Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Prolog

Hujan baru saja berhenti, menyisakan jalanan aspal yang basah dan udara dingin yang menusuk sampai ke tulang. Lampu teras rumah Arsy Raihana Syahira menyala temaram, menerangi halaman depan yang malam itu berubah menjadi saksi runtuhnya hidup seseorang.

Arsy berdiri di sana dengan napas tersengal, matanya memerah, dan tangannya yang gemetar menahan sesuatu yang rasanya hampir meledak di dadanya. Di hadapannya berdiri dua orang yang paling ia percaya.

Radit Pradana, calon suaminya. Lelaki yang seharusnya menjadi imam yang menggenggam tangannya di hadapan penghulu untuk mengucap janji suci. Dan Nadira Anindya, sahabat yang sudah Arsy anggap seperti saudara sendiri. Namun malam ini, keduanya berdiri berdampingan bukan sebagai dua orang yang akan membantu Arsy dalam mempersiapkan hari bahagianya melainkan sebagai dua pengkhianat yang dengan satu kesalahan, berhasil meruntuhkan seluruh kepercayaan Arsy.

Nadira berdiri terlalu dekat dengan Radit yang membuat bahu mereka hampir bersentuhan. Sementara Radit menghela napas berat, menoleh sebentar ke arah Nadira yang menunduk malu, lalu kembali menatap Arsy dengan ekspresi yang datar tanpa ada rasa bersalah.

Pandangan Arsy mengabur karena air matanya yang berusaha ia tahan supaya tidak jatuh.

“Jelasin.” Suaranya terdengar lirih hampir tak terdengar tapi cukup untuk membuat Radit mengangkat wajahnya. “Jelasin sekarang apa yang sudah terjadi diantara kalian berdua.” ulang Arsy yang kali ini terdengar lebih tegas, meski tenggorokannya terasa terbakar.

Radit menghela napas panjang, seperti seseorang yang lelah menghadapi masalah sepele. Bukan seperti pria yang baru saja ketahuan berselingkuh.

“Kamu udah lihat sendiri, kan? Gue jalan sama Nadira, yang artinya gue dan Nadira memang ada hubungan.” kata Radit dengan datar.

Kalimat itu menusuk lebih dalam daripada bantahan apa pun. Arsy tertawa kecil. Tawa yang terasa getir bagi siapapun yang mendengarnya.

“Jadi aku nggak salah lihat? Kalian berdua udah selingkuh di belakang aku.” kata Arsy dengan gemetar.

Nadira menunduk. Tangannya saling meremas. Bahunya bergetar, ia tak percaya kalau Arsy telah memergoki hubungannya dengan Radit.

“Arsy… A-aku bisa jelasin semuanya,” suara Nadira gemetar. “Aku bersumpah, ini nggak seperti yang kamu pikirkan.”

“DIAM.”

Arsy menoleh cepat. Tatapannya tajam. Air matanya menggenang di sudut matanya, tapi ia berusaha untuk menahannya supaya tidak jatuh.

“Kamu jangan lagi memanggil nama aku dengan mulutmu yang kotor itu.” ucap Arsy pelan namun mengancam. “Kamu nggak punya hak.”

Nadira terisak setelah dibentak oleh Arsy, tapi Radit justru melangkah maju dihadapan Nadira seolah olah ia siap melakukan apapun untuk melindungi Nadira dari kemarahan Arsy.

“Jangan bentak dia,” sahut Radit dengan dingin. “Ini bukan salah Nadira, tapi aku. Aku yang sudah meminta Nadira untuk menjadi pacarku.”

“Oh,” Arsy mengangguk pelan. “Sekarang kau terang terangan mengakui hubunganmu dengan Nadira dihadapan ku sendiri?”

Radit terdiam sesaat, lalu mengangguk kecil.

“Iya.”

Satu kata itu cukup membuat dunia Arsy runtuh.

“Kalian…” Arsy menelan ludah. “Kalian berdua benar benar sangat keterlaluan. Tega teganya kalian melakukan ini padaku. Apa salahku pada kalian, HAH?!”

Radit tak langsung menjawab. Ia justru melirik sekitar, ke arah rumah-rumah tetangga, ke orang-orang yang pura-pura sibuk tapi jelas jelas tengah menguping pertengkaran mereka. Wajah Arsy memanas.

"Aku calon istri kamu, Radit. Aku yang nemenin kamu dari nol sampai kamu sukses dan diterima jadi dokter. Aku yang selalu kamu cari tiap kamu butuh sesuatu. Aku yang—”

“Cukup." Potong Radit yang nada suaranya membuat Arsy terdiam. “Aku nggak pernah minta kamu buat ngelakuin itu semua,” lanjut Radit. “Kamu sendiri yang mau melakukannya.”

Kalimat itu seperti tamparan keras di wajah Arsy.

“Jadi sekarang aku yang salah?” tanya Arsy nyaris berbisik dan membuat Radit mengangkat bahu.

“Aku cuma berkata jujur.”

Arsy menggeleng, tertawa kecil sambil mengusap wajahnya.

“Jujur?” ulang Arsy “Jujur yang mana, Radit? Jujur karena kamu mengakui telah berselingkuh atau jujur karena kamu malu untuk mengakui semua yang telah aku lakukan untuk membuatmu sampai di posisi saat ini?”

Radit menatap Arsy lurus lurus. Ia tanpa ragu mengakui perselingkuhannya dengan Nadira di depan semua orang.

“Yang sekarang.”

Keheningan menyergap. Arsy merasa lututnya lemas. Tapi ia memilih untuk bertahan. Ia menolak jatuh di hadapan Radit dan Nadira.

“Kenapa?” tanya Arsy akhirnya. “Kenapa kalian tega ngelakuin ini ke aku?”

Radit menghela napas, jelas tak sabar meluapkan semua pikirannya selama ini.

“Karena aku nggak cinta sama kamu, Arsy.”

Kalimat itu keluar begitu saja dari bibir Radit tanpa rasa empati dan bersalah. Membuat perasaan Arsy semakin ditusuk semakin dalam. Arsy menatap Radit dengan tatapannya yang kosong. Ia tak percaya kalau laki laki yang selama ini ia anggap mencintainya, ternyata tidak mencintainya.

“Apa?”

“Aku nggak pernah cinta sama kamu, Arsy.” ulang Radit. “Aku setuju nikah sama kamu cuma karena orang tua aku yang minta aku buat nikahin kamu. Mereka suka sama kamu dan keluarga kamu. Dan aku hanya menuruti permintaan mereka.”

Air mata Arsy akhirnya jatuh juga setelah mendengar pengakuan menyakitkan dari Radit.

“Terus aku ini kau anggap apa, Radit?” suara Arsy pecah. “Boneka? Pajangan?”

“Anggap aja gitu,” jawab Radit ringan yang membuat Nadira tersentak.

“Radit—”

“Nadira tolong, tolong jangan hentikan aku buat kasih tahu ke perempuan ini. Aku capek pura-pura terus. Apa kau tahu Arsy, sejak aku sama Nadira, aku ngerasa lebih hidup.”

Kalimat itu menghancurkan sisa hati Arsy. Arsy menoleh ke Nadira. Tatapannya penuh dengan luka.

“Kamu tahu nggak Nadira, Aku selalu cerita semuanya ke kamu. Entah itu masalah aku sama Radit. Ketakutan aku. Bahkan rencana pernikahan aku. Kamu tau aku sayang sama kamu, aku anggap kamu seperti saudara aku sendiri. Tapi apa balasan kamu ke aku? Kamu justru balas semua kasih sayang dan kepercayaan aku dengan selingkuh sama calon suami aku.” pinta Arsy dengan lirih.

Nadira menangis.

“Aku jatuh cinta, Arsy… Aku nggak bermaksud merebut Radit dari kamu. Aku berusaha menjauh dari Radit, tapi aku nggak bisa.”

Beberapa tetangga mulai berbisik lebih keras. Nama Arsy terdengar di antara mereka. Membuat Radit mengusap wajahnya, lalu berkata lantang dan sengaja meninggikan suaranya.

“Udah cukup. Aku rasa nggak ada lagi yang perlu dipertahanin.”

Jantung Arsy berdetak kencang.

"Apa maksud ucapan kamu ini, Radit?" Tanya Arsy yang membuat Radit menatap Arsy tanpa ragu.

“Lebih baik kita batalkan pernikahan ini.”

Kalimat itu menggema di udara malam. Beberapa tetangga terdengar menarik napas kaget. Sementara Arsy merasakan kakinya lemas setelah Radit dengan sepihak membatalkan pernikahan diantara mereka.

“Kamu… kamu ngomong apa Radit?” tanya Arsy dengan terbata-bata.

“Aku bilang kita batalkan saja pernikahan ini,” ulang Radit. “Aku nggak mau nikah sama perempuan yang nggak aku cintai.”

Kalimat itu masih menggantung di udara malam ketika suara pintu rumah Arsy terdengar terbuka. Suara itu tidak terlalu keras, tapi cukup untuk membuat Arsy menoleh.

Terpopuler

Comments

Oma yeni*🦋

Oma yeni*🦋

keren... selamat ya silvya,, karyamu jadi juara yaww 🤩🥳

2026-08-15

1

Yuni Avita

Yuni Avita

Halah nggak usah bermulut manis kamu Nadira, kamu itu udah nusuk Arsy dari belakang. sahabat macam apa kamu ini yang tega selingkuh sama calon suami sahabat kamu sendiri /Drowsy//Scream/

2026-02-10

0

Putri Sylvia

Putri Sylvia

padahal tanggal pernikahan udah Deket banget, bisa bisanya Radit selingkuh sama sahabat baik calon istrinya sendiri? kok nggak mikir dia bisa merusak dua hubungan sekaligus.

2026-02-10

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 PROMO NOVEL BARU JATUH CINTANYA SEORANG PENDOSA
108 PROMO NOVEL BARU DIBUANG SUAMI DILAMAR PRESDIR TAMPAN
109 PROMO NOVEL BARU ISTRI BAYANGAN TUAN ADHITAMA
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
PROMO NOVEL BARU JATUH CINTANYA SEORANG PENDOSA
108
PROMO NOVEL BARU DIBUANG SUAMI DILAMAR PRESDIR TAMPAN
109
PROMO NOVEL BARU ISTRI BAYANGAN TUAN ADHITAMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!