PUTRI PEDANG DI AKADEMI SIHIR

PUTRI PEDANG DI AKADEMI SIHIR

BAB 1. ANJING GILA

Di tengah lapangan luas Akademi Kesatria Kerajaan Aurelius, seorang gadis berambut hitam legam berdiri dengan pedang kayu di tangannya. Rambutnya diikat tinggi, memerlihatkan wajah tegas dengan rahang yang mengeras oleh tekad.

Namanya Elara Ravens.

Putri dari Duke Alaric Ravens dan Duchess Liora Ravens. Keturunan keluarga kesatria legendaris yang namanya tercatat dalam sejarah perang dan kemenangan.

Dan hari ini, seperti hari-hari sebelumnya, ia kembali berdiri di arena.

Di hadapan Elara berdiri seorang pria bertubuh besar, bahu lebar, dan tinggi hampir satu setengah kepala darinya. Seragam latihan pria itu sudah basah oleh keringat, napasnya berat, namun sorot matanya penuh percaya diri.

"Putri Duke? Aku akan berusaha tidak terlalu keras padamu," ejek pria itu pelan, cukup keras untuk didengar murid lain yang mengerumuni arena.

Terdengar tawa kecil di antara para penonton.

Elara tidak menjawab. Ia hanya mengatur napas. Kakinya bergerak ringan. Jari-jarinya menggenggam gagang pedang dengan mantap. Ia tahu satu hal; ia tidak boleh kalah dalam duel satu lawan satu.

"Mulai!" Suara instruktur menggema.

Pria itu menyerang lebih dulu. Tebasan lurus dari atas, kuat dan berat, mengandalkan tenaga.

Elara menggeser tubuhnya ke samping. Debu beterbangan saat kakinya berputar cepat. Ia menangkis, lalu membalas dengan tusukan cepat ke sisi lawan.

Pria itu terkejut bahwa Elara cukup cepat dari dugaannya.

Tebasan berikutnya lebih brutal. Elara melompat mundur, lalu maju kembali, memanfaatkan celah di antara pernapasan lawan. Pedangnya menghantam pergelangan pria itu.

"Argh!"

Pedang kayu pria itu terlepas.

Elara tidak memberi kesempatan. Dalam satu gerakan luwes, ia menyapu kaki lawan hingga terjatuh dan menempelkan ujung pedangnya di leher pria itu.

Hening.

Beberapa detik yang terasa panjang.

"Pemenang! Elara Ravens!"

Suara tinggi sang instruktur memecah keheningan.

Sorak-sorai terdengar. Tidak terlalu meriah, tetapi cukup keras untuk menandakan pengakuan.

Elara berdiri tegak. Dada naik turun ketika paru-parunya mengambil napas dengan rakus. Keringat mengalir di pelipis sang gadis.

Ia menang.

Namun saat Elara berbalik meninggalkan arena, bisikan itu kembali terdengar.

"Dia memang lumayan kalau satu lawan satu."

"Coba saja tiga orang berturut-turut, pasti tumbang."

"Tidak seperti Evan Ravens."

"Namanya juga si Putri Yang Gagal."

Nama Evan selalu datang seperti bayangan panjang di belakang langkah Elara.

Evan Ravens, kembaran Elara. Kesatria termuda di Kerajaan Aurelius. Jenius pedang dan si anak ajaib yang menjadi kebanggaan keluarga. Putra sempurna dari Duke Alaric Ravens dan Duchess Liora Ravens.

Elara mengepalkan tangannya setiap kali dibandingkan seperti itu. Ia tahu kelemahannya melebihi siapa pun.

Jika bertarung satu lawan satu, Elara masih bisa mengandalkan teknik dan kecepatan. Namun bila harus menghadapi tiga orang berturut-turut, staminanya akan habis. Tubuhnya seolah menolak untuk bertahan lebih lama.

Entah mengapa, sejak kecil, napasnya selalu lebih pendek. Tenaganya lebih cepat terkuras.

Dan dunia tidak peduli pada alasan.

Dunia hanya peduli pada hasil.

Satu jam kemudian, latihan berlanjut pada simulasi pertarungan berantai.

"Elara Ravens, bersiap."

Tiga murid pria maju bergantian.

Pertarungan pertama, Elara menang. Cepat dan bersih.

Pertarungan kedua, ia masih menang, meski napasnya mulai berat.

Pertarungan ketiga ... tangannya mulai gemetar.

Tebasan lawan terasa lebih berat untuk Elara hindari. Kaki Elara terasa seperti terisi timah yang membuatnya tak mampu bergerak.

Satu detik lengah.

Pedang kayu menghantam bahu gadis itu.

Elara terhuyung.

Serangan berikutnya mengenai perutnya.

Dan Elara jatuh berlutut.

"Tumbang!"

Suara instruktur terdengar tanpa emosi.

Tawa kecil kembali terdengar dari pinggir arena.

"Sudah kuduga."

"Selalu begitu."

"Masih bermimpi menjadi kesatria seperti dua kakaknya. Benar-benar memalukan."

"Elara memang tidak sehebat Evan dan Tuan Rowan."

Nama itu lagi.

Nama yang seperti cambuk di punggungnya.

Elara bangkit perlahan. Bahunya sakit akibat hantaman pedang kayu, namun yang lebih menyakitkan adalah bisikan itu.

Elara tidak pernah bisa menang lebih dari tiga orang. Ia selalu kehabisan tenaga. Dan rankingnya di akademi tetap berada di bawah.

Padahal darah Ravens mengalir di nadinya.

Sang ibu adalah pendekar pedang yang pernah memimpin pasukan di garis depan perang.

Ditambah ayahnya adalah Duke yang dihormati dan ditakuti.

Namun Elara?

Ia hanya bayangan redup di samping cahaya Evan dan anggota keluarga lainnya.

"Oi, pecundang."

Suara itu datang dari belakang saat Elara berlari mengelilingi lapangan latihan untuk hukuman tambahan stamina.

Seorang senior berdiri di jalur lari. Tubuhnya tinggi, wajahnya tampan dengan senyum miring yang meremehkan. Ia termasuk dalam lima besar akademi.

"Masih saja mencoba keras, ya? Tapi percuma. Kau bukan Evan. Dan tidak akan pernah bisa menjadi seperti dia," kata si senior.

Elara terus berlari, tidak menjawab.

Senior itu tertawa kecil lalu berjalan sejajar dengan sang gadis.

"Kasihan Duke Alaric. Punya anak laki-laki sehebat Evan, keponakan yang luar biasa, tapi anak perempuan yang satu ini malah memalukan," cemooh si senior itu dengan sengaja.

Beberapa murid lain tertawa.

"Bayangkan dilahirkan oleh Duchess Liora yang luar biasa, tapi stamina saja tidak punya. Duchess kasihan sekali punya putri tidak berguna seperti ini," tambah pria itu.

Kaki Elara sedikit goyah, tapi ia tetap berlari.

Tapi kemudian ....

SRET!

Kaki senior itu menyandung langkah Elara.

Elara kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terlempar ke depan dan menghantam tanah dengan keras.

Debu mengepul.

Tawa pecah di sekitar lapangan.

"Lihat! Putri Duke jatuh!"

"Seperti anak kecil!"

"Seharusnya perempuan bermain rumah-rumahan saja!"

Telapak tangan Elara perih. Lututnya tergores.

Elara terdiam beberapa detik.

Lalu perlahan bangkit.

Senior itu menatap sang gadis dengan senyum mengejek. "Jangan marah. Aku hanya ingin mengingatkan posisimu."

Dan sesuatu di dalam diri Elara yang selama ini ia tekan, ia telan, dan ia simpan, akhirnya retak.

Elara melangkah maju.

Tanpa peringatan, tinju Elara melayang.

BUGH!

Wajah senior itu terpental ke samping.

Lapangan mendadak hening.

Senior itu terhuyung, lalu menggeram. "Berani sekali kau!"

Pria itu membalas.

Namun Elara sudah bergerak lebih dulu. Ia menerjang, menjatuhkannya ke tanah. Tangannya menghantam wajah pria itu berkali-kali.

"Berani menyebut keluargaku seperti itu?! Kau mau mati, huh?!" bentak Elara.

Senior itu mencoba melawan, tapi Elara menindihnya dengan kemarahan yang selama ini dipendam.

"Cukup!"

Suara keras menggema.

Seorang guru berlari mendekat dan menarik Elara dari atas tubuh senior itu.

"Elara Ravens! Apa yang kau lakukan?!" seru guru tersebut.

Elara terengah-engah. Rambutnya berantakan. Wajahnya merah oleh amarah.

"Dia menyandungku," kata Elara dingin.

"Dan itu alasanmu berkelahi seperti orang barbar?" Sang guru menatap tajam Elara.

Senior itu bangkit sambil menyeka darah di sudut bibirnya. "Dia menyerang lebih dulu, Guru."

Tatapan sang guru beralih pada Elara. "Sudah cukup. Selalu saja kau membuat masalah," katanya.

Elara menegang.

"Lihat saudaramu, Evan Ravens. Sempurna dalam segala hal. Tenang. Terhormat. Tidak pernah mempermalukan akademi," ujar sang guru.

Setiap kata terasa seperti pisau.

"Sedangkan kau? Putri Duke memang, tapi jika kelakuanmu seperti ini, siapa yang akan menghormatimu?" lanjut sang guru.

Tawa kecil terdengar lagi dari murid lain.

Elara mengangkat dagunya. Tatapannya berubah dingin. Sombong. Menantang.

"Walau aku menjadi pecundang sekali pun, aku tetap putri Duke Alaric Ravens," kata Elara pelan namun jelas.

Lapangan membeku.

"Dan sebagai putri Duke, aku punya hak untuk menghukum mati siapa pun yang tidak sopan pada anggota keluargaku," lanjut Elara.

Beberapa murid tersentak.

Wajah sang guru memerah oleh amarah. "Kau mengancam?"

"Jika diperlukan," balas Elara.

"Elara Ravens! Aku akan melaporkan ini pada Kepala Akademi!" bentak sang guru.

Elara menatapnya tanpa gentar. "Silakan."

Amarah sang guru semakin membuncah dan berkata, "Bagaimana bisa Duchess Liora yang begitu hebat melahirkan anak tidak pembuat onar sepertimu?"

Waktu seperti berhenti.

Udara terasa membeku.

Nama Ibunya kembali digaungkan.

Orang yang selalu memeluk Elara tanpa membandingkannya dengan Evan. Orang yang sangat Elara hormati.

Dan pria ini berani menyebut ibu Elara seperti itu.

Tanpa berpikir atau pun ragu Elara melayangkan tinjunya.

BUGH!

Suara benturan terdengar jelas saat kepalan tangan Elara menghantam wajah sang guru.

Semua orang terdiam.

Sang guru kehilangan keseimbangan, tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan sebuah pukulan keras

Elara berdiri di hadapan pria yang tidak akan pernah ia panggil guru lagi. Napas Elara berat dengan matanya menyala seperti bara.

"Jangan menyebut ibuku seperti itu," kata Elara tajam dan menggetarkan.

Elara kembali melayangkan tinjunya ke wajah sang guru.

Tentu seluruh lapangan latihan Akademi Kesatria Kerajaan Aurelius menyadari satu hal ...

Elara Ravens mungkin lemah dalam stamina.

Mungkin kalah dalam ranking dan selalu dibandingkan. Namun darah kesatria legendaris itu tetap mengalir panas dalam dirinya.

Dan jika dunia ingin terus menginjaknya maka Elara Ravens akan menggigit balik, meski harus berdiri sendirian.

Mereka lupa kalau panggilan Elara adalah Si Anjing Gila.

Dan itu bukan hanya sekedar panggilan.

Terpopuler

Comments

miss blue 💙💙💙

miss blue 💙💙💙

baru selesai baca emak bapaknya, lanjut anaknya, moga seru ya thor..

2026-04-10

1

Tiara Bella

Tiara Bella

aku mampir Thor....br sempet baca

2026-03-29

2

mimief

mimief

aku hadir Thor...
aku udah baca blm ya cerita orang tuanya

2026-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. ANJING GILA
2 BAB 2. HUKUMAN
3 BAB 3. KEGAGALAN
4 BAB 4. MELAWAN MONSTER
5 BAB 5. SEGEL YANG RETAK
6 BAB 6. AMBANG KEMATIAN
7 BAB 7. PILIHAN
8 BAB 8. SIUMAN
9 BAB 9. HUKUMAN DAN HARGA DIRI
10 BAB 10. KEBERANGKATAN
11 BAB 11. KERAJAAN OBERYN
12 BAB 12. AKADEMI SIHIR OBERYN
13 BAB 13. TES KECIL
14 BAB 14. TAMPARAN ELARA
15 BAB 15. HUKUMAN DAN TEMAN
16 BAB 16. CEMBURU?
17 BAB 17. BELAJAR SIHIR
18 BAB 18. DUEL
19 BAB 19. MURKA
20 BAB 20. MINTA MAAF
21 BAB 21. SERANGAN
22 BAB 22. MELAWAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. MIMPI BURUK
25 BAB 25. KETAKUTAN
26 BAB 26. SORAK SORAI
27 BAB 27. PEDANG UNTUK ELARA
28 BAB 28. ELARA JADI BOCAH?!
29 BAB 29. MENGGEMASKAN
30 BAB 30. SI CADEL ELARA
31 BAB 31. RAMAINYA RUMAH
32 BAB 32. ELARA KEMBALI BESAR
33 BAB 33. LUNARIS
34 BAB 34. LATIHAN
35 BAB 35. MIASMA
36 BAB 36. RENCANA SINGKAT
37 BAB 37. MIMPI DARI ZAMAN TERLUPAKAN
38 BAB 38. SIUMAN
39 BAB 39. MENCARI TAHU
40 BAB 40. TAKDIR ELARA?
41 BAB 41. PERASAAN
42 BAB 42. KEMBALI KE AKADEMI
43 BAB 43. TENTANG TITANIA
44 BAB 44. REUNI KELUARGA
45 BAB 45. OBROLAN PARA ORANG TUA
46 BAB 46. SOSOK WANITA ASING
47 BAB 47. PENGUMUMAN UJIAN
48 BAB 48. NIAT TAK JUJUR
49 BAB 49. GANJIL
50 BAB 50. KETAHUAN
51 BAB 51. SEDIKIT PENJELASAN
52 BAB 52. ILUSI YANG TERASA NYATA
53 BAB 53. PERTANYAAN PENTING
54 BAB 54. MARAH
55 BAB 55. HARI UJIAN KENAIKAN RANK
56 BAB 56. TAHAP PERTAMA UJIAN
57 BAB 57. UJIAN TAHAP KEDUA
58 BAB 58. BANTUAN
59 BAB 59. AARON VS ELARA
60 BAB 60. MENANG!
61 BAB 61. AKHIR JAMUAN
62 BAB 62. AMBANG PILIHAN
63 BAB 63. KEMATIAN
64 BAB 64. RESTORASI
