Dua hari berlalu sejak malam yang terasa panjang di rumah sakit itu. Selama dua malam itu juga, Keanu berjaga di rumah sakit, sementara Anindia beristirahat di rumah dengan Shaka.
Perlahan, keadaan ibu Anindia mulai membaik. Kabar yang selama ini dinanti akhirnya datang juga, ibu Anindia dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. Sebuah kelegaan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, terutama bagi Anindia.
Rumah yang sempat dipenuhi dengan kekhawatiran, kini kembali terasa hangat, dipenuhi dengan perbincangan santai. Tapi di balik semua itu, ada hal lain yang diam-diam menunggu untuk diselesaikan.
Rutinitas yang tertunda membuat Anindia dikejar deadline. Tugas-tugas yang sebelumnya terabaikan, kini mulai menumpuk. Ia kembali pada meja belajarnya, mencoba mengejar waktu yang sempat tertinggal.
Di sudut ruangan, Keanu duduk bersandar di lantai dengan Shaka dalam pangkuannya. Tangannya menggoyangkan mainan kecil, sesekali mengeluarkan suara lucu hingga membuat Shaka tertawa.
Tawa kecil Shaka membuat Keanu tersenyum. Namun di sela-sela itu, pandangannya tertuju ke arah meja belajar.
Anindia duduk di sana sejak tadi. Tubuhnya sedikit membungkuk, matanya fokus pada layar laptop, dan beberapa lembar catatan di sebelahnya. Tangannya bergerak cepat, seolah sedang berpacu dengan waktu.
Keanu memperhatikan cukup lama, hingga akhirnya ia menghela nafas sejenak. "Sayang," panggilnya lembut.
"Iya Mas?" Jawab Anindia sembari menoleh sekilas.
Keanu menggeser duduknya sedikit, dengan tangan yang masih menopang tubuh mungil Shaka yang saat ini sedang asyik dengan mainannya sendiri.
"Mau dibantu?" Tanya Keanu penuh perhatian. "Tugasnya banyak, kan?"
"Gak apa-apa, Mas," jawab Anindia cepat dengan gelengan kepala. "Aku bisa kok."
Keanu tidak langsung menjawab. Tatapannya menelisik jauh, seolah sedang membaca lebih dalam dari sekedar jawaban sederhana itu.
"Kalau capek, bilang ya?" Lanjut Keanu. "Jangan terlalu dipaksakan."
Anindia tersenyum tipis, meski tatapannya masih tertuju pad…
Anindia Dan Keanu: Indahnya Menikah Muda
Bab 9: Lelah yang tak terucap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments