Tara

Waktu berjalan begitu cepat,kemarin Salma mengajakku bersenang senang, mulai dari perawatan ke salon,hingga jalan jalan di mall sampai puas, Aku sangat menikmati waktu bebasku apa lagi di tambah kemarin Aku tidak mengeluarkan uang sedikitpun ketika ke salon dan belanja di mall, karena semua itu di bayar oleh Salma hehe.

Sekarang hari sudah kembali pagi,dan Aku harus kembali menjalankan aktifitasku,yaitu melayani Ratu dan anaknya, hufttt,sejujurnya aku sangat capek dan malas, tapi takdir belum ingin berpihak kepadaku.

Setelah membereskan kamar,kini aku melangkah keluar dengan langkah gontai. "Andai saja bunda masih ada,pasti aku gak akan seperti ini."

Aku berguman di sela langkahku, Mataku terasa memanas,dan aku dengan cepat menghapus air mataku yang keluar, entah kenapa hari ini aku merasa lebih sensitif, sepertinya sebentar lagi aku akan kedatangan tamu bulanan sehingga membuat moodku anjlok seperti sekarang.

"Sayang,kamu sudah bangun?."

Begitu tiba di lantai bawah,Aku di sambut oleh suara yang begitu familiar, Aku segera mendongak dan air mataku kembali berjatuhan bahkan lebih deras dari yang sebelumnya begitu aku melihat sosok laki laki yang begitu aku rindukan kehadirannya kini sedang berdiri di ruang tamu sambil menatapku dengan senyum lebarnya.

"Ayah..." Aku memanggil beliau dengan suara parau untuk memastikan apakah pengelihatanku sekarang tidak salah, karena beberapa hari yang lalu, beliau bilang tidak bisa pulang bulan ini karena banyak pekerjaan.

"Iya nak, ini ayah." Beliau tersenyum sambil membuka kedua tangannya sebagai isyarat agar aku segera memeluk beliau.

Aku yang sedang dalam mood tidak baik segera berlari dan memeluk Ayahku dengan erat. "Ayah...hikss..Tara kangen sama Ayah." Tangis yang coba aku tahan akhirnya pecah begitu Ayah mendekap tubuhku dalam pelukannya.

"Cup..cup..cupp.. Anak ayah, sudah jangan nangis ya."

Ayah membelai dan mengecup kepalaku dengan lembut untuk menenangkanku, namun bukannya mereda,tangisku malah semakin kencang sehingga membuat Ayah kalang kabut.

"Loh kok makin kenceng nangisnya, kenapa hmmm."

Ayah menangkup wajahku dengan kedua telapak tangannya, beliau dengan lembut mengusap pipiku yang basah.

"Mungkin Tara sudah begitu merindukanmu mas."

Baru saja ingin mengatakan kalau aku capek tanpa Ayah, tiba tiba Helena datang dari atas bersama Zahra sehingga membuat Aku urung berbicara.

Dalam hati aku mengutuk kedua perempuan licik itu,karena nanti pasti mereka akan cosplay menjadi ibu peri yang begitu baik dan lembut agar terlihat baik di hadapan Ayah.

"Haha, sudah besar tapi masih cengeng aja kamu sayang."

Ayah kembali memelukku sambil tertawa kecil, Aku memilih membalas pelukan Ayah tanpa ingin berbicara sedikitpun.

Aku malas berbasa basi dengan kedua mahluk licik itu, Dua perempuan penjilat yang wajahnya terlihat begitu baik di luar, tapi dalamnya lebih busuk dari pada Tai.

"Sudah sudah, sekarang kalian duduk aja dulu, mama mau masak sarapan dulu."

Helena dengan senyum penuh kepalsuannya berjalan menuju dapur, sedangkan Zahra duduk bersamaku dan Ayah di ruang tamu.

Apakah kalian tahu alasan anak setan ini duduk di antara aku dan Ayah?, tentu saja alasannya untuk mengawasiku agar tidak ngomong yang tidak tidak selama Helena berada di dapur.

Aku memilih tidak memperdulikan kehadiran Zahra, lebih baik aku berbicara dengan Ayah sebelum sarapan, yahh setidaknya,hari ini aku bebas dari semua pekerjaan rumah dan bisa berangkat lebih pagi ke sekolah agar tidak terlambat.

"Berapa hari Ayah cuti." Aku menatap Ayah dengan senyum mengembang. Dan ayah bukannya membalas pertanyaanku malah mencubit pipiku dengan gemas.

"Gemes banget ayah sama pipi kamu." Ucap Ayah sambil menguyel pipiku yang mungkin sekarang sudah memerah.

"Ayahhh ihhhh, jawab pertanyaan Tara." Aku merenggut kesal sehingga membuat Ayah terkekeh geli.

"Baiklah princes jangan ngambek oke."

Ayah mengacak rambutku dengan lembut, setelah itu barulah beliau menjawab pertanyaan ku.

"Ayah dapat cuti seminggu bulan ini." Ucap Ayah dengan antusias.

Aku yang mendengar perkataan ayah tidak kalah Antusias, itu artinya Aku akan bebas selama seminggu ini melakukan apapun yang aku inginkan tanpa harus memikirkan pekerjaan rumah.

"Wahhh benarkah." Aku menatap Ayah dengan mata berbinar,dan aku langsung berhambur memeluk ayah begitu mendapat anggukan dari beliau.

Aku dan Ayah berpelukan sambil tertawa, dari ekor mata, Aku melirih ke arah Zahra yang kini berwajah sedikit masam dan aku tidak peduli, yang penting sekarang Aku bisa bersama ayah selama seminggu penuh.

Setelah puas memeluk Ayah, kami akhirnya bercerita banyak hal selama menunggu Helena selesai memasak,sesekali Zahra mencoba ikut bergabung dalam percakapanku bersama ayah, tapi aku tentu saja tidak akan membiarkan Ayah memperhatikan Zahra, Ayahku hanya milikku dan tidak akan pernah sudi aku bagi dengan Zahra yang begitu licik seperti ibunya.

Beberapa menit kemudian, kami akhirnya sarapan bersama, Aku terus berceloteh mengajak Ayah berbicara agar beliau tidak sempat memperhatikan Helena maupun Zahra.

Setelah selesai sarapan,Aku akhirnya berpamitan untuk segera bersiap berangkat sekolah. Untuk sementara,biarlah Ayah bersama Helena selama aku ke sekolah, yang penting sekarang aku merasa merdeka.

Setelah siap siap selama 1 jam, kini aku kembali ke lantai bawah dan merengek agar Ayah mengantarku ke sekolah, dan tentu saja Ayah tidak akan pernah menolak permintaanku.

Di dalam mobil, Aku mengajak Ayah bercanda sehingga membuat tawa kami bergema, saking bahagianya,tidak terasa kini mobil yang di kendarai Ayah sudah sampai di depan gerbang sekolah.

"Belajar yang rajin sayang."

Ayah menepuk kepalaku dengan lembut ketika aku mencium tangannya sebelum keluar dari mobil.

"Siap Ayah.." Aku menjawab perkataan ayah sambil hormat seperti seorang tentara sehingga membuat ayah terkekeh.

Setelah itu,Aku segera keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam sekolah.

Begitu sampai di dalam gerbang,Aku berhenti berlari dan memilih berjalam dengan normal, Aku berjalan sambil menunduk sehingga tidak memperhatikan jalan di depan.

Ketika aku ingin berbelok menuju lapangan,tanpa sengaja aku menabrak seseorang yang datang dari arah berlawanan denganku.

"Eh...ehhh..." Aku refleks berteriak karena hampir terjungkal ke belakang, namun sebuah tangan kekar berhasil menahan pinggangku sehingga aku tidak jadi terjungkal.

Untuk seperkian detik, Aku menahan napas begitu melihat wajah orang yang aku tabrak sekaligus yang sekarang sedang menahan pinggangku dengan tangannya.

Mata tajam yang kemarin aku kagumi kini menatapku denga jarak yang cukup dekat, aroma maskulin dari tubuhnya membuat aku lupa dimana tempat kami berada sekarang.

Aku menatap wajah yang begitu datar itu tanpa berkedip, untuk saat ini waktu seolah berhenti berputar dan suara tiba tiba hening,hanya suara deru napasnya yang terdengar dan detak jantungku yang sekarang sedang berdisko di dalam sana.

"Kamu tidak papa."

Ohh good,suaranya begitu seksi terdengar di telingaku, Aku segara mengatur mimik wajahku begitu tangannya sudah berpindah dari pinggangku.

"Ehhh...iya kak, Aku gak papa, maaf dan terima kasih sudah menolongku." Aku menunduk tidak berani menatapnya karena saat ini pasti wajahku sudah memerah karena salting sekaligus malu.

"Tidak papa, lain kali hati hati." Ucapnya dengan nada datar tanpa ada senyum sedikitpun.

"I-iya kak." Aku menjawan dengan suara terbata.

Setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya menuju gerbang tanpa sepatah katapun, Aku memperhatikan punggungnya yang terlihat begitu tegap.

Setelah punggung itu tidak terlihat lagi,barulah aku Kembali melangkah menuju lapangan sambil tersenyum sendiri seperti orang gila hehe...

Terpopuler

Comments

🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ

🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ

sabar2 ya Tara. lagi sial aja kamu dpt ibu tiri dan saudari tiri yg kyk gitu. di dunia nyata banyak yang baik lho padahal. dan di dunia nyata jg ada yg namanya CCTV biar ayahmu bisa tahu gitu loh kalo mereka menyebalkan

2026-05-04

0

Aquarius97 🕊️

Aquarius97 🕊️

walaupun dah besar, tapi kan masih punya hati dan perasaan yah 🙄

2026-05-05

0

Indira Mr

Indira Mr

Tara sabar ,ayahmu suruh beli cctv biar tahu watak asli isteri dan anak tirinya

2026-04-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!