Bab 4. Duka Yose

Kabar duka langsung di terima oleh seluruh warga ketika Yose pulang sambil membawa ambulans karena itu berisi tubuh sang istri yang telah terbujur kaku, orang tua Sintia pingsan berulang kali karena mereka tidak sanggup melihat sang anak meninggal dalam keadaan hamil besar seperti itu akibat pendarahan dan juga tekanan tensi yang terlalu tinggi.

Banyak yang merasa kasihan atas nasib Sintia kali ini karena mereka semua tahu bagaimana perjuangan wanita itu saat sedang berusaha untuk mendapatkan buah hati, namun sekarang malah meninggal seperti ini saat belum sempat melahirkan sang anak ke dunia karena memang keadaannya begitu parah sehingga dokter juga tidak bisa untuk menyelamatkan.

Tadi masih ada kesempatan antara Ibu dan juga anak tapi ternyata setelah ditindak lanjut malah tidak ada yang bisa di selamatkan sama sekali, bayi yang ada di dalam perut Sintia juga sudah meninggal dunia dan Yose memilih untuk tidak mengeluarkan bayi itu karena dia tidak mau bila tubuh sang istri mendapat cacat ketika sudah meninggal dunia.

Sekuat tenaga dia menahan rasa duka di dalam hati karena ini adalah pukulan yang begitu berat dan semua orang pasti merasa sangat sedih ketika di tinggal oleh sang istri tercinta seperti ini, tapi yang nama nya nasib memang tidak ada yang tahu karena kita hidup di dunia hanya sementara saja.

Suka dan luka datang silih berganti sehingga kita hanya bisa pas rasa saat nasib buruk datang menghampiri kita, mau mengelak juga sudah tidak mungkin karena ini semua takdir dari yang maha kuasa dan kita hanya perlu berlapang dada untuk menerima ini.

Sakit sudah pasti terasa sangat sakit karena perjuangan mereka tidak di ragukan lagi dan sudah ke sana kemari untuk mendapatkan buah hati itu, Yose juga sama sekali tidak menyangka bahwa sang istri akan meninggal dengan cara seperti ini akibat kejadian tragis yang tidak mereka ketahui bagaimana bisa datang karena selama ini tekanan darah Sintia tetap terlihat biasa saja.

"Ibuuuuu... kenapa istriku harus meninggal dengan cara seperti?!" ya saya langsung menangis di dalam pelukan Bu Zainab.

"Ya allah Nak, seng kuat ya." Bu Zainab juga menangis ketika melihat Yose terpuruk seperti ini.

"Aku tidak bisa di tinggal seperti ini oleh Sintia, tolong bangunkan dia sekarang untuk aku Bu." Yose terus semakin histeris karena dia sangat tidak terima.

"Kasihan sekali dia, Ya Allah." para warga yang melihat juga ikut menangis melihat penderitaan yang sedang di alami oleh Yose.

"Mereka berjuang dari awal dan sekarang justru seperti ini sehingga sudah pasti dia sangat begitu menderita." timpal Samsul yang sudah datang untuk melayat.

"Ini nanti malam kita harus menjaga kuburan karena Sintia meninggal dalam keadaan mengandung." Pak RT sudah memberi pesan kepada para warga.

"Benar, kita memang harus menjaga kuburan wanita yang meninggal karena mau melahirkan." Pak Lurah juga setuju dengan ucapan RT tadi.

Memang sudah sejak dahulu bila ada wanita yang mati melahirkan maka mereka pasti akan segera menjaga kuburan selama tujuh hari tujuh malam, tujuannya adalah agar mayat itu jangan sampai dicuri oleh orang lain karena tradisi menculik mayat wanita hamil itu sudah ada sejak dahulu saat ada orang yang ingin menuntut ilmu hitam atau untuk pesugihan.

"Mari kita angkat mayat Sintia sekarang." Davin mengajak para warga.

"Ya Allah kasihan sekali nasib mu, Mbak Sintia." Salsa juga menangis karena ikut sedih.

"Dulu Dia sangat ingin punya anak dan sekarang sudah mau punya anak tapi malah di beri cobaan seperti ini lagi oleh Allah." istri Andi yang bernama Ria juga datang melayat.

"Iya, ini pasti menjadi pukulan berat untuk Bang Yose." Salsa mengusap air mata yang terus meluncur karena dia memang sangat merasa sedih.

"Ayo kita masuk ke dalam juga untuk membaca Yasin, Sa." Ria mengajak Salsa masuk ke dalam agar mereka juga bisa membaca doa.

Salsa dan Ria masuk ke dalam rumah karena bagian dalam sana sudah di siapkan oleh para keluarga tadi sebelum mayat datang ke rumah, jadi ketika para pelayat sudah datang maka mereka tinggal duduk dan membaca doa bila memang ada yang ingin membaca doa agar arwah Sintia merasa tenang.

"Sudah jangan jangan menangis terus seperti itu." Ria mengusap pundak wanita cantik ini.

"Masih ingat ketika dia mengatakan bahwa sangat ingin punya anak." Salsa memang bisa di bilang dekat dengan Sintia.

"Dia juga sempat bilang begitu kepada ku kemarin, bahkan dia bilang kalau nanti anak nya sudah lahir maka dia ingin mengajak keliling desa setiap hari." Ria juga memiliki kenangan bersama dengan Sintia.

"Ya Allah kenapa harus dia yang kau ambil dengan cara seperti ini?" isak Salsa semakin perih saja.

"Istrikuuuuu....aku tidak mau di tinggal!" jeritan melengking kembali terdengar karena Yose melihat jasad istri sedang di angkat.

"Bang, tolong tenang lah ya." Andi berusaha untuk memeluk.

"Aku tidak mau di tinggal, aku mau sama Sintia saja." Yose gelap mata dan memeluk erat jenazah berperut buncit itu.

Semua warga yang ada di sana hanya bisa terdiam tanpa ada yang mengeluarkan kata karena mereka tahu ini pasti duka yang begitu besar untuk Yose, bahkan mereka tidak ada yang bergunjing walau tangisan pria ini begitu kencang akibat kehilangan sang istri tercinta.

"Tolong bangun lah, Sayang! tidak apa apa kita tidak punya anak, tapi tolong bangun lah untuk ku." Yose membuka kain putih itu.

"Nak, Sintia sudah tidak bisa bangun lagi." bujuk Bu Zainab.

"BISA! IBU SAJA YANG TIDAK MAU BERUSAHA, SINTIA PASTI AKAN BANGUN NANTI." Yose malah membentak keras karena tidak terima.

"Yos, jangan begitu ya." Pak Mail juga berusaha untuk menenangkan.

"Kalian semua tidak tau rasa nya menjadi aku, pikirkan perasaan ku yang di tinggal dia!" bentak Yose sangat marah.

"Bang Yose." Zayn datang karena dia memang ustad di sini.

"Pak Ustad, tolong tanyakan pada Tuhan kenapa dia sangat tidak adil kepada kami?" Yose memohon di kaki Zayn.

"Bang, istighfar sekarang!" Zayn mengelus punggung pria ini agar dia bisa sedikit tenang terlebih dahulu.

"Minum dulu ya, ini air putih nya di minum." Zayn memberikan air putih dari botol.

Yose menerima air putih pemberian dari Ustad tampan ini sehingga dia langsung meminum dan merasakan sedikit ketenangan di dalam hati, bersamaan dengan air putih itu mengalir ke dalam kerongkongan maka hati dia yang panas membara juga ikut terasa dingin sehingga bisa sedikit tenang untuk menerima kenyataan.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Maharani Rania

Maharani Rania

setau ku kalo ada yg mengandung terus meninggal bayinya pasti di keluarkan kecuali di bawah tiga bulan.kalo sudah terbentuk bayi biasanya keluar secara alami atau di keluarkan sama dokter nya

2026-03-12

1

Dewi

Dewi

😭😭😭Thor ya Alalh pagi" aku baca nya..
ya Allah ak sndri brthun" jg blom pnya kturunan msih brhrap sm Allah bisa sgera di ksih tpi baca ini rsnya nyesek skli sedih bgt siapa yg gk karuan rsanya jdi suami nya..
🥺

2026-02-24

0

Dewi

Dewi

Smoga sllu di jaga tuh kburan tkut skli jdi tumbl mayat..
harus brgilir jaga kburan mcem ronda lah smpe bbrp buln krn yg kuburn tofa aja bisa hilng kn pdhl meninggl sudh bbrp buln

2026-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat hilang
2 Bab 2. bukan di curi anjing
3 Bab 3. Melahirkan
4 Bab 4. Duka Yose
5 Bab 5. Di kuburkan
6 Bab 6. Rasa curiga Davin
7 Bab 7. Mendatangi Purnama
8 Bab 8. Hilang juga
9 Bab 9. cincin biru
10 Bab 10. Menyalahkan dewa iblis
11 Bab 11. Kayu jatuh
12 Bab 12. Salah lempar
13 Bab 13. aroma bunga melati
14 Bab 14. Melihat harimau
15 Bab 15. Terperosok
16 Bab 16. Membongkar semua kuburan
17 Bab 17. Bergerak semua
18 Bab 18. Lutfi
19 Bab 19. memiliki khodam
20 Bab 20. Masih tersisa
21 Bab 21. Geraman lagi
22 Bab 22. Melihat kucing hitam
23 Bab 23. Kodam panas
24 Bab 24. siluman Babi
25 Bab 25. Melihat video
26 Bab 26. Dua tengkorak
27 Bab 27. Amukan Bara
28 Bab 28. Terperosok
29 Bab 29. Bertempur
30 Bab 30. Bertempur juga
31 Bab 31. dapat bantuan
32 Bab 32. Kucing putih
33 Bab 33. Salah orang
34 Bab 34. Perbincangan
35 Bab 35. Kendal terluka
36 Bab 36. Pak RT
37 Bab 37. Prasangka Nana
38 Bab 38. Menemukan Pak Rt
39 Bab 39. Jasad Pak RT
40 Bab 40. Desa pandan arum
41 Bab 41. Malah kena tuduh
42 Bab 42. Beda pendapat
43 Bab 43. Saling memihak
44 Bab 44. Rokok jumbo
45 Bab 45. Bertemu
46 Bab 46. Sebuah tuduhan
47 Bab 47. Dua manusia bodoh
48 Bab 48. Kedatangan Arya
49 Bab 49. hajaran Arya
50 Bab 50. ular vs harimau
51 Bab 51. Mendapatkan harimau
52 Bab 52. Curahan hati Ahmad
53 Bab 53. Hilang lagi
54 Bab 54. Menarik kumis harimau
55 Bab 55. Emosi Purnama
56 Bab 56. Suara pelaku
57 Bab 57. Semua hilang
58 Bab 58. Sudah percaya
59 Bab 59. Perasaan serba salah
60 Bab 60. Keputusan Purnama
61 Bab 61. Reflek nya Bara
62 Bab 62. Mendatangi rumah Ahmad
63 Bab 63. Jeno dan Rani
64 Bab 64. Belum ketemu juga
65 Bab 65. Rencana Nana
66 Bab 66. Mengikuti harimau
67 Bab 67. Dua pria tampan
68 Bab 68. Nolan beku
69 Bab 69. Bimbang nya Purnama
70 Bab 70. Dua cabang
71 Bab 71. Salah lorong
72 Bab 72. Bertarung dengan harimau
73 Bab 73. Bertemu
74 Bab 74. Galau nya Xavier
75 Bab 75. Seorang pria
76 Bab 76. Keras nya Ahmad
77 Bab 77. Malam kelam
78 Bab 78. Hendra datang
79 Bab 79. tetap keras
80 Bab 80. Kabut hitam
81 Bab 81. Tetap keras
82 Bab 82. menghajar
83 Bab 83. Kabut hitam berjalan
84 Bab 84. Memegangi Xavier
85 Bab 85. ada Hendra dan Lutfi
86 Bab 86. Meledak
87 Bab 87. Berhasil
88 Bab 88. Salah orang
89 Bab 89. Curiga para member
90 Bab 90. Mencari lagi
91 Bab 91. Bangkai anjing
92 Bab 92. Mendatangi Purnama
93 Bab 93. Obrolan
94 Bab 94. Suara aneh
95 Bab 95. Tuyul
96 Bab 96. Salah sasaran
97 Bab 97. Bergerak sendiri
98 Bab 98. Berhasil
99 Bab 99. Berdua dengan Aksara
100 Bab 100. Selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Mayat hilang
2
Bab 2. bukan di curi anjing
3
Bab 3. Melahirkan
4
Bab 4. Duka Yose
5
Bab 5. Di kuburkan
6
Bab 6. Rasa curiga Davin
7
Bab 7. Mendatangi Purnama
8
Bab 8. Hilang juga
9
Bab 9. cincin biru
10
Bab 10. Menyalahkan dewa iblis
11
Bab 11. Kayu jatuh
12
Bab 12. Salah lempar
13
Bab 13. aroma bunga melati
14
Bab 14. Melihat harimau
15
Bab 15. Terperosok
16
Bab 16. Membongkar semua kuburan
17
Bab 17. Bergerak semua
18
Bab 18. Lutfi
19
Bab 19. memiliki khodam
20
Bab 20. Masih tersisa
21
Bab 21. Geraman lagi
22
Bab 22. Melihat kucing hitam
23
Bab 23. Kodam panas
24
Bab 24. siluman Babi
25
Bab 25. Melihat video
26
Bab 26. Dua tengkorak
27
Bab 27. Amukan Bara
28
Bab 28. Terperosok
29
Bab 29. Bertempur
30
Bab 30. Bertempur juga
31
Bab 31. dapat bantuan
32
Bab 32. Kucing putih
33
Bab 33. Salah orang
34
Bab 34. Perbincangan
35
Bab 35. Kendal terluka
36
Bab 36. Pak RT
37
Bab 37. Prasangka Nana
38
Bab 38. Menemukan Pak Rt
39
Bab 39. Jasad Pak RT
40
Bab 40. Desa pandan arum
41
Bab 41. Malah kena tuduh
42
Bab 42. Beda pendapat
43
Bab 43. Saling memihak
44
Bab 44. Rokok jumbo
45
Bab 45. Bertemu
46
Bab 46. Sebuah tuduhan
47
Bab 47. Dua manusia bodoh
48
Bab 48. Kedatangan Arya
49
Bab 49. hajaran Arya
50
Bab 50. ular vs harimau
51
Bab 51. Mendapatkan harimau
52
Bab 52. Curahan hati Ahmad
53
Bab 53. Hilang lagi
54
Bab 54. Menarik kumis harimau
55
Bab 55. Emosi Purnama
56
Bab 56. Suara pelaku
57
Bab 57. Semua hilang
58
Bab 58. Sudah percaya
59
Bab 59. Perasaan serba salah
60
Bab 60. Keputusan Purnama
61
Bab 61. Reflek nya Bara
62
Bab 62. Mendatangi rumah Ahmad
63
Bab 63. Jeno dan Rani
64
Bab 64. Belum ketemu juga
65
Bab 65. Rencana Nana
66
Bab 66. Mengikuti harimau
67
Bab 67. Dua pria tampan
68
Bab 68. Nolan beku
69
Bab 69. Bimbang nya Purnama
70
Bab 70. Dua cabang
71
Bab 71. Salah lorong
72
Bab 72. Bertarung dengan harimau
73
Bab 73. Bertemu
74
Bab 74. Galau nya Xavier
75
Bab 75. Seorang pria
76
Bab 76. Keras nya Ahmad
77
Bab 77. Malam kelam
78
Bab 78. Hendra datang
79
Bab 79. tetap keras
80
Bab 80. Kabut hitam
81
Bab 81. Tetap keras
82
Bab 82. menghajar
83
Bab 83. Kabut hitam berjalan
84
Bab 84. Memegangi Xavier
85
Bab 85. ada Hendra dan Lutfi
86
Bab 86. Meledak
87
Bab 87. Berhasil
88
Bab 88. Salah orang
89
Bab 89. Curiga para member
90
Bab 90. Mencari lagi
91
Bab 91. Bangkai anjing
92
Bab 92. Mendatangi Purnama
93
Bab 93. Obrolan
94
Bab 94. Suara aneh
95
Bab 95. Tuyul
96
Bab 96. Salah sasaran
97
Bab 97. Bergerak sendiri
98
Bab 98. Berhasil
99
Bab 99. Berdua dengan Aksara
100
Bab 100. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!