Tara

 "Itu abang gue."

  Aku langsung menoleh ke arah telunjuk Adit,bibirku refleks tersenyum begitu melihat orang yang di tunjuk oleh Adit. Aku berpikir mungkin tidak akan sulit mendekatinya jika dia juga dekat dengan Adit.

    "Yang makek kacamata itu." Aku bertanya dengan antusias,dan hatiku semakin senang begitu melihat Adit mengangguk.

   "Iya, namanya bang Andre." Jawab Adit tanpa menoleh ke arahku,karena saat ini,Adit masih fokus menatap ke depan dimana kak Andre berada.

   "Baiklah Adek adek, hari ini kita hanya akan perkenalan lingkungan sekolah,oleh karena itu kami mohon kesidaann kalian untuk segera berbaris dengan rapi."

  Kak Andre dengan suara tegas namun tetap terdengar lembut memberi intruksi kepada kami semua selaku murid baru untuk segera berbaris.

   Semuanya akhirnya segera berbaris, kami berpisah antara laki laki dan perempuan,Aku memgajak Salma berbaris di barisan yang sama.

    "Kita disini aja Sal, jangan terlalu depan." Aku dan Salma berbaris pada barisan tengah tengah,Salma berada di depan sedangkan aku di belakangnya,kebetulan Aku lebih tinggi dari pada Salma.

     "Baiklah,sebelum memulai kegiatan, kita berdoa dulu menurut kepercayaan masing masing."

   Kami semua kini berdoa setelah mendengar kembali perintah kak Andre selaku ketua osis yang akan memimpin kegiatan selama 2 hari ke depan.

    Setelah selesai berdoa,para anggota Osis membagi anggota untuk memandu setiap barisan,Aku sungguh berharap kak Andre akan memandu barisanku,namun harapanku pupus karena kak Andre ternyata memandu barisan Adit dan Dika.

   Kami mulai di bawa dan di perkenalkan dengan lingkungan sekolah yang begitu luas,mulai dari taman belakang yang sejuk,beralih ke tempat gudang dan tempat tempat yang lainnya seperti kantin, perpustakaan,ruang komputer dan beberapa ruangan lainnya.

   Kami berkeliling hampir satu jam,setelah itu kami kembali di bawa ke lapangan untuk beristirahat, untuk sekarang kami hanya tour sampai di sini saja,sisanya akan kami lanjutkan besok.

   Setelah beristirahat 20 menit, kami semua di ajak bersenang senang oleh kakak kakak anggota osis, kami di suruh membentuk kelompok dan di suruh lomba membuat yel yel dan gerakan yang lucu,pemenangnya akan di kasih hadiah oleh anggota Osis.

   Aku satu kelompok dengan Salma dan beberapa anak perempuan lainnya,kami berdiskusi tentang yel yel yang akan kami persembahkan di depan bersama kakak pembimbing kami.

   Setelah hampir 30 menit, kini satu persatu kelompok mulai maju ke depan untuk menunjukkan yel yel mereka, kami semua tertawa melihat betapa hebohnya setiap gerakan yang di lakukan oleh anak anak yang ada di depan, apa lagi ketika bagian laki laki,gerakan mereka sungguh heboh sehingga memancing rasa geli yang membuat semua orang tertawa.

   Hingga tiba saatnya kelompokku yang mendapat giliran,Aku tidak mengalihkan sedikitpun tatapanku dari kak Andre begitu berada di depan.

   Kami dengan malu malu mulai menyanyikan yel yel kami sambil melakukan beberapa gerakan yang di ajarkan oleh kakak pembimbing kami.

   Suara riuh tawa terdengar dari teman teman yang lain sehingga membuat kami ikut tertawa,setelah selesai kami langsung berlari ke tempat duduk kami masih dengan tawa yang begitu riang.

   Aku bersyukur setidaknya hari ini,Aku bisa tertawa dengan riang tanpa memikirkan apapun lagi,walaupun hanya sementara,tapi momen ini begitu berharga untukku,karena tawaku tidak akan pernah muncul ketika berada di rumah.

   Hampir satu jam kami bersenang senang,kini saatnya anggota osis mengumumkan pemenang lomba yel yel.

   Kak Andre dengan langkah tegas maju ke depan sambil membawa mikropon di tangannya,Dia tampak tersenyum kecil sebelum mulai berbicara.

