BAB 5. SEGEL YANG RETAK

Alun-alun ibu kota Aurelius berubah menjadi lautan cahaya.

Energi yang meledak dari tubuh Elara Ravens berdenyut seperti jantung raksasa tak kasat mata. Gelombang kejutnya merambat ke segala arah, menghantam batu, meretakkan ubin, membuat udara bergetar seolah ruang itu sendiri menjerit.

Monster raksasa itu meraung.

Suara aumannya pecah oleh cahaya putih keemasan yang menyambar dari tubuh gadis berambut hitam di pusat pusaran.

Retakan merah di kulit batu sang monster menyala semakin terang, lalu redup, lalu menyala lagi.

Elara berdiri dengan mata terbuka lebar, bercahaya, rambutnya terangkat oleh arus energi yang tak terlihat. Tubuhnya seperti wadah yang terlalu kecil untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya.

Warga yang berlindung di sudut-sudut alun-alun menutup wajah mereka dari terpaan angin panas.

"Tuan Putri ...." seseorang berbisik gemetar.

Namun Elara tidak mendengar. Ia hanya melihat satu hal; monster itu.

Makhluk yang baru saja menelan seorang warga di depan matanya.

Amarah gadis itu membara. Dan energi tersebut terus bertambah. Tanah di bawah kaki sang gadis retak membentuk lingkaran.

Monster itu berusaha melangkah maju. Namun gelombang energi menghantamnya lagi. Aumannya berubah menjadi jeritan kesakitan.

Dan pada saat itu, sebuah bayangan melintas cepat di antara pusaran cahaya.

Kilatan baja.

Satu tebasan bersih terlihat.

Hening sejenak.

Lalu tubuh raksasa itu terbelah rapi dari atas kepala hingga ke pangkal kakinya. Garis lurus sempurna. Seperti dunia sendiri memutuskan untuk membaginya menjadi dua.

Kedua bagian tubuh monster itu terpisah perlahan, kemudian roboh dengan dentuman menggetarkan bumi.

Debu dan pecahan batu terbang.

Di antara reruntuhan dan sisa cahaya yang masih berputar, berdiri seorang pria tinggi dengan jubah hitam panjang berkibar. Pedang panjangnya masih terangkat. Mata abu-abunya tajam seperti musim dingin.

Duke Alaric Ravens, Ayah Elara. Sang kesatria legendaris Kerajaan Aurelius.

Namun wajah Alaric bukan wajah dingin seorang jenderal perang kali ini.

Wajah itu panik.

"ELARA!" seru Alaric. Ia berlari ke arah putrinya.

Namun setiap langkah Alaric terasa berat. Gelombang energi yang masih berputar di sekitar Elara seperti dinding tak terlihat yang menahan siapa pun mendekat.

Alaric menggertakkan gigi. Ia melangkah lagi. Angin berdesing, jubahnya terhempas mundur.Tanah retak di bawah sepatu botnya.

"Elara?! Dengarkan Papa!" seru Alaric.

Elara tidak menjawab. Matanya masih menyala. Tubuhnya bergetar.

Energi itu tidak berhenti meski monster sudah tumbang. Justru semakin liar. Seperti api yang kehilangan kendali setelah kayu bakarnya habis.

Alaric tahu ekspresi itu. Ia pernah mendengar cerita tentangnya. Tentang ledakan energi saat Elara berusia tiga tahun.

Tentang bagaimana monster yang menyerang ibukota terbakar seketika oleh semburan kekuatan yang tidak dapat dikendalikan oleh Elara.

Namun saat itu Alaric tidak menyaksikannya langsung.

Hari ini ia melihatnya dengan mata kepala sendiri. Dan itu membuat darahnya membeku.

Dengan teriakan pendek, Alaric menerobos lebih dekat. Kulit lengannya terasa seperti terbakar oleh tekanan energi.

Sampai akhirnya ia berhasil mencapai jarak cukup dekat.

"Elara?!" panggil Alaric.

Gadis itu menoleh perlahan.

