Kontrak dan Sang Ksatria

Keheningan menyelimuti dojo tua itu setelah badai serangan Saeko mereda. Lampu gantung di langit-langit masih bergoyang pelan, menciptakan bayangan yang menari-nari di atas lantai kayu yang lecet. Saeko berdiri mematung, menatap tangannya yang masih bergetar. Dia tidak pernah merasa sebodoh ini, namun di saat yang sama, dia tidak pernah merasa sehidup ini.

Riser berjalan menuju tengah dojo, tempat cahaya lampu paling terang menyinari. Dia berbalik, menatap Saeko yang masih mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan.

"Dunia yang kau tinggali sekarang terlalu sempit untuk pedangmu, Saeko," ucap Riser, suaranya berat dan bergema. "Kau mencoba menekan instingmu karena kau takut akan dianggap sebagai monster oleh masyarakat yang lemah ini. Tapi bagiku? Insting itu adalah permata yang belum diasah."

Saeko mengangkat kepalanya, menatap Riser dengan sorot mata yang mulai kehilangan keraguan. "Jika aku mengikutimu... apa yang akan berubah? Apakah aku hanya akan menjadi pelayanmu?"

Riser tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar jujur. "Pelayan? Aku punya banyak pelayan di kastelku. Aku ke sini bukan untuk mencari seseorang yang bisa membuatkanku teh. Aku mencari Ksatria. Seseorang yang akan berdiri di garis depan bersamaku, seseorang yang akan menebas siapa pun yang berani menghalangi jalanku."

Riser merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru berwarna merah darah. Saat dia membukanya, sebuah bidak catur Knight (Ksatria) yang terbuat dari kristal transparan berpendar dengan cahaya ungu kemerahan yang mistis.

[ Item Terdeteksi: Evil Piece - Knight. ]

[ Status: Siap untuk proses reinkarnasi. ]

[ Peringatan: Subjek memiliki kompatibilitas tinggi (92%). Proses akan menyebabkan lonjakan energi yang signifikan. ]

"Ini adalah tiketmu menuju dunia yang sebenarnya," Riser mengangkat bidak itu. "Ini akan mengubah rasmu menjadi Iblis. Kau akan kehilangan kemanusiaanmu dalam artian biologis, tapi kau akan mendapatkan kekuatan, umur panjang, dan yang paling penting... tujuan yang nyata."

Saeko berjalan mendekat. Dia menatap bidak catur itu dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Dia bisa merasakan tarikan magnetis dari benda kecil tersebut. "Menjadi iblis... kedengarannya seperti sebuah dosa besar."

"Dosa hanyalah masalah sudut pandang, Saeko," balas Riser tenang. "Di duniaku, kekuatan adalah kebenaran. Dan aku berjanji padamu satu hal: di bawah kepemimpinanku, kau tidak akan pernah lagi merasa harus menyembunyikan siapa dirimu yang sebenarnya."

Riser mengulurkan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang bidak Knight. "Pilihan ada di tanganmu. Tetap di sini sebagai manusia yang kesepian dengan pedang kayu, atau ikut bersamaku dan ukir namamu di sejarah dunia bawah dengan darah musuhmu."

Tanpa ragu lebih lama lagi, Saeko meletakkan tangan lembutnya di atas telapak tangan Riser yang panas. "Ambil aku, Riser Phenex. Jika kau bisa memberiku tempat di mana aku tidak perlu lagi menahan diri, maka jiwaku adalah milikmu."

Riser menyeringai. "Pilihan yang cerdas."

"Yui, mulai prosesnya," perintah Riser dalam hati.

[ Memulai Protokol Reinkarnasi. ]

[ Menyelaraskan Frekuensi Jiwa... ]

[ Integrasi Evil Piece: Knight - Saeko Busujima. ]

Seketika, bidak di tangan Riser terbang melayang di depan dada Saeko. Cahaya ungu yang sangat terang meledak, memenuhi seluruh ruangan dojo. Riser bisa merasakan energi kehidupan Saeko mulai menyatu dengan energi iblis yang dia suntikkan melalui bidak tersebut.

"Aaakh...!"

Saeko mengerang saat tubuhnya mulai mengalami perubahan seluler. Keringat dingin mengucur deras, dan aura kemerahan mulai menyelimuti kulitnya. Namun, di tengah rasa sakit itu, ekspresi wajah Saeko justru tampak sangat puas. Dia merasa seolah-olah sebuah beban berat yang selama ini menekan dadanya perlahan-lahan terangkat.

[ Analisis Integrasi: ]

* Ketahanan Fisik: Meningkat 300%

* Kecepatan Reaksi: Meningkat 500%

* Bangkitnya Bakat Terpendam: Aura Pedang Crimson Edge terdeteksi.