65 BAB 65. ALASAN
66 BAB 66. ASGARD DAN HARMONIA
67 BAB 67. DUKA ASGARD DAN HARMONIA
68 BAB 68. KENANGAN
69 BAB 69. SAMA SEPERTI DULU
70 BAB 70. HILANGNYA SIHIR ELARA
71 BAB 71. PERASAAN YANG KURANG
72 BAB 72. LATIHAN DAN TERIAKAN
73 BAB 73. KERIBUTAN
74 BAB 74. TERTUDUH
75 BAB 75. DIADILI
76 BAB 76. KEPUTUSAN
77 BAB 77. LELAH
78 BAB 78. KENCAN DAN YANG TAK DIDUGA
79 BAB 79. BAHAYA DATANG
80 BAB 80. SOSOK BERJUBAH DAN WYVERN
81 BAB 81. BENDA ASING DI AKADEMI
82 BAB 82. MENYERANG
83 BAB 83. MUSUH SEBENARNYA
84 BAB 84. KESATRIA DAN PENYIHIR
85 BAB 85. SIHIR AARON
86 BAB 86. JEDA HENING
87 BAB 87. AMBANG PERANG
88 BAB 88. BERKUMPUL KEMBALI
89 BAB 89. DUEL RINGAN
90 BAB 90. PERANG DIMULAI
91 BAB 91. SEMANGAT YANG MEMUDAR
92 BAB 92. SEMANGAT YANG KEMBALI
93 BAB 93. PERLAWANAN YANG KUAT
94 BAB 94. SERANGAN TERAKHIR
95 BAB 95. RAMALAN JADI NYATA
96 BAB 96. TITANIA
97 BAB 97. BANTUAN
98 BAB 98. SEKUTU TERKUAT
99 BAB 99. PETARUNG VETERAN
100 BAB 100. PELAHAP DARI NERAKA
101 BAB 101. KEAJAIBAN DATANG
102 BAB 102. PERANG BELUM USAI
103 BAB 103. TERTELAN
104 BAB 104. HUKUMAN LANGIT
105 BAB 105. SELESAINYA PERANG
106 BAB 106. PAGI SETELAH PERANG
107 BAB 107. DUKA YANG TAK SEMBUH
108 BAB 108. KEMBALI KE AKADEMI
109 BAB 109. HARI KELULUSAN
110 BAB 110. PERMINTAAN AARON
111 BAB 111. MOMEN IBU DAN PUTRINYA
112 BAB 112. HARI PERNIKAHAN
113 BAB 113. IKRAR SUCI
114 BAB 114. MALAM PERTAMA
115 BAB 115. RUMAH YANG AKAN DIRINDUKAN
116 BAB 116. PAMIT
117 SIDE STORY 1. ELARA KECIL MENUJU OBERYN
118 SIDE STORY 2. SAMPAI DI OBERYN
119 SIDE STORY 3. SANG MAHA TAHU
120 SIDE STORY 4. ELARA MENGHILANG
121 SIDE STORY 5. ELARA TERSESAT
122 SIDE STORY 6. ELARA PULANG KE RUMAH
123 SUDE STORY 7. PULANG DAN KABAR BAIK
124 SIDE STORY 8. HARI YANG DITUNGGU
125 SIDE STORY 9. KEBAHAGIAAN
Episodes

