Ipar Julid

Maya tertunduk diam di depan ibunya, dua pegawai bank itu baru saja pulang. Pihak bank memberikan waktu selama satu minggu bagi Maya untuk bisa membayar tunggakan cicilan bank mereka.

"Maafkan Maya Bu, Maya mengaku salah. Keadaan toko Maya juga lagi sepi Bu, jadi Maya tidak sanggup membayar cicilan bank sampai 4 bulan. Ternyata cicilan sebulan 8 jutaan itu berat Bu, Maya tidak sanggup." ucap Maya dengan nada memelas.

"Dari awal Ibu kan sudah bilang sama kamu, jangan pakai sertifikat rumah ini. Kalau sudah begini bagaimana? Lantas kalau dalam seminggu tunggakan itu tidak dibayar, rumah ini pasti akan disita. Ibu dan Tiara mau tinggal di mana, Maya?" ucap Bu Ajeng sambil menepuk keningnya sendiri. Bu Ajeng benar-benar stres memikirkan nasib rumahnya yang akan disita oleh bank jika benar Maya tidak sanggup membayar cicilan tiap bulannya.

Sebenarnya toko Maya tetap ramai dan penghasilan pun stabil. Namun memang Maya sengaja tidak mau membayar cicilannya karena merasa sayang saja setiap bulan harus mengeluarkan uang sebanyak 8 juta hanya untuk cicilan bank. Ia berpikir jika sampai terjadi sesuatu dengan rumah ibunya, pasti sang ibu akan meminta Laras untuk menyelesaikannya. Dengan begitu, setiap bulannya Laras pasti akan membayar cicilan banknya itu sehingga dia terbebas.

"Bu maafkan Maya, tapi toko Maya lagi sepi banget Bu. Maya tidak sanggup membayar cicilan bank, bagaimana kalau Ibu minta Laras yang bayar cicilan bank itu? Atau paling tidak Laras mau bayarin yang tunggakan 4 bulan ini. Masalah cicilan tiap bulan bisa kita pikirkan nanti, siapa tahu Maya ada rezeki jadi gak akan ada nunggak lagi." ucap Maya, pintar sekali dia bicara.

"Laras lagi liburan di Lombok, ini uang kuliah sama cicilan mobil Tiara saja belum juga dibayar. Ibu tidak habis pikir sama dia, bisa-bisanya dia pergi liburan padahal bayaran Tiara saja belum dia selesaikan." ucap Bu Ajeng.

"Oh pantas saja, semalam aku melihat story WA dia sedang ada di pantai. Aku kira cuma foto pantai doang, nggak tahunya dia memang liburan ke Lombok. Enak banget hidup dia, tinggal jalan-jalan nggak mikirin kita. Padahal uang dia itu juga ada haknya Ibu loh, secara Laras kan menantu Ibu." ucap Maya sengaja mengompori ibunya.

Entah apa yang ada di pikiran Maya, bisa-bisanya dia berpikir seperti itu. Uang Laras ya uang Laras, tidak ada uang Bu Ajeng. Justru dia sebagai anak kandungnya yang seharusnya membantu ibunya, bukan malah menyusahkan ibunya.

"Bu, Maya pamit pulang dulu ya. Ini anak Maya waktunya pulang sekolah, Mas Rangga pasti sibuk di toko jadi nggak bisa jemput." ucap Maya sengaja ingin cepat-cepat pulang agar ibunya tidak terus membahas soal pinjaman bank.

"Iya sudah sana pulanglah. Kalau libur ajak anakmu main ke rumah. Rumah dekat sini, tidak sampai 15 menitan dari rumah tapi kok ya jarang datang." ucap Bu Ajeng.

"Iya Bu, ya sudah Maya pulang dulu." ucap Maya lalu dia keluar rumah tanpa mengucapkan salam.

Setelah Maya pergi, Bu Ajeng mulai memikirkan cara bagaimana dia bicara dengan Laras soal cicilan bank yang sudah menunggak itu. Jika sampai Senin depan tidak bisa membayar, rumah akan disita dan Bu Ajeng tidak mau rumahnya disita.

Laras menikmati hari-harinya selama liburan. Dia mengabaikan telepon suaminya, namun sesekali dia masih membalas pesan dari suaminya itu. Teman-temannya saja sampai heran dengan perubahan sikap Laras.

Drreett... Drreett...

"Huuh ganggu saja, sebenarnya mau apa sih dia ini kok dari tadi tidak berhenti telepon aku. Baru juga aku menikmati liburan ini, dia sudah seperti cacing kepanasan." ucap Laras dengan kesal.

Ia akhirnya mengangkat telepon dari Arga.

"Apa sih Mas? Telepon terus-terusan?" tanya Laras ketus.

[Kamu kapan pulang? Ibu sama Tiara sudah di rumah, mereka nungguin kamu.] suara Arga terdengar emosi di seberang telepon.

"Besok siang aku pulang." jawab Laras singkat tanpa ada tambahan apa pun.

[Kamu juga tidak membayar uang kuliah Tiara, terpaksa aku yang membayarnya pakai uang tabunganku. Pokoknya aku tidak mau tahu, ganti uangku.} seru Arga.

"Kamu itu kakaknya Tiara dan kamu yang lebih berhak membiayai kuliah Tiara. Aku ini istrimu, aku tidak ada kewajiban untuk membiayai Tiara ataupun ibumu. Kalau pun aku mau membantu, itu semampuku saja." balas Laras telak.

[Laras, kamu sudah keterlaluan.]

"Sudahlah Mas, aku mau lanjut sarapan dan setelah itu aku mau jalan-jalan lagi."

Klik.

Belum juga Arga melanjutkan kalimatnya, Laras sudah langsung mematikan sambungan teleponnya. Ia malas mendengarkan ocehan Arga yang tidak masuk akal.

"Dasar suami gila, bisa-bisanya dia bayarin kuliah adik kandungnya tapi aku suruh ganti. Benar-benar keluarga aneh. Ini juga apalagi Mbak Maya nih." ucap Laras memeriksa pesan masuk, ternyata ada pesan dari Maya sekitar 1 jam yang lalu.

[Enak ya yang liburan, sampai tidak mengurus suami. Kalau suami kamu cari pengganti jangan salahkan suami ya. Sudah tahu keluarga lagi banyak kebutuhan, malah menghambur-hamburkan uang]

[Giliran dipinjamin uang selalu bilang tidak punya. Malah dipakai foya-foya sampai Lombok. Ingat!!! Kamu itu punya tanggung jawab bantu biaya Ibu dan Tiara]

"Hah... dasar ipar gila.  Apa mereka kira aku ini kerja untuk mereka? Dikiranya mesin ATM juga aku ini sama mereka" ucap Laras bicara sendiri.

Maya memang sering kali pinjam uang pada Laras. Sekali dua kali Laras memberinya pinjaman. Namun lama-lama Maya tidak tahu diri, meminjam tapi enggan untuk mengembalikannya. Total uang Laras ada 9 juta dipinjam Maya tapi tidak kembali juga sudah 1 tahun lebih.

Laras kembali menghampiri temannya di meja makan. Ternyata teman-temannya sudah selesai sarapan. Tinggal Laras sendiri yang belum menghabiskan makanannya.

"Laras, ayo habiskan sarapanmu, jangan tidak dihabiskan." ucap Erika sahabatnya yang penuh perhatian.

"Kalian malah sudah habis duluan. Aku kan jadi tidak enak nih, jalan-jalan kita sedikit terlambat." ucap Laras merasa tidak enak hati dengan ketiga temannya.

"Tidak apa-apa, santai saja. Sudah cepat habiskan sarapanmu. Hari ini seharian penuh kita di luar menikmati liburan kita. Besok kan kita sudah pulang." ucap Rani sambil memandangi Laras yang sedang makan.

Seandainya dulu aku tidak buru-buru menikah, pasti aku sama seperti Rani, Erika dan Andin, masih bisa bebas mau ngapain dan ke mana saja, dan tidak dibuat pusing dengan urusan rumah tangga. Hhaahh... Aku sangat mencintai Mas Arga, jadi saat dia mengajak nikah aku langsung mau karena dulu jika aku menolak, aku takut kehilangan dia, gumam Laras dalam hatinya menyesali masa lalu.

Terpopuler

Comments

Hubbyungu

Hubbyungu

mayaaaaa😠😠😠.. bisa2nya ngomong kaya gitu

2026-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Aku bukan mesin uang
2 Uangku. Bukan Uang Kalian
3 Rumah Tangga di Ujung Saldo
4 TUNGGAKAN BANK
5 Ipar Julid
6 Melihat Ipar saat Liburan
7 Rumah seperti kapal pecah
8 Oleh-Oleh
9 Keluarga Aneh
10 Diamnya Laras
11 Bertengkar
12 Siapa Angel?
13 Rumah disita Bank
14 Keluarga Toxic
15 Bau Parfum
16 Dikasi Hati minta Jantung
17 Pinjam Uang Laras
18 Kedatangan Orang Tua Laras
19 Kamu selingkuh???
20 Suami Orang, Bu !!!
21 Mendekati Keluarga Calon Suami
22 Mengikuti Arga
23 Pembalasan yang Elegant
24 Momen yang pas
25 Tidur di kamar Laras
26 Angel Hamil???
27 Tunggu Pembalasanku !!!
28 Alat mandiku hilang
29 Aku bukan mesin uang
30 Pernikahan semakin dekat
31 Mengetahui rencana Arga
32 Gosip tetangga
33 Pembalasan dimulai, Mas.
34 SAHHHHH !!!
35 Aku dimadu???
36 Mobil Tiara disita
37 Laras Shopping, Angel Iri
38 Inikan Rumah Bapak?
39 DITALAK
40 KEMALINGAN???
41 Menyindir Bu Sitti
42 Minggu yang melelahkan
43 Bu Ajeng tidak mau di penjara
44 Memarahi Angel
45 Pemilik baru
46 Melabrak Laras
47 Sindirian untuk Bi Sitti
48 Pelakor teriak pelakor
49 Angel ketahuan
50 Terbongkarnya kebohongan Angel dan Bu Sitti
51 Saling menyalahkan
52 Bu Sitti masuk RS
53 Rencana jahat Angel
54 DR Group
55 Mantan suami tak tau malu
56 Pinjam uang ke Mbak Maya
57 Rencana pindah rumah
58 Damar Wicaksono Prakoso
59 Kontrakan kumuh Bu Ajeng
60 Melabrak Laras
61 Pedofil?
62 Arga menemui Laras
63 Seperti pengemis
64 Angel seperti pembantu
65 Berpasangan dengan Damar
66 Mantra dari dukun
67 Anak kesayangan Ibu
68 Cupang
69 Apa aku anak pungut?
70 Tiba-tiba dilamar
71 Warisan yang dirahasiakan
72 Seperti backstreet saja
73 Fakta baru untuk Arga
74 Mencari surat tanah
75 Menawarkan tanah
76 Dimas Korupsi
77 Dimas dipecat
78 Akhirnya terjual juga
79 Menyusun rencana
80 Menjebak Arga
81 Hilang???
82 Mengabaikan telelpon
83 Sikap bodo amat
84 Tiara atau Ibu?
85 Hampir jatuh tempo
86 Damar dijodohkan
87 Ratih akhirnya tau
88 Kemana sertifikat tanah itu?
89 Siapa yang menjualnya?
90 Dimas dan Ratih pindah ke kontrakan
91 Ratih ketahuan selingkuh
92 Kebohongan terbongkar
93 Menceraikan Angel
94 Mencari rumah baru
95 Dendam masa lalu
96 PERGI DARI SINI !!!
97 Pindah Rumah
98 Dimas Bodoh
99 Jebakan Sarden Kadaluarsa
100 Dimas ingin cerai
101 Memutuskan hubungan keluarga
102 Kue untuk Tiara
103 Air Dukun
104 Niat busuk Bu Ajeng
105 Ada apa dengan Dimas???
106 Tidak ada karma dalam kamusku
107 Pinjam pacar?
108 Jampi Gagal
109 Jampi salah sasaran
110 Kamu bukan anakku lagi
111 Jadi pembantu di rumah Bu Sukma
112 Salam pembuka untuk Bu Ajeng
113 Roda itu berputar
114 Memutuskan Ratih
115 Ditalak Rangga
116 Kakak Adik Bernasib Sama
117 Nasib Malang Bu Ajeng
118 Aryo
119 Hadi menembak Tiara
120 Bertemu suami Siska
121 Bu Ajeng disiksa
122 Bantuan dari Arga
123 KEDATANGAN DAMAR
124 Makan siang bersama Laras
125 Kekhawatiran seorang kakak
126 Arisan di rumah Bu Sukma
127 Adu mulut Dimas dan Maya
128 Bakso pinggir jalan
129 Bertemu Laras
130 Kecurigaan Damar
131 Ternyata yang disukai Damar adalah Laras
132 Maya diusir dari rumahnya
133 Cerita dari Aryo
134 Mengumpulkan bukti
135 Damar jaga jarak
136 Siska Hamil???
137 Kejutan makan malam
138 Kebohongan Siska Terbongkar
139 Restu Pak Baskoro
140 Persaingan 3 Pria
141 Ancaman Damar
142 Menolak kerjasama dengan Siska
143 Miskin tapi sombong
144 Kenekatan Hadi
145 Benang kusut
146 Tiga Pria
147 Gila Kerja
148 Pertemuan Tiara dan Alex
149 Menjadi Kuli Bangunan
150 Hari Apes Tidak Ada yang Tahu
151 Tidak Mau Lumpuh
152 Seperti Arga
153 Dimas Menghilang
154 Buat Aku Jatuh Cinta dalam 2 Bulan
155 Maya jadi pengemis
156 Dukungan dari pusat
157 Benarkah sudah jatuh cinta?
158 Membujuk Laras
159 Hanya sebatas kakak adik
160 Ratih ditangkap polisi
161 Ancaman Maya
162 Maya VS Arga
163 Sebuah perjalanan hidup
164 Keputusan Laras
165 Bu Ajeng dan Maya Meninggal ( TAMAT )
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Aku bukan mesin uang
2
Uangku. Bukan Uang Kalian
3
Rumah Tangga di Ujung Saldo
4
TUNGGAKAN BANK
5
Ipar Julid
6
Melihat Ipar saat Liburan
7
Rumah seperti kapal pecah
8
Oleh-Oleh
9
Keluarga Aneh
10
Diamnya Laras
11
Bertengkar
12
Siapa Angel?
13
Rumah disita Bank
14
Keluarga Toxic
15
Bau Parfum
16
Dikasi Hati minta Jantung
17
Pinjam Uang Laras
18
Kedatangan Orang Tua Laras
19
Kamu selingkuh???
20
Suami Orang, Bu !!!
21
Mendekati Keluarga Calon Suami
22
Mengikuti Arga
23
Pembalasan yang Elegant
24
Momen yang pas
25
Tidur di kamar Laras
26
Angel Hamil???
27
Tunggu Pembalasanku !!!
28
Alat mandiku hilang
29
Aku bukan mesin uang
30
Pernikahan semakin dekat
31
Mengetahui rencana Arga
32
Gosip tetangga
33
Pembalasan dimulai, Mas.
34
SAHHHHH !!!
35
Aku dimadu???
36
Mobil Tiara disita
37
Laras Shopping, Angel Iri
38
Inikan Rumah Bapak?
39
DITALAK
40
KEMALINGAN???
41
Menyindir Bu Sitti
42
Minggu yang melelahkan
43
Bu Ajeng tidak mau di penjara
44
Memarahi Angel
45
Pemilik baru
46
Melabrak Laras
47
Sindirian untuk Bi Sitti
48
Pelakor teriak pelakor
49
Angel ketahuan
50
Terbongkarnya kebohongan Angel dan Bu Sitti
51
Saling menyalahkan
52
Bu Sitti masuk RS
53
Rencana jahat Angel
54
DR Group
55
Mantan suami tak tau malu
56
Pinjam uang ke Mbak Maya
57
Rencana pindah rumah
58
Damar Wicaksono Prakoso
59
Kontrakan kumuh Bu Ajeng
60
Melabrak Laras
61
Pedofil?
62
Arga menemui Laras
63
Seperti pengemis
64
Angel seperti pembantu
65
Berpasangan dengan Damar
66
Mantra dari dukun
67
Anak kesayangan Ibu
68
Cupang
69
Apa aku anak pungut?
70
Tiba-tiba dilamar
71
Warisan yang dirahasiakan
72
Seperti backstreet saja
73
Fakta baru untuk Arga
74
Mencari surat tanah
75
Menawarkan tanah
76
Dimas Korupsi
77
Dimas dipecat
78
Akhirnya terjual juga
79
Menyusun rencana
80
Menjebak Arga
81
Hilang???
82
Mengabaikan telelpon
83
Sikap bodo amat
84
Tiara atau Ibu?
85
Hampir jatuh tempo
86
Damar dijodohkan
87
Ratih akhirnya tau
88
Kemana sertifikat tanah itu?
89
Siapa yang menjualnya?
90
Dimas dan Ratih pindah ke kontrakan
91
Ratih ketahuan selingkuh
92
Kebohongan terbongkar
93
Menceraikan Angel
94
Mencari rumah baru
95
Dendam masa lalu
96
PERGI DARI SINI !!!
97
Pindah Rumah
98
Dimas Bodoh
99
Jebakan Sarden Kadaluarsa
100
Dimas ingin cerai
101
Memutuskan hubungan keluarga
102
Kue untuk Tiara
103
Air Dukun
104
Niat busuk Bu Ajeng
105
Ada apa dengan Dimas???
106
Tidak ada karma dalam kamusku
107
Pinjam pacar?
108
Jampi Gagal
109
Jampi salah sasaran
110
Kamu bukan anakku lagi
111
Jadi pembantu di rumah Bu Sukma
112
Salam pembuka untuk Bu Ajeng
113
Roda itu berputar
114
Memutuskan Ratih
115
Ditalak Rangga
116
Kakak Adik Bernasib Sama
117
Nasib Malang Bu Ajeng
118
Aryo
119
Hadi menembak Tiara
120
Bertemu suami Siska
121
Bu Ajeng disiksa
122
Bantuan dari Arga
123
KEDATANGAN DAMAR
124
Makan siang bersama Laras
125
Kekhawatiran seorang kakak
126
Arisan di rumah Bu Sukma
127
Adu mulut Dimas dan Maya
128
Bakso pinggir jalan
129
Bertemu Laras
130
Kecurigaan Damar
131
Ternyata yang disukai Damar adalah Laras
132
Maya diusir dari rumahnya
133
Cerita dari Aryo
134
Mengumpulkan bukti
135
Damar jaga jarak
136
Siska Hamil???
137
Kejutan makan malam
138
Kebohongan Siska Terbongkar
139
Restu Pak Baskoro
140
Persaingan 3 Pria
141
Ancaman Damar
142
Menolak kerjasama dengan Siska
143
Miskin tapi sombong
144
Kenekatan Hadi
145
Benang kusut
146
Tiga Pria
147
Gila Kerja
148
Pertemuan Tiara dan Alex
149
Menjadi Kuli Bangunan
150
Hari Apes Tidak Ada yang Tahu
151
Tidak Mau Lumpuh
152
Seperti Arga
153
Dimas Menghilang
154
Buat Aku Jatuh Cinta dalam 2 Bulan
155
Maya jadi pengemis
156
Dukungan dari pusat
157
Benarkah sudah jatuh cinta?
158
Membujuk Laras
159
Hanya sebatas kakak adik
160
Ratih ditangkap polisi
161
Ancaman Maya
162
Maya VS Arga
163
Sebuah perjalanan hidup
164
Keputusan Laras
165
Bu Ajeng dan Maya Meninggal ( TAMAT )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!