Bab 3

Azalea masih berdiri terpaku ketika pria itu melangkah mendekat. Setelan jas hitamnya rapi. Rambutnya tersisir ke belakang. Wajahnya lebih matang dari terakhir kali ia lihat, tetapi sorot matanya masih sama, dingin, dalam, dan sulit ditebak. Enzo, suami mendiang kakaknya, yang selama ini tinggal di Jerman, kini berada tepat di depan matanya.

“A-Aza … lea?” tanya Enzo terdengar ragu, seolah ia sendiri tak yakin dengan apa yang dilihatnya. Nama itu meluncur pelan dari bibirnya. Nama yang dulu sering ia dengar disebut Jasmine—kakak Azalea—dengan nada penuh sayang. Wajah wanita itu juga mirip dengan mendiang istrinya.

Azalea menelan ludah. Jantungnya berdetak tak karuan. “Mas Enzo ....” Suaranya hampir tak terdengar.

“Daddy, kenal cama Tante Lea?” Elora menggoyangkan ujung celana jas Enzo, memecah ketegangan di antara mereka.

Mata Azalea beralih kepada anak kecil itu.

Elora. Nama yang tadi ia dengar untuk pertama kalinya, tanpa tahu bahwa anak itu adalah darah daging keluarganya sendiri.

Azalea ingat jelas kabar kakaknya meninggal setelah melahirkan bayi perempuan. Sejak saat itu, hubungan mereka terputus.

“Dia … putri Kak Jasmine?” tanya Azalea dengan suara bergetar. Ia berjongkok perlahan, menatap wajah kecil yang begitu mirip kakaknya. Mata, lengkungan bibir, seolah Jasmine kecil hidup kembali di hadapannya.

Enzo mengangguk tipis. “Dia adiknya mommy kamu, El.” Nada suara pria itu datar dan terkesan formal. Tak ada kehangatan yang dulu sempat Azalea lihat saat ia berdiri di pelaminan bersama Jasmine.

“Adiknya mommy?” Elora memiringkan kepala. “Bealti caudalanya mommy? Cama kayak aku dan Kak Elza?” ucap Elora yang belum bisa mengucapkan huruf "S dan R".

Azalea tertegun. “Kak Elza?” bisiknya. Erza, anak Jasmine yang pertama.

Azalea tak tahu harus merasa apa. Bahagia karena menemukan sisa keluarga yang masih hidup? Atau sedih karena jarak yang selama ini memisahkan mereka?

“Iya, El,” ujar Enzo pada putrinya. “Kamu bisa memanggilnya Tante.”

Mata Azalea membulat. Ia tak menyangka Enzo akan mengakui identitasnya begitu saja. Ia kira pria itu akan bersikap dingin, menjaga jarak seperti dulu.

“Kalau begitu, Tante Lea boleh main ke lumah?” Elora menengadah penuh harap.

Sejenak, Azalea ikut menatap Enzo. Ada doa kecil di matanya.

Namun, Enzo hanya berkata singkat, “Kapan-kapan. Sekarang sudah sore, waktunya pulang. Nanti Oma marah.” Nada itu tegas, tak memberi ruang.

“Elora, kita pulang.” Enzo menggandeng tangan Elora.

“Baik, Daddy.” Elora cemberut kecil, lalu melambaikan tangan. “Tante Lea, nanti kita main belcama lagi, ya!”

“Iya.” Azalea tersenyum, menahan getar di dadanya.

Ia ingin bertanya banyak hal. Tentang Jasmine. Tentang kematiannya waktu itu. Tentang mengapa selama ini tak ada kabar. Tentang mengapa mereka seolah dilupakan dan sejak kapan Enzo tinggal di Indonesia.

Namun, kaki Enzo sudah melangkah pergi. Mobil hitam mewah itu menjauh.

Azalea berdiri sendiri di tepi parkiran, memandangi lampu belakang mobil yang perlahan menghilang. “Semoga kita bisa bertemu lagi,” gumamnya pelan.

***

Keesokan paginya, Azalea bangun lebih awal. Matanya sembap, tetapi semangatnya tak boleh padam. Semalam ia menerima email panggilan wawancara. Baru kemarin ia mengirim lamaran secara daring ke beberapa perusahaan dan hari ini salah satunya memanggilnya. Perusahaan itu bernama KAISER GROUP.

Azalea mengenakan kemeja putih sederhana dan rok hitam panjang. Jilbabnya ia setrika rapi. Ia ingin terlihat pantas, meski ia hanya melamar sebagai cleaning service. “Ya Allah, mudahkan aku saat interview nanti,” bisiknya sebelum berangkat.

Saat berdiri di depan gedung tinggi itu, Azalea tertegun. Ini tempat kemarin ia bertemu Elora dan Enzo. Jantungnya berdetak lebih cepat, tapi ia menepis pikiran itu. Fokusnya hanya satu, pekerjaan.

Saat melangkah ke area parkir, sebuah mobil melintas pelan di sampingnya. Azalea tanpa sengaja melirik. Dadanya seketika terasa sesak.

Pria di balik kemudi itu mirip mantan suaminya.

“Kok, mirip Mas Reza?” batin Azalea. Ia menggeleng pelan, merasa salah lihat.

Namun mobil itu berhenti tak jauh dari pintu masuk. Dan ketika Azalea melangkah melewatinya, waktu seakan berhenti.

Pria itu benar Reza. Lalu, di kursi sampingnya ada seorang wanita cantik berpakaian modis sedang tertawa manja. Sesaat kemudian, wanita itu meraih wajah Reza dan menciumnya singkat.

Azalea terdiam. Napasnya tercekat. “Mas Reza…?” gumamnya nyaris tanpa suara.

Reza terbelalak saat melihat wanita yang berdiri di depan mobil. “Azalea?!” ucapnya pelan, tak percaya.

“Siapa?” tanya Nadia, wanita yang duduk di samping Reza.

“Bukan siapa-siapa,” jawab Reza cepat.

Empat bulan lalu, pria itu menjatuhkan talak kepadanya dengan alasan ia mandul. Selama empat bulan juga, ia menangis sendirian di rumah tua orang tuanya.

Dan kini Reza tampak sangat bahagia bersama seorang wanita lain.

“Mas kerja di sini?” tanya Azalea, mencoba menjaga suaranya tetap stabil.

“Kamu kenal sama Reza?” tanya Nadia tajam.

Reza hendak membuka mulut, tapi Azalea lebih dulu berkata, “Dia mantan suamiku.”

Nadia tersentak. Wajahnya berubah.

Reza mendesah kesal. “Itu cerita lama,” katanya dingin. “Kamu mau apa di sini?”

“Aku mau interview.”

Nadia dan Reza saling berpandangan. Ada senyum tipis yang tak bisa Azalea artikan sebagai apa pun selain ejekan.

“Ayo, kita masuk,” ujar Nadia manja sambil menggandeng tangan Reza.

Mereka berjalan lebih dulu, meninggalkan Azalea dengan perasaan campur aduk.

Di ruang wawancara, Azalea kembali bertemu Nadia. Wanita itu kini duduk di balik meja HRD. Wajahnya profesional. Senyumnya tipis.

Setelah sesi tanya jawab singkat, Nadia menutup map lamaran Azalea. “Maaf, kualifikasi Anda tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.”

Azalea tercekat. “Tapi, saya melamar sebagai cleaning service, Bu.”

Nadia menyandarkan tubuhnya. “Kami tetap punya standar.”

Lalu dengan suara lebih rendah, hampir berbisik namun cukup menusuk, “Orang kampung dengan pendidikan rendah seperti kamu ingin kerja di perusahaan besar? Jangan mimpi, deh.”

Azalea menunduk. Dadanya terasa panas. Ia tahu ini bukan soal kualifikasi. Ini soal siapa dia dan siapa Reza sekarang. Namun ia tak membalas. Ia hanya berdiri, membungkuk sopan. “Terima kasih atas waktunya.”

Azalea keluar ruangan dengan langkah yang terasa berat. Air matanya hampir jatuh, tapi ia tahan. Ia tak mau menangis di tempat yang bahkan tak menginginkannya.

Saat hendak masuk lift, pintu terbuka. Dan ia melangkah masuk tanpa sadar. Beberapa orang memandangnya aneh. Lift itu sunyi, luas, dan hanya ada dua orang.

“Eh, Enzo?” Azalea tersentak ketika melihat pria itu berdiri di sudut lift bersama seorang pria berkacamata.

“Siapa kamu? Tidak sopan bicara seperti itu,” tegur Ramon, pria berkacamata itu.

Azalea tidak sadar. Ia baru saja masuk lift khusus petinggi perusahaan.

“Kamu sedang apa di sini?” tanya Enzo datar.

“Mau melamar kerja,” jawabnya pelan. “Tapi, gagal.”

Tatapan Enzo mengeras. Ia menatap Azalea dari atas hingga bawah. Jilbab putih sederhana. Sepatu yang sudah agak usang. Map lamaran yang ia genggam erat.

“Kenapa gagal?”

“Tidak sesuai kriteria,” jawab Azalea dengan senyum tipis yang menyakitkan.

Pintu lift terbuka di lantai satu. Azalea buru-buru keluar, merasa tak pantas berada di sana. Namun—

“Tunggu.” Suara Enzo terdengar tegas.

Langkah Azalea terhenti. Ia menoleh.

Pria itu berjalan mendekat, meninggalkan Ramon yang tampak kebingungan. “Tadi kamu bilang gagal mendapatkan pekerjaan?”

“Iya.”

“Kalau begitu,” Enzo menatapnya lurus, “apa kamu mau bekerja kepadaku?”

Azalea terdiam.

“Sebagai pengasuh anak-anakku,” lanjut Enzo.

Jantung Azalea seakan berhenti. Pengasuh? Untuk Elora… dan Erza? Artinya ia bisa dekat dengan darah daging kakaknya.

Namun, harga dirinya? Setelah baru saja diinjak-injak mantan suaminya, kini ia ditawari menjadi pengasuh di perusahaan besar tempat mantan suaminya bekerja?

Enzo masih menatapnya. “Jawabanmu?” tanyanya singkat.

Dan Azalea berdiri di antara dua pilihan. Menelan gengsi demi bertahan hidup. Atau pergi, kembali berjalan tanpa arah di kota yang tak pernah ramah padanya.

Terpopuler

Comments

Nar Sih

Nar Sih

cantik foto elora nya kak ,semagatt lea ,terima sja tawaran suami alm kakak mu buat jdi pegasuh keponakan mu

2026-02-25

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

wah ternyata mantan suaminya bekerja di perusahaan milik mantan kakak ìparnya yah berarti,,,

2026-02-25

1

ken darsihk

ken darsihk

Ternyata Reza mempunyai alasan sewaktu mentalak Azalea , dan alasan itu adalah Nadia 😠😠😠

2026-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 CEO Arogan Terjebak di Desa Pedalaman
108 Novel Misi
109 Karya Nita P
110 Karya Baru
111 Penyesalan Suami
112 Kebangkitan Istri Yang Direndahkan
113 Karya Imamah Nur
114 Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli
115 Karya Eliyona
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
CEO Arogan Terjebak di Desa Pedalaman
108
Novel Misi
109
Karya Nita P
110
Karya Baru
111
Penyesalan Suami
112
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan
113
Karya Imamah Nur
114
Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli
115
Karya Eliyona

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!