Matahari Hitam

Setelah memastikan Saeko dan Shizuka berada di bawah perawatan Ravel dan Yubelluna, Riser tidak lantas beristirahat. Baginya, setiap detik yang terbuang adalah celah bagi takdir lama untuk menariknya kembali ke jurang kegagalan. Dia berjalan menjauh dari kastel utama, menuju sebuah kawah vulkanik mati di ujung wilayah keluarga Phenex yang jarang dikunjungi siapa pun—tempat di mana panas bumi paling pekat dan gangguan suara paling minim.

Riser berdiri di bibir kawah. Angin yang berhembus di sini membawa hawa panas yang sanggup mengelupas kulit iblis kelas rendah, namun baginya, ini hanyalah kehangatan yang akrab.

"Yui, isolasi area ini. Aku tidak ingin ada mata-mata dari klan lain atau bahkan keluargaku sendiri yang melihat apa yang akan kulakukan," ucap Riser dalam hati.

[ Protokol Isolasi Aktif. ]

[ Menciptakan distorsi ruang dan panas dalam radius 500 meter. ]

[ Status: Aman. Kamu bisa mulai sekarang, Pemalas. Tapi ingat, jangan sampai menghancurkan kawah ini, aku malas mengatur ulang koordinatnya. ]

Riser mendengus geli, lalu melepaskan kaos hitamnya, menyisakan tubuh atletisnya yang kini mulai dihiasi oleh garis-garis samar yang berpendar ungu gelap—tanda dari kekuatan Meliodas yang mulai beresonansi dengan jiwanya.

"Mari kita mulai dari dasar. Tori Tori no Mi... versi sempurna."

Riser memejamkan mata. Dia tidak lagi memanggil api Phenex yang berwarna oranye kemerahan. Alih-alih, dia memfokuskan pikirannya pada konsep regenerasi yang jauh lebih kuno dan absolut. Tiba-tiba, api biru kobalt yang sangat terang meledak dari bahunya, membentuk sepasang sayap raksasa yang terlihat lebih cair dan bercahaya daripada api biasa.

[ Transformasi: Tori Tori no Mi (Model Phoenix) - Tahap 1. ]

[ Keunggulan: Kecepatan regenerasi meningkat 10x lipat dari kemampuan asli Phenex. ]

[ Efek Samping: Nol. Kerentanan terhadap air dan api telah dihapus oleh sistem. ]

Riser merasakan setiap sel dalam tubuhnya bernapas. Jika dulu Riser yang asli bangga karena sulit dibunuh, Riser yang sekarang merasa bahwa kematian bahkan tidak berani mendekatinya. Dia mengepakkan sayap birunya, menciptakan gelombang kejut yang meretakkan dinding kawah.

"Bagus. Tapi ini belum cukup," gumam Riser. Tatapannya menjadi sangat dingin. "Sekarang... sinkronkan dengan Power of Darkness."

Ini adalah bagian yang paling berbahaya. Menggabungkan api Phoenix yang melambangkan kehidupan abadi dengan kegelapan Meliodas yang melambangkan kehancuran murni.

[ Peringatan: Beban pada jalur energi meningkat tajam. ]

[ Sinkronisasi Jiwa: 32%. ]

[ Memulai penggabungan variabel... ]

Seketika, api biru yang menyelimuti tubuh Riser mulai terkontaminasi oleh sulur-sulur hitam yang pekat. Warna apinya berubah menjadi biru gelap yang menyeramkan, hampir mendekati hitam. Di dahinya, muncul simbol tanda kegelapan milik klan iblis dari dunia Nanatsu no Taizai.

"Ugh...!"

Riser berlutut, tangannya mencengkeram tanah hingga hancur menjadi debu. Rasa sakitnya seperti ditusuk ribuan jarum yang membara, namun dia menolak untuk melepaskan transformasinya. Dia mengatur napasnya menggunakan teknik pernapasan Re-Taekwondo, mencoba menyeimbangkan dua kutub kekuatan yang bertolak belakang di dalam dadanya.

[ Tekanan Mental: Tinggi. ]

[ Saran: Jangan melawan kegelapannya. Biarkan api Phoenix-mu 'memakan' kegelapan itu dan menjadikannya bahan bakar. ]

Aku tahu, Yui! Jangan terus menceramahiku! Riser memaksakan dirinya untuk berdiri. Setiap inci ototnya bergetar. Dia mengepalkan tangan, dan di sana, api biru-hitam itu berkumpul menjadi sebuah bola energi yang sangat padat. Dia tidak menembakkannya, melainkan menekan energi itu masuk kembali ke dalam tubuhnya—sebuah teknik manipulasi energi tingkat Master yang dia dapatkan dari hadiah sistem.

Perlahan, gejolak itu mereda. Api biru-hitam itu kini tidak lagi meledak-ledak, melainkan menyelimuti tubuhnya seperti jubah yang tipis namun sangat padat.

"Full Counter," bisik Riser.

Dia menjentikkan jarinya ke arah dinding kawah yang jauh. Sebuah ledakan api kecil yang dia tembakkan sendiri, saat kembali memantul karena mengenai pembatas ruang Yui, langsung dia sambut dengan telapak tangannya.

BOOM!

Ledakan itu kembali dengan kekuatan empat kali lipat, menghancurkan sebagian besar dinding kawah hingga menjadi lava cair.

Riser menatap tangannya yang tetap mulus tanpa luka sedikit pun. Senyum tipis yang nakal muncul di wajahnya. "Ini... ini baru namanya kekuatan. Issei, kau pikir dengan 'Boost' berulang kali kau bisa mengalahkanku? Aku akan mengembalikan semua seranganmu sebelum kau sempat berkedip."

[ Analisis Hasil: ]

* Kekuatan Penghancur: Meningkat drastis.

* Kontrol Variabel: Stabil pada tingkat Senior.

* Catatan Yui: Kamu baru saja menghabiskan energi yang cukup untuk menghidupi sebuah kota kecil selama setahun. Tapi harus kuakui... kamu terlihat sedikit kurang 'bodoh' dengan tanda di dahimu itu.

Riser duduk bersila di tengah panasnya kawah, membiarkan tubuhnya menyerap sisa-sisa energi di udara untuk mempercepat pemulihan. Dia tahu bahwa Rating Game hanyalah sebuah panggung kecil. Pertunjukan yang sebenarnya adalah apa yang akan dia bangun setelah itu.

Dia teringat pada anggota-anggota Peerage-nya yang lain dalam daftar rencana. Rei Miyamoto, Nezuko, Mitsuri... dia harus memastikan dirinya cukup kuat untuk menjadi tempat mereka bernaung. Seorang King tidak hanya butuh mahkota; dia butuh kekuatan untuk memastikan mahkota itu tidak pernah jatuh.

"Yui, tunjukkan padaku progres anggota yang lain," perintah Riser sambil menatap langit yang mulai menggelap.

[ Saeko sedang bermeditasi dengan pedangnya di paviliun. ]

[ Shizuka sedang... tertidur di bak mandi air panas. ]

[ Yubelluna sedang mengawasi mereka dengan tingkat kecemburuan ringan yang terdeteksi. ]

Riser tertawa pelan. "Kehidupan baruku ini benar-benar tidak pernah membosankan."

Dia bangkit, mengenakan kembali kaosnya. Meskipun dia lelah, matanya memancarkan semangat yang membara. Sembilan hari lagi. Dunia bawah akan segera tahu bahwa burung Phoenix yang baru saja lahir kembali ini tidak hanya membawa api yang menghangatkan, tapi juga kegelapan yang akan melahap siapa pun yang berani menantangnya.

Malam telah sepenuhnya menyelimuti wilayah Phenex. Setelah sesi latihan mandiri yang melelahkan di kawah vulkanik, Riser kembali ke kastel utama dengan langkah yang lebih ringan namun penuh wibawa. Aroma belerang yang menempel di tubuhnya perlahan memudar, digantikan oleh aroma dingin dari sisa energi kegelapan yang masih tersisa di pori-pori kulitnya.

Bukannya langsung beristirahat, Riser melangkah menuju ruang kerja pribadinya—sebuah ruangan luas yang dipenuhi oleh rak buku kuno dan meja mahoni besar yang di atasnya terletak sebuah papan catur sihir yang memproyeksikan peta akademi Kuoh dalam bentuk tiga dimensi.

"Yui, aktifkan mode simulasi taktis. Masukkan variabel Peerage Gremory berdasarkan data canon yang kita miliki," perintah Riser sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi empuk.

[ Simulasi Diaktifkan. ]

[ Memetakan Kekuatan Musuh: ]

* King: Rias Gremory (Sihir Kehancuran - Tinggi)

* Queen: Akeno Himejima (Petir & Suci - Menengah ke Atas)

* Knight: Kiba Yuuto (Sword Birth - Kecepatan Tinggi)

* Rook: Koneko Toujou (Kekuatan Fisik & Senjutsu - Menengah)

* Pawn: Hyoudou Issei (Boosted Gear - Variabel Tidak Terprediksi)

"Issei adalah satu-satunya variabel yang bisa merusak rencana jika dibiarkan terlalu lama," gumam Riser, matanya menatap tajam pada proyeksi hologram Issei yang berpendar merah. "Rias akan menggunakannya sebagai kartu truf di saat-saat terakhir."

Tiba-tiba, pintu ruang kerjanya diketuk perlahan. "Tuanku? Ini Yubelluna. Bolehkah saya masuk?"

"Masuklah."

Yubelluna melangkah masuk dengan nampan berisi kopi hitam pekat. Dia meletakkannya di samping Riser, matanya sempat melirik pada peta hologram di meja. Ada sedikit kerutan di dahinya saat melihat bidak-bidak baru yang ditandai dengan nama 'Saeko' dan 'Shizuka' berada di posisi yang sangat krusial.

"Anda masih bekerja, Tuanku. Tubuh Anda butuh istirahat setelah apa yang Anda lakukan di kawah tadi," ucap Yubelluna dengan nada khawatir yang tulus.

Riser menyesap kopinya, membiarkan rasa pahit itu mempertajam fokusnya. "Istirahat adalah kemewahan yang belum bisa kunikmati, Yubelluna. Katakan padaku, bagaimana kondisi kedua orang baru itu?"

Yubelluna menghela napas. "Saeko Busujima adalah seorang pejuang sejati. Dia menolak untuk tidur sebelum membersihkan katananya sebanyak sepuluh kali. Namun, Shizuka... dia agak sulit diatur. Dia hampir menenggelamkan dirinya sendiri di pemandian karena tertidur saat berendam."

Riser tertawa kecil. "Itu sudah kuduga. Panggil mereka berdua ke sini. Ada sesuatu yang harus kubagikan sebelum latihan besok."

Beberapa menit kemudian, Saeko dan Shizuka masuk. Saeko tampak sudah kembali segar dengan pakaian rumah yang sederhana namun rapi, sementara Shizuka masih mengenakan jubah mandi yang longgar, rambut pirangnya masih sedikit basah dan berantakan.

"Duduklah," Riser menunjuk ke kursi di depan mejanya.

Saat mereka duduk, Riser memutar papan catur sihir itu sehingga mereka bisa melihatnya dengan jelas. "Dengar, Rating Game ini bukan sekadar tentang siapa yang lebih kuat. Rias Gremory memiliki tim yang sangat seimbang. Kiba memiliki kecepatan, Koneko memiliki pertahanan, dan Issei... dia punya potensi ledakan. Jika kita bertarung secara konvensional, kita mungkin akan menang karena keabadian darah Phenex, tapi itu bukan caraku."

Riser menunjuk bidak Saeko. "Saeko, tugas utamamu bukan untuk mengalahkan Kiba Yuuto dalam adu kecepatan. Aku ingin kau menghancurkan mentalnya. Gunakan Crimson Edge-mu untuk memotong setiap pedang buatannya sebelum dia sempat menyerang. Aku ingin dia merasakan keputusasaan di depan teknik pedang yang lebih murni."

Saeko mengangguk tajam, matanya berkilat haus darah. "Dengan senang hati, Tuanku."

"Dan Shizuka," Riser menatap sang perawat yang tampak mulai mengantuk lagi. "Kau adalah jantung dari tim ini. Di arena nanti, Rias akan mencoba mengincar penyembuh terlebih dahulu. Aku ingin kau tetap berada di belakang Yubelluna. Jangan pernah melepaskan Miracle Pulse kecuali aku memberikan komando. Kau adalah cadangan energi kita yang paling berharga."

Shizuka mengerjap, mencoba fokus. "Ehh... jadi aku harus jadi pengawal Kakak Queen yang cantik ini? Oke, aku akan berusaha tidak tertidur!"

Yubelluna hanya bisa memutar matanya mendengar jawaban Shizuka.

"Yubelluna," suara Riser menjadi lebih berat. "Kau adalah Queen-ku. Fokusmu adalah menekan Akeno Himejima. Jangan biarkan dia menggunakan sihir petirnya secara bebas. Gunakan unit Pawn lama kita sebagai umpan untuk menarik perhatian Issei."

"Lalu, bagaimana dengan Anda sendiri, Tuanku?" tanya Saeko penasaran. "Siapa yang akan Anda hadapi?"

Riser menyandarkan punggungnya, sebuah seringai nakal muncul di wajahnya. "Aku? Aku akan menunggu di tengah arena. Aku ingin melihat ekspresi Rias saat dia menyadari bahwa semua rencananya hancur berantakan. Dan saat Issei merasa dia sudah cukup kuat dengan 'Boost'-nya... aku akan menunjukkan padanya apa arti sebenarnya dari keputusasaan."

[ Sinkronisasi Strategi: Selesai. ]

[ Tingkat Keberhasilan Estimasi: 94%. ]

[ Catatan Yui: Rencana yang cukup licik. Tapi ingat, Rias punya kebiasaan bertindak berdasarkan emosi, yang terkadang menciptakan variabel yang tidak logis. ]

"Emosi adalah kelemahan yang akan kumanfaatkan, Yui," batin Riser.

Riser berdiri, menandakan pertemuan singkat itu berakhir. "Pergilah istirahat. Besok adalah hari di mana kita akan melatih sinkronisasi energi kolektif. Saeko, aku ingin kau belajar mengalirkan energi iblis ke katanamu tanpa menghancurkannya. Shizuka, kau akan belajar cara mengobati luka dari jarak jauh."

Saat Saeko dan Shizuka berjalan keluar, Riser menahan Yubelluna sejenak.

"Ada apa, Tuanku?"

Riser mendekat, tangannya mengusap pipi Yubelluna dengan lembut, membuat Queen-nya itu sedikit tersipu. "Terima kasih sudah menjaga mereka. Aku tahu ini sulit bagimu melihatku membawa orang baru, tapi percayalah... kau tetaplah orang kepercayaanku yang paling utama."

Yubelluna menunduk, menyembunyikan wajahnya yang merona merah. "Saya... saya mengerti, Tuanku. Saya akan melakukan yang terbaik."

Setelah semua orang pergi, Riser kembali menatap peta hologram Kuoh. Pikirannya melayang pada sosok-sosok lain yang belum dia temui. Rei Miyamoto, Nezuko... dia harus segera memenangkan Rating Game ini agar bisa bergerak lebih bebas di dunia manusia.

"Sepuluh hari... waktu yang singkat untuk mengubah dunia, tapi cukup untuk memulai sebuah legenda," gumam Riser.

[ Sinkronisasi Jiwa: 34%. ]

[ Komentar Yui: Akhirnya kamu bicara seperti protagonis sungguhan. Sekarang, tidurlah sebelum aku memaksa sistem sarafmu untuk 'shutdown'. ]

Riser tertawa pelan, mematikan lampu ruang kerjanya, dan berjalan menuju kamarnya dengan hati yang dipenuhi ambisi yang membara.

Terpopuler

Comments

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

... Semangat updatenya thor

2026-03-23

1

Amrye Jhon

Amrye Jhon

semangat

2026-03-05

0

SR07

SR07

jir galaknya 🤣

2026-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Terlahir Kembali
2 Pelatihan
3 Kontrak dan Sang Ksatria
4 Kepulangan dan Fajar
5 Matahari Hitam
6 Ketenangan Sebelum Badai
7 Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8 Tarian Darah
9 Kehancuran Sang Naga Merah
10 Tirai Kematian
11 Dingin Yang Membakar
12 Gesekan
13 Harmoni dan Reruntuhan
14 Langit Kuoh
15 Kedamaian Yang Asing
16 Perluasan Jangkauan
17 Seni Pedang
18 Kencan
19 Interogasi
20 Strategi Phenex
21 Intervensi Sang Gagak
22 Rahasia Di Balik Bayangan
23 Penyatuan
24 Keheningan Sebelum Badai
25 Kesombongan Malaikat Jatuh
26 Kehendak Tertinggi
27 Kehangatan dibalik Es
28 Panggilan
29 Yang Terlupakan
30 Kesadaran dan Ketenangan
31 Terbangun
32 Ksatria Cahaya Yang Terluka
33 Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34 Faksi Baru
35 Kediaman Baru
36 Pertemuan Dibawah Kaca
37 Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38 Malam Sayap yang Terbakar
39 Kabut Pelindung
40 Simfoni Penyembuhan
41 Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42 Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43 Di Ambang Keputusasaan
44 Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45 Meja Makan yang Canggung
46 Resonansi di Ruang Hening
47 Badai di Akademi Kuoh
48 Negosiasi di Atas Atap
49 Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50 Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51 Retakan di Ruang Hampa
52 Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53 Persiapan di Balik Layar
54 Pertemuan di Balik Malam
55 Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56 Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57 Tirai Festival dan Benang Merah
58 Melodi Kehancuran
59 Pelabuhan Terahkir
60 Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61 Fondasi Yang Mulai Hancur
62 Mata Mata Dalam Kegelapan
63 Naik Tingkat
64 Persiapan Dibalik Tirai
65 Kepemimpinan
66 Kedatangan Yang Dinantikan
67 Bayangan Dibalik Senyuman
68 Munculnya Bayangan
69 Malam Sang Ksatria
70 Kehancuran
71 Kebangkitan {1}
72 Kebangkitan {2}
73 Pertemuan Para Penguasa
74 Racun dan Pengkhianatan
75 Racun dan Pengkhianatan {2}
76 Labirin Kejujuran
77 Simfoni Pembersihan
78 Tanah Gremory dan Perubahan
79 Munculnya Benih Kecurigaan
80 Kedatangan Tamu Tak Diundang
81 Benteng Yang Mulai Hancur
82 Bayangan didalam Istana
83 Tarian Kematian
84 Kabar Buruk
85 Kabar Duka Menghantui
86 Jejak Pengkhianat
87 Keruntuhan sang Pengkhianat
88 Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89 Kepulangan
90 Sebelum Badai
91 Sang Pahlawan
92 Duel Cahaya dan Tombak
93 Dibawah Langit Yang Terluka
94 Resonansi jiwa
95 Mitos Sang Pahlawan
96 Keruntuhan Istana Awan
97 lingkungan Keluarga Gremory
98 Dapur Gremory
99 Aula Keluarga Gremory
100 Ideologi Lama
101 Taman Rahasia dan Janji
102 Bayangan Dibawah Malam
103 Pulau yang Terlupakan
104 Pondasi di Atas Cakrawala
105 Kabut di Kota Terlarang
106 Nyanyian Laut yang Terjaga
107 Nyanyian Laut yang Terjaga
108 Melodi yang Menyatukan Jiwa
109 Melodi yang Menyatukan Jiwa
110 Kabut di Balik Kemegahan
111 Persiapan di Ambang Bayangan
112 Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113 Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114 Blokade
115 Diplomasi di Atas Awan
116 Seorang Pemimpin
117 Kabar Duka
118 Kidung Penjinak Naga
119 Kedatangan Tamu dari Kuoh
120 Diantara Tugas dan Rasa
121 Pemutusan Akar
122 kematian sang Pengkhianat
123 Kepulangan
124 Singgasana Yang Runtuh
125 Penghakiman
126 Reruntuhan
127 Reruntuhan {2}
128 Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129 Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130 Benang Merah di Balik Tabir
131 Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132 Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133 Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134 Intelijen dari Bayangan
135 Cahaya di Antara Lampion
136 Era Yang Berbeda
137 Labirin Memori dan Tabir Ark
138 Cakrawala yang Terkoyak
139 Kedalaman Jantung Mekanis
140 Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141 Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142 Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143 Penembusan Cakrawala
144 Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145 Resonansi di Inti Hampa
146 Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147 Meja Bundar Para Penguasa
148 Tirai Terlarang
149 Manifestasi Cahaya Mutlak
150 Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151 Penawar dari Rahim Bumi
152 Injeksi Kehidupan Phenex
153 Simfoni Kehidupan Baru
154 Kehangatan di Tengah Ketegangan
155 Zona Hening dan Halusinasi Purba
156 Bedah Variabel Entropi
157 Barisan Penjaga Dogma
158 Perjanjian yang Terlupakan
159 Dilema Sang Penyeimbang
160 Protokol Nadir
161 Jejak yang Tak Terlihat
162 Penyaluran Cahaya Penghakiman
163 Dekonstruksi Kebohongan Suci
164 Fanatisme dan Parasit Kognitif
165 Desensitisasi Katakombe
166 Manifestasi Inang Terakhir
167 Pemulihan dan Guncangan Global
168 Jembatan Kesadaran yang Retak
169 Di Ambang Kesadaran
170 Integritas Sang Penguasa
171 Jembatan Cakrawala
172 Atmosfer yang Terkhianati
173 Tarian Saraf di Jantung Badai
174 Cermin Kehampaan
175 Simfoni Satu Sayap
176 Pertaruhan Saraf Terakhir
177 Mandat Sang Permaisuri
178 Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179 Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180 Pertukaran Esensi
181 Diplomasi di Balik Tirai Luka
182 Warisan Api dan Benih Anomali
183 Akar Kesunyian
184 Pilar Cahaya dan Sumpah
185 Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186 Resonansi di Antara Jeritan
187 Gema di Balik Keheningan
188 Kedalaman Selubung Pikiran
189 Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190 Langit yang Terbakar
191 Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192 Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193 Titik Nadir Gaia
194 Gema di Dimensi Baru
195 Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196 Fajar di Tanah Asing
197 Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198 Racun di Aliran Kehidupan
199 Gema Kristal yang Membeku
200 Gema dari Cangkang Kristal
201 Jantung yang Berdetak Kembali
202 Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203 Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204 Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205 Harmoni yang Dipaksakan
206 Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207 Isak Tangis di Balik Dinding Data
208 Utusan dari Masa Lalu
209 Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210 Bayang-Bayang di Balik Kabut
211 Fusi Cahaya dan Abu
212 Jantung yang Berdenyut Merah
213 Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214 Berlutut di Hadapan Fajar
215 Riak di Tepian Kehampaan
216 Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217 Kilas Pemutus Langit
218 Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219 Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220 Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221 Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222 Gema dari Dimensi Luar
223 Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224 Cahaya Penyesatan
225 Langit Yang Terbelah
226 Invasi Jantung Sovereign
227 Cermin Retak Sang Penguasa
228 Fajar sang Penakluk
229 Akar Pengkhianatan
230 Guncangan di Jantung Lilith
231 Perayaan di Atas Awan
232 Medan Perang yang Terlupakan
233 Bahtera di Ambang Kepunahan
234 Penembus Cakrawala Kosong
235 Parasit
236 Strategi Pembalikan
237 Kehancuran yang Menyelamatkan
238 Batas Kesabaran
239 Fajar Yang Mulai Terlihat
240 Deklarasi Federasi
241 Gema di Jantung Logam
242 Kebangkitan Sang Prototipe
243 Dilema Dua Kesadaran
244 Sinkronisasi Takdir
245 Dilema Sang Penguasa
246 Panggilan dari Takhta Tinggi
247 Guncangan di Jantung Lilith
248 Ekspedisi di Ruang Hampa
249 Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250 Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251 Harga Dari Arti Kedamaian
252 Kebangkitan Sang Sovereign
253 Munculnya Langkah Otoritas Baru
254 Perjamuan
255 Rahasia Yang Terkubur
256 Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257 Suara dari Takhta Yang Dingin
258 Seutas Jiwa dan Jaringan
259 Melampaui Log Horizon
260 Takhta Bintang
261 Jejak Di Tanah Para Dewa
262 Bayangan Dibalik Penciptaan
263 Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264 Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265 Pakta Yang Diterbitkan
266 Demonstrasi Absolut
267 Racun Ditengah Cahaya
268 Horizon Yang Mulai Hancur
269 Batasan Yang Ditingkatkan
270 Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271 Ratapan di Dasar Abyss
272 Warisan Sang Surya
273 Fajar dari Kedalaman Abyss
274 Bayang-bayang Pembersihan Besar
275 Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276 Langit yang Runtuh
277 Gema di Balik Kemenangan
278 Tenunan yang Terputus
279 Patahan Takdir
280 Jantung Kekosongan
281 Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282 Mata Sang Eksekutor
283 Herald dari Kehampaan
284 Pengasingan
285 Fajar Berdarah dan Warisan
286 Di Balik Gerbang Kesadaran
287 Runtuhnya Takhta Logika
288 Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289 Badai di Perbatasan Nordik
290 Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291 Asgard
292 Manifestasi
293 Serangan Mjolnir
294 Guncangan Melanda Dunia
295 Pengkhianatan
296 Kepulangan
297 Akar Dari Segala Kekacauan
298 Penyatuan Sempurna
299 Reruntuhan
300 Area Terlarang
301 Belenggu Realitas Hancur
302 Puncak Evolusi
303 Perang Penentuan
304 Labirin
305 Perpindahan
306 Fondasi Di tanah Baru
307 Pusat Aethelgard
308 Sebelum Pernikahan
309 Ending
Episodes

Updated 309 Episodes

1
Terlahir Kembali
2
Pelatihan
3
Kontrak dan Sang Ksatria
4
Kepulangan dan Fajar
5
Matahari Hitam
6
Ketenangan Sebelum Badai
7
Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8
Tarian Darah
9
Kehancuran Sang Naga Merah
10
Tirai Kematian
11
Dingin Yang Membakar
12
Gesekan
13
Harmoni dan Reruntuhan
14
Langit Kuoh
15
Kedamaian Yang Asing
16
Perluasan Jangkauan
17
Seni Pedang
18
Kencan
19
Interogasi
20
Strategi Phenex
21
Intervensi Sang Gagak
22
Rahasia Di Balik Bayangan
23
Penyatuan
24
Keheningan Sebelum Badai
25
Kesombongan Malaikat Jatuh
26
Kehendak Tertinggi
27
Kehangatan dibalik Es
28
Panggilan
29
Yang Terlupakan
30
Kesadaran dan Ketenangan
31
Terbangun
32
Ksatria Cahaya Yang Terluka
33
Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34
Faksi Baru
35
Kediaman Baru
36
Pertemuan Dibawah Kaca
37
Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38
Malam Sayap yang Terbakar
39
Kabut Pelindung
40
Simfoni Penyembuhan
41
Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42
Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43
Di Ambang Keputusasaan
44
Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45
Meja Makan yang Canggung
46
Resonansi di Ruang Hening
47
Badai di Akademi Kuoh
48
Negosiasi di Atas Atap
49
Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50
Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51
Retakan di Ruang Hampa
52
Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53
Persiapan di Balik Layar
54
Pertemuan di Balik Malam
55
Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56
Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57
Tirai Festival dan Benang Merah
58
Melodi Kehancuran
59
Pelabuhan Terahkir
60
Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61
Fondasi Yang Mulai Hancur
62
Mata Mata Dalam Kegelapan
63
Naik Tingkat
64
Persiapan Dibalik Tirai
65
Kepemimpinan
66
Kedatangan Yang Dinantikan
67
Bayangan Dibalik Senyuman
68
Munculnya Bayangan
69
Malam Sang Ksatria
70
Kehancuran
71
Kebangkitan {1}
72
Kebangkitan {2}
73
Pertemuan Para Penguasa
74
Racun dan Pengkhianatan
75
Racun dan Pengkhianatan {2}
76
Labirin Kejujuran
77
Simfoni Pembersihan
78
Tanah Gremory dan Perubahan
79
Munculnya Benih Kecurigaan
80
Kedatangan Tamu Tak Diundang
81
Benteng Yang Mulai Hancur
82
Bayangan didalam Istana
83
Tarian Kematian
84
Kabar Buruk
85
Kabar Duka Menghantui
86
Jejak Pengkhianat
87
Keruntuhan sang Pengkhianat
88
Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89
Kepulangan
90
Sebelum Badai
91
Sang Pahlawan
92
Duel Cahaya dan Tombak
93
Dibawah Langit Yang Terluka
94
Resonansi jiwa
95
Mitos Sang Pahlawan
96
Keruntuhan Istana Awan
97
lingkungan Keluarga Gremory
98
Dapur Gremory
99
Aula Keluarga Gremory
100
Ideologi Lama
101
Taman Rahasia dan Janji
102
Bayangan Dibawah Malam
103
Pulau yang Terlupakan
104
Pondasi di Atas Cakrawala
105
Kabut di Kota Terlarang
106
Nyanyian Laut yang Terjaga
107
Nyanyian Laut yang Terjaga
108
Melodi yang Menyatukan Jiwa
109
Melodi yang Menyatukan Jiwa
110
Kabut di Balik Kemegahan
111
Persiapan di Ambang Bayangan
112
Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113
Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114
Blokade
115
Diplomasi di Atas Awan
116
Seorang Pemimpin
117
Kabar Duka
118
Kidung Penjinak Naga
119
Kedatangan Tamu dari Kuoh
120
Diantara Tugas dan Rasa
121
Pemutusan Akar
122
kematian sang Pengkhianat
123
Kepulangan
124
Singgasana Yang Runtuh
125
Penghakiman
126
Reruntuhan
127
Reruntuhan {2}
128
Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129
Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130
Benang Merah di Balik Tabir
131
Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132
Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133
Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134
Intelijen dari Bayangan
135
Cahaya di Antara Lampion
136
Era Yang Berbeda
137
Labirin Memori dan Tabir Ark
138
Cakrawala yang Terkoyak
139
Kedalaman Jantung Mekanis
140
Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141
Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142
Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143
Penembusan Cakrawala
144
Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145
Resonansi di Inti Hampa
146
Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147
Meja Bundar Para Penguasa
148
Tirai Terlarang
149
Manifestasi Cahaya Mutlak
150
Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151
Penawar dari Rahim Bumi
152
Injeksi Kehidupan Phenex
153
Simfoni Kehidupan Baru
154
Kehangatan di Tengah Ketegangan
155
Zona Hening dan Halusinasi Purba
156
Bedah Variabel Entropi
157
Barisan Penjaga Dogma
158
Perjanjian yang Terlupakan
159
Dilema Sang Penyeimbang
160
Protokol Nadir
161
Jejak yang Tak Terlihat
162
Penyaluran Cahaya Penghakiman
163
Dekonstruksi Kebohongan Suci
