Bab 3. Menukar Kembali

Meski belum mengetahui dengan pasti kenapa anaknya itu sangat khawatir, namun Maya tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Ratih.

Maya bergegas mengikuti perawat yang membawa anak Ratih dan juga bibi Erma. Sampai di ruangan itu, bibi Erma sudah menggendong bayi dan akan di bawa keluar.

"Nyonya" kata bibi Erma yang wajahnya terkejut.

"Bagaimana sudah di bersihkan? Ratih tidak sabar melihat putranya! sini berikan padaku, cucuku!"

"I... iya nyonya!" kata bibi Erma menyerahkan bayi yang dia gendong pada Maya.

Maya senang sekali menggendong bayi itu.

"Cucu nenek!" kata Maya yang segera membawa bayi itu ke ruangan rawat Ratih.

Bibi Erma pun segera mengikuti.

Sementara itu, Ratih menghubungi salah satu temannya. Dia minta temannya itu dan minta temannya itu datang. Teman yang dulu bermusuhan dengannya, karena di anggap ingin melukai Naufal. Semua itu karena trik Sarah. Jika tidak, bagaimana bisa dia bermusuhan dengan orang yang berulang kali membantunya dan perusahaan ayah juga ibunya.

"Ratih!"

Begitu Maya datang, Ratih segera meletakkan ponselnya.

"Ibu"

"Ini anakmu sayang, mau kasih nama siapa?" tanya Maya.

Bibi Erma yang berjalan di belakang Maya. Segera mendekat.

"Naufal saja nyonya, itu nama yang bagus. Dia sangat tampan, nanti teman-temannya akan sangat menghormatinya!"

Ratih melirik tajam ke arah ini Erma. Kata-kata yang sama. Dulu kata-kata itu juga dia ucapkan, sampai Ratih benar-benar menamai anaknya dengan nama Naufal.

'Dia sudah menukarnya!' batin Ratih yang tangannya terkepal di balik selimut rumah sakit itu.

Dari wajah bibi Erma yang terlihat senang. Dan dari caranya memberi saran nama itu, Ratih yakin kalau anaknya sudah di tukar.

"Ibu berikan anakku, padaku!" kata Ratih.

"Ini nak, pelan-pelan ya. Tapi, apa kamu yakin sudah bisa menggendongnya?" tanya Maya.

"Iya nyonya, apa nyonya sudah yakin bisa menggendong bayi itu, nanti dia..."

"Jangan khawatir, aku sudah sangat kuat!" kata Ratih menyela.

Dia mengendong anak itu. Anak yang dulu juga dia perlakukan dengan sangat baik, dan dia besarkan menggantikan anaknya sendiri yang ternyata di jadikan pengemis oleh orang-orang jahat itu.

Ratih ingat betul, ada tanda merah di bawah ketiak kiri Naufal. Ratih harus memeriksanya, dan dia tidak mungkin melakukannya di depan bibi Erma.

"Bibi Erma, aku mau makan melon. Tolong belikan ya!" kata Ratih yang masih bersikap dan berkata ramah juga lembut sama seperti dulu.

"Oh, iya nyonya. Mau melon ya, bibi akan belikan!" kata bibi Erma yang langsung keluar dari ruangan itu.

Maya yang penasaran, segera mendekati putrinya.

"Ratih sebenarnya ada apa?" Tanya Maya.

Ratih menoleh ke arah ibunya. Jika dia memberitahukan pada ibunya sekarang. Bukankah itu akan membuat rencananya berantakan. Mungkin ibunya akan langsung mengungkapkan semuanya. Ayahnya juga sangat emosian, mungkin akan langsung memenjarakan Erma. Tapi, Ratih juga yakin, kalah Erna pasti akan melindungi Sarah dan Fandi. Dia tidak bisa membiarkan keduanya bebas juga.

Dan hukuman penjara, bukankah itu terlalu mudah untuk mereka. Kenapa mereka tidak merasakan rasa sakit di pisahkan dengan anak tercinta mereka selama 4 tahun juga?

"Bu, tidak apa-apa. Aku hanya khawatir!"

Maya mengangguk paham. Namanya juga baru menjadi seorang ibu. Hal itu wajar saja.

Tapi kemudian, Ratih membuka bedong bayi itu dan memeriksa bawah ketiak kiri bayi yang dia gendong.

"Loh, kenapa di buka bedongnya. Nanti dingin Ratih" Maya menegur Ratih.

Ratih masih belum merespon ibunya. Dia ingin memastikan apa itu anaknya atau Naufal yang asli.

Ratih mendengus pelan. Ternyata ada tanda di bawah ketiak kiri bayi itu. Jelas bibi Erma memang sudah menukarnya.

'Ini Naufal, ini bukan bayiku!' batin Ratih geram.

"Bu, apa ada bayi lain yang lahir hari ini juga. Bayi laki-laki?" tanya Ratih.

Maya mengangguk.

"Iya ada, kalau tidak salah ada tiga bayi, satu perempuan dan dua bayi laki-laki. Sebenarnya ada apa nak? sejak tadi kamu membuat ibu bingung?" tanya Maya pada Ratih.

"Tidak ada Bu, aku hanya ingin tahu!"

"Jadi, akan kamu beri nama siapa? Naufal bagus juga!"

Ratih langsung tidak senang. Kedua alisnya menegas, dia tidak akan memberikan nama itu pada anaknya.

"Tidak Bu, anakku akan aku beri nama Rafa"

"Rafa juga bagus. Baiklah, cucu oma yang tampan. Namamu sekarang Rafa" kata Maya terlihat senang.

Tak lama, bibi Erma kembali ke ruangan itu. Dengan membawa setengah buah melon di tangannya.

Ratih sudah bisa menebaknya. Sebenarnya uang yang diberikan oleh ibunya pada bibi Erma cukup untuk membeli satu buah melon. Hanya saja, bibi Erma pasti memberikan setengahnya pada Sarah yang juga melahirkan di ruangan lain.

"Nyonya, ini melon nya. Katanya ini yang paling manis, jadi harganya agak mahal" kata bibi Erma.

Jelas dia berbohong. Tapi Maya tidak mempermasalahkan harganya.

"Tidak masalah bibi Erma. Yang penting itu manis dan bagus. Cepat potong dan sajikan ya, supaya Ratih bisa cepat menyusui Rafa!"

Bibi Erma yang meletakkan melon itu di atas meja, terkejut dengan apa yang dikatakan Maya.

"Rafa? namanya Rafa nyonya? padahal Naufal juga bagus loh nyonya" kata bibi Erma yang terlihat kecewa.

"Rafa juga bagus tapi kan?" tanya Maya.

Ratih melihat ke arah pelayan yang sudah bekerja belasan tahun padanya dan keluarganya itu. Wajah bibi Erma terlihat kecewa. Namun bagi Ratih, itu belum apa-apa. Dia masih punya banyak kejutan untuk orang-orang yang sudah dia percaya dan anggap keluarga, tapi malah menghabisinya dengan begitu kejam.

"Iya nyonya" kata bibi Erma sambil memotong buah tapi wajahnya jelas tidak senang.

Dan wajah itu berubah cepat, menjadi tersenyum ketika menghadap ke arah Ratih dan Maya.

"Nyonya, ini buahnya. Silahkan!" kata bibi Erma.

"Berikan padaku. Aku akan suapi Ratih!" kata Maya.

Dan ketika malam tiba, Maya dan Erma sudah meninggalkan rumah sakit. Fandi juga mengatakan dia ada di luar kota, padahal dia sedang menemani Sarah melahirkan. Tapi itu bukan masalah lagi bagi Ratih. Dia memang sudah tidak perduli pada semua itu. Yang dia inginkan sekarang hanya membalas suami brengsekknya itu.

"Nona..."

"Ben!" mata Ratih berkaca-kaca.

Ben adalah penjaganya, orang yang dipercaya oleh ayah Ratih menjaga Ratih sejak SMA. Namun karena pengaruh Sarah dan Fandi. Ratih malah mengusirnya, karena Sarah menuduhnya melecehkannya.

"Ada apa?" tanya Ben.

"Ben, lakukan sesuatu untukku. Tukar bayiku..."

"Nona..."

"Ben, lakukan perintahku! Ada yang menukar bayiku, dan aku ingin bayiku kembali. Tukar bayiku dengan bayi yang ibunya bernama Sarah!" tegas Ratih.

Pria bertubuh tegap dengan jaket kulit coklat gelap itu mengangguk cepat.

"Akan ku lakukan!"

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Allea

Allea

btw k'Author namanya jgn Rafa lah kan itu singkatan Ratih dan Fandi ,sedangkan Ratih sudah kembali dari kematian 😁

2026-02-23

3

Setiawan

Setiawan

lancang bngt.. pembantu bs nyuruh majikan ksh nama anaknya tnp diminta , mana anak pertm lg 🤭🤭

2026-04-03

2

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

cepat lakukan Ben 🤭

2026-02-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kebenaran Terungkap
2 Bab 2. Kematian dan Kelahiran Kembali
3 Bab 3. Menukar Kembali
4 Bab 4. Sesuatu yang akan sangat Disesali
5 Bab 5. Menyerang Balik
6 Bab 6. Racun yang Disiapkan
7 Bab 7. Dekat tapi tak bisa Menyentuh
8 Bab 8. Hadiah Kecil
9 Bab 9. Mengambil Bunga Sedikit demi Sedikit
10 Bab 10. Ditolak
11 Bab 11. Terjebak
12 Bab 12. Siapa Menjebak Siapa
13 Bab 13. Maling Teriak Maling
14 Bab 14. Panik
15 Bab 15. Kambing Hitam
16 Bab 16. Kesabaran Semakin Tipis
17 Bab 17. Katanya Mirip
18 Bab 18. Rencana Baru
19 Bab 19. Sengaja Dibuat Kesal
20 Bab 20. Makin Kesal
21 Bab 21. Gagal Lagi
22 Bab 22. Padahal Sudah Sangat Dekat
23 Bab 23. Antagonis yang Teraniaya
24 Bab 24. Tidak Tahu Malu
25 Bab 25. Menyentuh? Jangan Mimpi!
26 Bab 26. Botol Kedua
27 Bab 27. Sekutu Mulai Retak
28 Bab 28. Foto Lama
29 Bab 29. Mulai Mencaritahu
30 Bab 30. Sakit
31 Bab 31. Pertengkaran
32 Bab 32. Canggung
33 Bab 33. Sebuah Keyakinan
34 Bab 34. Permintaan Maaf
35 Bab 35. Tidak Perduli Lagi
36 Bab 36. Rencana Saling Mempersulit
37 Bab 37. Fakta Baru Lagi
38 Bab 38. Kebenarannya
39 Bab 39. Hukuman
40 Bab 40. Kaos Kaki
41 Bab 41. Niatnya Memprovokasii tapi Malah Terprovokasii
42 Bab 42. Dua Penjaga
43 Bab 43. Tuan Rumah tak Ada Harga Dirinya
44 Bab 44. Nyaris Mengungkapkan
45 Bab 45. Spill
46 Bab 46. Kata Sandi Pintu Apartemen
47 Bab 47. Usaha yang Sia-sia
48 Bab 48. Adu Rencana
49 Bab 49. Di Rumah Sakit
50 Bab 50. Maya Mengetahuinya
51 Bab 51. Memberitahu Panji
52 Bab 52. Tindakan Bibi Erma
53 Bab 53. Demosi
54 Bab 54. Tidak Berguna
55 Bab 55. Nyaris Tak Bisa Menahan Emosi
56 Bab 56. Melukai Ratih
57 Bab 57. Menyelamatkan Ratih
58 Bab 58. Kartu Kredit Diblokir
59 Bab 59. Alibi
60 Bab 60. Mulai
61 Bab 61. Pengacara Markus Tertangkap
62 Bab 62. Mengungkap Kebenaran
63 Bab 63. Diusir
64 Bab 64. Pertengkaran
65 Bab 65. Tak Bisa Berkata-kata
66 Bab 66. Terhasutt
67 Bab 67. Kehidupan Orang-orang Licik Itu
68 Bab 68. Memilih Pergi
69 Bab 69. Isi Hati Ben
70 Bab 70. Pengkhianat
71 Bab 71. Menjerat sampai Hancur
72 Bab 72. Menuai apa yang Ditabur
73 Bab 73. Kondisi Sarah
74 Bab 74. Bantuan Dokter Calista
75 Bab 75. Perasaan
76 Bab 76. Sebuah Permintaan
77 Bab 77. Kegigihan Seorang Ibu
78 Bab 78. Shock
79 Bab 79. Kenyataan Itu
80 Bab 80. Menuai apa yang Ditabur
81 Bab 81. Kepergian Sarah
82 Bab 82. Dilamar
83 Bab 83. Linglung
84 Bab 84. Yang Bahagia dan Yang Berduka
85 Bab 85. Kematian Fandi
86 Bab 86. Mengakhiri
87 Bab 87. Kalah
88 Bab 88. Sebuah Gambar
89 Bab 89. Akhir Bibi Erma
90 Bab 90. Bertemu Sasha
91 Bab 91. Hasutan
92 Bab 92. Tak Terpengaruh
93 Bab 93. Kejujuran
94 Bab 94. Kecewa
95 Bab 95. Di Kapal yang Sama
96 Bab 96. Seorang Ayah
97 Bab 97. Rafa Diculik
98 Bab 98. Tak akan Membiarkan
99 Bab 99. Menemukan Dalangnya
100 Bab 100. Akhir Sasha
101 Bab 101. Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1. Kebenaran Terungkap
2
Bab 2. Kematian dan Kelahiran Kembali
3
Bab 3. Menukar Kembali
4
Bab 4. Sesuatu yang akan sangat Disesali
5
Bab 5. Menyerang Balik
6
Bab 6. Racun yang Disiapkan
7
Bab 7. Dekat tapi tak bisa Menyentuh
8
Bab 8. Hadiah Kecil
9
Bab 9. Mengambil Bunga Sedikit demi Sedikit
10
Bab 10. Ditolak
11
Bab 11. Terjebak
12
Bab 12. Siapa Menjebak Siapa
13
Bab 13. Maling Teriak Maling
14
Bab 14. Panik
15
Bab 15. Kambing Hitam
16
Bab 16. Kesabaran Semakin Tipis
17
Bab 17. Katanya Mirip
18
Bab 18. Rencana Baru
19
Bab 19. Sengaja Dibuat Kesal
20
Bab 20. Makin Kesal
21
Bab 21. Gagal Lagi
22
Bab 22. Padahal Sudah Sangat Dekat
23
Bab 23. Antagonis yang Teraniaya
24
Bab 24. Tidak Tahu Malu
25
Bab 25. Menyentuh? Jangan Mimpi!
26
Bab 26. Botol Kedua
27
Bab 27. Sekutu Mulai Retak
28
Bab 28. Foto Lama
29
Bab 29. Mulai Mencaritahu
30
Bab 30. Sakit
31
Bab 31. Pertengkaran
32
Bab 32. Canggung
33
Bab 33. Sebuah Keyakinan
34
Bab 34. Permintaan Maaf
35
Bab 35. Tidak Perduli Lagi
36
Bab 36. Rencana Saling Mempersulit
37
Bab 37. Fakta Baru Lagi
38
Bab 38. Kebenarannya
39
Bab 39. Hukuman
40
Bab 40. Kaos Kaki
41
Bab 41. Niatnya Memprovokasii tapi Malah Terprovokasii
42
Bab 42. Dua Penjaga
43
Bab 43. Tuan Rumah tak Ada Harga Dirinya
44
Bab 44. Nyaris Mengungkapkan
45
Bab 45. Spill
46
Bab 46. Kata Sandi Pintu Apartemen
47
Bab 47. Usaha yang Sia-sia
48
Bab 48. Adu Rencana
49
Bab 49. Di Rumah Sakit
50
Bab 50. Maya Mengetahuinya
51
Bab 51. Memberitahu Panji
52
Bab 52. Tindakan Bibi Erma
53
Bab 53. Demosi
54
Bab 54. Tidak Berguna
55
Bab 55. Nyaris Tak Bisa Menahan Emosi
56
Bab 56. Melukai Ratih
57
Bab 57. Menyelamatkan Ratih
58
Bab 58. Kartu Kredit Diblokir
59
Bab 59. Alibi
60
Bab 60. Mulai
61
Bab 61. Pengacara Markus Tertangkap
62
Bab 62. Mengungkap Kebenaran
63
Bab 63. Diusir
64
Bab 64. Pertengkaran
65
Bab 65. Tak Bisa Berkata-kata
66
Bab 66. Terhasutt
67
Bab 67. Kehidupan Orang-orang Licik Itu
68
Bab 68. Memilih Pergi
69
Bab 69. Isi Hati Ben
70
Bab 70. Pengkhianat
71
Bab 71. Menjerat sampai Hancur
72
Bab 72. Menuai apa yang Ditabur
73
Bab 73. Kondisi Sarah
74
Bab 74. Bantuan Dokter Calista
75
Bab 75. Perasaan
76
Bab 76. Sebuah Permintaan
77
Bab 77. Kegigihan Seorang Ibu
78
Bab 78. Shock
79
Bab 79. Kenyataan Itu
80
Bab 80. Menuai apa yang Ditabur
81
Bab 81. Kepergian Sarah
82
Bab 82. Dilamar
83
Bab 83. Linglung
84
Bab 84. Yang Bahagia dan Yang Berduka
85
Bab 85. Kematian Fandi
86
Bab 86. Mengakhiri
87
Bab 87. Kalah
88
Bab 88. Sebuah Gambar
89
Bab 89. Akhir Bibi Erma
90
Bab 90. Bertemu Sasha
91
Bab 91. Hasutan
92
Bab 92. Tak Terpengaruh
93
Bab 93. Kejujuran
94
Bab 94. Kecewa
95
Bab 95. Di Kapal yang Sama
96
Bab 96. Seorang Ayah
97
Bab 97. Rafa Diculik
98
Bab 98. Tak akan Membiarkan
99
Bab 99. Menemukan Dalangnya
100
Bab 100. Akhir Sasha
101
Bab 101. Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!