Updated 125 Episodes

1
BAB 1. ANJING GILA
2
BAB 2. HUKUMAN
3
BAB 3. KEGAGALAN
4
BAB 4. MELAWAN MONSTER
5
BAB 5. SEGEL YANG RETAK
6
BAB 6. AMBANG KEMATIAN
7
BAB 7. PILIHAN
8
BAB 8. SIUMAN
9
BAB 9. HUKUMAN DAN HARGA DIRI
10
BAB 10. KEBERANGKATAN
11
BAB 11. KERAJAAN OBERYN
12
BAB 12. AKADEMI SIHIR OBERYN
13
BAB 13. TES KECIL
14
BAB 14. TAMPARAN ELARA
15
BAB 15. HUKUMAN DAN TEMAN
16
BAB 16. CEMBURU?
17
BAB 17. BELAJAR SIHIR
18
BAB 18. DUEL
19
BAB 19. MURKA
20
BAB 20. MINTA MAAF
21
BAB 21. SERANGAN
22
BAB 22. MELAWAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. MIMPI BURUK
25
BAB 25. KETAKUTAN
26
BAB 26. SORAK SORAI
27
BAB 27. PEDANG UNTUK ELARA
28
BAB 28. ELARA JADI BOCAH?!
29
BAB 29. MENGGEMASKAN
30
BAB 30. SI CADEL ELARA
31
BAB 31. RAMAINYA RUMAH
32
BAB 32. ELARA KEMBALI BESAR
33
BAB 33. LUNARIS
34
BAB 34. LATIHAN
35
BAB 35. MIASMA
36
BAB 36. RENCANA SINGKAT
37
BAB 37. MIMPI DARI ZAMAN TERLUPAKAN
38
BAB 38. SIUMAN
39
BAB 39. MENCARI TAHU
40
BAB 40. TAKDIR ELARA?
41
BAB 41. PERASAAN
42
BAB 42. KEMBALI KE AKADEMI
43
BAB 43. TENTANG TITANIA
44
BAB 44. REUNI KELUARGA
45
BAB 45. OBROLAN PARA ORANG TUA
46
BAB 46. SOSOK WANITA ASING
47
BAB 47. PENGUMUMAN UJIAN
48
BAB 48. NIAT TAK JUJUR
49
BAB 49. GANJIL
50
BAB 50. KETAHUAN
51
BAB 51. SEDIKIT PENJELASAN
52
BAB 52. ILUSI YANG TERASA NYATA
53
BAB 53. PERTANYAAN PENTING
54
BAB 54. MARAH
55
BAB 55. HARI UJIAN KENAIKAN RANK
56
BAB 56. TAHAP PERTAMA UJIAN
57
BAB 57. UJIAN TAHAP KEDUA
58
BAB 58. BANTUAN
59
BAB 59. AARON VS ELARA
60
BAB 60. MENANG!
61
BAB 61. AKHIR JAMUAN
62
BAB 62. AMBANG PILIHAN
63
BAB 63. KEMATIAN
64
BAB 64. RESTORASI
65
BAB 65. ALASAN
66
BAB 66. ASGARD DAN HARMONIA
67
BAB 67. DUKA ASGARD DAN HARMONIA
68
BAB 68. KENANGAN
69
BAB 69. SAMA SEPERTI DULU
70
BAB 70. HILANGNYA SIHIR ELARA
71
BAB 71. PERASAAN YANG KURANG
72
BAB 72. LATIHAN DAN TERIAKAN
73
BAB 73. KERIBUTAN
74
BAB 74. TERTUDUH
75
BAB 75. DIADILI
76
BAB 76. KEPUTUSAN
77
BAB 77. LELAH
78
BAB 78. KENCAN DAN YANG TAK DIDUGA
79
BAB 79. BAHAYA DATANG
80
BAB 80. SOSOK BERJUBAH DAN WYVERN
81
BAB 81. BENDA ASING DI AKADEMI
82
BAB 82. MENYERANG
83
BAB 83. MUSUH SEBENARNYA
84
BAB 84. KESATRIA DAN PENYIHIR
85
BAB 85. SIHIR AARON
86
BAB 86. JEDA HENING
87
BAB 87. AMBANG PERANG
88
BAB 88. BERKUMPUL KEMBALI
89
BAB 89. DUEL RINGAN
90
BAB 90. PERANG DIMULAI
91
BAB 91. SEMANGAT YANG MEMUDAR
92
BAB 92. SEMANGAT YANG KEMBALI
93
BAB 93. PERLAWANAN YANG KUAT
94
BAB 94. SERANGAN TERAKHIR
95
BAB 95. RAMALAN JADI NYATA
96
BAB 96. TITANIA
97
BAB 97. BANTUAN
98
BAB 98. SEKUTU TERKUAT
99
BAB 99. PETARUNG VETERAN
100
BAB 100. PELAHAP DARI NERAKA
101
BAB 101. KEAJAIBAN DATANG
102
BAB 102. PERANG BELUM USAI
103
BAB 103. TERTELAN
104
BAB 104. HUKUMAN LANGIT
105
BAB 105. SELESAINYA PERANG
106
BAB 106. PAGI SETELAH PERANG
107
BAB 107. DUKA YANG TAK SEMBUH
108
BAB 108. KEMBALI KE AKADEMI
109
BAB 109. HARI KELULUSAN
110
BAB 110. PERMINTAAN AARON
111
BAB 111. MOMEN IBU DAN PUTRINYA
112
BAB 112. HARI PERNIKAHAN
113
BAB 113. IKRAR SUCI
114
BAB 114. MALAM PERTAMA
115
BAB 115. RUMAH YANG AKAN DIRINDUKAN
116
BAB 116. PAMIT
117
SIDE STORY 1. ELARA KECIL MENUJU OBERYN
118
SIDE STORY 2. SAMPAI DI OBERYN
119
SIDE STORY 3. SANG MAHA TAHU
120
SIDE STORY 4. ELARA MENGHILANG
121
SIDE STORY 5. ELARA TERSESAT
122
SIDE STORY 6. ELARA PULANG KE RUMAH
123
SUDE STORY 7. PULANG DAN KABAR BAIK
124
SIDE STORY 8. HARI YANG DITUNGGU
125
SIDE STORY 9. KEBAHAGIAAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!