164
Fanatisme dan Parasit Kognitif
165
Desensitisasi Katakombe
166
Manifestasi Inang Terakhir
167
Pemulihan dan Guncangan Global
168
Jembatan Kesadaran yang Retak
169
Di Ambang Kesadaran
170
Integritas Sang Penguasa
171
Jembatan Cakrawala
172
Atmosfer yang Terkhianati
173
Tarian Saraf di Jantung Badai
174
Cermin Kehampaan
175
Simfoni Satu Sayap
176
Pertaruhan Saraf Terakhir
177
Mandat Sang Permaisuri
178
Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179
Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180
Pertukaran Esensi
181
Diplomasi di Balik Tirai Luka
182
Warisan Api dan Benih Anomali
183
Akar Kesunyian
184
Pilar Cahaya dan Sumpah
185
Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186
Resonansi di Antara Jeritan
187
Gema di Balik Keheningan
188
Kedalaman Selubung Pikiran
189
Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190
Langit yang Terbakar
191
Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192
Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193
Titik Nadir Gaia
194
Gema di Dimensi Baru
195
Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196
Fajar di Tanah Asing
197
Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198
Racun di Aliran Kehidupan
199
Gema Kristal yang Membeku
200
Gema dari Cangkang Kristal
201
Jantung yang Berdetak Kembali
202
Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203
Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204
Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205
Harmoni yang Dipaksakan
206
Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207
Isak Tangis di Balik Dinding Data
208
Utusan dari Masa Lalu
209
Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210
Bayang-Bayang di Balik Kabut
211
Fusi Cahaya dan Abu
212
Jantung yang Berdenyut Merah
213
Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214
Berlutut di Hadapan Fajar
215
Riak di Tepian Kehampaan
216
Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217
Kilas Pemutus Langit
218
Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219
Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220
Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221
Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222
Gema dari Dimensi Luar
223
Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224
Cahaya Penyesatan
225
Langit Yang Terbelah
226
Invasi Jantung Sovereign
227
Cermin Retak Sang Penguasa
228
Fajar sang Penakluk
229
Akar Pengkhianatan
230
Guncangan di Jantung Lilith
231
Perayaan di Atas Awan
232
Medan Perang yang Terlupakan
233
Bahtera di Ambang Kepunahan
234
Penembus Cakrawala Kosong
235
Parasit
236
Strategi Pembalikan
237
Kehancuran yang Menyelamatkan
238
Batas Kesabaran
239
Fajar Yang Mulai Terlihat
240
Deklarasi Federasi
241
Gema di Jantung Logam
242
Kebangkitan Sang Prototipe
243
Dilema Dua Kesadaran
244
Sinkronisasi Takdir
245
Dilema Sang Penguasa
246
Panggilan dari Takhta Tinggi
247
Guncangan di Jantung Lilith
248
Ekspedisi di Ruang Hampa
249
Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250
Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251
Harga Dari Arti Kedamaian
252
Kebangkitan Sang Sovereign
253
Munculnya Langkah Otoritas Baru
254
Perjamuan
255
Rahasia Yang Terkubur
256
Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257
Suara dari Takhta Yang Dingin
258
Seutas Jiwa dan Jaringan
259
Melampaui Log Horizon
260
Takhta Bintang
261
Jejak Di Tanah Para Dewa
262
Bayangan Dibalik Penciptaan
263
Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264
Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265
Pakta Yang Diterbitkan
266
Demonstrasi Absolut
267
Racun Ditengah Cahaya
268
Horizon Yang Mulai Hancur
269
Batasan Yang Ditingkatkan
270
Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271
Ratapan di Dasar Abyss
272
Warisan Sang Surya
273
Fajar dari Kedalaman Abyss
274
Bayang-bayang Pembersihan Besar
275
Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276
Langit yang Runtuh
277
Gema di Balik Kemenangan
278
Tenunan yang Terputus
279
Patahan Takdir
280
Jantung Kekosongan
281
Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282
Mata Sang Eksekutor
283
Herald dari Kehampaan
284
Pengasingan
285
Fajar Berdarah dan Warisan
286
Di Balik Gerbang Kesadaran
287
Runtuhnya Takhta Logika
288
Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289
Badai di Perbatasan Nordik
290
Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291
Asgard
292
Manifestasi
293
Serangan Mjolnir
294
Guncangan Melanda Dunia
295
Pengkhianatan
296
Kepulangan
297
Akar Dari Segala Kekacauan
298
Penyatuan Sempurna
299
Reruntuhan
300
Area Terlarang
301
Belenggu Realitas Hancur
302
Puncak Evolusi
303
Perang Penentuan
304
Labirin
305
Perpindahan
306
Fondasi Di tanah Baru
307
Pusat Aethelgard
308
Sebelum Pernikahan
309
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!