Malam itu, udara jalanan Jakarta terasa dingin bercampur asap rokok dan suara knalpot motor yang saling bersahutan.
Aku duduk di atas motor sambil memainkan kunci motor di tangan. Sementara beberapa temanku masih tertawa keras membahas balapan minggu sebelumnya.
Lampu-lampu jalan memantul samar di aspal yang sedikit basah sehabis hujan ringan. Musik dari warung kopi pinggir jalan terdengar samar, bercampur suara obrolan dan candaan yang tidak pernah berhenti.
"Bro, nanti jadi ikut, gak?" Tanya salah satu temanku sembari bersandar di motor.
Aku hanya mengangkat sebelah alis, lalu tersenyum tipis tanpa langsung menjawab. Saat itu, hidupku memang lebih banyak dihabiskan di tempat seperti ini dibanding rumah. Pulang malam, ikut balapan liar, mencari ribut kalau emosi sedang tidak stabil.
Dan malam itu, pikiranku juga sedang kacau. Sejak pertengkaran Papa dan Om Sandy, rumah terasa berbeda. Lebih sunyi, tapi justru membuat kepalaku semakin penuh. Makanya aku lebih memilih di luar.
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku dari belakang. Aku refleks menoleh cepat. Dan di sana, Rendra berdiri dengan kedua tangan masuk ke saku jaketnya.
Wajahnya terlihat santai, tapi sorot matanya selalu punya kesan menantang yang sulit dijelaskan. Kami seumuran, aku sering membuat masalah di sekolah, Rendra juga tidak jauh berbeda.
"Ternyata lo di sini," ujar Rendra sambil menyunggingkan senyum tipis.
Aku sedikit mengernyit, "Ngapain lo nyari gue?"
Rendra terkekeh pelan, lalu ikut bersandar di samping motorku. "Santai aja kali," ujarnya ringan. "Masa sepupu sendiri gak boleh nyamperin."
Aku tidak langsung menjawab. Jujur saja, hubungan kami memang sudah mulai aneh sejak masalah keluarga itu muncul. Tidak benar-benar musuhan waktu itu, tapi juga jauh dari kata dekat.
Malam itu, entah mengapa firasatku langsung terasa tidak enak begitu melihat Rendra datang menghampiri.
Rendra menoleh sekilas ke arah teman-temanku yang masih sibuk mengobrol, tak jauh dari sana. Setelahnya, ia kembali menatapk…
Anindia Dan Keanu: Indahnya Menikah Muda
Bab 29: Jejak luka lama (Part 2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments