Pelatihan

Kembali ke wilayah kediaman Phenex, suasana tidak lagi terasa sama bagi Riser. Jika dulu dia melihat kastel ini sebagai simbol kesombongan, kini dia melihatnya sebagai aset strategis. Namun, ada satu hal yang mengganggunya: Peerage aslinya. Meskipun mereka setia, Riser tahu bahwa untuk mencapai targetnya—membangun kekuatan yang bisa menantang tatanan dunia—dia membutuhkan individu dengan potensi yang lebih spesifik.

Riser berdiri di tengah lapangan pelatihan pribadi yang luas. Udara di sekitarnya bergetar karena panas yang terpancar secara alami dari tubuhnya. Di depannya, Yubelluna berdiri dengan sikap sempurna, tongkat sihirnya tergenggam erat, namun matanya memancarkan kebingungan yang mendalam.

"Tuanku Riser," suara Yubelluna memecah keheningan. "Anda meminta saya untuk menyerang dengan kekuatan penuh? Tanpa ada bidak Pawn atau Knight yang menjaga Anda?"

Riser meregangkan lehernya, bunyi gemertak tulang terdengar memuaskan. "Benar, Yubelluna. Aku ingin kau melepaskan sihir ledakanmu yang paling kuat. Jangan menahan diri jika kau tidak ingin melihatku menguap."

[ Sinkronisasi Jiwa: 21% ]

[ Kondisi Tubuh: Optimal ]

[ Saran: Gunakan teknik pernapasan Re-Taekwondo untuk menstabilkan aliran energi iblis. Jika kamu ceroboh, pakaian mahalmu akan terbakar lagi. ]

Yui, bisakah kau memberikan sedikit dukungan moral daripada mengkhawatirkan jas ini? batin Riser sambil tersenyum kecut.

[ Dukungan moral tidak akan melindungimu dari ledakan sihir tingkat tinggi. Konsentrasi, Pemalas. ]

Riser mengambil kuda-kuda rendah. Tubuhnya tidak lagi tegang. Dia mengingat setiap gerakan Jin Mori, setiap aliran Renewal Taekwondo yang kini tertanam di otot-ototnya. Dia tidak hanya mengandalkan api; dia mengandalkan kontrol.

"Mulailah," perintah Riser.

Yubelluna tidak lagi ragu. Sebagai Queen yang loyal, dia menuruti perintah tuannya. Dia mengangkat tongkatnya, lingkaran sihir ungu besar tercipta di atas kepalanya.

"Jika itu kemauan Anda... Arcane Burst!"

Seketika, serangkaian bola energi destruktif meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Riser. Setiap bola itu cukup kuat untuk meratakan sebuah bangunan beton.

Riser tidak menghindar. Dia justru maju.

Langkah pertama: Penguasaan Medan.

Dengan gerakan yang hampir tidak tertangkap mata, Riser menggeser tumpuan kakaknya. Saat bola energi pertama hampir menyentuh wajahnya, dia memutar tubuhnya—sebuah gerakan spinning hook kick yang sempurna—namun alih-alih menendang fisik, kakinya membawa aliran udara yang dipadukan dengan energi Full Counter.

Blar!

Bola energi itu meledak, namun arah ledakannya berbalik seratus delapan puluh derajat ke arah serangan berikutnya, menciptakan reaksi berantai di udara.

[ Teknik Terdeteksi: Penangkapan Momentum. ]

[ Efektivitas: 85% ]

Riser terus bergerak. Dia melesat di antara ledakan, bayangannya tampak seperti kilat pirang. Saat dia berada cukup dekat dengan Yubelluna, dia tidak menyerang. Dia berhenti tepat di depan hidung ratunya, membiarkan energi panasnya menyelimuti mereka berdua tanpa menyakiti gadis itu.

Yubelluna gemetar, bukan karena takut, tapi karena intensitas aura yang dikeluarkan Riser. Ini bukan lagi api yang membabi buta. Ini adalah kekuatan yang terkendali, tajam, dan sangat dominan.

"Kau terlalu lambat dalam memicu ledakan kedua, Yubelluna," bisik Riser tepat di telinganya. "Di medan perang yang sesungguhnya, satu detik keraguan adalah tiket menuju pemakaman."

Riser menjauhkan dirinya, mematikan aura panasnya seketika. "Tapi, akurasi sihirmu meningkat. Itu bagus."

Yubelluna membungkuk dalam, wajahnya sedikit merona. "Terima kasih atas bimbingannya, Tuanku. Namun... saya merasa Anda berbeda. Teknik bela diri yang Anda gunakan... saya belum pernah melihatnya di buku sejarah iblis mana pun."

Riser tertawa kecil, dia berjalan menuju tepi lapangan di mana sebotol air dingin telah disiapkan. "Sebut saja itu hobi baru. Membaca buku tua ternyata ada gunanya juga."

[ Kebohongan yang sangat payah. ]

[ Peringatan: Energi dalam tubuhmu sedang bergejolak. Efek penggunaan 'Full Counter' pada tubuh iblis yang belum terbiasa mulai terasa. ]

Riser merasakan dadanya sedikit sesak. Dia duduk di bangku taman, mencoba mengatur napasnya. "Yui, apa masalahnya? Tubuh Phenex seharusnya bisa beregenerasi dengan cepat."

[ Regenerasi Phenex bekerja pada kerusakan fisik. Namun, teknik yang kamu gunakan menuntut beban mental dan jalur energi yang berbeda dari sihir iblis biasa. Kamu butuh sinkronisasi yang lebih tinggi jika ingin menggunakan kekuatan Meliodas tanpa efek samping. ]

"Begitu ya... Jadi aku masih harus banyak berlatih," gumam Riser.

Dia kemudian menoleh ke arah Yubelluna yang masih berdiri setia di sana. Riser telah mengambil keputusan. Dia tidak bisa membawa seluruh Peerage lamanya ke jalan yang penuh bahaya ini. Dia butuh mereka untuk tetap aman, sementara dia membentuk tim khusus yang bisa mengikuti kecepatannya.

"Yubelluna," panggil Riser dengan nada serius.

"Iya, Tuanku?"

"Setelah Rating Game melawan Rias selesai... aku akan menyerahkan posisi pimpinan Peerage asliku kepada Ravel. Dia butuh perlindungan, dan kalian adalah orang-orang yang paling aku percayai untuk menjaganya."

Mata Yubelluna membelalak. "Apa? Tapi... bagaimana dengan Anda? Seorang King tanpa Peerage adalah sasaran empuk."

Riser berdiri, menatap langit Underworld yang luas. "Aku tidak bilang aku akan sendirian. Aku hanya bilang, aku akan membangun tim yang baru. Tim yang mampu berdiri di puncak dunia bersamaku. Dan kau..." Riser menatap Yubelluna dengan tatapan yang dalam. "Aku ingin kau tetap bersamaku. Bukan hanya sebagai bidak, tapi sebagai salah satu pilar kekuatanku."

Yubelluna merasa jantungnya berdegup kencang. Kata-kata Riser tidak terdengar seperti perintah seorang tuan kepada budaknya, melainkan ajakan seorang pria kepada rekannya.

"Saya... saya akan mengikuti Anda ke mana pun, bahkan ke dasar neraka sekalipun," jawab Yubelluna dengan kemantapan hati yang mutlak.

Riser tersenyum puas. Satu pilar telah diamankan. Kini, dia hanya perlu memenangkan Rating Game konyol itu dan mulai mencari anggota-anggota barunya yang telah dia rencanakan dalam ingatannya.

[ Analisis: Loyalitas Yubelluna meningkat drastis. ]

[ Saran: Gunakan waktu luangmu untuk mulai mempelajari koordinat dunia manusia. Target pertama: Saeko Busujima. ]

"Saeko, ya?" Riser menyeringai. "Gadis dengan pedang yang haus darah. Dia akan sangat cocok di timku."

Malam di dunia manusia memiliki aroma yang sangat berbeda dengan Underworld. Jika di rumahnya Riser mencium bau belerang dan kemewahan yang kaku, di sini—di tengah hiruk-pikuk kota yang diselimuti lampu neon—dia mencium bau kebebasan, polusi, dan potensi.

Riser melangkah keluar dari gang gelap, menyesuaikan letak kerah jaket hitamnya. Dia meninggalkan setelan jas mahalnya di kastel, beralih ke pakaian yang lebih kasual namun tetap berkelas: kaos hitam pas badan yang menonjolkan hasil latihan fisiknya, dibalut jaket kulit dan celana jins gelap. Penampilannya kini benar-benar menyerupai Kuze Masachika, namun dengan sorot mata yang jauh lebih tajam dan berbahaya.

[ Lokasi: Kota Kuoh - Sektor Barat. ]

[ Target Terdeteksi: Fluktuasi energi kehidupan yang tajam di area dojo tua. ]

[ Jarak: 400 meter. ]

Yui, pastikan kehadiranku tidak terdeteksi oleh jaringan pengawas Gremory atau Sitri. Aku tidak ingin Sona Sitri yang cerewet itu datang menanyakan visaku, batin Riser sambil berjalan santai.

[ Sudah diatur. Aku telah menyelimuti keberadaanmu dengan frekuensi energi rendah yang menyatu dengan latar belakang kota. Selama kamu tidak melepaskan api Phoenix-mu seperti orang gila, mereka hanya akan melihatmu sebagai pemuda tampan yang sedang mencari alamat. ]

Riser mendengus geli. "Pemuda tampan, ya? Setidaknya sistem ini jujur soal visualku."

[ Jangan terlalu percaya diri. Itu hanya protokol deskripsi objektif. ]

Riser terus berjalan, melewati deretan toko yang sudah tutup hingga sampai di sebuah area yang lebih sunyi. Di sana, berdiri sebuah dojo tua dengan papan nama kayu yang sudah mulai lapuk. Namun, di balik dinding kayu itu, Riser bisa mendengar suara yang sangat spesifik.

Slash! Slash!

Suara tebasan pedang kayu yang membelah udara dengan presisi yang mengerikan. Riser berhenti di depan gerbang, tidak langsung masuk. Dia menyandarkan tubuhnya di pagar batu, memejamkan mata sejenak untuk mempertajam indranya.

[ Intuisi Pertempuran Aktif. ]

[ Analisis: Setiap tebasan mengandung niat membunuh yang murni. Subjek tidak hanya berlatih teknik, dia sedang menekan insting liarnya. ]

Riser membuka pintu geser dojo dengan gerakan yang sangat pelan. Di dalam, di bawah cahaya remang dari lampu gantung yang bergoyang, seorang gadis dengan rambut ungu panjang yang diikat ekor kuda sedang mengayunkan bokken (pedang kayu). Keringat membasahi tubuhnya, membuat pakaian latihannya menempel erat, namun fokusnya tidak goyah sedikit pun.

Saeko Busujima.

Riser memperhatikan setiap gerakannya. Saeko bukan sekadar ahli pedang; ada kegelapan di dalam setiap ayunannya. Kegelapan yang dicari Riser.

"Tebasanmu terlalu penuh dengan penekanan," suara Riser memecah keheningan dojo, terdengar santai namun bergema di setiap sudut ruangan.

Saeko bereaksi seketika. Dalam hitungan detik, dia sudah berbalik dan mengarahkan ujung pedang kayunya tepat ke arah tenggorokan Riser. Matanya yang dingin dan tajam menatap pria asing yang tiba-tiba muncul di wilayah pribadinya.

"Siapa kau? Dan bagaimana kau bisa masuk tanpa membuat suara?" tanya Saeko dengan nada rendah yang mengancam.

Riser tidak mundur. Dia justru melangkah maju satu inci, membiarkan ujung pedang kayu itu nyaris menyentuh kulit lehernya. Dia menatap mata Saeko dengan senyum miring yang provokatif.

"Hanya seorang pelancong yang tertarik dengan aroma darah di tengah kota yang damai ini," jawab Riser tenang. "Kau punya bakat yang disia-siakan di sini, Saeko Busujima. Pedangmu menangis karena dia tidak diberi makan dengan benar."

Pupil mata Saeko bergetar. Kalimat itu menghantam bagian terdalam dari rahasia yang selama ini dia sembunyikan—hasratnya akan kekerasan. "Kau bicara seolah-olah kau tahu sesuatu tentangku."

"Aku tahu lebih banyak dari yang kau bayangkan," Riser mengangkat tangannya, perlahan menjauhkan ujung bokken itu dari lehernya dengan satu jari. "Dunia ini jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi kendo tingkat nasional. Ada tempat di mana haus darahmu bukan dianggap sebagai kutukan, melainkan sebuah anugerah."

Saeko menurunkan pedangnya, namun kewaspadaannya tetap di tingkat tertinggi. "Kau bukan manusia biasa, kan? Atmosfer di sekitarmu... terlalu berat."

Riser tertawa pelan. "Pengamatan yang bagus. Jadi, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan? Aku akan memberimu kesempatan untuk melepaskan monster di dalam dirimu, dan sebagai gantinya, kau akan meminjamkan pedangmu padaku."

[ Sinkronisasi Jiwa: 23% ]

[ Status Subjek: Tertarik namun Skeptis. ]

[ Saran: Berikan sedikit demonstrasi. Wanita seperti dia hanya menghormati kekuatan. ]

Riser mengangguk dalam hati. "Ambil pedang kayumu, Saeko. Serang aku dengan niat untuk membunuh. Jika kau bisa menyentuh pakaianku saja, aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi. Tapi jika kau kalah... kau harus mendengarkan penawaranku sampai selesai."

Saeko terdiam sejenak, sebelum akhirnya sebuah senyum tipis yang haus akan tantangan muncul di wajah cantiknya. "Menarik. Jangan menyesal jika tulangmu patah, Tuan Asing."

Saeko mengambil posisi kuda-kuda Chudan-no-kamae. Udara di dalam dojo mendadak menjadi sangat dingin. Dalam sekejap, dia melesat maju.

"Hah!"

Pedang kayu itu meluncur dengan kecepatan yang mustahil bagi manusia biasa, mengincar pelipis Riser. Namun, bagi Riser yang memiliki Intuisi Pertempuran tingkat Khusus, gerakan itu seolah melambat. Dia tidak menghindar jauh; dia hanya memiringkan kepalanya beberapa milimeter.

Angin tebasan itu menerpa pipi Riser, namun tidak mengenainya.

Saeko tidak berhenti. Dia memutar tubuhnya, melepaskan serangkaian tebasan beruntun yang mengincar titik-titik vital. Riser bergerak dengan keanggunan seorang penari, tangannya tetap berada di saku jaketnya. Setiap serangan Saeko hanya menemui udara kosong.

"Kenapa? Apa hanya ini kemampuan monster di dalam dirimu?" ejek Riser, memprovokasi insting liar Saeko.

Saeko menggeram pelan. Matanya mulai berkilat dengan cahaya yang sedikit berbeda. Dia melepaskan tebasan vertikal yang sangat kuat—serangan yang dia gunakan untuk membelah musuhnya di masa lalu.

Riser berhenti menghindar. Dia mengangkat tangan kirinya, bukan untuk menangkap, tapi untuk menyentuh sisi pedang kayu itu saat meluncur turun. Dengan sedikit sentuhan energi Full Counter yang disesuaikan, dia membelokkan momentum serangan Saeko.

Brak!

Saeko kehilangan keseimbangan karena kekuatannya sendiri yang berbalik arah. Sebelum dia bisa pulih, Riser sudah berada di belakangnya, tangan kanannya melingkari pinggang Saeko sementara tangan kirinya menahan pergelangan tangan gadis itu yang memegang pedang.

Napas Saeko memburu. Dia bisa merasakan suhu tubuh Riser yang panas—jauh lebih panas dari manusia mana pun—dan aroma maskulin yang dominan.

"Game over, Saeko," bisik Riser di dekat telinganya.

Saeko terengah-engah, tubuhnya gemetar bukan karena takut, tapi karena sensasi aneh yang menjalar di tulang belakangnya. Kekuatan pria ini... begitu mutlak dan menenangkan di saat yang bersamaan.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Saeko dengan suara yang sedikit parau.

Riser melepaskan pelukannya perlahan, membiarkan Saeko berbalik menghadapnya. "Namaku Riser Phenex. Dan aku datang untuk menawarimu kursi di meja para penguasa."

[ Misi Sampingan: Rekrutmen Ksatria Pertama (Progres 50%). ]

[ Komentar Yui: Cara yang sangat klise untuk menggoda wanita, tapi aku harus mengakui, itu cukup efektif. Dia sudah terpikat. ]

Riser hanya tersenyum tipis. Dia tahu, malam ini baru saja dimulai, dan Saeko Busujima adalah kepingan pertama dari Peerage impiannya.

Terpopuler

Comments

shineelaa

shineelaa

damn dri god of highschool toh

2026-07-21

0

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

... Ini baguss, Nextt

2026-03-22

1

lihat semua
Episodes
1 Terlahir Kembali
2 Pelatihan
3 Kontrak dan Sang Ksatria
4 Kepulangan dan Fajar
5 Matahari Hitam
6 Ketenangan Sebelum Badai
7 Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8 Tarian Darah
9 Kehancuran Sang Naga Merah
10 Tirai Kematian
11 Dingin Yang Membakar
12 Gesekan
13 Harmoni dan Reruntuhan
14 Langit Kuoh
15 Kedamaian Yang Asing
16 Perluasan Jangkauan
17 Seni Pedang
18 Kencan
19 Interogasi
20 Strategi Phenex
21 Intervensi Sang Gagak
22 Rahasia Di Balik Bayangan
23 Penyatuan
24 Keheningan Sebelum Badai
25 Kesombongan Malaikat Jatuh
26 Kehendak Tertinggi
27 Kehangatan dibalik Es
28 Panggilan
29 Yang Terlupakan
30 Kesadaran dan Ketenangan
31 Terbangun
32 Ksatria Cahaya Yang Terluka
33 Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34 Faksi Baru
35 Kediaman Baru
36 Pertemuan Dibawah Kaca
37 Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38 Malam Sayap yang Terbakar
39 Kabut Pelindung
40 Simfoni Penyembuhan
41 Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42 Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43 Di Ambang Keputusasaan
44 Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45 Meja Makan yang Canggung
46 Resonansi di Ruang Hening
47 Badai di Akademi Kuoh
48 Negosiasi di Atas Atap
49 Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50 Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51 Retakan di Ruang Hampa
52 Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53 Persiapan di Balik Layar
54 Pertemuan di Balik Malam
55 Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56 Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57 Tirai Festival dan Benang Merah
58 Melodi Kehancuran
59 Pelabuhan Terahkir
60 Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61 Fondasi Yang Mulai Hancur
62 Mata Mata Dalam Kegelapan
63 Naik Tingkat
64 Persiapan Dibalik Tirai
65 Kepemimpinan
66 Kedatangan Yang Dinantikan
67 Bayangan Dibalik Senyuman
68 Munculnya Bayangan
69 Malam Sang Ksatria
70 Kehancuran
71 Kebangkitan {1}
72 Kebangkitan {2}
73 Pertemuan Para Penguasa
74 Racun dan Pengkhianatan
75 Racun dan Pengkhianatan {2}
76 Labirin Kejujuran
77 Simfoni Pembersihan
78 Tanah Gremory dan Perubahan
79 Munculnya Benih Kecurigaan
80 Kedatangan Tamu Tak Diundang
81 Benteng Yang Mulai Hancur
82 Bayangan didalam Istana
83 Tarian Kematian
84 Kabar Buruk
85 Kabar Duka Menghantui
86 Jejak Pengkhianat
87 Keruntuhan sang Pengkhianat
88 Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89 Kepulangan
90 Sebelum Badai
91 Sang Pahlawan
92 Duel Cahaya dan Tombak
93 Dibawah Langit Yang Terluka
94 Resonansi jiwa
95 Mitos Sang Pahlawan
96 Keruntuhan Istana Awan
97 lingkungan Keluarga Gremory
98 Dapur Gremory
99 Aula Keluarga Gremory
100 Ideologi Lama
101 Taman Rahasia dan Janji
102 Bayangan Dibawah Malam
103 Pulau yang Terlupakan
104 Pondasi di Atas Cakrawala
105 Kabut di Kota Terlarang
106 Nyanyian Laut yang Terjaga
107 Nyanyian Laut yang Terjaga
108 Melodi yang Menyatukan Jiwa
109 Melodi yang Menyatukan Jiwa
110 Kabut di Balik Kemegahan
111 Persiapan di Ambang Bayangan
112 Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113 Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114 Blokade
115 Diplomasi di Atas Awan
116 Seorang Pemimpin
117 Kabar Duka
118 Kidung Penjinak Naga
119 Kedatangan Tamu dari Kuoh
120 Diantara Tugas dan Rasa
121 Pemutusan Akar
122 kematian sang Pengkhianat
123 Kepulangan
124 Singgasana Yang Runtuh
125 Penghakiman
126 Reruntuhan
127 Reruntuhan {2}
128 Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129 Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130 Benang Merah di Balik Tabir
131 Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132 Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133 Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134 Intelijen dari Bayangan
135 Cahaya di Antara Lampion
136 Era Yang Berbeda
137 Labirin Memori dan Tabir Ark
138 Cakrawala yang Terkoyak
139 Kedalaman Jantung Mekanis
140 Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141 Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142 Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143 Penembusan Cakrawala
144 Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145 Resonansi di Inti Hampa
146 Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147 Meja Bundar Para Penguasa
148 Tirai Terlarang
149 Manifestasi Cahaya Mutlak
150 Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151 Penawar dari Rahim Bumi
152 Injeksi Kehidupan Phenex
153 Simfoni Kehidupan Baru
154 Kehangatan di Tengah Ketegangan
155 Zona Hening dan Halusinasi Purba
156 Bedah Variabel Entropi
157 Barisan Penjaga Dogma
158 Perjanjian yang Terlupakan
159 Dilema Sang Penyeimbang
160 Protokol Nadir
161 Jejak yang Tak Terlihat
162 Penyaluran Cahaya Penghakiman
163 Dekonstruksi Kebohongan Suci
164 Fanatisme dan Parasit Kognitif
165 Desensitisasi Katakombe
166 Manifestasi Inang Terakhir
167 Pemulihan dan Guncangan Global
168 Jembatan Kesadaran yang Retak
169 Di Ambang Kesadaran
170 Integritas Sang Penguasa
171 Jembatan Cakrawala
172 Atmosfer yang Terkhianati
173 Tarian Saraf di Jantung Badai
174 Cermin Kehampaan
175 Simfoni Satu Sayap
176 Pertaruhan Saraf Terakhir
177 Mandat Sang Permaisuri
178 Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179 Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180 Pertukaran Esensi
181 Diplomasi di Balik Tirai Luka
182 Warisan Api dan Benih Anomali
183 Akar Kesunyian
184 Pilar Cahaya dan Sumpah
185 Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186 Resonansi di Antara Jeritan
187 Gema di Balik Keheningan
188 Kedalaman Selubung Pikiran
189 Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190 Langit yang Terbakar
191 Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192 Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193 Titik Nadir Gaia
194 Gema di Dimensi Baru
195 Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196 Fajar di Tanah Asing
197 Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198 Racun di Aliran Kehidupan
199 Gema Kristal yang Membeku
200 Gema dari Cangkang Kristal
201 Jantung yang Berdetak Kembali
202 Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203 Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204 Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205 Harmoni yang Dipaksakan
206 Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207 Isak Tangis di Balik Dinding Data
208 Utusan dari Masa Lalu
209 Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210 Bayang-Bayang di Balik Kabut
211 Fusi Cahaya dan Abu
212 Jantung yang Berdenyut Merah
213 Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214 Berlutut di Hadapan Fajar
215 Riak di Tepian Kehampaan
216 Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217 Kilas Pemutus Langit
218 Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219 Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220 Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221 Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222 Gema dari Dimensi Luar
223 Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224 Cahaya Penyesatan
225 Langit Yang Terbelah
226 Invasi Jantung Sovereign
227 Cermin Retak Sang Penguasa
228 Fajar sang Penakluk
229 Akar Pengkhianatan
230 Guncangan di Jantung Lilith
231 Perayaan di Atas Awan
232 Medan Perang yang Terlupakan
233 Bahtera di Ambang Kepunahan
234 Penembus Cakrawala Kosong
235 Parasit
236 Strategi Pembalikan
237 Kehancuran yang Menyelamatkan
238 Batas Kesabaran
239 Fajar Yang Mulai Terlihat
240 Deklarasi Federasi
241 Gema di Jantung Logam
242 Kebangkitan Sang Prototipe
243 Dilema Dua Kesadaran
244 Sinkronisasi Takdir
245 Dilema Sang Penguasa
246 Panggilan dari Takhta Tinggi
247 Guncangan di Jantung Lilith
248 Ekspedisi di Ruang Hampa
249 Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250 Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251 Harga Dari Arti Kedamaian
252 Kebangkitan Sang Sovereign
253 Munculnya Langkah Otoritas Baru
254 Perjamuan
255 Rahasia Yang Terkubur
256 Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257 Suara dari Takhta Yang Dingin
258 Seutas Jiwa dan Jaringan
259 Melampaui Log Horizon
260 Takhta Bintang
261 Jejak Di Tanah Para Dewa
262 Bayangan Dibalik Penciptaan
263 Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264 Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265 Pakta Yang Diterbitkan
266 Demonstrasi Absolut
267 Racun Ditengah Cahaya
268 Horizon Yang Mulai Hancur
269 Batasan Yang Ditingkatkan
270 Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271 Ratapan di Dasar Abyss
272 Warisan Sang Surya
273 Fajar dari Kedalaman Abyss
274 Bayang-bayang Pembersihan Besar
275 Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276 Langit yang Runtuh
277 Gema di Balik Kemenangan
278 Tenunan yang Terputus
279 Patahan Takdir
280 Jantung Kekosongan
281 Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282 Mata Sang Eksekutor
283 Herald dari Kehampaan
284 Pengasingan
285 Fajar Berdarah dan Warisan
286 Di Balik Gerbang Kesadaran
287 Runtuhnya Takhta Logika
288 Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289 Badai di Perbatasan Nordik
290 Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291 Asgard
292 Manifestasi
293 Serangan Mjolnir
294 Guncangan Melanda Dunia
295 Pengkhianatan
296 Kepulangan
297 Akar Dari Segala Kekacauan
298 Penyatuan Sempurna
299 Reruntuhan
300 Area Terlarang
301 Belenggu Realitas Hancur
302 Puncak Evolusi
303 Perang Penentuan
304 Labirin
305 Perpindahan
306 Fondasi Di tanah Baru
307 Pusat Aethelgard
308 Sebelum Pernikahan
309 Ending
Episodes

Updated 309 Episodes

1
Terlahir Kembali
2
Pelatihan
3
Kontrak dan Sang Ksatria
4
Kepulangan dan Fajar
5
Matahari Hitam
6
Ketenangan Sebelum Badai
7
Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8
Tarian Darah
9
Kehancuran Sang Naga Merah
10
Tirai Kematian
11
Dingin Yang Membakar
12
Gesekan
13
Harmoni dan Reruntuhan
14
Langit Kuoh
15
Kedamaian Yang Asing
16
Perluasan Jangkauan
17
Seni Pedang
18
Kencan
19
Interogasi
20
Strategi Phenex
21
Intervensi Sang Gagak
22
Rahasia Di Balik Bayangan
23
Penyatuan
24
Keheningan Sebelum Badai
25
Kesombongan Malaikat Jatuh
26
Kehendak Tertinggi
27
Kehangatan dibalik Es
28
Panggilan
29
Yang Terlupakan
30
Kesadaran dan Ketenangan
31
Terbangun
32
Ksatria Cahaya Yang Terluka
33
Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34
Faksi Baru
35
Kediaman Baru
36
Pertemuan Dibawah Kaca
37
Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38
Malam Sayap yang Terbakar
39
Kabut Pelindung
40
Simfoni Penyembuhan
41
Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42
Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43
Di Ambang Keputusasaan
44
Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45
Meja Makan yang Canggung
46
Resonansi di Ruang Hening
47
Badai di Akademi Kuoh
48
Negosiasi di Atas Atap
49
Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50
Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51
Retakan di Ruang Hampa
52
Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53
Persiapan di Balik Layar
54
Pertemuan di Balik Malam
55
Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56
Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57
Tirai Festival dan Benang Merah
58
Melodi Kehancuran
59
Pelabuhan Terahkir
60
Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61
Fondasi Yang Mulai Hancur
62
Mata Mata Dalam Kegelapan
63
Naik Tingkat
64
Persiapan Dibalik Tirai
65
Kepemimpinan
66
Kedatangan Yang Dinantikan
67
Bayangan Dibalik Senyuman
68
Munculnya Bayangan
69
Malam Sang Ksatria
70
Kehancuran
71
Kebangkitan {1}
72
Kebangkitan {2}
73
Pertemuan Para Penguasa
74
Racun dan Pengkhianatan
75
Racun dan Pengkhianatan {2}
76
Labirin Kejujuran
77
Simfoni Pembersihan
78
Tanah Gremory dan Perubahan
79
Munculnya Benih Kecurigaan
80
Kedatangan Tamu Tak Diundang
81
Benteng Yang Mulai Hancur
82
Bayangan didalam Istana
83
Tarian Kematian
84
Kabar Buruk
85
Kabar Duka Menghantui
86
Jejak Pengkhianat
87
Keruntuhan sang Pengkhianat
88
Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89
Kepulangan
90
Sebelum Badai
91
Sang Pahlawan
92
Duel Cahaya dan Tombak
93
Dibawah Langit Yang Terluka
94
Resonansi jiwa
95
Mitos Sang Pahlawan
96
Keruntuhan Istana Awan
97
lingkungan Keluarga Gremory
98
Dapur Gremory
99
Aula Keluarga Gremory
100
Ideologi Lama
101
Taman Rahasia dan Janji
102
Bayangan Dibawah Malam
103
Pulau yang Terlupakan
104
Pondasi di Atas Cakrawala
105
Kabut di Kota Terlarang
106
Nyanyian Laut yang Terjaga
107
Nyanyian Laut yang Terjaga
108
Melodi yang Menyatukan Jiwa
109
Melodi yang Menyatukan Jiwa
110
Kabut di Balik Kemegahan
111
Persiapan di Ambang Bayangan
112
Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113
Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114
Blokade
115
Diplomasi di Atas Awan
116
Seorang Pemimpin
117
Kabar Duka
118
Kidung Penjinak Naga
119
Kedatangan Tamu dari Kuoh
120
Diantara Tugas dan Rasa
121
Pemutusan Akar
122
kematian sang Pengkhianat
123
Kepulangan
124
Singgasana Yang Runtuh
125
Penghakiman
126
Reruntuhan
127
Reruntuhan {2}
128
Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129
Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130
Benang Merah di Balik Tabir
131
Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132
Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133
Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134
Intelijen dari Bayangan
135
Cahaya di Antara Lampion
136
Era Yang Berbeda
137
Labirin Memori dan Tabir Ark
138
Cakrawala yang Terkoyak
139
Kedalaman Jantung Mekanis
140
Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141
Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142
Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143
Penembusan Cakrawala
144
Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145
Resonansi di Inti Hampa
146
Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147
Meja Bundar Para Penguasa
148
Tirai Terlarang
149
Manifestasi Cahaya Mutlak
150
Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151
Penawar dari Rahim Bumi
152
Injeksi Kehidupan Phenex
153
Simfoni Kehidupan Baru
154
Kehangatan di Tengah Ketegangan
155
Zona Hening dan Halusinasi Purba
156
Bedah Variabel Entropi
157
Barisan Penjaga Dogma
158
Perjanjian yang Terlupakan
159
Dilema Sang Penyeimbang
160
Protokol Nadir
161
Jejak yang Tak Terlihat
162
Penyaluran Cahaya Penghakiman
163
Dekonstruksi Kebohongan Suci
164
Fanatisme dan Parasit Kognitif
165
Desensitisasi Katakombe
166
Manifestasi Inang Terakhir
167
Pemulihan dan Guncangan Global
168
Jembatan Kesadaran yang Retak
169
Di Ambang Kesadaran
170
Integritas Sang Penguasa
171
Jembatan Cakrawala
172
Atmosfer yang Terkhianati
173
Tarian Saraf di Jantung Badai
174
Cermin Kehampaan
175
Simfoni Satu Sayap
176
Pertaruhan Saraf Terakhir
177
Mandat Sang Permaisuri
178
Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179
Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180
Pertukaran Esensi
181
Diplomasi di Balik Tirai Luka
182
Warisan Api dan Benih Anomali
183
Akar Kesunyian
184
Pilar Cahaya dan Sumpah
185
Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186
Resonansi di Antara Jeritan
187
Gema di Balik Keheningan
188
Kedalaman Selubung Pikiran
189
Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190
Langit yang Terbakar
191
Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192
Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193
Titik Nadir Gaia
194
Gema di Dimensi Baru
195
Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196
Fajar di Tanah Asing
197
Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198
Racun di Aliran Kehidupan
199
Gema Kristal yang Membeku
200
Gema dari Cangkang Kristal
201
Jantung yang Berdetak Kembali
202
Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203
Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204
Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205
Harmoni yang Dipaksakan
206
Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207
Isak Tangis di Balik Dinding Data
208
Utusan dari Masa Lalu
209
Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210
Bayang-Bayang di Balik Kabut
211
Fusi Cahaya dan Abu
212
Jantung yang Berdenyut Merah
213
Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214
Berlutut di Hadapan Fajar
215
Riak di Tepian Kehampaan
216
Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217
Kilas Pemutus Langit
218
Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219
Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220
Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221
Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222
Gema dari Dimensi Luar
223
Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224
Cahaya Penyesatan
225
Langit Yang Terbelah
226
Invasi Jantung Sovereign
227
Cermin Retak Sang Penguasa
228
Fajar sang Penakluk
229
Akar Pengkhianatan
230
Guncangan di Jantung Lilith
231
Perayaan di Atas Awan
232
Medan Perang yang Terlupakan
233
Bahtera di Ambang Kepunahan
234
Penembus Cakrawala Kosong
235
Parasit
236
Strategi Pembalikan
237
Kehancuran yang Menyelamatkan
238
Batas Kesabaran
239
Fajar Yang Mulai Terlihat
240
Deklarasi Federasi
241
Gema di Jantung Logam
242
Kebangkitan Sang Prototipe
243
Dilema Dua Kesadaran
244
Sinkronisasi Takdir
245
Dilema Sang Penguasa
246
Panggilan dari Takhta Tinggi
247
Guncangan di Jantung Lilith
248
Ekspedisi di Ruang Hampa
249
Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250
Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251
Harga Dari Arti Kedamaian
252
Kebangkitan Sang Sovereign
253
Munculnya Langkah Otoritas Baru
254
Perjamuan
255
Rahasia Yang Terkubur
256
Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257
Suara dari Takhta Yang Dingin
258
Seutas Jiwa dan Jaringan
259
Melampaui Log Horizon
260
Takhta Bintang
261
Jejak Di Tanah Para Dewa
262
Bayangan Dibalik Penciptaan
263
Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264
Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265
Pakta Yang Diterbitkan
266
Demonstrasi Absolut
267
Racun Ditengah Cahaya
268
Horizon Yang Mulai Hancur
269
Batasan Yang Ditingkatkan
270
Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271
Ratapan di Dasar Abyss
272
Warisan Sang Surya
273
Fajar dari Kedalaman Abyss
274
Bayang-bayang Pembersihan Besar
275
Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276
Langit yang Runtuh
277
Gema di Balik Kemenangan
278
Tenunan yang Terputus
279
Patahan Takdir
280
Jantung Kekosongan
281
Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282
Mata Sang Eksekutor
283
Herald dari Kehampaan
284
Pengasingan
285
Fajar Berdarah dan Warisan
286
Di Balik Gerbang Kesadaran
287
Runtuhnya Takhta Logika
288
Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289
Badai di Perbatasan Nordik
290
Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291
Asgard
292
Manifestasi
293
Serangan Mjolnir
294
Guncangan Melanda Dunia
295
Pengkhianatan
296
Kepulangan
297
Akar Dari Segala Kekacauan
298
Penyatuan Sempurna
299
Reruntuhan
300
Area Terlarang
301
Belenggu Realitas Hancur
302
Puncak Evolusi
303
Perang Penentuan
304
Labirin
305
Perpindahan
306
Fondasi Di tanah Baru
307
Pusat Aethelgard
308
Sebelum Pernikahan
309
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!