Tiba-tiba, dari bayang-bayang di belakang Saeko, sebuah pedang muncul secara perlahan. Itu bukan pedang fisik biasa, melainkan manifestasi dari Sacred Gear yang terbangkitkan karena lonjakan energi iblis: 《Muramasa: Crimson Edge》. Sebuah katana dengan bilah hitam pekat dan garis merah darah di tengahnya.

[ Peringatan Sistem: Sacred Gear Terdeteksi. ]

[ Nama: Muramasa - Crimson Edge. ]

* Efek: Menghisap energi kehidupan dari luka yang ditimbulkan pada musuh.

* Skill Pasif: Bloodlust Empowerment - Semakin banyak darah yang tumpah, semakin tajam bilahnya.

Proses itu berakhir dengan sebuah dentuman energi yang cukup kuat untuk meretakkan kaca-kaca jendela dojo. Cahaya memudar, menyisakan Saeko yang kini berlutut dengan satu kaki di depan Riser. Penampilannya tidak banyak berubah secara fisik, namun auranya... kini dia terasa seperti pedang terhunus yang siap membelah dunia.

Saeko menatap tangannya, lalu menatap katana yang kini ada di sampingnya. Dia merasakan kekuatan yang meluap-luap, sebuah insting predator yang kini sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

"Bagaimana perasaanmu, Ksatria-ku?" tanya Riser, mengulurkan tangan untuk membantu Saeko berdiri.

Saeko menyambut tangan Riser, berdiri dengan keanggunan yang baru. Dia membungkuk hormat, bukan karena kewajiban sistem, tapi karena rasa hormat yang tulus. "Luar biasa. Saya merasa seolah-olah baru saja bangun dari mimpi buruk yang panjang, Tuanku."

Riser tersenyum puas. Dia bisa merasakan koneksi antara dirinya dan Saeko melalui bidak Knight tersebut. "Bagus. Tapi ini baru permulaan. Kau butuh senjata yang lebih baik daripada sekadar pedang kayu."

[ Komentar Yui: Selamat, Pemalas. Kamu baru saja mendapatkan satu pengikut setia yang sangat berbahaya. Dan omong-omong, dia sedang menatapmu dengan cara yang... yah, cukup 'haus'. ]

Riser mengabaikan komentar Yui, meski dia menyadari tatapan intens dari Saeko. "Istirahatlah malam ini, Saeko. Besok, aku akan membawamu ke Underworld untuk memulai latihan yang sesungguhnya. Kita punya Rating Game yang harus dimenangkan dalam sepuluh hari."

"Apapun perintah Anda, Tuanku," jawab Saeko, suaranya kini mengandung nada kepatuhan yang manis namun tetap mematikan.

Riser menatap ke luar jendela, ke arah langit malam kota Kuoh. Satu kepingan telah terpasang. Sekarang, pikirannya beralih ke target selanjutnya: seorang gadis dengan seragam perawat sekolah yang memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat dia butuhkan.

"Selanjutnya... Shizuka Marikawa," gumam Riser.

Malam semakin larut, namun atmosfer di dalam dojo tua itu masih terasa bergetar akibat sisa-sisa energi proses reinkarnasi. Saeko berdiri di hadapan Riser, jemarinya perlahan mengusap bilah Muramasa yang baru saja tercipta dari jiwanya. Ada keheningan yang nyaman di antara mereka, jenis keheningan yang hanya bisa dipahami oleh dua orang yang baru saja mengikat takdir melalui darah dan sumpah.

Riser memperhatikan Ksatria pertamanya itu dengan saksama. Dia bisa merasakan melalui koneksi bidak Knight bahwa Saeko sedang mengalami lonjakan emosi—campuran antara euforia kekuatan dan rasa syukur yang mendalam.

"Jangan terlalu lama terpaku pada pedang itu, Saeko. Dia adalah bagian dari dirimu sekarang. Dia akan tumbuh seiring dengan keinginanmu untuk menang," ucap Riser, suaranya melunak, kehilangan nada provokatif yang dia gunakan saat bertarung tadi.

Saeko menyarungkan katananya dengan gerakan yang sangat halus. Suara dentingan logam yang bertemu dengan sarungnya terdengar seperti tanda titik yang sempurna bagi latihan malam ini. Dia melangkah mendekati Riser, langkahnya kini jauh lebih ringan, hampir tidak bersuara di atas lantai kayu.

"Terima kasih, Tuanku Riser," bisik Saeko. Dia berdiri cukup dekat sehingga Riser bisa mencium aroma keringat dan sisa-sisa energi iblis yang menguar dari tubuhnya. "Bukan hanya untuk kekuatan ini, tapi karena Anda melihat... monster itu, dan Anda tidak berpaling."

Riser tersenyum tipis. Dia mengulurkan tangan, menyentuh dagu Saeko dan mengangkat wajahnya agar mata mereka bertemu. "Monster adalah istilah bagi mereka yang takut akan kekuatan yang tidak mereka pahami. Bagiku, kau adalah karya seni yang paling mematikan yang pernah kutemukan."

[ Sinkronisasi Jiwa: 25% ]

[ Status Subjek: Loyalitas meningkat pesat. Detak jantung subjek tidak stabil. ]

[ Saran: Kamu bisa melanjutkan momen romantis ini, atau kita bisa fokus pada agenda berikutnya sebelum matahari terbit. Aku menyarankan yang kedua jika kamu tidak ingin kehabisan waktu. ]

Yui, kau benar-benar pengganggu suasana yang profesional, batin Riser dengan nada jengkel yang jenaka.

Riser melepaskan tangannya dan berbalik menuju pintu dojo. "Bersihkan dirimu dan siapkan barang-barangmu yang paling penting. Aku akan menunggumu di luar. Kita punya satu persinggahan lagi sebelum kembali ke Underworld."

"Tentu saja. Saya tidak akan lama," jawab Saeko dengan patuh.

Sepuluh menit kemudian, Saeko keluar dari dojo. Dia tidak lagi mengenakan seragam kendonya, melainkan pakaian kasual yang terdiri dari celana pendek hitam dan kemeja putih yang sedikit longgar, dengan tas panjang berisi pedangnya yang disampirkan di bahu. Keanggunannya sebagai putri keluarga Busujima tetap terpancar, namun kini dengan aura predator yang lebih tajam.

Mereka berjalan menembus sunyinya kota Kuoh. Riser memimpin jalan dengan bantuan navigasi dari Yui. Target berikutnya adalah sebuah apartemen yang tidak jauh dari area sekolah Akademi Kuoh.

"Siapa yang akan kita cari sekarang, Tuanku?" tanya Saeko, berjalan selangkah di belakang Riser.

"Seorang dokter—atau lebih tepatnya, perawat sekolah," jawab Riser tanpa menoleh. "Kita butuh penyembuh. Di medan perang, pedangmu bisa patah dan tubuhku bisa terluka. Shizuka Marikawa adalah variabel yang akan memastikan kita tetap berdiri di saat yang lain tumbang."

[ Lokasi Target: Apartemen Green Terrace, Lantai 3. ]

[ Status: Subjek sedang tidur. ]

[ Catatan: Subjek memiliki gelombang otak yang sangat... unik. Tingkat kecerobohannya di atas rata-rata manusia normal. ]

Riser mendongak menatap gedung apartemen kelas menengah di depannya. Dia menghela napas pendek. Dia tahu Shizuka Marikawa dari memori dunianya yang dulu—seorang wanita yang diberkati dengan fisik yang luar biasa namun memiliki kepribadian yang sangat santai, hampir ke titik linglung.

"Saeko, tetaplah di bayang-bayang. Biarkan aku yang bicara. Dia tipe wanita yang mudah terkejut," instruksi Riser.

Riser tidak menggunakan pintu depan. Dengan satu lompatan ringan yang didukung oleh energi iblisnya, dia mendarat di balkon lantai tiga. Pintu geser balkon itu tidak terkunci—sangat khas Shizuka. Riser melangkah masuk ke dalam ruangan yang sedikit berantakan dengan buku-buku medis dan beberapa botol minuman ringan yang kosong.

Di atas sofa besar, seorang wanita berambut pirang panjang tertidur dengan posisi yang sangat tidak beraturan. Dia mengenakan baju tidur tipis yang hampir tidak bisa menutupi lekuk tubuhnya yang sangat provokatif.

Riser berdeham pelan, namun tidak ada reaksi. Dia mendekat dan mengetuk meja kaca di samping sofa.

"Dokter Marikawa?"

Shizuka menggeliat. Dia membuka matanya perlahan, mengerjap beberapa kali menatap sosok pria asing yang berdiri di ruang tamunya di tengah malam. Bukannya berteriak histeris, dia justru menguap lebar dan mengucek matanya.

"Hmm? Apa ini sudah pagi? Dan... siapa kau? Apa kau pasien baru yang tersesat?" tanya Shizuka dengan suara serak yang mengantuk.

Riser terdiam sejenak. Tingkat ketenangan—atau kebodohan—wanita ini benar-benar di luar nalar.

"Aku bukan pasien, Shizuka," Riser duduk di kursi tunggal di depan sofa, menyilangkan kakinya dengan tenang. "Aku datang untuk memberimu tawaran pekerjaan yang tidak bisa kau tolak. Pekerjaan yang melibatkan lebih dari sekadar mengobati luka lecet siswa SMA."

Shizuka akhirnya duduk tegak, yang sayangnya justru membuat pakaian tidurnya semakin melorot, sesuatu yang tampaknya tidak dia pedulikan sama sekali. Dia menatap Riser dengan mata cokelatnya yang besar, mulai menyadari bahwa pria di depannya memiliki aura yang sangat tidak biasa.

"Pekerjaan? Tapi aku sudah punya pekerjaan di sekolah... meskipun gajinya sering habis untuk belanja," gumam Shizuka, memiringkan kepalanya dengan polos.

Riser tersenyum. "Bagaimana jika kubilang aku bisa memberimu fasilitas medis terbaik yang belum pernah ada di dunia ini, keamanan absolut, dan... koleksi minuman berkualitas yang tidak akan pernah habis?"

Mata Shizuka berbinar mendengar kata 'minuman' dan 'fasilitas'. "Kedengarannya menarik... tapi kau terlihat sedikit berbahaya. Seperti tipe pria yang akan membawa kabur perawatnya ke tempat terpencil."

"Tempat itu memang terpencil, dan ya, aku memang berbahaya," jawab Riser sambil bangkit dan berjalan mendekatinya. Dia mengeluarkan bidak Bishop (Uskup) dari sakunya. Pendaran cahaya hijau dari bidak itu segera menarik perhatian Shizuka.

"Wah... kristal yang cantik," ucap Shizuka, mencoba menyentuhnya.

[ Peringatan: Sinkronisasi dengan Shizuka Marikawa dimulai. ]

[ Status: Subjek memiliki potensi tersembunyi sebagai Great Healer. ]

[ Komentar Yui: Cepatlah, sebelum dia tertidur lagi. Wanita ini benar-benar unik dalam artian yang merepotkan. ]

Riser menangkap tangan Shizuka yang hendak menyentuh bidak itu. "Sentuh ini, dan hidupmu tidak akan pernah membosankan lagi, Shizuka. Kau akan menjadi penyembuh pribadiku, jantung dari timku."

Shizuka menatap mata Riser yang berpendar kemerahan di kegelapan malam. Ada sesuatu dalam tatapan pria itu yang membuatnya merasa aman, sebuah dominasi yang tidak menindas, melainkan melindungi.

"Baiklah, Tuan Tampan yang Berbahaya. Aku selalu buruk dalam menolak hal-hal yang terlihat berkilau," ucap Shizuka dengan tawa kecil yang ceria.

Sesaat setelah jarinya menyentuh bidak Bishop, cahaya hijau zamrud meledak di dalam apartemen, memulai transformasi yang akan mengubah perawat sekolah yang ceroboh ini menjadi salah satu penyembuh paling ditakuti di duni bawah.

Terpopuler

Comments

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

... Hemm, ada kejanggalan, Ntah kenapa ini seperti banyak karakter anime lain di satu universe?

2026-03-22

2

shineelaa

shineelaa

crimson edge dri assasin creed kah?

2026-07-21

0

Amrye Jhon

Amrye Jhon

semangat

2026-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 Terlahir Kembali
2 Pelatihan
3 Kontrak dan Sang Ksatria
4 Kepulangan dan Fajar
5 Matahari Hitam
6 Ketenangan Sebelum Badai
7 Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8 Tarian Darah
9 Kehancuran Sang Naga Merah
10 Tirai Kematian
11 Dingin Yang Membakar
12 Gesekan
13 Harmoni dan Reruntuhan
14 Langit Kuoh
15 Kedamaian Yang Asing
16 Perluasan Jangkauan
17 Seni Pedang
18 Kencan
19 Interogasi
20 Strategi Phenex
21 Intervensi Sang Gagak
22 Rahasia Di Balik Bayangan
23 Penyatuan
24 Keheningan Sebelum Badai
25 Kesombongan Malaikat Jatuh
26 Kehendak Tertinggi
27 Kehangatan dibalik Es
28 Panggilan
29 Yang Terlupakan
30 Kesadaran dan Ketenangan
31 Terbangun
32 Ksatria Cahaya Yang Terluka
33 Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34 Faksi Baru
35 Kediaman Baru
36 Pertemuan Dibawah Kaca
37 Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38 Malam Sayap yang Terbakar
39 Kabut Pelindung
40 Simfoni Penyembuhan
41 Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42 Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43 Di Ambang Keputusasaan
44 Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45 Meja Makan yang Canggung
46 Resonansi di Ruang Hening
47 Badai di Akademi Kuoh
48 Negosiasi di Atas Atap
49 Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50 Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51 Retakan di Ruang Hampa
52 Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53 Persiapan di Balik Layar
54 Pertemuan di Balik Malam
55 Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56 Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57 Tirai Festival dan Benang Merah
58 Melodi Kehancuran
59 Pelabuhan Terahkir
60 Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61 Fondasi Yang Mulai Hancur
62 Mata Mata Dalam Kegelapan
63 Naik Tingkat
64 Persiapan Dibalik Tirai
65 Kepemimpinan
66 Kedatangan Yang Dinantikan
67 Bayangan Dibalik Senyuman
68 Munculnya Bayangan
69 Malam Sang Ksatria
70 Kehancuran
71 Kebangkitan {1}
72 Kebangkitan {2}
73 Pertemuan Para Penguasa
74 Racun dan Pengkhianatan
75 Racun dan Pengkhianatan {2}
76 Labirin Kejujuran
77 Simfoni Pembersihan
78 Tanah Gremory dan Perubahan
79 Munculnya Benih Kecurigaan
80 Kedatangan Tamu Tak Diundang
81 Benteng Yang Mulai Hancur
82 Bayangan didalam Istana
83 Tarian Kematian
84 Kabar Buruk
85 Kabar Duka Menghantui
86 Jejak Pengkhianat
87 Keruntuhan sang Pengkhianat
88 Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89 Kepulangan
90 Sebelum Badai
91 Sang Pahlawan
92 Duel Cahaya dan Tombak
93 Dibawah Langit Yang Terluka
94 Resonansi jiwa
95 Mitos Sang Pahlawan
96 Keruntuhan Istana Awan
97 lingkungan Keluarga Gremory
98 Dapur Gremory
99 Aula Keluarga Gremory
100 Ideologi Lama
101 Taman Rahasia dan Janji
102 Bayangan Dibawah Malam
103 Pulau yang Terlupakan
104 Pondasi di Atas Cakrawala
105 Kabut di Kota Terlarang
106 Nyanyian Laut yang Terjaga
107 Nyanyian Laut yang Terjaga
108 Melodi yang Menyatukan Jiwa
109 Melodi yang Menyatukan Jiwa
110 Kabut di Balik Kemegahan
111 Persiapan di Ambang Bayangan
112 Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113 Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114 Blokade
115 Diplomasi di Atas Awan
116 Seorang Pemimpin
117 Kabar Duka
118 Kidung Penjinak Naga
119 Kedatangan Tamu dari Kuoh
120 Diantara Tugas dan Rasa
121 Pemutusan Akar
122 kematian sang Pengkhianat
123 Kepulangan
124 Singgasana Yang Runtuh
125 Penghakiman
126 Reruntuhan
127 Reruntuhan {2}
128 Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129 Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130 Benang Merah di Balik Tabir
131 Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132 Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133 Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134 Intelijen dari Bayangan
135 Cahaya di Antara Lampion
136 Era Yang Berbeda
137 Labirin Memori dan Tabir Ark
138 Cakrawala yang Terkoyak
139 Kedalaman Jantung Mekanis
140 Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141 Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142 Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143 Penembusan Cakrawala
144 Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145 Resonansi di Inti Hampa
146 Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147 Meja Bundar Para Penguasa
148 Tirai Terlarang
149 Manifestasi Cahaya Mutlak
150 Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151 Penawar dari Rahim Bumi
152 Injeksi Kehidupan Phenex
153 Simfoni Kehidupan Baru
154 Kehangatan di Tengah Ketegangan
155 Zona Hening dan Halusinasi Purba
156 Bedah Variabel Entropi
157 Barisan Penjaga Dogma
158 Perjanjian yang Terlupakan
159 Dilema Sang Penyeimbang
160 Protokol Nadir
161 Jejak yang Tak Terlihat
162 Penyaluran Cahaya Penghakiman
163 Dekonstruksi Kebohongan Suci
164 Fanatisme dan Parasit Kognitif
165 Desensitisasi Katakombe
166 Manifestasi Inang Terakhir
167 Pemulihan dan Guncangan Global
168 Jembatan Kesadaran yang Retak
169 Di Ambang Kesadaran
170 Integritas Sang Penguasa
171 Jembatan Cakrawala
172 Atmosfer yang Terkhianati
173 Tarian Saraf di Jantung Badai
174 Cermin Kehampaan
175 Simfoni Satu Sayap
176 Pertaruhan Saraf Terakhir
177 Mandat Sang Permaisuri
178 Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179 Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180 Pertukaran Esensi
181 Diplomasi di Balik Tirai Luka
182 Warisan Api dan Benih Anomali
183 Akar Kesunyian
184 Pilar Cahaya dan Sumpah
185 Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186 Resonansi di Antara Jeritan
187 Gema di Balik Keheningan
188 Kedalaman Selubung Pikiran
189 Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190 Langit yang Terbakar
191 Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192 Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193 Titik Nadir Gaia
194 Gema di Dimensi Baru
195 Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196 Fajar di Tanah Asing
197 Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198 Racun di Aliran Kehidupan
199 Gema Kristal yang Membeku
200 Gema dari Cangkang Kristal
201 Jantung yang Berdetak Kembali
202 Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203 Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204 Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205 Harmoni yang Dipaksakan
206 Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207 Isak Tangis di Balik Dinding Data
208 Utusan dari Masa Lalu
209 Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210 Bayang-Bayang di Balik Kabut
211 Fusi Cahaya dan Abu
212 Jantung yang Berdenyut Merah
213 Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214 Berlutut di Hadapan Fajar
215 Riak di Tepian Kehampaan
216 Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217 Kilas Pemutus Langit
218 Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219 Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220 Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221 Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222 Gema dari Dimensi Luar
223 Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224 Cahaya Penyesatan
225 Langit Yang Terbelah
226 Invasi Jantung Sovereign
227 Cermin Retak Sang Penguasa
228 Fajar sang Penakluk
229 Akar Pengkhianatan
230 Guncangan di Jantung Lilith
231 Perayaan di Atas Awan
232 Medan Perang yang Terlupakan
233 Bahtera di Ambang Kepunahan
234 Penembus Cakrawala Kosong
235 Parasit
236 Strategi Pembalikan
237 Kehancuran yang Menyelamatkan
238 Batas Kesabaran
239 Fajar Yang Mulai Terlihat
240 Deklarasi Federasi
241 Gema di Jantung Logam
242 Kebangkitan Sang Prototipe
243 Dilema Dua Kesadaran
244 Sinkronisasi Takdir
245 Dilema Sang Penguasa
246 Panggilan dari Takhta Tinggi
247 Guncangan di Jantung Lilith
248 Ekspedisi di Ruang Hampa
249 Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250 Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251 Harga Dari Arti Kedamaian
252 Kebangkitan Sang Sovereign
253 Munculnya Langkah Otoritas Baru
254 Perjamuan
255 Rahasia Yang Terkubur
256 Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257 Suara dari Takhta Yang Dingin
258 Seutas Jiwa dan Jaringan
259 Melampaui Log Horizon
260 Takhta Bintang
261 Jejak Di Tanah Para Dewa
262 Bayangan Dibalik Penciptaan
263 Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264 Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265 Pakta Yang Diterbitkan
266 Demonstrasi Absolut
267 Racun Ditengah Cahaya
268 Horizon Yang Mulai Hancur
269 Batasan Yang Ditingkatkan
270 Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271 Ratapan di Dasar Abyss
272 Warisan Sang Surya
273 Fajar dari Kedalaman Abyss
274 Bayang-bayang Pembersihan Besar
275 Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276 Langit yang Runtuh
277 Gema di Balik Kemenangan
278 Tenunan yang Terputus
279 Patahan Takdir
280 Jantung Kekosongan
281 Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282 Mata Sang Eksekutor
283 Herald dari Kehampaan
284 Pengasingan
285 Fajar Berdarah dan Warisan
286 Di Balik Gerbang Kesadaran
287 Runtuhnya Takhta Logika
288 Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289 Badai di Perbatasan Nordik
290 Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291 Asgard
292 Manifestasi
293 Serangan Mjolnir
294 Guncangan Melanda Dunia
295 Pengkhianatan
296 Kepulangan
297 Akar Dari Segala Kekacauan
298 Penyatuan Sempurna
299 Reruntuhan
300 Area Terlarang
301 Belenggu Realitas Hancur
302 Puncak Evolusi
303 Perang Penentuan
304 Labirin
305 Perpindahan
306 Fondasi Di tanah Baru
307 Pusat Aethelgard
308 Sebelum Pernikahan
309 Ending
Episodes

Updated 309 Episodes

1
Terlahir Kembali
2
Pelatihan
3
Kontrak dan Sang Ksatria
4
Kepulangan dan Fajar
5
Matahari Hitam
6
Ketenangan Sebelum Badai
7
Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8
Tarian Darah
9
Kehancuran Sang Naga Merah
10
Tirai Kematian
11
Dingin Yang Membakar
12
Gesekan
13
Harmoni dan Reruntuhan
14
Langit Kuoh
15
Kedamaian Yang Asing
16
Perluasan Jangkauan
17
Seni Pedang
18
Kencan
19
Interogasi
20
Strategi Phenex
21
Intervensi Sang Gagak
22
Rahasia Di Balik Bayangan
23
Penyatuan
24
Keheningan Sebelum Badai
25
Kesombongan Malaikat Jatuh
26
Kehendak Tertinggi
27
Kehangatan dibalik Es
28
Panggilan
29
Yang Terlupakan
30
Kesadaran dan Ketenangan
31
Terbangun
32
Ksatria Cahaya Yang Terluka
33
Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34
Faksi Baru
35
Kediaman Baru
36
Pertemuan Dibawah Kaca
37
Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38
Malam Sayap yang Terbakar
39
Kabut Pelindung
40
Simfoni Penyembuhan
41
Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42
Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43
Di Ambang Keputusasaan
44
Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45
Meja Makan yang Canggung
46
Resonansi di Ruang Hening
47
Badai di Akademi Kuoh
48
Negosiasi di Atas Atap
49
Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50
Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51
Retakan di Ruang Hampa
52
Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53
Persiapan di Balik Layar
54
Pertemuan di Balik Malam
55
Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56
Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57
Tirai Festival dan Benang Merah
58
Melodi Kehancuran
59
Pelabuhan Terahkir
60
Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61
Fondasi Yang Mulai Hancur
62
Mata Mata Dalam Kegelapan
63
Naik Tingkat
64
Persiapan Dibalik Tirai
65
Kepemimpinan
66
Kedatangan Yang Dinantikan
67
Bayangan Dibalik Senyuman
68
Munculnya Bayangan
69
Malam Sang Ksatria
70
Kehancuran
71
Kebangkitan {1}
72
Kebangkitan {2}
73
Pertemuan Para Penguasa
74
Racun dan Pengkhianatan
75
Racun dan Pengkhianatan {2}
76
Labirin Kejujuran
77
Simfoni Pembersihan
78
Tanah Gremory dan Perubahan
79
Munculnya Benih Kecurigaan
80
Kedatangan Tamu Tak Diundang
81
Benteng Yang Mulai Hancur
82
Bayangan didalam Istana
83
Tarian Kematian
84
Kabar Buruk
85
Kabar Duka Menghantui
86
Jejak Pengkhianat
87
Keruntuhan sang Pengkhianat
88
Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89
Kepulangan
90
Sebelum Badai
91
Sang Pahlawan
92
Duel Cahaya dan Tombak
93
Dibawah Langit Yang Terluka
94
Resonansi jiwa
95
Mitos Sang Pahlawan
96
Keruntuhan Istana Awan
97
lingkungan Keluarga Gremory
98
Dapur Gremory
99
Aula Keluarga Gremory
100
Ideologi Lama
101
Taman Rahasia dan Janji
102
Bayangan Dibawah Malam
103
Pulau yang Terlupakan
104
Pondasi di Atas Cakrawala
105
Kabut di Kota Terlarang
106
Nyanyian Laut yang Terjaga
107
Nyanyian Laut yang Terjaga
108
Melodi yang Menyatukan Jiwa
109
Melodi yang Menyatukan Jiwa
110
Kabut di Balik Kemegahan
111
Persiapan di Ambang Bayangan
112
Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113
Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114
Blokade
115
Diplomasi di Atas Awan
116
Seorang Pemimpin
117
Kabar Duka
118
Kidung Penjinak Naga
119
Kedatangan Tamu dari Kuoh
120
Diantara Tugas dan Rasa
121
Pemutusan Akar
122
kematian sang Pengkhianat
123
Kepulangan
124
Singgasana Yang Runtuh
125
Penghakiman
126
Reruntuhan
127
Reruntuhan {2}
128
Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129
Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130
Benang Merah di Balik Tabir
131
Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132
Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133
Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134
Intelijen dari Bayangan
135
Cahaya di Antara Lampion
136
Era Yang Berbeda
137
Labirin Memori dan Tabir Ark
138
Cakrawala yang Terkoyak
139
Kedalaman Jantung Mekanis
140
Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141
Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142
Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143
Penembusan Cakrawala
144
Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145
Resonansi di Inti Hampa
146
Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147
Meja Bundar Para Penguasa
148
Tirai Terlarang
149
Manifestasi Cahaya Mutlak
150
Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151
Penawar dari Rahim Bumi
152
Injeksi Kehidupan Phenex
153
Simfoni Kehidupan Baru
154
Kehangatan di Tengah Ketegangan
155
Zona Hening dan Halusinasi Purba
156
Bedah Variabel Entropi
157
Barisan Penjaga Dogma
158
Perjanjian yang Terlupakan
159
Dilema Sang Penyeimbang
160
Protokol Nadir
161
Jejak yang Tak Terlihat
162
Penyaluran Cahaya Penghakiman
163
Dekonstruksi Kebohongan Suci
164
Fanatisme dan Parasit Kognitif
165
Desensitisasi Katakombe
166
Manifestasi Inang Terakhir
167
Pemulihan dan Guncangan Global
168
Jembatan Kesadaran yang Retak
169
Di Ambang Kesadaran
170
Integritas Sang Penguasa
171
Jembatan Cakrawala
172
Atmosfer yang Terkhianati
173
Tarian Saraf di Jantung Badai
174
Cermin Kehampaan
175
Simfoni Satu Sayap
176
Pertaruhan Saraf Terakhir
177
Mandat Sang Permaisuri
178
Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179
Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180
Pertukaran Esensi
181
Diplomasi di Balik Tirai Luka
182
Warisan Api dan Benih Anomali
183
Akar Kesunyian
184
Pilar Cahaya dan Sumpah
185
Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186
Resonansi di Antara Jeritan
187
Gema di Balik Keheningan
188
Kedalaman Selubung Pikiran
189
Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190
Langit yang Terbakar
191
Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192
Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193
Titik Nadir Gaia
194
Gema di Dimensi Baru
195
Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196
Fajar di Tanah Asing
197
Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198
Racun di Aliran Kehidupan
199
Gema Kristal yang Membeku
200
Gema dari Cangkang Kristal
201
Jantung yang Berdetak Kembali
202
Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203
Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204
Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205
Harmoni yang Dipaksakan
206
Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207
Isak Tangis di Balik Dinding Data
208
Utusan dari Masa Lalu
209
Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210
Bayang-Bayang di Balik Kabut
211
Fusi Cahaya dan Abu
212
Jantung yang Berdenyut Merah
213
Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214
Berlutut di Hadapan Fajar
215
Riak di Tepian Kehampaan
216
Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217
Kilas Pemutus Langit
218
Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219
Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220
Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221
Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222
Gema dari Dimensi Luar
223
Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224
Cahaya Penyesatan
225
Langit Yang Terbelah
226
Invasi Jantung Sovereign
227
Cermin Retak Sang Penguasa
228
Fajar sang Penakluk
229
Akar Pengkhianatan
230
Guncangan di Jantung Lilith
231
Perayaan di Atas Awan
232
Medan Perang yang Terlupakan
233
Bahtera di Ambang Kepunahan
234
Penembus Cakrawala Kosong
235
Parasit
236
Strategi Pembalikan
237
Kehancuran yang Menyelamatkan
238
Batas Kesabaran
239
Fajar Yang Mulai Terlihat
240
Deklarasi Federasi
241
Gema di Jantung Logam
242
Kebangkitan Sang Prototipe
243
Dilema Dua Kesadaran
244
Sinkronisasi Takdir
245
Dilema Sang Penguasa
246
Panggilan dari Takhta Tinggi
247
Guncangan di Jantung Lilith
248
Ekspedisi di Ruang Hampa
249
Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250
Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251
Harga Dari Arti Kedamaian
252
Kebangkitan Sang Sovereign
253
Munculnya Langkah Otoritas Baru
254
Perjamuan
255
Rahasia Yang Terkubur
256
Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257
Suara dari Takhta Yang Dingin
258
Seutas Jiwa dan Jaringan
259
Melampaui Log Horizon
260
Takhta Bintang
261
Jejak Di Tanah Para Dewa
262
Bayangan Dibalik Penciptaan
263
Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264
Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265
Pakta Yang Diterbitkan
266
Demonstrasi Absolut
267
Racun Ditengah Cahaya
268
Horizon Yang Mulai Hancur
269
Batasan Yang Ditingkatkan
270
Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271
Ratapan di Dasar Abyss
272
Warisan Sang Surya
273
Fajar dari Kedalaman Abyss
274
Bayang-bayang Pembersihan Besar
275
Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276
Langit yang Runtuh
277
Gema di Balik Kemenangan
278
Tenunan yang Terputus
279
Patahan Takdir
280
Jantung Kekosongan
281
Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282
Mata Sang Eksekutor
283
Herald dari Kehampaan
284
Pengasingan
285
Fajar Berdarah dan Warisan
286
Di Balik Gerbang Kesadaran
287
Runtuhnya Takhta Logika
288
Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289
Badai di Perbatasan Nordik
290
Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291
Asgard
292
Manifestasi
293
Serangan Mjolnir
294
Guncangan Melanda Dunia
295
Pengkhianatan
296
Kepulangan
297
Akar Dari Segala Kekacauan
298
Penyatuan Sempurna
299
Reruntuhan
300
Area Terlarang
301
Belenggu Realitas Hancur
302
Puncak Evolusi
303
Perang Penentuan
304
Labirin
305
Perpindahan
306
Fondasi Di tanah Baru
307
Pusat Aethelgard
308
Sebelum Pernikahan
309
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!