Untuk sepersekian detik, Alaric melihat bukan hanya putrinya. Ia melihat sesuatu yang jauh lebih purba dan berbahaya.

Tanpa ragu, Alaric mengayunkan tangannya.

BUGH!

Tengkuk Elara terkena pukulan presisi seorang kesatria terlatih.

Tubuh gadis itu langsung lemas. Matanya yang bercahaya meredup.

Dan pada detik yang sama gelombang energi itu berhenti. Seperti api yang mendadak dipadamkan.

Udara kembali sunyi.

Debu perlahan jatuh.

Alaric menangkap tubuh Elara sebelum jatuh ke tanah.

"Tidak ... tidak ...," gumam Alaric panik.

Ini pertama kalinya Alaric melihat ledakan itu. Dan ketakutan yang selama ini hanya berupa cerita, kini nyata di pelukannya.

"Elara," gumam Alaric.

Namun putrinya tak bergerak.

Tak jauh dari sana, pasukan Ravens tiba.

Seragam hitam dengan lambang serigala perak memenuhi alun-alun.

Evan Ravens berlari paling depan. Rambut hitam kusut tertiup angin.

"Papa?!" panggil Evan. Ia membeku ketika melihat tubuh raksasa monster terbelah dua.

Lalu pandangan Evan jatuh pada Elara yang terkulai di lengan Alaric.

Wajah Evan menegang. "Apa yang terjadi?"

"Evakuasi warga! Amankan area! Pastikan tidak ada monster lain!" perintah Alaric tanpa menjawab.

Evan mengangguk cepat. Meski hatinya ingin berlari ke sisi kembarannya, ia memaksa dirinya berbalik.

"Tutup jalur selatan! Bawa yang terluka ke balai pengobatan! Periksa sisa tubuh monster itu!" komando Evan dengan profesional.

Para kesatria bergerak cepat. Sebagian mendekati bangkai monster.

Sebagian tubuh monster itu hangus, seolah terbakar dari dalam.

Retakan merah di kulitnya kini menghitam.

"Ini bukan hanya tebasan Duke. Ada sesuatu yang membakarnya," gumam salah satu kesatria.

Evan mendengar itu. Rahangnya mengeras. Ia menoleh lagi pada Elara. Namun tugas Evan belum selesai. Ia harus memastikan tak ada korban tambahan.

Sementara itu, Alaric mengangkat Elara ke dalam pelukannya.

Tubuh gadis itu ringan, terlalu ringan. Kulitnya pucat seperti mayat. Dan di bawah kulit itu urat-uratnya menonjol. Menghitam kemerahan. Seperti sesuatu yang terbakar dari dalam.

Tangan Alaric gemetar. "Elara, Papa di sini."

Alaric melangkah menuju kudanya.

Evan mendekat sebentar. "Papa, biar aku ikut-"

"Kau pimpin di sini gantikan Papa," potong Alaric tegas.

Evan menahan napas. Ia ingin membantah. Namun ia tahu ayahnya benar.

Evan mengangguk.

Alaric menaiki kudanya dengan susah payah, menahan tubuh Elara agar tidak terjatuh.

Lalu ia memacu kuda itu.

Berlari menembus jalan ibu kota. Wajahnya tak lagi seperti Duke yang ditakuti. Ia seperti seorang ayah yang ketakutan.

"Tidak apa-apa. Kau akan baik-baik saja," gumam Alaric berulang kali.

Namun setiap kali ia menatap wajah Elara, ketakutan yang tak pernah ia rasakan di medan perang kini mencengkeram dadanya.

Alaric bisa menghadapi seribu pasukan musuh. Namun ia tak tahu bagaimana menghadapi ini.

Alaric bukan pengguna sihir, ia bahkan tidak mengerti tentang sihir sama sekali. Yang ia hanya tahu bahwa putrinya tidak baik-baik saja.

Kuda itu berlari semakin cepat.

Akhirnya gerbang Kediaman Duke Ravens terlihat.

Begitu memasuki halaman, Alaric tertegun.

Di teras berdiri Liora Ravens. Gaun biru gelapnya berkibar oleh angin. Wajahnya tegang.

Di sampingnya berdiri Gideon, ajudan setia keluarga Ravens.

Seolah mereka sudah menunggu.

Liora melangkah maju ketika melihat Alaric turun dari kuda dengan tubuh Elara dalam pelukannya.

"Alaric?" Suara Liora pecah.

Ketika Liora melihat wajah putrinya yang terkulai, ia langsung berlari.

"Elara?!" seru Liora panik.

Gideon membantu menurunkan tubuh Elara.

Mereka segera membawanya masuk. Ke kamar gadis itu.

Alaric mengikuti, langkahnya berat.

"Ambil bola kristal dari Arram di ruang kerja," perintah Alaric pada Gideon.

Gideon mengangguk dan berlari.

Liora sudah duduk di sisi ranjang, menyentuh pipi Elara.

"Tubuhnya dingin," gumam Liora panik. "Sasa?!" panggilnya.

Pelayan pribadi Liora segera datang.

"Ambil air hangat! Kain bersih! Bantu aku mengganti baju Elara!" seru Liora.

Sasa bergerak cepat.

Mereka membersihkan debu dan darah dari tubuh Elara. Mengganti pakaiannya. Mengompres dahinya.

Namun kulit Elara tetap dingin. Dan urat-urat gelap itu masih terlihat.

Alaric kembali masuk bersama Gideon. Bola kristal komunikasi kini telah digunakan.

"Apa yang terjadi?" tanya Liora tanpa menoleh.

Alaric menatap putrinya. "Dia lepas kendali."

Liora membeku. "Apa maksudmu?"

"Energi sihirnya meledak," beritahu Alaric.

Wajah Liora memucat. "Tidak ... segelnya ..."

"Entah rusak atau retak. Aku tidak tahu," kata Alaric lirih.

"Tapi bagaimana bisa?" Suara Liora hampir tak terdengar.

Alaric menggeleng. "Aku sudah menghubungi Arram."

Nama itu membuat Liora menoleh cepat.

Arram Oberyn. Sahabat lama mereka. Duke dari Kerajaan Oberyn. Dan penyihir terkuat yang mereka kenal. Orang yang memasang segel sihir di tubuh Elara ketika gadis itu masih kecil.

"Tapi jarak dari sini ke Oberyn sangat jauh," kata Liora.

"Dia bilang akan datang secepatnya. Arram akan meminta bantuan Menara Sihir untuk menggunakan teleportasi," beritahu Alaric dari hasil pembicaraannya dengan Arram melalui bola kristal.

Liora menggenggam tangan Elara.

Hening menyelimuti kamar.

"Apa yang harus kita lakukan, Alaric?" tanya Liora.

Dan Duke Alaric Ravens tidak punya jawaban. Ia bisa menebas monster dengan satu ayunan bahkan memimpin pasukan menembus garis musuh.

Namun di hadapan putrinya yang terbaring tak berdaya, Alaric hanyalah seorang ayah yang tak mengerti sihir.

Yang hanya tahu bahwa ada sesuatu yang salah.

Alaric duduk di sisi ranjang. Menggenggam tangan Elara. Tangannya besar dan hangat. Kontras dengan tangan putrinya yang dingin.

"Kau akan baik-baik saja, Papa janji," bisik Alaric pelan.

Namun di balik ketegasan suaranya, ada ketakutan yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun.

Karena jika segel itu benar-benar retak maka nyawa Elara yang terancam.

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

lambat kalian

2026-05-22

0

Miss Typo

Miss Typo

soga Elara kuat dan bisa mengendalikan nya

2026-03-06

4

Jelita S

Jelita S

jumpa sama babang Aron nich Elara🤣🤣

2026-03-04

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. ANJING GILA
2 BAB 2. HUKUMAN
3 BAB 3. KEGAGALAN
4 BAB 4. MELAWAN MONSTER
5 BAB 5. SEGEL YANG RETAK
6 BAB 6. AMBANG KEMATIAN
7 BAB 7. PILIHAN
8 BAB 8. SIUMAN
9 BAB 9. HUKUMAN DAN HARGA DIRI
10 BAB 10. KEBERANGKATAN
11 BAB 11. KERAJAAN OBERYN
12 BAB 12. AKADEMI SIHIR OBERYN
13 BAB 13. TES KECIL
14 BAB 14. TAMPARAN ELARA
15 BAB 15. HUKUMAN DAN TEMAN
16 BAB 16. CEMBURU?
17 BAB 17. BELAJAR SIHIR
18 BAB 18. DUEL
19 BAB 19. MURKA
20 BAB 20. MINTA MAAF
21 BAB 21. SERANGAN
22 BAB 22. MELAWAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. MIMPI BURUK
25 BAB 25. KETAKUTAN
26 BAB 26. SORAK SORAI
27 BAB 27. PEDANG UNTUK ELARA
28 BAB 28. ELARA JADI BOCAH?!
29 BAB 29. MENGGEMASKAN
30 BAB 30. SI CADEL ELARA
31 BAB 31. RAMAINYA RUMAH
32 BAB 32. ELARA KEMBALI BESAR
33 BAB 33. LUNARIS
34 BAB 34. LATIHAN
35 BAB 35. MIASMA
36 BAB 36. RENCANA SINGKAT
37 BAB 37. MIMPI DARI ZAMAN TERLUPAKAN
38 BAB 38. SIUMAN
39 BAB 39. MENCARI TAHU
40 BAB 40. TAKDIR ELARA?
41 BAB 41. PERASAAN
42 BAB 42. KEMBALI KE AKADEMI
43 BAB 43. TENTANG TITANIA
44 BAB 44. REUNI KELUARGA
45 BAB 45. OBROLAN PARA ORANG TUA
46 BAB 46. SOSOK WANITA ASING
47 BAB 47. PENGUMUMAN UJIAN
48 BAB 48. NIAT TAK JUJUR
49 BAB 49. GANJIL
50 BAB 50. KETAHUAN
51 BAB 51. SEDIKIT PENJELASAN
52 BAB 52. ILUSI YANG TERASA NYATA
53 BAB 53. PERTANYAAN PENTING
54 BAB 54. MARAH
55 BAB 55. HARI UJIAN KENAIKAN RANK
56 BAB 56. TAHAP PERTAMA UJIAN
57 BAB 57. UJIAN TAHAP KEDUA
58 BAB 58. BANTUAN
59 BAB 59. AARON VS ELARA
60 BAB 60. MENANG!
61 BAB 61. AKHIR JAMUAN
62 BAB 62. AMBANG PILIHAN
63 BAB 63. KEMATIAN
64 BAB 64. RESTORASI
65 BAB 65. ALASAN
66 BAB 66. ASGARD DAN HARMONIA
67 BAB 67. DUKA ASGARD DAN HARMONIA
68 BAB 68. KENANGAN
69 BAB 69. SAMA SEPERTI DULU
70 BAB 70. HILANGNYA SIHIR ELARA
71 BAB 71. PERASAAN YANG KURANG
72 BAB 72. LATIHAN DAN TERIAKAN
73 BAB 73. KERIBUTAN
74 BAB 74. TERTUDUH
75 BAB 75. DIADILI
76 BAB 76. KEPUTUSAN
77 BAB 77. LELAH
78 BAB 78. KENCAN DAN YANG TAK DIDUGA
79 BAB 79. BAHAYA DATANG
80 BAB 80. SOSOK BERJUBAH DAN WYVERN
81 BAB 81. BENDA ASING DI AKADEMI
82 BAB 82. MENYERANG
83 BAB 83. MUSUH SEBENARNYA
84 BAB 84. KESATRIA DAN PENYIHIR
85 BAB 85. SIHIR AARON
86 BAB 86. JEDA HENING
87 BAB 87. AMBANG PERANG
88 BAB 88. BERKUMPUL KEMBALI
89 BAB 89. DUEL RINGAN
90 BAB 90. PERANG DIMULAI
91 BAB 91. SEMANGAT YANG MEMUDAR
92 BAB 92. SEMANGAT YANG KEMBALI
93 BAB 93. PERLAWANAN YANG KUAT
94 BAB 94. SERANGAN TERAKHIR
95 BAB 95. RAMALAN JADI NYATA
96 BAB 96. TITANIA
97 BAB 97. BANTUAN
98 BAB 98. SEKUTU TERKUAT
99 BAB 99. PETARUNG VETERAN
100 BAB 100. PELAHAP DARI NERAKA
101 BAB 101. KEAJAIBAN DATANG
102 BAB 102. PERANG BELUM USAI
103 BAB 103. TERTELAN
104 BAB 104. HUKUMAN LANGIT
105 BAB 105. SELESAINYA PERANG
106 BAB 106. PAGI SETELAH PERANG
107 BAB 107. DUKA YANG TAK SEMBUH
108 BAB 108. KEMBALI KE AKADEMI
109 BAB 109. HARI KELULUSAN
110 BAB 110. PERMINTAAN AARON
111 BAB 111. MOMEN IBU DAN PUTRINYA
112 BAB 112. HARI PERNIKAHAN
113 BAB 113. IKRAR SUCI
114 BAB 114. MALAM PERTAMA
115 BAB 115. RUMAH YANG AKAN DIRINDUKAN
116 BAB 116. PAMIT
117 SIDE STORY 1. ELARA KECIL MENUJU OBERYN
118 SIDE STORY 2. SAMPAI DI OBERYN
119 SIDE STORY 3. SANG MAHA TAHU
120 SIDE STORY 4. ELARA MENGHILANG
121 SIDE STORY 5. ELARA TERSESAT
122 SIDE STORY 6. ELARA PULANG KE RUMAH
123 SUDE STORY 7. PULANG DAN KABAR BAIK
124 SIDE STORY 8. HARI YANG DITUNGGU
125 SIDE STORY 9. KEBAHAGIAAN
Episodes

Updated 125 Episodes

1
BAB 1. ANJING GILA
2
BAB 2. HUKUMAN
3
BAB 3. KEGAGALAN
4
BAB 4. MELAWAN MONSTER
5
BAB 5. SEGEL YANG RETAK
6
BAB 6. AMBANG KEMATIAN
7
BAB 7. PILIHAN
8
BAB 8. SIUMAN
9
BAB 9. HUKUMAN DAN HARGA DIRI
10
BAB 10. KEBERANGKATAN
11
BAB 11. KERAJAAN OBERYN
12
BAB 12. AKADEMI SIHIR OBERYN
13
BAB 13. TES KECIL
14
BAB 14. TAMPARAN ELARA
15
BAB 15. HUKUMAN DAN TEMAN
16
BAB 16. CEMBURU?
17
BAB 17. BELAJAR SIHIR
18
BAB 18. DUEL
19
BAB 19. MURKA
20
BAB 20. MINTA MAAF
21
BAB 21. SERANGAN
22
BAB 22. MELAWAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. MIMPI BURUK
25
BAB 25. KETAKUTAN
26
BAB 26. SORAK SORAI
27
BAB 27. PEDANG UNTUK ELARA
28
BAB 28. ELARA JADI BOCAH?!
29
BAB 29. MENGGEMASKAN
30
BAB 30. SI CADEL ELARA
31
BAB 31. RAMAINYA RUMAH
32
BAB 32. ELARA KEMBALI BESAR
33
BAB 33. LUNARIS
34
BAB 34. LATIHAN
35
BAB 35. MIASMA
36
BAB 36. RENCANA SINGKAT
37
BAB 37. MIMPI DARI ZAMAN TERLUPAKAN
38
BAB 38. SIUMAN
39
BAB 39. MENCARI TAHU
40
BAB 40. TAKDIR ELARA?
41
BAB 41. PERASAAN
42
BAB 42. KEMBALI KE AKADEMI
43
BAB 43. TENTANG TITANIA
44
BAB 44. REUNI KELUARGA
45
BAB 45. OBROLAN PARA ORANG TUA
46
BAB 46. SOSOK WANITA ASING
47
BAB 47. PENGUMUMAN UJIAN
48
BAB 48. NIAT TAK JUJUR
49
BAB 49. GANJIL
50
BAB 50. KETAHUAN
51
BAB 51. SEDIKIT PENJELASAN
52
BAB 52. ILUSI YANG TERASA NYATA
53
BAB 53. PERTANYAAN PENTING
54
BAB 54. MARAH
55
BAB 55. HARI UJIAN KENAIKAN RANK
56
BAB 56. TAHAP PERTAMA UJIAN
57
BAB 57. UJIAN TAHAP KEDUA
58
BAB 58. BANTUAN
59
BAB 59. AARON VS ELARA
60
BAB 60. MENANG!
61
BAB 61. AKHIR JAMUAN
62
BAB 62. AMBANG PILIHAN
63
BAB 63. KEMATIAN
64
BAB 64. RESTORASI
65
BAB 65. ALASAN
66
BAB 66. ASGARD DAN HARMONIA
67
BAB 67. DUKA ASGARD DAN HARMONIA
68
BAB 68. KENANGAN
69
BAB 69. SAMA SEPERTI DULU
70
BAB 70. HILANGNYA SIHIR ELARA
71
BAB 71. PERASAAN YANG KURANG
72
BAB 72. LATIHAN DAN TERIAKAN
73
BAB 73. KERIBUTAN
74
BAB 74. TERTUDUH
75
BAB 75. DIADILI
76
BAB 76. KEPUTUSAN
77
BAB 77. LELAH
78
BAB 78. KENCAN DAN YANG TAK DIDUGA
79
BAB 79. BAHAYA DATANG
80
BAB 80. SOSOK BERJUBAH DAN WYVERN
81
BAB 81. BENDA ASING DI AKADEMI
82
BAB 82. MENYERANG
83
BAB 83. MUSUH SEBENARNYA
84
BAB 84. KESATRIA DAN PENYIHIR
85
BAB 85. SIHIR AARON
86
BAB 86. JEDA HENING
87
BAB 87. AMBANG PERANG
88
BAB 88. BERKUMPUL KEMBALI
89
BAB 89. DUEL RINGAN
90
BAB 90. PERANG DIMULAI
91
BAB 91. SEMANGAT YANG MEMUDAR
92
BAB 92. SEMANGAT YANG KEMBALI
93
BAB 93. PERLAWANAN YANG KUAT
94
BAB 94. SERANGAN TERAKHIR
95
BAB 95. RAMALAN JADI NYATA
96
BAB 96. TITANIA
97
BAB 97. BANTUAN
98
BAB 98. SEKUTU TERKUAT
99
BAB 99. PETARUNG VETERAN
100
BAB 100. PELAHAP DARI NERAKA
101
BAB 101. KEAJAIBAN DATANG
102
BAB 102. PERANG BELUM USAI
103
BAB 103. TERTELAN
104
BAB 104. HUKUMAN LANGIT
105
BAB 105. SELESAINYA PERANG
106
BAB 106. PAGI SETELAH PERANG
107
BAB 107. DUKA YANG TAK SEMBUH
108
BAB 108. KEMBALI KE AKADEMI
109
BAB 109. HARI KELULUSAN
110
BAB 110. PERMINTAAN AARON
111
BAB 111. MOMEN IBU DAN PUTRINYA
112
BAB 112. HARI PERNIKAHAN
113
BAB 113. IKRAR SUCI
114
BAB 114. MALAM PERTAMA
115
BAB 115. RUMAH YANG AKAN DIRINDUKAN
116
BAB 116. PAMIT
117
SIDE STORY 1. ELARA KECIL MENUJU OBERYN
118
SIDE STORY 2. SAMPAI DI OBERYN
119
SIDE STORY 3. SANG MAHA TAHU
120
SIDE STORY 4. ELARA MENGHILANG
121
SIDE STORY 5. ELARA TERSESAT
122
SIDE STORY 6. ELARA PULANG KE RUMAH
123
SUDE STORY 7. PULANG DAN KABAR BAIK
124
SIDE STORY 8. HARI YANG DITUNGGU
125
SIDE STORY 9. KEBAHAGIAAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!