Chapter 4

Valerie berdiri mematung di sisi ranjang, menatap pria asing itu yang kini terlelap sempurna. kekesalan yang tadi meluap entah mengapa perlahan luntur, berganti dengan rasa iba yang tipis.

Dengan gerakan pelan agar tidak menimbulkan suara, ia mengambil bantal ekstra dan membenarkan posisi kepala pria itu agar lebih nyaman.

Ia kemudian meraih selimut hotel yang tebal, menariknya hingga menutupi tubuh tegap yang setengah telanjang itu.

"Sayang sekali, padahal kau sangat tampan," gumam Valerie pelan. Ia menatap wajah tegas itu untuk terakhir kalinya malam ini. "Semoga kau baik-baik saja."

Sebuah senyum kecut tersungging di bibirnya. Valerie melirik jam tangan mewahnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Sontak, matanya membelalak dan ia mendesah frustrasi.

"Ya ampun, mana besok ada kuliah pagi lagi. Sial banget hari ini!" gerutunya pelan. Sebagai mahasiswi baru, ia tidak ingin meninggalkan kesan buruk di minggu-minggu pertamanya.

Sambil terus menggerutu, Valerie menyambar tas mininya yang tergeletak di nakas. Namun, karena terburu-buru dan gerakannya yang masih sedikit sempoyongan, ia lupa menutup tasnya dengan benar. Braakk! Isi tasnya terlempar keluar dan tercecer di atas lantai.

"Sial!" maki Valerie tertahan.

Dengan dongkol, ia berjongkok dan memunguti barang-barangnya—ponsel, lipstik, bedak, dan beberapa kartu—lalu memasukkannya kembali ke dalam tas dengan asal. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, ia berdiri kembali.

Ia melirik sebentar ke arah pria yang masih tertidur dengan damai itu, seolah tidak terjadi apa-apa. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Valerie membalikkan badan dan segera melangkah keluar, menutup pintu kamar 120 dengan perlahan. Ia harus segera sampai ke apartemennya sebelum matahari terbit.

Valerie akhirnya bisa bernapas lega saat pintu unit apartemennya tertutup dengan bunyi klik yang mantap. Jam di dinding menunjukkan pukul tiga pagi.

Meskipun apartemennya tidak seluas penthouse, desain interiornya yang minimalis dan pemilihan material yang elegan memancarkan kesan mewah yang tidak dipaksakan.

Valerie sebenarnya bukan berasal dari Jakarta. Ia adalah gadis perantau dari luar pulau yang sengaja datang ke ibukota untuk mengejar pendidikan di universitas terbaik.

Melihat apartemen yang ia tempati, sangat jelas bahwa Valerie bukan datang dari kalangan biasa. Namun, sesuai dengan sifatnya yang berkelas, ia tidak pernah memamerkan kekayaannya. Bagi Valerie, mempublikasikan status sosialnya adalah hal yang norak dan tidak perlu.

Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang, meraih nilai terbaik, dan membuktikan kemampuannya tanpa bayang-bayang nama besar keluarganya.

"Ah... nyamannya," gumam Valerie pelan saat ia melempar tubuhnya ke atas kasur king size yang empuk.

Rasa lelah yang luar biasa, sisa pengaruh alkohol, dan adrenalin yang baru saja surut akhirnya menumbangkan gadis pemberani itu. Hanya dalam hitungan detik, napasnya mulai teratur dan tubuhnya tidak lagi bergerak.

Valerie telah terlelap, melupakan sejenak bahwa di sebuah kamar hotel bintang tiga, ada seorang pria misterius yang mungkin akan mengubah hidupnya saat matahari terbit nanti.

Malam berlalu dengan cepat, berganti dengan cahaya matahari pagi yang menyelinap masuk melalui celah gorden tipis kamar 120. Sinarnya jatuh tepat di atas wajah tampan pria misterius itu, memaksanya untuk kembali ke alam sadar.

Pria itu adalah Damian Callister. Di usianya yang baru menginjak 30 tahun, ia sudah menjadi sosok paling ditakuti sekaligus disegani di ibukota.

Secara resmi, ia adalah CEO sukses di bidang konstruksi, namun di balik gedung-gedung pencakar langit itu, ia adalah ketua mafia yang mengendalikan bisnis tak kasat mata. Kejadian semalam hanyalah satu dari sekian banyak risiko pekerjaannya yang berbahaya.

Damian mengerjapkan matanya, merasa silau. Kepalanya terasa sangat pening, seolah dihantam benda tumpul.

Ia tertegun sejenak menatap langit-langit kamar hotel yang asing, sebelum potongan ingatan semalam mulai tersusun kembali seperti puzzle.

Lorong gelap, ciuman panas untuk penyamaran, hingga ia terbangun sendirian di kasur ini. Ia ingat gadis itu—gadis yang nampak angkuh namun berani.

"Sial," umpat Damian pelan saat menyadari bahwa dirinya telah ditipu mentah-mentah. Sebagai pria yang biasa memegang kendali, ia merasa sangat bodoh karena bisa takluk oleh air mineral "beracun" gadis itu.

Ia bangkit dari tempat tidur, mengabaikan rasa pusingnya, dan mulai memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Namun, saat ia memungut kemejanya, sebuah benda kecil terjatuh dari lipatan kain tersebut.

Damian memungutnya. Itu adalah sebuah Kartu Tanda Mahasiswa.

Di sana tertera foto seorang gadis cantik dengan dagu terangkat—wajah yang sama dengan yang ia cium semalam. Di bawahnya tertulis nama: Valerie Aurora, 20 tahun, Universitas Arthemis.

Damian terdiam sesaat, lalu sebuah seringai tipis muncul di sudut bibirnya yang masih sedikit terluka akibat gigitan Valerie semalam. Ia tidak menyangka wanita yang cukup berani meracuninya ternyata hanyalah seorang gadis belia, seorang mahasiswi baru.

Damian menggenggam kartu itu kuat-kuat, matanya berkilat penuh minat yang berbahaya.

"Valerie Aurora..." gumamnya dengan suara serak. "Gadis kecil yang menarik."

Terpopuler

Comments

neni onet

neni onet

poor Valerie, dari sekian banyak BRG, kenapa mesti kartu mahasiswa yg tertinggal, kan harusnya kertas kecil bertuliskan nomor rekening aja 😁

2026-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Bab 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Bab 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!