   "Ah senyumnya manis banget." Aku bergumam sambil tersenyum lebar melihat betapa tampannya kak Andre walaupun hanya tersenyum kecil.

    "Baiklah sebelumnya terima kasih atas partisipasi kalian semua, mari kita tepuk tangan sebagai apresiasi atas keberanian kalian tampil di depan."

   Prok....prok...prok...

Suara tepuk tangan menggema di lapangan begitu kak Andre selesai memberi intruksi, tidak ada yang berani membantah,bahkan anggota osis yang lainpun ikut tepuk tangan dengan heboh sehingga membuat suasana begitu menyenangkan.

   "Oke, disini saya akan mengumumkan pemenang lomba yel yel menurut penilaian para kakak kakak osis."

Kak Andre melanjutkan berbicara begitu suara tepuk tangan sudah tidak terdengar lagi.Dan kami semua fokus mendengarkan kak Andre berbicara di depan.

   "Baiklah, tanpa berlama lama, untuk juara pertama jatuh kepada kelompok Lion yang di ketuai oleh Adit,berikan tepuk tangan untuk kelompok yang begitu heboh ini."

  Suara tepuk tangan kembali menggema begitu juara pertama di umumkan, semua yang berada dalam kelompok Adit maju ke depan sambil melambaikan tangan mereka seperti seorang selebriti yang sedang menyapa fens mereka.

  Kemudian juara 2 di menangkan oleh kelompok Rabbit yang di ketuai oleh Erlang,btw Erlang itu salah satu tetangga di komplek rumah dan kami cukup dekat sejak dulu.

  Dan juara 3 jatuh kepada kelompok Jeruk yaitu kelompokku yang di ketuai oleh Salma, kami bersorak senang walaupun cuma dapat juara 3.

   Hadiah di ambil oleh para ketua,setelah itu,kami melakukan sesi foto bersama,barulah setelah itu acara di tutup dan kami di perbolehkan untuk pulang.

   "Sal, gue ke rumah lo dulu ya,nanti sore gue pulang,males banget gue di rumah." Aku saat ini sedang berjalan bersisihan dengan Salma menuju parkiran.

   Salma menoleh ke arahku dengan mata terlihat berbinar sambil tersenyum lebar "Kuylah, gue juga hari ini gak kemana mana." Ucap Salma dengan antusias.

   Aku dengan tak kalah antusias mengangguk,kamipun segera naik ke motor masing masing dan melaju menuju rumah Salma.

   Adit masih sibuk berbincang bincang bersama Dika dan beberapa anak laki laki yang lain sehingga Aku dan Salma memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.

   Andai saja Ayah sedang berada di rumah,mungkin pulang cepat akan sangat begitu menyenangkan untukku karena bisa me time dengan Ayah.

  Namun untuk sekarang,Aku lebih memilih pulang ke rumah Salma demi menjaga kewarasanku, setidaknya di rumah Salma aku tidak pernah stress,karena orang tua Salma begitu baik kepadaku.

   Jika orang lain mengatakan rumah adalah surga mereka,maka aku mengatakan rumah adalah neraka semenjak Helena dan Zahra datang.

   Aku tinggal di rumahku dan mereka yang numpang,tapi justru aku yang tertindas oleh kedua orang licik itu.

   Aku di perlakukan seperti babu oleh mereka, dan aku hanya bisa pasrah tidak bisa melawan.Aku bukan lemah,hanya saja Aku tidak mau membuat Ayah marah lagi,cukup satu kali aku mengadu dan Ayah lebih percaya kepada Helena.

  Untuk sekarang aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan segera membuka mata Ayah untuk melihat betapa busuknya Helena dan Zahra selama ini.

Terpopuler

Comments

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☕︎⃝❥☠️⃝♛ ⃟$R☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☕︎⃝❥☠️⃝♛ ⃟$R☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐

sedih banget si Tlara😭

2026-03-27

1

Moon.

Moon.

kok istirahatnya di lapangan thor? bukannya di aula?/Frown/

2026-03-23

0

Miu.Nuha

Miu.Nuha

betul, kek aku 😔 kalo gk dipercaya gitu udh males mau jelasin lagi. biarlah dgn tingkah polahnya sendiri yg penting kewarasan ini tetep tergenggam...

2026-04-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!