihat video
26 Bab 26. Dua tengkorak
27 Bab 27. Amukan Bara
28 Bab 28. Terperosok
29 Bab 29. Bertempur
30 Bab 30. Bertempur juga
31 Bab 31. dapat bantuan
32 Bab 32. Kucing putih
33 Bab 33. Salah orang
34 Bab 34. Perbincangan
35 Bab 35. Kendal terluka
36 Bab 36. Pak RT
37 Bab 37. Prasangka Nana
38 Bab 38. Menemukan Pak Rt
39 Bab 39. Jasad Pak RT
40 Bab 40. Desa pandan arum
41 Bab 41. Malah kena tuduh
42 Bab 42. Beda pendapat
43 Bab 43. Saling memihak
44 Bab 44. Rokok jumbo
45 Bab 45. Bertemu
46 Bab 46. Sebuah tuduhan
47 Bab 47. Dua manusia bodoh
48 Bab 48. Kedatangan Arya
49 Bab 49. hajaran Arya
50 Bab 50. ular vs harimau
51 Bab 51. Mendapatkan harimau
52 Bab 52. Curahan hati Ahmad
53 Bab 53. Hilang lagi
54 Bab 54. Menarik kumis harimau
55 Bab 55. Emosi Purnama
56 Bab 56. Suara pelaku
57 Bab 57. Semua hilang
58 Bab 58. Sudah percaya
59 Bab 59. Perasaan serba salah
60 Bab 60. Keputusan Purnama
61 Bab 61. Reflek nya Bara
62 Bab 62. Mendatangi rumah Ahmad
63 Bab 63. Jeno dan Rani
64 Bab 64. Belum ketemu juga
65 Bab 65. Rencana Nana
66 Bab 66. Mengikuti harimau
67 Bab 67. Dua pria tampan
68 Bab 68. Nolan beku
69 Bab 69. Bimbang nya Purnama
70 Bab 70. Dua cabang
71 Bab 71. Salah lorong
72 Bab 72. Bertarung dengan harimau
73 Bab 73. Bertemu
74 Bab 74. Galau nya Xavier
75 Bab 75. Seorang pria
76 Bab 76. Keras nya Ahmad
77 Bab 77. Malam kelam
78 Bab 78. Hendra datang
79 Bab 79. tetap keras
80 Bab 80. Kabut hitam
81 Bab 81. Tetap keras
82 Bab 82. menghajar
83 Bab 83. Kabut hitam berjalan
84 Bab 84. Memegangi Xavier
85 Bab 85. ada Hendra dan Lutfi
86 Bab 86. Meledak
87 Bab 87. Berhasil
88 Bab 88. Salah orang
89 Bab 89. Curiga para member
90 Bab 90. Mencari lagi
91 Bab 91. Bangkai anjing
92 Bab 92. Mendatangi Purnama
93 Bab 93. Obrolan
94 Bab 94. Suara aneh
95 Bab 95. Tuyul
96 Bab 96. Salah sasaran
97 Bab 97. Bergerak sendiri
98 Bab 98. Berhasil
99 Bab 99. Berdua dengan Aksara
100 Bab 100. Selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Mayat hilang
2
Bab 2. bukan di curi anjing
3
Bab 3. Melahirkan
4
Bab 4. Duka Yose
5
Bab 5. Di kuburkan
6
Bab 6. Rasa curiga Davin
7
Bab 7. Mendatangi Purnama
8
Bab 8. Hilang juga
9
Bab 9. cincin biru
10
Bab 10. Menyalahkan dewa iblis
11
Bab 11. Kayu jatuh
12
Bab 12. Salah lempar
13
Bab 13. aroma bunga melati
14
Bab 14. Melihat harimau
15
Bab 15. Terperosok
16
Bab 16. Membongkar semua kuburan
17
Bab 17. Bergerak semua
18
Bab 18. Lutfi
19
Bab 19. memiliki khodam
20
Bab 20. Masih tersisa
21
Bab 21. Geraman lagi
22
Bab 22. Melihat kucing hitam
23
Bab 23. Kodam panas
24
Bab 24. siluman Babi
25
Bab 25. Melihat video
26
Bab 26. Dua tengkorak
27
Bab 27. Amukan Bara
28
Bab 28. Terperosok
29
Bab 29. Bertempur
30
Bab 30. Bertempur juga
31
Bab 31. dapat bantuan
32
Bab 32. Kucing putih
33
Bab 33. Salah orang
34
Bab 34. Perbincangan
35
Bab 35. Kendal terluka
36
Bab 36. Pak RT
37
Bab 37. Prasangka Nana
38
Bab 38. Menemukan Pak Rt
39
Bab 39. Jasad Pak RT
40
Bab 40. Desa pandan arum
41
Bab 41. Malah kena tuduh
42
Bab 42. Beda pendapat
43
Bab 43. Saling memihak
44
Bab 44. Rokok jumbo
45
Bab 45. Bertemu
46
Bab 46. Sebuah tuduhan
47
Bab 47. Dua manusia bodoh
48
Bab 48. Kedatangan Arya
49
Bab 49. hajaran Arya
50
Bab 50. ular vs harimau
51
Bab 51. Mendapatkan harimau
52
Bab 52. Curahan hati Ahmad
53
Bab 53. Hilang lagi
54
Bab 54. Menarik kumis harimau
55
Bab 55. Emosi Purnama
56
Bab 56. Suara pelaku
57
Bab 57. Semua hilang
58
Bab 58. Sudah percaya
59
Bab 59. Perasaan serba salah
60
Bab 60. Keputusan Purnama
61
Bab 61. Reflek nya Bara
62
Bab 62. Mendatangi rumah Ahmad
63
Bab 63. Jeno dan Rani
64
Bab 64. Belum ketemu juga
65
Bab 65. Rencana Nana
66
Bab 66. Mengikuti harimau
67
Bab 67. Dua pria tampan
68
Bab 68. Nolan beku
69
Bab 69. Bimbang nya Purnama
70
Bab 70. Dua cabang
71
Bab 71. Salah lorong
72
Bab 72. Bertarung dengan harimau
73
Bab 73. Bertemu
74
Bab 74. Galau nya Xavier
75
Bab 75. Seorang pria
76
Bab 76. Keras nya Ahmad
77
Bab 77. Malam kelam
78
Bab 78. Hendra datang
79
Bab 79. tetap keras
80
Bab 80. Kabut hitam
81
Bab 81. Tetap keras
82
Bab 82. menghajar
83
Bab 83. Kabut hitam berjalan
84
Bab 84. Memegangi Xavier
85
Bab 85. ada Hendra dan Lutfi
86
Bab 86. Meledak
87
Bab 87. Berhasil
88
Bab 88. Salah orang
89
Bab 89. Curiga para member
90
Bab 90. Mencari lagi
91
Bab 91. Bangkai anjing
92
Bab 92. Mendatangi Purnama
93
Bab 93. Obrolan
94
Bab 94. Suara aneh
95
Bab 95. Tuyul
96
Bab 96. Salah sasaran
97
Bab 97. Bergerak sendiri
98
Bab 98. Berhasil
99
Bab 99. Berdua dengan Aksara
100
Bab 100. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!