Di taman kampus, udara siang itu terasa cukup hangat namun tetap nyaman karena rindangnya pepohonan yang menaungi beberapa bangku panjang di sana.
Keanu duduk seorang diri di salah satu bangku taman, laptop terbuka di pangkuannya. Jemarinya bergerak pelan di atas keyboard, sesekali berhenti saat ia membaca ulang tugas yang sedang ia kerjakan. Wajahnya terlihat tenang, fokus, sesekali hanya diiringi hembusan nafas pelan.
Taman kampus siang itu tidak terlalu ramai. Hanya beberapa mahasiswa berlalu-lalang sambil bercanda tawa atau sekedar duduk mengobrol di kejauhan.
Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Dari arah jalan setapak taman, terdengar suara langkah yang terburu-buru. Sampai akhirnya Vito muncul dengan wajah lelah, rambut sedikit berantakan, dan ransel yang digantung asal di satu bahu.
"Gue capek banget, gila... Kelas tambahan hari ini nyedot energi." Keluh Vito yang langsung duduk di samping Keanu tanpa permisi.
Keanu hanya melirik sekilas tanpa benar-benar terganggu, lalu kembali fokus ke layar laptopnya.
"Bro," ujar Vito sambil menunjuk dirinya sendiri. "Lo gak kasihan apa sama ini manusia yang baru disiksa akademik?"
"Kan masih hidup," jawab Keanu santai.
Vito mencondongkan badan ke sandaran kursi dengan ekspresi pasrah. "Itu udah pencapaian terbesar gue hari ini."
Keanu menghela nafas pelan, kali ini sedikit lebih jelas terdengar seperti tawa kecil uang ditahan. "Drama banget," gumamnya sambil tetap fokus mengetik.
Vito menoleh ke arah Keanu, lalu menunjuk laptopnya. "Lo tuh ya, orang baru selesai kelas tambahan, lo malah kayak gak punya beban hidup."
Keanu tidak langsung menjawab. Tangannya berhenti sejenak, lalu menutup sedikit layar laptopnya sebelum menatap Vito sekilas.
"Gue cuma lagi nunggu Anindia," ujar Keanu.
Vito langsung menaikkan alis, "Pantesan santai banget."
Keanu tidak membantah. Ia hanya tersenyum samar, lalu kembali menatap layar laptopnya. Sementara Vito kini bersandar di bangku taman sambil melipat tangan di belakang kepala. Ia…
Anindia Dan Keanu: Indahnya Menikah Muda
Bab 47: Di sela waktu yang menunggu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments