Sang penulis menjadi Dorothea

Seorang gadis cantik berwajah lembut dan polos masih memejamkan matanya rapat-rapat. Di sampingnya, seorang anak perempuan yang sangat cantik tengah menangis tersedu-sedu.

Gadis kecil itu begitu menggemaskan, bagaikan boneka hidup yang diberi nyawa. Siapa pun yang melihatnya pasti akan terpikat oleh kecantikannya.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Gadis kecil itu sangat cantik karena ibunya pun memiliki paras yang luar biasa. Namun, akibat sebuah kecelakaan, sang ibu terpeleset di taman bunga mansion mereka hingga kepalanya terbentur lantai.

Perlahan, kedua mata wanita yang semula terpejam itu terbuka.

Ia langsung terkejut saat mendapati dirinya berada di sebuah kamar mewah bernuansa putih dan perak.

Pandangannya jatuh pada gadis kecil bak boneka hidup yang masih menangis di samping ranjang.

Wanita itu mengernyit bingung.

"Gadis cantik, kenapa kamu menangis?" tanyanya.

Namun, ia justru terkejut dengan suaranya sendiri. Suaranya kini terdengar sangat lembut dan halus.Tak seperti biasanya.

"Mommy... akhirnya Mommy bangun juga. Arabella benar-benar takut terjadi sesuatu pada Mommy," ujar gadis kecil itu sambil mengusap air matanya.

Wanita itu kembali mengernyit.

Arabella?

Kenapa nama itu terasa sangat familiar?

Ia mencoba mengingat-ingat di mana pernah mendengar nama tersebut.

Beberapa detik kemudian, matanya membelalak.

"Oh iya!"

Arabella adalah salah satu tokoh utama dalam novel yang pernah ia tulis.

Kesadaran itu membuat jantungnya berdegup kencang.

"Hai, Arabella. Bisa tolong ambilkan Mommy sebuah cermin?" pintanya lembut.

Arabella segera turun dari ranjang dan berlari kecil menuju meja rias. Tak lama kemudian, ia kembali sambil membawa sebuah cermin kecil.

"Nih, Mommy."

"Terima kasih, Sayang."

Wanita itu menerima cermin tersebut lalu menatap bayangannya sendiri.

Detik berikutnya, ia terperangah.

Wajah di dalam cermin itu sangat cantik.

Kulit putih mulus, mata indah, serta fitur wajah yang sempurna.

Kini ia benar-benar yakin.

Dirinya telah berpindah ke dalam tubuh Dorothea Valeria, ibu dari protagonis wanita dalam novel Cinta Sejati untuk Arabella.

Sang penulis tak mampu menyembunyikan senyum puasnya.

Bagaimana tidak?

Dorothea adalah wanita yang dicintai banyak orang. Selain memiliki kehidupan mewah, ia juga memiliki seorang putri secantik Arabella.

Namun ada satu hal yang sedikit ia sesali.

Kenapa dulu ia menciptakan Albert sebagai pria yang terlalu sempurna?

Pria itu bahkan jauh lebih kaya dan lebih menarik dibandingkan suami Dorothea sendiri.

Meski begitu, sekarang ia sudah berada di dalam tubuh Dorothea.

Tentu saja kesempatan emas ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Apalagi, sebagai penulis novel tersebut, ia tahu persis seberapa besar cinta Albert terhadap Dorothea.

*

*

*

Di tempat lain...

Aylin sedang melakukan jogging pagi mengelilingi area mansion yang sangat luas.

Ia mengenakan kaus olahraga berlengan panjang dan celana panjang yang nyaman.

Selama berlari kecil, matanya terus menatap kagum ke segala arah.

"Ya ampun... mansion ini sudah seperti istana di negeri dongeng!" serunya takjub.

Setiap sudut bangunan itu memancarkan kemewahan yang luar biasa.

Namun tak lama kemudian, perhatian Aylin teralihkan.

Ia melihat Kaiden sedang menjalani latihan bela diri.

Awalnya ia tidak terlalu memperhatikan.

Sampai akhirnya—

BUK!

Seorang pelatih dewasa menendang tubuh kecil Kaiden dengan kekuatan penuh.

Tubuh bocah itu langsung terpelanting dan jatuh ke tanah.

Aylin terbelalak.

Sementara itu, pengasuh Kaiden hanya berdiri diam seolah kejadian tersebut adalah hal biasa.

Kaiden meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.

Namun bukannya menolong, sang pengasuh justru mendekatinya dan berkata dengan nada dingin.

"Ayo bangun, Tuan Muda. Jangan manja! Sebagai penerus keluarga Lucifer, Anda tidak boleh lemah!"

Mendengar itu, amarah Aylin langsung memuncak.

Ia berjalan cepat menghampiri mereka.

Pelatih tersebut yang melihat kedatangannya langsung tersenyum bangga.

Ia mengira akan mendapatkan pujian seperti biasanya dari Nyonya Lucifer.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

"Apa yang sedang kalian lakukan?!" bentak Aylin.

Pelatih dan pengasuh itu langsung membungkuk hormat.

"Seperti biasa, Nyonya. Tuan Muda sedang berlatih bela diri. Namun, beliau terlalu lemah dan belum menunjukkan perkembangan yang berarti," jawab sang pelatih.

Di sisi lain, Kaiden menatap Aylin penuh kebencian.

Dalam pikirannya, wanita jahat itu pasti akan menambahkan hukuman untuknya.

Namun—

"Cukup! Hentikan latihan ini sekarang juga!" bentak Aylin.

Semua orang terdiam.

"Apa kalian tidak lihat dia kesakitan? Dia baru berusia tujuh tahun, tetapi kalian memaksanya melawan orang dewasa! Ini bukan latihan, melainkan penganiayaan!"

Pelatih dan pengasuh itu langsung terperangah.

Tak biasanya Aylin membela Kaiden.

Biasanya, wanita itu justru menjadi orang pertama yang menghukumnya.

Pengasuh Kaiden kemudian teringat bahwa Aylin sedang mengalami amnesia.

Dengan sabar ia mencoba menjelaskan.

"Maaf lancang, Nyonya. Namun latihan ini memang harus dijalani oleh Tuan Muda. Jika Tuan Albert mengetahui bahwa Nyonya membiarkan Tuan Muda menjadi lemah, beliau pasti akan marah besar."

"Aku tidak peduli!"

Suara Aylin terdengar tegas.

"Dia harus diobati. Dan mulai besok, pelatih ini dilarang datang ke sini!"

Aylin lalu berjongkok di depan Kaiden dan hendak menggendongnya.

Namun Kaiden langsung berteriak.

"Jangan sentuh aku! Jangan berpura-pura menjadi ibuku! Jangan ikut campur urusanku!"

Sayangnya, Aylin tetap mengangkat tubuhnya.

Kaiden meronta-ronta.

Bahkan ia berusaha menggigit pundak Aylin seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Namun kali ini Aylin sudah siap.

Dengan sigap ia menarik rambut Kaiden ke belakang sehingga bocah itu gagal menggigitnya.

"Anak kecil galak sekali," gerutunya.

Pengasuh itu hanya terpaku menyaksikan pemandangan tersebut.

Namun ia segera tersadar.

"Nyonya! Tuan Muda harus menyelesaikan pelajarannya!"

Aylin yang sedang menggendong Kaiden langsung menoleh.

Tatapannya berubah dingin.

"Bereskan barang-barangmu."

Pengasuh itu mengernyit.

"Apa maksud Nyonya?"

"Mulai hari ini, kamu dipecat."

Seketika wajah pengasuh itu berubah pucat.

Sementara Kaiden semakin membenci Aylin.

Dalam pikirannya, wanita itu sengaja menyingkirkan semua orang yang berada di pihaknya.

Ia mengira Aylin ingin membuatnya menjadi lemah agar lebih mudah ditindas.

Padahal Kaiden tidak tahu bahwa pengasuh yang selama ini ia percayai justru adalah orang yang diam-diam menyiksanya.

Wanita itu sering memberikan susu hampir basi, menilap uang kebutuhan Kaiden, bahkan kerap menyajikan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Saat Kaiden sakit perut, ia juga membiarkannya menderita dengan alasan agar bocah itu tumbuh menjadi pria yang kuat.

Ironisnya, dalam alur asli novel, Kaiden dewasa akhirnya mengetahui semua kejahatan tersebut.

Dan saat itulah ia membunuh pengasuhnya.

Termasuk guru bela dirinya.

Bahkan pada hari yang sama, Kaiden juga membunuh Aylin.

"Nyonya tidak bisa memecat saya!" seru pengasuh itu dengan berani. "Yang mempekerjakan dan menggaji saya adalah Tuan Albert, bukan Nyonya!"

Aylin tersenyum tipis.

"Oh ya?"

Ia menatap wanita itu dengan tatapan penuh tantangan.

"Kalau begitu, telepon saja Tuan Albert. Suruh dia pulang sekarang juga."

Senyumnya semakin lebar.

"Karena aku juga ingin tahu... seberapa penting dirimu di mata tuanmu itu."

Seketika pengasuh tersebut terdiam.

Untuk pertama kalinya, ia merasa tidak mengenali wanita yang berdiri di hadapannya.

Biasanya Aylin mudah diprovokasi dan bertindak gegabah.

Namun sekarang...

Wanita itu justru terlihat tenang, cerdas, dan sangat sulit ditebak.

"Jangan-jangan..." batinnya gelisah.

"Apakah kehilangan ingatan benar-benar bisa mengubah seseorang sebanyak ini?"

Terpopuler

Comments

SeekarYaSeekar

SeekarYaSeekar

semoga tambah rajin nya 🤭

2026-02-23

1

Miranda.

Miranda.

bakalan jadi butterfly effect sih ini nanti
jangan², si pengasuh yang akan berbalik menbvnvh kaiden?🤔🤔

2026-08-26

0

Mingyu gf😘

Mingyu gf😘

sementara di dimensi lain, ada orang yang malah jadi tokoh antangonis😆😆

2026-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 Alur Novel
2 Kehadiran sistem
3 Kaiden
4 Sang penulis menjadi Dorothea
5 Albert kembali
6 Alergi mawar yang dibuat sistem
7 Bertemu Dorothea
8 Amarah Albert
9 Memasak untuk Kaiden
10 Runtuhnya rasa benci Kaiden
11 Asal mula kasih sayang nyonya gunez.
12 Amarah nyonya gunez
13 Kepulangan Aylin
14 Hapus Albert dari misi
15 Sekolah baru untuk Kaiden
16 Misi tak masuk Akal
17 Bukan Update
18 Levent Hakan
19 Lagi-lagi Dorothea
20 menjual Mobil kesayangan Albert.
21 Dilema Aylin
22 Layaknya keluarga
23 layaknya keluarga 2
24 Keresahan Dorothea
25 Kembali Ke Ankara
26 Pesta Para pengusaha Ankara.
27 Dorothea meminta Cerai dari Aras
28 Peringatan nyonya Gunez pada Aras.
29 Ke isenggan Albert
30 Kecemasan Ailyn
31 Kesepakatan Aylin dan Albert.
32 Hari ulang tahun Kaiden
33 Kekecewaan Aylin
34 Batas kesabaran Aylin.
35 Aylin pergi
36 Kekecewaan Albert pada Dorothe
37 Perubahan Albert pada Dorothe
38 Bayang+Bayang Aylin
39 Merasa kehilangan
40 Mengizinkan Aylin mengasuh Kaiden
41 penyakit Edward
42 Bunga Tulip di pagi hari.
43 Kedekatan Aylin dan Levent
44 Tak sengaja bertemu kembali
45 Draft
46 Usaha Albert
47 Aylin selamat
48 Gelagat Dorothea yang mencurigakan
49 Rencana Aylin.
50 pembalasan kecil dari Aylin
51 Kepulangan Levent
52 Semakin Dekat
53 Ungkapan Dari Levent
54 Gagal nya rencana Dorothea
55 Dorothea semakin gila
56 Tunangan Levent
57 Bahaya yang mengintai
58 Ketegangan
59 Elif dan ibu nya Leven berulah
60 Keributan
61 Tajamnya Lidah Nyonya Gunez
62 Permintaan Maaf Levent
63 Masuk ke jebakan sendiri
64 Demi Aylin
65 Berkumpul Bersama
66 Ancaman Dorothea untuk Elif
67 Kecemburuan Albert
68 Ruang rahasia Levent
69 Mengerjai Dorothea
70 Bukan Ayah sempurna
71 Harus kah Aku mundur
72 Cemburu dan rasa takut
73 Syal yang Terlambat Dihargai
74 Levent akhirnya tergoda
75 Kesalahan fatal Aylin
76 Kaiden menghilang
77 Rahasia kelam di bawah mansion Levent
78 Aksi penyelamatan Kaiden
79 Trauma Kaiden
80 pemulihan
81 Memulai dari awal lagi
82 Ada apa dengan hari ini
83 Jangan Mengusik Wanita Ku
84 pelajaran berharga
85 berbelanja bersama
86 persaingan tanpa kata
87 Gagal romantis
88 Kehidupan asli sang penulis
89 Antara Benci dan cinta
90 Kembali dari Mimpi
91 Pernyataan cinta yang kaku
92 Kepergian Edward
93 Levent menyusul Edward
94 Hari yang di nantikan
95 puncak kegilaan Dorothea
96 Memperbaiki segala nya
97 Akhir Yang Bahagia
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Alur Novel
2
Kehadiran sistem
3
Kaiden
4
Sang penulis menjadi Dorothea
5
Albert kembali
6
Alergi mawar yang dibuat sistem
7
Bertemu Dorothea
8
Amarah Albert
9
Memasak untuk Kaiden
10
Runtuhnya rasa benci Kaiden
11
Asal mula kasih sayang nyonya gunez.
12
Amarah nyonya gunez
13
Kepulangan Aylin
14
Hapus Albert dari misi
15
Sekolah baru untuk Kaiden
16
Misi tak masuk Akal
17
Bukan Update
18
Levent Hakan
19
Lagi-lagi Dorothea
20
menjual Mobil kesayangan Albert.
21
Dilema Aylin
22
Layaknya keluarga
23
layaknya keluarga 2
24
Keresahan Dorothea
25
Kembali Ke Ankara
26
Pesta Para pengusaha Ankara.
27
Dorothea meminta Cerai dari Aras
28
Peringatan nyonya Gunez pada Aras.
29
Ke isenggan Albert
30
Kecemasan Ailyn
31
Kesepakatan Aylin dan Albert.
32
Hari ulang tahun Kaiden
33
Kekecewaan Aylin
34
Batas kesabaran Aylin.
35
Aylin pergi
36
Kekecewaan Albert pada Dorothe
37
Perubahan Albert pada Dorothe
38
Bayang+Bayang Aylin
39
Merasa kehilangan
40
Mengizinkan Aylin mengasuh Kaiden
41
penyakit Edward
42
Bunga Tulip di pagi hari.
43
Kedekatan Aylin dan Levent
44
Tak sengaja bertemu kembali
45
Draft
46
Usaha Albert
47
Aylin selamat
48
Gelagat Dorothea yang mencurigakan
49
Rencana Aylin.
50
pembalasan kecil dari Aylin
51
Kepulangan Levent
52
Semakin Dekat
53
Ungkapan Dari Levent
54
Gagal nya rencana Dorothea
55
Dorothea semakin gila
56
Tunangan Levent
57
Bahaya yang mengintai
58
Ketegangan
59
Elif dan ibu nya Leven berulah
60
Keributan
61
Tajamnya Lidah Nyonya Gunez
62
Permintaan Maaf Levent
63
Masuk ke jebakan sendiri
64
Demi Aylin
65
Berkumpul Bersama
66
Ancaman Dorothea untuk Elif
67
Kecemburuan Albert
68
Ruang rahasia Levent
69
Mengerjai Dorothea
70
Bukan Ayah sempurna
71
Harus kah Aku mundur
72
Cemburu dan rasa takut
73
Syal yang Terlambat Dihargai
74
Levent akhirnya tergoda
75
Kesalahan fatal Aylin
76
Kaiden menghilang
77
Rahasia kelam di bawah mansion Levent
78
Aksi penyelamatan Kaiden
79
Trauma Kaiden
80
pemulihan
81
Memulai dari awal lagi
82
Ada apa dengan hari ini
83
Jangan Mengusik Wanita Ku
84
pelajaran berharga
85
berbelanja bersama
86
persaingan tanpa kata
87
Gagal romantis
88
Kehidupan asli sang penulis
89
Antara Benci dan cinta
90
Kembali dari Mimpi
91
Pernyataan cinta yang kaku
92
Kepergian Edward
93
Levent menyusul Edward
94
Hari yang di nantikan
95
puncak kegilaan Dorothea
96
Memperbaiki segala nya
97
Akhir Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!