DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Terlahir Kembali

Kelopak mata itu bergetar hebat sebelum akhirnya terbuka, menampakkan sepasang manik mata yang berpendar jingga keemasan. Rasa sakit yang menghujam ulu hati adalah hal pertama yang menyambut kesadarannya—rasa sakit yang terasa nyata, seolah-olah jiwanya baru saja dipaksa masuk ke dalam wadah yang terlalu sempit.

Dia tidak berada di kamarnya yang berantakan dengan poster anime. Tidak ada bau mie instan atau suara kipas angin PC yang menderu. Sebaliknya, indra penciumannya menangkap aroma kayu cendana yang mahal, parfum mawar yang menyengat, dan sesuatu yang jauh lebih dominan: aroma belerang dan api.

"Uh..."

Sebuah erangan rendah keluar dari tenggorokannya. Dia mencoba bangkit, namun tubuhnya terasa seberat timah. Saat tangannya menyentuh permukaan tempat tidur, dia merasakan sutra berkualitas tinggi. Dia menoleh ke samping, menatap cermin besar berbingkai emas yang berdiri tegak di sudut ruangan megah itu.

Bukan wajahnya.

Di dalam cermin itu, seorang pria muda menatap balik dengan ekspresi linglung. Rambut pirang pucat yang tertata rapi, setelan jas merah burgundy yang terlihat sangat arogan, dan aura kemewahan yang memuakkan.

Tunggu. Ini... Riser Phenex?

Ingatan terakhirnya adalah cahaya putih yang menyilaukan dan suara sosok yang mengaku sebagai Dewa, meminta maaf karena sebuah kecerobohan konyol yang mengakhiri hidupnya sebagai seorang otaku di usia muda.

Aku benar-benar bereinkarnasi? Tapi kenapa harus jadi ayam bakar ini?

Tepat saat pemikiran itu melintas, sebuah sensasi dingin yang kontras dengan suhu tubuhnya yang panas mulai merayap di belakang kepalanya.

[ Sinkronisasi Jiwa: 15% ]

[ Memproses memori inang... ]

[ Integrasi selesai. Selamat pagi, Pemalas. ]

Pria itu tersentak. Suara itu bukan suara robot yang datar. Itu suara perempuan—tajam, sedikit angkuh, tapi memiliki nada merdu yang familiar.

"Siapa?" gumamnya, suaranya kini terdengar jauh lebih berat dan penuh wibawa dibanding suara aslinya di dunia lama.

[ Aku Yui. Berhenti mencari di kolong tempat tidur, aku ada di dalam kesadaranmu. Dan tolong, bisakah kamu berhenti memasang wajah bodoh itu? Itu merusak reputasi visual yang sudah susah payah aku sinkronkan dengan seleramu. ]

Riser—nama yang kini harus dia terima—terkekeh pelan, meski dadanya masih terasa sesak. "Yui, ya? Nama yang bagus untuk sistem yang terdengar seperti sedang mengalami PMS."

[ Kamu ingin mati lagi? Aku bisa mengatur jadwalnya jika kamu mau. ]

"Galak sekali," Riser menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya. Dia bangkit dari tempat tidur, berjalan perlahan menuju balkon kamar yang luas. Dari sana, dia bisa melihat pemandangan dunia bawah (Underworld) yang eksotis. Langit berwarna ungu kemerahan dengan kastel-kastel megah yang melayang di kejauhan.

Dia melihat tangannya sendiri. Nyala api kecil tiba-tiba muncul di ujung jarinya secara naluriah. Itu bukan api biasa; itu adalah api keabadian milik klan Phenex. Namun, di balik api itu, dia bisa merasakan sesuatu yang jauh lebih gelap, lebih berat, dan jauh lebih destruktif. Kekuatan yang diminta jiwanya sebelum terlahir kembali: kekuatan sang kapten dari tujuh dosa besar.

"Yui, status. Berikan aku gambaran tanpa basa-basi," ucap Riser sambil menyandarkan sikunya di pagar balkon, menatap hamparan wilayah Phenex yang luas.

Status Pengguna

Nama: Riser Phenex

Ras: Iblis Berdarah Murni

Gelar: Pewaris Ketiga Klan Phenex

Kekuatan Utama:

* Power of Darkness (Segel Level 1 - Sinkronisasi Dibutuhkan)

* Full Counter (Pasif/Aktif - Tergantung Reaksi Tubuh)

* Tori Tori no Mi: Model Phoenix (Terintegrasi dengan Darah Phenex - Tanpa Kelemahan Air)

Keahlian:

* Pengendalian Energi: Master

* Intuisi Pertempuran: Khusus

* Seni Bela Diri (Re-Taekwondo): Master

* Memasak: Master

Riser menatap daftar itu dengan senyum miring. "Master memasak? Dewa itu benar-benar mengabulkannya di tengah-tengah paket kekuatan tempur?"

[ Tentu saja. Seorang Raja butuh lidah yang tajam, bukan hanya pedang yang tajam. Lagipula, bukankah kamu yang bilang kalau jalan menuju hati wanita adalah melalui perut mereka? Dasar mesum. ]

Riser tertawa kecil, suara tawanya kini terdengar lebih santai, kehilangan kekakuan aristokrat aslinya. "Itu strategi, Yui. Bukan mesum. Ada perbedaan tipis di sana."

Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk dengan keras. Bukan ketukan pelayan yang sopan, melainkan ketukan yang terburu-buru dan penuh kecemasan.

"Kakak! Kak Riser! Kamu sudah bangun?"

Suara itu. Ravel Phenex. Adik perempuannya—atau setidaknya, adik dari tubuh ini.

Riser memejamkan mata sejenak, membiarkan memori asli dari Riser Phenex mengalir. Hari ini. Tanggal ini. Dia menyadari satu hal yang membuatnya mendengus geli.

"Yui, ini hari itu, kan?"

[ Ya. Hari di mana kamu seharusnya pergi ke dunia manusia untuk mempermalukan dirimu sendiri di depan Rias Gremory dan berakhir menjadi ayam panggang oleh seorang bocah yang berteriak 'Boost' setiap sepuluh detik. ]

Riser merapikan kerah jasnya, menatap pantulan dirinya di kaca balkon dengan tatapan yang kini tajam dan penuh percaya diri. Kesan arogan yang kosong telah hilang, digantikan oleh aura dingin yang analitis namun santai.

"Ayam panggang, ya? Kurasa menu hari ini akan berubah," bisik Riser. Dia berjalan menuju pintu, setiap langkahnya terasa lebih ringan seiring dengan teknik pernapasan yang dia pelajari dari memori bela dirinya yang baru.

Dia membuka pintu, dan di sana berdiri seorang gadis kecil dengan rambut pirang yang dikuncir dua, menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ravel tampak siap untuk memohon sesuatu, kemungkinan besar memohon agar kakaknya tidak terlalu kasar pada Rias—atau sebaliknya, mengkhawatirkan kesombongan kakaknya sendiri.

Riser tidak menunggu Ravel bicara. Dia mengulurkan tangan, mengusap kepala adiknya itu dengan gerakan yang lembut namun tegas, sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan oleh Riser yang asli.

"Ayo pergi, Ravel. Aku punya janji yang harus diselesaikan di Kuoh."

Ravel tertegun. Dia merasakan suhu tubuh kakaknya tidak lagi membara seperti api yang tak terkendali, melainkan terasa hangat dan menenangkan. "Kak... Riser?"

"Kenapa? Apa aku terlihat terlalu tampan hari ini sampai kamu lupa cara bicara?" Riser mengedipkan satu matanya, membuat Ravel tersipu malu sekaligus bingung dengan perubahan sikap kakaknya yang mendadak menjadi sangat santai.

[ Cih, mulai lagi sifat tebar pesonanya. ]

Riser hanya tersenyum tipis mendengar ejekan Yui di kepalanya. Dia melangkah melewati koridor panjang kastel Phenex, menuju lingkaran sihir transportasi yang sudah disiapkan. Targetnya jelas: Akademi Kuoh. Bukan untuk memaksa sebuah pernikahan, tapi untuk mengambil kembali kendali atas takdirnya sendiri.

Lingkaran sihir dengan lambang klan Phenex berpendar terang di tengah ruang klub Penelitian Ilmu Gaib. Cahaya api yang muncul tidak lagi terasa liar dan menyengat, melainkan memancar dengan tekanan yang tenang namun masif. Dari balik pendaran itu, Riser melangkah keluar dengan tangan terbenam di saku celananya. Ravel mengikuti di belakang, tampak sedikit canggung karena merasakan atmosfer kakaknya yang sangat berbeda dari biasanya.

Di depan mereka, Rias Gremory berdiri dengan wajah kaku. Di sampingnya, seorang pemuda berambut cokelat—Hyoudou Issei—mengepalkan tangan dengan kemarahan yang meluap-luap. Sisanya, Akeno, Kiba, dan Koneko, sudah dalam posisi siaga.

Riser menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan. Matanya sempat berhenti sejenak pada sosok Asia Argento yang berdiri gemetar di pojok ruangan.

[ Target Terdeteksi: Asia Argento. ]

[ Status: Ketakutan, Bingung, Memiliki potensi kemurnian tinggi. ]

[ Saran: Berhentilah menatapnya seperti predator, atau citra 'pahlawan' yang ingin kamu bangun akan hancur sebelum dimulai. ]

Diamlah, Yui. Aku sedang melakukan observasi, batin Riser datar.

"Riser Phenex..." Rias membuka suara, nadanya sedingin es. "Sudah kubilang, aku tidak akan menerima pernikahan ini. Kenapa kamu masih bersikeras datang ke sini dengan cara tidak sopan?"

Riser tidak langsung menjawab. Dia berjalan perlahan menuju sofa kulit yang ada di sana, melewati Issei seolah pemuda itu hanyalah hiasan dinding yang tidak penting. Gerakannya begitu santai, namun setiap langkahnya memberikan tekanan mental yang membuat Kiba Yuuto secara refleks memegang gagang pedangnya.

"Hei! Kau dengar tidak?! Jangan mengabaikan Buchou!" teriak Issei, melangkah maju untuk mencengkeram kerah jas Riser.

Wush—

Hanya dalam satu gerakan halus, Riser memiringkan tubuhnya sedikit. Dia tidak memukul, dia hanya membiarkan aura gelap dari Power of Darkness miliknya memercik tipis di ujung jarinya. Issei terpental mundur beberapa langkah seolah baru saja menabrak dinding yang tak terlihat.

"Berisik sekali," ucap Riser pelan, suaranya terdengar sangat manusiawi namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah. "Aku datang ke sini untuk bicara dengan pemilik rumah, bukan dengan peliharaan yang belum diajari cara menggonggong pada tempatnya."

"Kau—!" Issei hendak maju lagi, namun Rias mengangkat tangannya, menghentikan pionnya.

Rias menatap Riser dengan dahi berkerut. Ada yang salah. Riser yang dia kenal adalah seorang narsistik yang akan berteriak tentang kehebatan api abadinya sejak detik pertama dia tiba. Riser yang ada di depannya sekarang terlihat... tenang. Terlalu tenang.

"Duduklah, Rias. Wajah cantikmu akan cepat keriput kalau kamu terus memasang ekspresi seperti ingin menelan orang hidup-hidup," ujar Riser sambil menyandarkan punggungnya di sofa, melipat kaki dengan gaya yang sangat elegan.

Ravel Phenex berdiri di samping kakaknya, matanya mengerjap tidak percaya. "Kak... Kakak benar-benar ingin bicara baik-baik?"

Riser melirik adiknya itu dan tersenyum tipis—senyum yang tulus, bukan seringai jahat. "Tentu saja. Aku bosan dengan drama yang tidak produktif."

Rias akhirnya duduk di hadapan Riser, meski tubuhnya tetap tegang. Akeno berdiri di belakangnya, matanya menyipit waspada, siap melepaskan petir kapan saja.

"Apa maumu, Riser? Jika ini tentang mempercepat pernikahan, jawabanku tetap tidak," tegas Rias.

Riser menyesap teh yang entah sejak kapan sudah disediakan oleh Yubelluna—ratunya yang muncul dari bayang-bayang di belakangnya. Dia menatap cairan teh itu sejenak sebelum menatap lurus ke mata biru Rias.

"Aku ke sini untuk menawarkan sebuah solusi. Sebuah Rating Game," ucap Riser tenang.

Issei berteriak lagi, "Tentu saja! Ujung-ujungnya pasti kau ingin pamer kekuatan, kan?!"

"Bisa kau tutup mulutnya, Rias? Atau perlu aku yang melakukannya secara permanen?" Riser melirik Issei dengan tatapan dingin yang membuat pemuda berambut cokelat itu mendadak membeku. Tekanan itu bukan berasal dari api, melainkan sesuatu yang jauh lebih purba dan mematikan.

[ Sinkronisasi Jiwa meningkat: 18%. ]

[ Catatan: Tekanan mental yang baru saja kamu lepaskan cukup efektif. Tapi hati-hati, jantung Issei hampir copot. ]

Riser kembali fokus pada Rias. "Jika aku kalah, aku akan membatalkan pertunangan ini secara resmi di depan Dewan Iblis dan menjamin kebebasanmu tanpa syarat. Aku juga akan menanggung semua konsekuensi sosial yang diterima keluarga Phenex."

Rias tertegun. Tawaran itu terlalu menguntungkan baginya. "Lalu... jika kamu menang?"

Riser meletakkan cangkir tehnya di meja dengan dentingan pelan. Dia memajukan tubuhnya, memberikan senyum misterius yang membuat jantung Rias berdegup lebih kencang karena alasan yang tidak dia pahami.

"Jika aku menang, kamu akan tetap bebas dari pernikahan ini. Tapi," Riser menjeda kalimatnya, matanya beralih ke arah Asia Argento sejenak sebelum kembali ke Rias. "Kamu dan seluruh Peerage-mu harus berhutang budi padaku. Dan suatu saat, aku akan menagih hutang itu dalam bentuk kerja sama faksi."

"Hah?" Rias benar-benar bingung. "Maksudmu, kau tidak ingin menikahiku meski kau menang?"

Riser tertawa lepas, suara tawa yang terdengar jujur dan sedikit sarkastik. "Rias, kamu wanita yang hebat dan cantik. Tapi aku tidak tertarik pada wanita yang hatinya tidak ada padaku. Aku punya harga diri yang lebih tinggi daripada sekadar mengemis cinta pada wanita yang membenciku."

Dia bangkit dari duduknya, merapikan jasnya yang tidak kusut sama sekali.

"Sepuluh hari dari sekarang. Siapkan bidak-bidakmu. Oh, dan satu hal lagi..." Riser berjalan menuju Asia Argento. Grayfia Lucifuge, yang baru saja muncul di ruangan itu untuk memantau, terkejut melihat pergerakan Riser yang begitu tenang namun tak terdeteksi.

Riser berdiri di depan Asia, yang gemetar ketakutan. Bukannya menyakiti, Riser justru mengulurkan tangannya dan menepuk bahu Asia dengan lembut.

"Jangan takut, Biarawati. Di dunia ini, kekuatan bukan hanya untuk menghancurkan, tapi untuk melindungi hal yang layak dilindungi. Cobalah untuk makan lebih banyak, kamu terlihat terlalu pucat."

Setelah mengatakan itu, Riser berbalik dan berjalan menuju lingkaran sihir transportasi.

"Sampai jumpa di arena, Rias Gremory. Cobalah untuk tidak membuatku bosan."

[ Misi Tersembunyi Selesai: Mengubah Persepsi Awal. ]

[ Hadiah: Peningkatan kontrol Tori Tori no Mi (Model Phoenix). ]

[ Komentar Yui: Tidak buruk untuk seorang otaku yang biasanya hanya bicara dengan bantal guling. Kamu terlihat sedikit keren tadi... sedikit saja. ]

Riser hanya tersenyum tipis saat tubuhnya menghilang ditelan api merah keemasan, meninggalkan ruangan klub yang kini dipenuhi oleh keheningan yang mencekam dan rasa penasaran yang luar biasa dari pihak Rias.

Terpopuler

Comments

mutia

mutia

sistemnya agak serem ya😂

2026-02-25

1

SR07

SR07

ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣

2026-02-24

2

SR07

SR07

system nya galak amat dah🤣

2026-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Terlahir Kembali
2 Pelatihan
3 Kontrak dan Sang Ksatria
4 Kepulangan dan Fajar
5 Matahari Hitam
6 Ketenangan Sebelum Badai
7 Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8 Tarian Darah
9 Kehancuran Sang Naga Merah
10 Tirai Kematian
11 Dingin Yang Membakar
12 Gesekan
13 Harmoni dan Reruntuhan
14 Langit Kuoh
15 Kedamaian Yang Asing
16 Perluasan Jangkauan
17 Seni Pedang
18 Kencan
19 Interogasi
20 Strategi Phenex
21 Intervensi Sang Gagak
22 Rahasia Di Balik Bayangan
23 Penyatuan
24 Keheningan Sebelum Badai
25 Kesombongan Malaikat Jatuh
26 Kehendak Tertinggi
27 Kehangatan dibalik Es
28 Panggilan
29 Yang Terlupakan
30 Kesadaran dan Ketenangan
31 Terbangun
32 Ksatria Cahaya Yang Terluka
33 Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34 Faksi Baru
35 Kediaman Baru
36 Pertemuan Dibawah Kaca
37 Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38 Malam Sayap yang Terbakar
39 Kabut Pelindung
40 Simfoni Penyembuhan
41 Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42 Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43 Di Ambang Keputusasaan
44 Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45 Meja Makan yang Canggung
46 Resonansi di Ruang Hening
47 Badai di Akademi Kuoh
48 Negosiasi di Atas Atap
49 Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50 Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51 Retakan di Ruang Hampa
52 Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53 Persiapan di Balik Layar
54 Pertemuan di Balik Malam
55 Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56 Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57 Tirai Festival dan Benang Merah
58 Melodi Kehancuran
59 Pelabuhan Terahkir
60 Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61 Fondasi Yang Mulai Hancur
62 Mata Mata Dalam Kegelapan
63 Naik Tingkat
64 Persiapan Dibalik Tirai
65 Kepemimpinan
66 Kedatangan Yang Dinantikan
67 Bayangan Dibalik Senyuman
68 Munculnya Bayangan
69 Malam Sang Ksatria
70 Kehancuran
71 Kebangkitan {1}
72 Kebangkitan {2}
73 Pertemuan Para Penguasa
74 Racun dan Pengkhianatan
75 Racun dan Pengkhianatan {2}
76 Labirin Kejujuran
77 Simfoni Pembersihan
78 Tanah Gremory dan Perubahan
79 Munculnya Benih Kecurigaan
80 Kedatangan Tamu Tak Diundang
81 Benteng Yang Mulai Hancur
82 Bayangan didalam Istana
83 Tarian Kematian
84 Kabar Buruk
85 Kabar Duka Menghantui
86 Jejak Pengkhianat
87 Keruntuhan sang Pengkhianat
88 Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89 Kepulangan
90 Sebelum Badai
91 Sang Pahlawan
92 Duel Cahaya dan Tombak
93 Dibawah Langit Yang Terluka
94 Resonansi jiwa
95 Mitos Sang Pahlawan
96 Keruntuhan Istana Awan
97 lingkungan Keluarga Gremory
98 Dapur Gremory
99 Aula Keluarga Gremory
100 Ideologi Lama
101 Taman Rahasia dan Janji
102 Bayangan Dibawah Malam
103 Pulau yang Terlupakan
104 Pondasi di Atas Cakrawala
105 Kabut di Kota Terlarang
106 Nyanyian Laut yang Terjaga
107 Nyanyian Laut yang Terjaga
108 Melodi yang Menyatukan Jiwa
109 Melodi yang Menyatukan Jiwa
110 Kabut di Balik Kemegahan
111 Persiapan di Ambang Bayangan
112 Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113 Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114 Blokade
115 Diplomasi di Atas Awan
116 Seorang Pemimpin
117 Kabar Duka
118 Kidung Penjinak Naga
119 Kedatangan Tamu dari Kuoh
120 Diantara Tugas dan Rasa
121 Pemutusan Akar
122 kematian sang Pengkhianat
123 Kepulangan
124 Singgasana Yang Runtuh
125 Penghakiman
126 Reruntuhan
127 Reruntuhan {2}
128 Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129 Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130 Benang Merah di Balik Tabir
131 Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132 Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133 Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134 Intelijen dari Bayangan
135 Cahaya di Antara Lampion
136 Era Yang Berbeda
137 Labirin Memori dan Tabir Ark
138 Cakrawala yang Terkoyak
139 Kedalaman Jantung Mekanis
140 Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141 Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142 Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143 Penembusan Cakrawala
144 Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145 Resonansi di Inti Hampa
146 Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147 Meja Bundar Para Penguasa
148 Tirai Terlarang
149 Manifestasi Cahaya Mutlak
150 Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151 Penawar dari Rahim Bumi
152 Injeksi Kehidupan Phenex
153 Simfoni Kehidupan Baru
154 Kehangatan di Tengah Ketegangan
155 Zona Hening dan Halusinasi Purba
156 Bedah Variabel Entropi
157 Barisan Penjaga Dogma
158 Perjanjian yang Terlupakan
159 Dilema Sang Penyeimbang
160 Protokol Nadir
161 Jejak yang Tak Terlihat
162 Penyaluran Cahaya Penghakiman
163 Dekonstruksi Kebohongan Suci
164 Fanatisme dan Parasit Kognitif
165 Desensitisasi Katakombe
166 Manifestasi Inang Terakhir
167 Pemulihan dan Guncangan Global
168 Jembatan Kesadaran yang Retak
169 Di Ambang Kesadaran
170 Integritas Sang Penguasa
171 Jembatan Cakrawala
172 Atmosfer yang Terkhianati
173 Tarian Saraf di Jantung Badai
174 Cermin Kehampaan
175 Simfoni Satu Sayap
176 Pertaruhan Saraf Terakhir
177 Mandat Sang Permaisuri
178 Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179 Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180 Pertukaran Esensi
181 Diplomasi di Balik Tirai Luka
182 Warisan Api dan Benih Anomali
183 Akar Kesunyian
184 Pilar Cahaya dan Sumpah
185 Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186 Resonansi di Antara Jeritan
187 Gema di Balik Keheningan
188 Kedalaman Selubung Pikiran
189 Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190 Langit yang Terbakar
191 Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192 Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193 Titik Nadir Gaia
194 Gema di Dimensi Baru
195 Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196 Fajar di Tanah Asing
197 Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198 Racun di Aliran Kehidupan
199 Gema Kristal yang Membeku
200 Gema dari Cangkang Kristal
201 Jantung yang Berdetak Kembali
202 Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203 Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204 Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205 Harmoni yang Dipaksakan
206 Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207 Isak Tangis di Balik Dinding Data
208 Utusan dari Masa Lalu
209 Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210 Bayang-Bayang di Balik Kabut
211 Fusi Cahaya dan Abu
212 Jantung yang Berdenyut Merah
213 Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214 Berlutut di Hadapan Fajar
215 Riak di Tepian Kehampaan
216 Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217 Kilas Pemutus Langit
218 Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219 Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220 Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221 Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222 Gema dari Dimensi Luar
223 Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224 Cahaya Penyesatan
225 Langit Yang Terbelah
226 Invasi Jantung Sovereign
227 Cermin Retak Sang Penguasa
228 Fajar sang Penakluk
229 Akar Pengkhianatan
230 Guncangan di Jantung Lilith
231 Perayaan di Atas Awan
232 Medan Perang yang Terlupakan
233 Bahtera di Ambang Kepunahan
234 Penembus Cakrawala Kosong
235 Parasit
236 Strategi Pembalikan
237 Kehancuran yang Menyelamatkan
238 Batas Kesabaran
239 Fajar Yang Mulai Terlihat
240 Deklarasi Federasi
241 Gema di Jantung Logam
242 Kebangkitan Sang Prototipe
243 Dilema Dua Kesadaran
244 Sinkronisasi Takdir
245 Dilema Sang Penguasa
246 Panggilan dari Takhta Tinggi
247 Guncangan di Jantung Lilith
248 Ekspedisi di Ruang Hampa
249 Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250 Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251 Harga Dari Arti Kedamaian
252 Kebangkitan Sang Sovereign
253 Munculnya Langkah Otoritas Baru
254 Perjamuan
255 Rahasia Yang Terkubur
256 Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257 Suara dari Takhta Yang Dingin
258 Seutas Jiwa dan Jaringan
259 Melampaui Log Horizon
260 Takhta Bintang
261 Jejak Di Tanah Para Dewa
262 Bayangan Dibalik Penciptaan
263 Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264 Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265 Pakta Yang Diterbitkan
266 Demonstrasi Absolut
267 Racun Ditengah Cahaya
268 Horizon Yang Mulai Hancur
269 Batasan Yang Ditingkatkan
270 Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271 Ratapan di Dasar Abyss
272 Warisan Sang Surya
273 Fajar dari Kedalaman Abyss
274 Bayang-bayang Pembersihan Besar
275 Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276 Langit yang Runtuh
277 Gema di Balik Kemenangan
278 Tenunan yang Terputus
279 Patahan Takdir
280 Jantung Kekosongan
281 Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282 Mata Sang Eksekutor
283 Herald dari Kehampaan
284 Pengasingan
285 Fajar Berdarah dan Warisan
286 Di Balik Gerbang Kesadaran
287 Runtuhnya Takhta Logika
288 Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289 Badai di Perbatasan Nordik
290 Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291 Asgard
292 Manifestasi
293 Serangan Mjolnir
294 Guncangan Melanda Dunia
295 Pengkhianatan
296 Kepulangan
297 Akar Dari Segala Kekacauan
298 Penyatuan Sempurna
299 Reruntuhan
300 Area Terlarang
301 Belenggu Realitas Hancur
302 Puncak Evolusi
303 Perang Penentuan
304 Labirin
305 Perpindahan
306 Fondasi Di tanah Baru
307 Pusat Aethelgard
308 Sebelum Pernikahan
309 Ending
Episodes

Updated 309 Episodes

1
Terlahir Kembali
2
Pelatihan
3
Kontrak dan Sang Ksatria
4
Kepulangan dan Fajar
5
Matahari Hitam
6
Ketenangan Sebelum Badai
7
Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci
8
Tarian Darah
9
Kehancuran Sang Naga Merah
10
Tirai Kematian
11
Dingin Yang Membakar
12
Gesekan
13
Harmoni dan Reruntuhan
14
Langit Kuoh
15
Kedamaian Yang Asing
16
Perluasan Jangkauan
17
Seni Pedang
18
Kencan
19
Interogasi
20
Strategi Phenex
21
Intervensi Sang Gagak
22
Rahasia Di Balik Bayangan
23
Penyatuan
24
Keheningan Sebelum Badai
25
Kesombongan Malaikat Jatuh
26
Kehendak Tertinggi
27
Kehangatan dibalik Es
28
Panggilan
29
Yang Terlupakan
30
Kesadaran dan Ketenangan
31
Terbangun
32
Ksatria Cahaya Yang Terluka
33
Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi
34
Faksi Baru
35
Kediaman Baru
36
Pertemuan Dibawah Kaca
37
Rumah Bagi Yang Ditinggalkan
38
Malam Sayap yang Terbakar
39
Kabut Pelindung
40
Simfoni Penyembuhan
41
Pedang Tuhan dan Api Keabadian
42
Runtuhnya Iman di Balik Kabut
43
Di Ambang Keputusasaan
44
Garis Antara Pengkhianatan dan Keselamatan
45
Meja Makan yang Canggung
46
Resonansi di Ruang Hening
47
Badai di Akademi Kuoh
48
Negosiasi di Atas Atap
49
Kedatangan yang Menggetarkan Langit
50
Benturan Kehendak di Ruang Hampa
51
Retakan di Ruang Hampa
52
Bayangan Yudas dan Air Mata Ksatria
53
Persiapan di Balik Layar
54
Pertemuan di Balik Malam
55
Tamu Tak Diundang di Meja Makan
56
Resonansi Jiwa dan Fragmen yang Hilang
57
Tirai Festival dan Benang Merah
58
Melodi Kehancuran
59
Pelabuhan Terahkir
60
Meja Bundar dan Tanggung Jawab
61
Fondasi Yang Mulai Hancur
62
Mata Mata Dalam Kegelapan
63
Naik Tingkat
64
Persiapan Dibalik Tirai
65
Kepemimpinan
66
Kedatangan Yang Dinantikan
67
Bayangan Dibalik Senyuman
68
Munculnya Bayangan
69
Malam Sang Ksatria
70
Kehancuran
71
Kebangkitan {1}
72
Kebangkitan {2}
73
Pertemuan Para Penguasa
74
Racun dan Pengkhianatan
75
Racun dan Pengkhianatan {2}
76
Labirin Kejujuran
77
Simfoni Pembersihan
78
Tanah Gremory dan Perubahan
79
Munculnya Benih Kecurigaan
80
Kedatangan Tamu Tak Diundang
81
Benteng Yang Mulai Hancur
82
Bayangan didalam Istana
83
Tarian Kematian
84
Kabar Buruk
85
Kabar Duka Menghantui
86
Jejak Pengkhianat
87
Keruntuhan sang Pengkhianat
88
Inkubasi Kematian dan Harapan Yang Sirna
89
Kepulangan
90
Sebelum Badai
91
Sang Pahlawan
92
Duel Cahaya dan Tombak
93
Dibawah Langit Yang Terluka
94
Resonansi jiwa
95
Mitos Sang Pahlawan
96
Keruntuhan Istana Awan
97
lingkungan Keluarga Gremory
98
Dapur Gremory
99
Aula Keluarga Gremory
100
Ideologi Lama
101
Taman Rahasia dan Janji
102
Bayangan Dibawah Malam
103
Pulau yang Terlupakan
104
Pondasi di Atas Cakrawala
105
Kabut di Kota Terlarang
106
Nyanyian Laut yang Terjaga
107
Nyanyian Laut yang Terjaga
108
Melodi yang Menyatukan Jiwa
109
Melodi yang Menyatukan Jiwa
110
Kabut di Balik Kemegahan
111
Persiapan di Ambang Bayangan
112
Jejak yang Hilang di Balik Dermaga
113
Gema Kemenangan dan Bayang-Bayang Baru
114
Blokade
115
Diplomasi di Atas Awan
116
Seorang Pemimpin
117
Kabar Duka
118
Kidung Penjinak Naga
119
Kedatangan Tamu dari Kuoh
120
Diantara Tugas dan Rasa
121
Pemutusan Akar
122
kematian sang Pengkhianat
123
Kepulangan
124
Singgasana Yang Runtuh
125
Penghakiman
126
Reruntuhan
127
Reruntuhan {2}
128
Perayaan Kecil di Balik Tirai Besi
129
Rehabilitasi Jiwa yang Terbuang
130
Benang Merah di Balik Tabir
131
Konfrontasi Sang Malaikat Agung
132
Pakta Lazarus dan Runtuhnya Langit Lama
133
Gesekan di Antara Pedang dan Perisai
134
Intelijen dari Bayangan
135
Cahaya di Antara Lampion
136
Era Yang Berbeda
137
Labirin Memori dan Tabir Ark
138
Cakrawala yang Terkoyak
139
Kedalaman Jantung Mekanis
140
Sisa-Sisa Arsitektur yang Runtuh
141
Dekonstruksi Memori Sang Pengkhianat
142
Persekutuan di Bawah Langit yang Terluka
143
Penembusan Cakrawala
144
Penetrasi Cahaya dan Balasan Organik
145
Resonansi di Inti Hampa
146
Kepulangan Sang Penjaga Cakrawala
147
Meja Bundar Para Penguasa
148
Tirai Terlarang
149
Manifestasi Cahaya Mutlak
150
Resonansi Terlarang dari Kedalaman
151
Penawar dari Rahim Bumi
152
Injeksi Kehidupan Phenex
153
Simfoni Kehidupan Baru
154
Kehangatan di Tengah Ketegangan
155
Zona Hening dan Halusinasi Purba
156
Bedah Variabel Entropi
157
Barisan Penjaga Dogma
158
Perjanjian yang Terlupakan
159
Dilema Sang Penyeimbang
160
Protokol Nadir
161
Jejak yang Tak Terlihat
162
Penyaluran Cahaya Penghakiman
163
Dekonstruksi Kebohongan Suci
164
Fanatisme dan Parasit Kognitif
165
Desensitisasi Katakombe
166
Manifestasi Inang Terakhir
167
Pemulihan dan Guncangan Global
168
Jembatan Kesadaran yang Retak
169
Di Ambang Kesadaran
170
Integritas Sang Penguasa
171
Jembatan Cakrawala
172
Atmosfer yang Terkhianati
173
Tarian Saraf di Jantung Badai
174
Cermin Kehampaan
175
Simfoni Satu Sayap
176
Pertaruhan Saraf Terakhir
177
Mandat Sang Permaisuri
178
Logika Pembalik dan Tamu Tak Diundang
179
Pengorbanan Sang Permaisuri dan Overload Logika
180
Pertukaran Esensi
181
Diplomasi di Balik Tirai Luka
182
Warisan Api dan Benih Anomali
183
Akar Kesunyian
184
Pilar Cahaya dan Sumpah
185
Kerangka Besi dan Dilema di Jantung Kota
186
Resonansi di Antara Jeritan
187
Gema di Balik Keheningan
188
Kedalaman Selubung Pikiran
189
Meja Bundar di Ambang Kehancuran
190
Langit yang Terbakar
191
Penyelaman Dalam dan Harga Sebuah Darah
192
Cermin Hitam dan Sinyal Terakhir
193
Titik Nadir Gaia
194
Gema di Dimensi Baru
195
Jembatan Doa dan Kesunyian Kelabu
196
Fajar di Tanah Asing
197
Laboratorium Bawah Tanah dan Jeritan Kristal
198
Racun di Aliran Kehidupan
199
Gema Kristal yang Membeku
200
Gema dari Cangkang Kristal
201
Jantung yang Berdetak Kembali
202
Penjaga Mimpi dan Heningnya Laboratorium
203
Pilihan yang Menyakitkan dan Labirin Jiwa
204
Proyeksi Kesadaran dan Kultus Emas
205
Harmoni yang Dipaksakan
206
Infiltrasi ke Jantung Cahaya
207
Isak Tangis di Balik Dinding Data
208
Utusan dari Masa Lalu
209
Pasukan Bayangan dan Benih Pengkhianatan
210
Bayang-Bayang di Balik Kabut
211
Fusi Cahaya dan Abu
212
Jantung yang Berdenyut Merah
213
Ruang Tanpa Batas dan Gema Kesadaran
214
Berlutut di Hadapan Fajar
215
Riak di Tepian Kehampaan
216
Meriam Cakrawala dan Bisikan di Balik Tirai
217
Kilas Pemutus Langit
218
Labirin Kematian dan Kapsul Keabadian
219
Labirin Trauma dan Pemrosesan Jiwa
220
Kedalaman Sunyi dan Air Mata Kristal
221
Mahkota Emas di Langit Aethelgard
222
Gema dari Dimensi Luar
223
Fajar Kelabu di Kota Kuoh
224
Cahaya Penyesatan
225
Langit Yang Terbelah
226
Invasi Jantung Sovereign
227
Cermin Retak Sang Penguasa
228
Fajar sang Penakluk
229
Akar Pengkhianatan
230
Guncangan di Jantung Lilith
231
Perayaan di Atas Awan
232
Medan Perang yang Terlupakan
233
Bahtera di Ambang Kepunahan
234
Penembus Cakrawala Kosong
235
Parasit
236
Strategi Pembalikan
237
Kehancuran yang Menyelamatkan
238
Batas Kesabaran
239
Fajar Yang Mulai Terlihat
240
Deklarasi Federasi
241
Gema di Jantung Logam
242
Kebangkitan Sang Prototipe
243
Dilema Dua Kesadaran
244
Sinkronisasi Takdir
245
Dilema Sang Penguasa
246
Panggilan dari Takhta Tinggi
247
Guncangan di Jantung Lilith
248
Ekspedisi di Ruang Hampa
249
Pembalasan Sang Penguasa Hampa
250
Penyatuan Dua Api Yang Berbeda
251
Harga Dari Arti Kedamaian
252
Kebangkitan Sang Sovereign
253
Munculnya Langkah Otoritas Baru
254
Perjamuan
255
Rahasia Yang Terkubur
256
Kebangkitan Penguasa Yang Mengguncang Dunia
257
Suara dari Takhta Yang Dingin
258
Seutas Jiwa dan Jaringan
259
Melampaui Log Horizon
260
Takhta Bintang
261
Jejak Di Tanah Para Dewa
262
Bayangan Dibalik Penciptaan
263
Pelarian dari Reruntuhan Bintang
264
Kepulangan Yang Membawa Rasa Cemas
265
Pakta Yang Diterbitkan
266
Demonstrasi Absolut
267
Racun Ditengah Cahaya
268
Horizon Yang Mulai Hancur
269
Batasan Yang Ditingkatkan
270
Gemuruh Sunyi di Bawah Pelana Samudra
271
Ratapan di Dasar Abyss
272
Warisan Sang Surya
273
Fajar dari Kedalaman Abyss
274
Bayang-bayang Pembersihan Besar
275
Mobilisasi di Ambang Kepunahan
276
Langit yang Runtuh
277
Gema di Balik Kemenangan
278
Tenunan yang Terputus
279
Patahan Takdir
280
Jantung Kekosongan
281
Pertaruhan Nyawa Sang Sovereign
282
Mata Sang Eksekutor
283
Herald dari Kehampaan
284
Pengasingan
285
Fajar Berdarah dan Warisan
286
Di Balik Gerbang Kesadaran
287
Runtuhnya Takhta Logika
288
Sisa-Sisa Cahaya yang Padam
289
Badai di Perbatasan Nordik
290
Labirin Memori di Bawah Langit Kelabu
291
Asgard
292
Manifestasi
293
Serangan Mjolnir
294
Guncangan Melanda Dunia
295
Pengkhianatan
296
Kepulangan
297
Akar Dari Segala Kekacauan
298
Penyatuan Sempurna
299
Reruntuhan
300
Area Terlarang
301
Belenggu Realitas Hancur
302
Puncak Evolusi
303
Perang Penentuan
304
Labirin
305
Perpindahan
306
Fondasi Di tanah Baru
307
Pusat Aethelgard
308
Sebelum Pernikahan
309
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!