Kaira masih bingung dengan keadaannya, membuat maid di sampingnya ikut kebingungan. “Kamu siapa? Ini di mana?” tanya Kaira pada maid tersebut. Namun, sang maid bukannya langsung menjawab, malah tampak ketakutan lalu berlari keluar dari kamar itu.
Di tengah kebingungan, tiba-tiba terdengar sebuah suara di atas kepalanya.
“0…10…50…90…100. Selamat, Tuan telah terhubung dengan Sistem Pertahanan Hidup. Saat ini Nona telah memasuki novel yang baru saja Nona baca sebelum meninggal, yaitu Cinta Sejati untuk Arabella, sebagai hadiah utama karena berhasil mengikat sistem. Sistem pusat telah mengabulkan permintaan terakhir Anda, yaitu menarik jiwa sang penulis ke dalam novel ini. Dan saat ini Nona telah memasuki raga Ece Aylin Beren, yang menjadi ibu tiri dari Kaiden.”
“Kamu siapa? Tidak mungkin aku menjadi ibu tiri Kaiden! Hidupku sial sekali kalau benar-benar jadi Aylin! Punya suami spek dajjal lagi!” teriak Kaira yang kini telah menjadi Aylin.
“Halo, Tuan. Saya adalah sistem yang terhubung langsung ke otak Anda. Jadi, Anda tidak mungkin bisa melihat saya ataupun melacak keberadaan saya. Tidak ada yang dapat mendengar suara saya selain Anda. Sayangnya, ini adalah kenyataan. Nona Kaira kini telah memasuki novel Cinta Sejati untuk Arabella. Karena Nona begitu menyayangi Kaiden, maka sistem dengan baik hati mengirim Nona menjadi orang yang paling dekat dengannya,” kata suara sistem itu.
“Oh tidak! Aku bakal mati dibunuh Kaiden! Anjir, pengin kaya, eh malah jadi kaya di tengah para psikopat!” teriak Aylin frustrasi.
Mulai sekarang kita panggil Kaira dengan nama Aylin saja agar tidak membingungkan.
“Tenang, Nona. Saya hadir untuk membantu Anda bertahan hidup. Karena orang yang mengancam nyawa Anda adalah Kaiden dan Tuan Albert, maka tugas Anda adalah mengubah rasa benci mereka menjadi suka agar Nona terhindar dari kematian tragis,” ujar sistem dengan penuh semangat.
“Bagaimana kalau aku menolak menjalankan tugas itu?” tanya Aylin waswas.
“Maka Nona akan dimusnahkan, begitu pula saya. Karena tubuh asli Nona sudah dimakamkan di dunia nyata,” jawab sistem.
Aylin menghela napas pasrah. “Baiklah. Sekarang tunjukkan berapa persen perasaan mereka padaku! Dan jelaskan biodataku beserta kedua target itu!” perintah Aylin.
“Siap, Nona. Ding!”
Nama: Ece Aylin Beren.
Usia: 28 tahun.
Tinggi badan: 165 cm.
Berat badan: 48 kg.
Status: Figuran dalam novel, berperan sebagai istri sah Tuan Albert dan ibu tiri Kaiden.
Pekerjaan: Mantan supermodel yang kini menjadi ibu rumah tangga kaya raya.
Target rasa suka yang dibutuhkan: 100%.
Rasa suka Tuan Albert saat ini: -100. Penyebabnya karena pemilik tubuh asli sering mengganggu cinta pertama Tuan Albert, yaitu Nona Dorothea Valeria.
Rasa suka Kaiden saat ini: -100. Penyebabnya karena pemilik tubuh asli sering menyiksa Kaiden.
Biodata Tuan Albert.
Nama: Albert Gavriel Lucifer.
Usia: 32 tahun.
Tinggi badan: 177 cm.
Berat badan: 70 kg.
Pekerjaan: Presiden direktur perusahaan KOQ Holding.
Status: Ayah biologis antagonis pria utama dalam novel, yaitu Kaiden. Albert masih belum bisa melupakan cinta pertamanya yaitu Dorothea. Dan Fahrin Ilma Gamila, istri pertamanya yang meninggal saat melahirkan Kaiden akibat jebakan seseorang. Karena itu, Albert sangat membenci putra kandungnya sendiri. Ia juga sangat membenci pemilik tubuh ini karena sering mengganggu Dorothea.
Biodata Kaiden.
Nama: Kaiden Alfaro Lucifer.
Usia: 6 tahun.
Tinggi badan: 124 cm.
Berat badan: 24 kg.
Status: Antagonis utama dalam novel yang sangat membenci keluarganya, terutama pemilik tubuh ini.
Aylin mengangguk pelan. “Sial… mereka membenciku sampai ke tulang sumsum. Pasti akan sangat sulit mengubah semua itu.”
“Nona tenang saja. Selama ada sistem, Nona tidak perlu khawatir. Karena sistem dan Nona adalah satu kesatuan!” kata sistem penuh percaya diri.
Aylin menghembuskan napas panjang. Tak apa, pikirnya. Setidaknya sekarang dia tidak perlu bekerja keras seperti kuda lagi sampai lupa membahagiakan dirinya sendiri.
Maid yang tadi menemaninya kini masuk kembali ke kamar dengan langkah tergesa. Di belakangnya ternyata sudah ada seorang dokter yang siap memeriksa keadaan Aylin.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter mengatakan bahwa kondisi Aylin baik-baik saja. Kemungkinan benturan keras di kepalanya menyebabkan hilang ingatan sementara. Namun, untuk hasil yang lebih akurat, Aylin disarankan pergi ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Setelah dokter pergi, Aylin segera meminta maid yang tadi menemaninya untuk mendekat. Maid itu berjalan perlahan dengan tubuh gemetar hingga wajahnya tampak pucat pasi.
Aylin mengernyit bingung melihat ketakutan maid tersebut. Padahal dia manusia, bukan hantu.
“Ding! Tentu saja maid itu takut pada Nona. Pemilik tubuh asli tidak hanya menyiksa Kaiden, tetapi juga sering menyiksa para pekerja mansion ketika sedang diabaikan Tuan Albert atau cemburu melihat kemesraan Albert dan Dorothea,” ujar sistem tiba-tiba tanpa aba-aba, membuat Aylin terkejut.
Ketika maid itu sudah berdiri tepat di depan ranjang, Aylin mencoba tersenyum agar maid tersebut tidak terlalu takut padanya. Namun, hasilnya justru sebaliknya. Maid itu malah semakin ketakutan melihat senyuman Aylin.
“Nyonya, mohon ampuni saya! Jangan hukum saya, Nyonya!” teriak maid tersebut sambil bersimpuh di bawah ranjang Aylin.
Aylin melongo tak percaya melihat reaksi itu. Sementara sistem malah tertawa terbahak-bahak.
“Sistem sialan, sempat-sempatnya kau menertawakan ku,” gerutu Aylin dalam hati.
“Tenanglah. Memangnya kamu salah apa? Aku tidak melihatmu melakukan kesalahan apa pun. Berdirilah, jangan seperti itu. Kau membuatku tidak nyaman. Tadi kamu dengar sendiri, kan? Aku kehilangan ingatan,” ujar Aylin lembut.
Perlahan-lahan maid tersebut kembali berdiri. Wajahnya mulai sedikit normal, meskipun masih terlihat waspada.
“Nyonya ada perlu apa dengan saya?” tanyanya pelan.
“Siapa namamu? Dan siapa aku sebenarnya? Bagaimana aku bisa mendapatkan luka di keningku?” tanya Aylin dengan suara lembut agar maid itu tidak semakin takut.
Maid itu tampak terkejut hingga wajahnya kembali pucat.
“N-nama saya Diana. Saya maid pribadi Nyonya Aylin. Nyonya adalah istri Tuan Albert dan memiliki putra tiri bernama Tuan Muda Kaiden. Dan soal luka Nyonya…” Diana menelan ludah gugup. “Nyonya terluka karena sedang menghukum Tuan Muda Kaiden setelah tanpa sengaja menumpahkan jus ke gaun Nyonya. Saat itu kalian berada di atas tangga. Tuan muda berusaha menghindari pukulan dari Nyonya hingga membuat Nyonya terpeleset dan jatuh terguling dari tangga.”
Mata Aylin langsung melebar mendengarnya.
“Lalu… di mana Kaiden sekarang?” tanya Aylin cepat.
“Nyonya… tolong ampuni Tuan Muda Kaiden. Tubuhnya masih melepuh akibat pukulan dari Nyonya,” kata Diana sambil kembali bersimpuh di lantai.
Ucapan itu membuat dada Aylin terasa sesak. Walaupun Kaiden hanyalah tokoh novel, tetap saja sekarang anak itu hidup di depannya sebagai manusia sungguhan. Membayangkan tubuh kecil anak enam tahun dipenuhi luka membuat hati Aylin terasa tidak nyaman.
“Sistem… sejahat itu kah pemilik tubuh asli?” tanya Aylin pelan di dalam hati.
“Lebih parah dari yang Nona bayangkan,” jawab sistem santai.
Aylin memejamkan mata sejenak. Pantas saja rasa suka Kaiden berada di angka minus seratus. Kalau dia berada di posisi Kaiden, mungkin dia juga akan membenci ibu tirinya sampai mati.
“Antar aku menemui Kaiden,” ucap Aylin tegas.
Diana langsung mengangkat kepalanya dengan wajah panik. “Nyonya… Tuan Muda Kaiden sedang dikurung di ruang hukuman.”
“Apa?” Aylin sontak membelalakkan mata.
“Karena Nyonya pingsan setelah jatuh dari tangga, kepala pelayan memerintahkan Tuan Muda Kaiden dikurung sambil menunggu Nyonya sadar,” jelas Diana dengan suara bergetar.
Aylin mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Dalam hati ia mengutuk pemilik tubuh asli yang telah menghancurkan hidup anak kecil itu.
“Cepat antar aku ke sana.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Miranda.
bukan pemilik tubuh sih sebenarnya. tapi penulis novel cerita ini🤭🤭
2026-08-24
0
Sulati Cus
🤣 ini lagi tingginya 124 m
2026-03-20
0
한스 |HANSEN| 🅗🅘🅐🅣🅤🅢
pindah ke Tangerang kak di jamin dazal nggak berani masuk 😂
2026-04-19
0