"Nyonya, saya sudah selesai. Saya akan ke kamar, dan menjaga Rafa!" kata bibi Asih.
Ratih mengangguk setuju.
"Iya Bi!"
Setelah bibi Asih pergi, bibi Erma yang gantian mendekat ke arah Ratih.
"Nyonya, tuan belum keluar dari kamarnya. Semalam juga tuan tidak makan, apa nyonya tidak khawatir?" tanya bibi Erma.
Wanita paruh baya itu, sedang berusaha menghasutt Ratih untuk mengalah dan membujuk Fandi. Sayangnya, Ratih tak tampak khawatir sama sekali meski mendengar Fandi belum makan malam, dan sampai sekarang belum keluar dari kamar.
Ekspresi wajah santai dan biasa saja itu, membuat bibi Erma merasa heran. Kenapa Ratih seperti itu? Dulu saja, ketika dia mendengar hal seperti ini. Ratih akan meninggalkan semua pekerjaan yang dia lakukan untuk membujuk Fandi. Sekarang malah begini. Aneh sekali.
"Nyonya..."
"Iya Bi, aku tahu. Tapi, sekarang coba aku tanya pendapat bibi ya. Bibi adalah orang yang sudah bersamaku selama belasan tahun. Ketika aku menikah dan pindah ke rumah ini, bibi juga aku minta untuk ikut denganku. Bibi sudah lama mengenal kami kan? sekarang coba bibi katakan, apa aku pernah menolak permintaan mas Fandi? apapun yang dia inginkan aku turuti, apapun yang dia mau, aku berikan. Bibi tahu tidak, kemarin dia berbohong padaku! dia bohong, dia memberikan dokumen abal-abal, semua anggaran sudah digendutkan olehnya. Bukankah itu sama saja mas Fandi ingin menipu aku, Bi? Mas Fandi tidak percaya padaku?" tanya Ratih.
Niat hati bibi Erma ingin Ratih terpengaruh kan? tapi Ratih justru memainkan peran yang sangat bagus. Dia balik mempengaruhi bibi Erma.
Kalau setelah semua yang Ratih katakan, bibi Erma masih membela Fandi. Bukankah sama saja bibi Erma seolah tak mengenal siapa Ratih. Dia sedang membuat bibi Erma terjebak pada pilihannya. Dan kalau bibi Erma setuju pendapat Ratih. Maka masalah selesai, seharusnya bibi Erma tidak perlu bicara lagi.
'Kenapa dia memberikan pertanyaan seperti itu? kalau aku bilang Fandi salah, selesai sudah? kalau aku masih membujuknya bukan…
Kubalas Suami Brengsekku
Bab 23. Antagonis yang Teraniaya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments
Kedan Bawel 🍒
Sarah sungguh menjijikkan..
Sejak kapan dia punya jiwa keibuan..
Jika dia punya, kenapa bayi Naufal dia tumbal kan..
Padahal Rafa & Naufal sama² bayi yg tak berdosa, justru kau menjual anak mu sendiri demi keuntungan..
Yasudah, nikmati saja hari² mu seperti itu, yg menyakitkan..
2026-03-02
3
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Gak usah drama Sarah, sama anak² aja tega menjual kok sok keibuan 🤭
kalau memang sayang anak gak akan kamu tega menjual anak meskipun itu bukan anak sendiri, tapi apa yang kamu lakuin , mendrama sekali 🤭
2026-03-02
2
partini
Fandi ga pernah lihat rafa atau ga peduli ya Thor masa ga ngeh muka Rafa ga mirip sama dia
2026-03-01
2