Anniv 3. Maaf

Nyaring dering alarm ponsel di atas nakas membangunkan Krisna yang tengah larut dalam buaian mimpi. Kedua bola mata pria itu seketika terbuka kala suara nyaring alarm ponsel miliknya terdengar memekak telinga hingga menembus alam bawah sadarnya. Tubuhnya bergeliat dan nampak di samping tubuhnya seorang wanita cantik juga tengah tertidur pulas. Perlahan, Krisna menggeser posisinya, ia sandarkan punggungnya di head board ranjang dan ia raih ponsel yang sejak beberapa saat yang lalu seakan berteriak meminta untuk dijamah olehnya.

"Hah astaga, aku lupa!!!"

Seketika tubuh Krisna terperanjat kala ia lihat notifikasi alarm ponsel miliknya. 10th anniversary, itulah notifikasi yang terbaca. Satu notifikasi yang mungkin terlihat biasa-biasa saja namun tidak bagi seseorang yang saat ini tengah menunggu kepulangannya.

Krisna menyibak selimut tebal yang masih membungkus bagian bawah tubuh yang hanya terdapat sepotong boxer yang menutupi bagian inti miliknya. Lelaki itu bangkit dari posisinya dan cepat-cepat mengenakan pakaian yang berserakan di lantai kamar.

"Astaga, gara-gara Dinda menggodaku ketika mau pulang, aku jadi terlambat pulang seperti ini."

Krisna bergumam lirih sembari merapikan pakaian dan juga rambutnya. Ingatannya tiba-tiba tertuju pada saat ia berniat untuk pulang di jam delapan malam, namun secara tiba-tiba Dinda mengenakan lingerie yang sangat menggoda. Sampai akhirnya lelaki itu tergoda dan lupa jika ia harus segera pulang.

"Mas, mau ke mana malam-malam seperti ini?"

Dinda yang merasakan ada sebuah pergerakan di kamar miliknya turut membuka mata. Dahi wanita itu sedikit mengernyit kala melihat lelakinya sudah rapi dengan pakaian yang dikenakan.

"Aku harus pulang, Din. Aku lupa jika malam ini aku harus merayakan anniversary bersama Ganis. Dia pasti sudah menungguku."

"Ckkcckkkckkk... Jadi hanya perkara perayaan anniversary itu sampai membuatmu tergesa-gesa ingin pulang seperti ini?" tanya Dinda dengan nada sedikit kesal.

"Bukan tergesa-gesa, Dinda... Sudah sejak semalam aku berniat untuk pulang, tapi kamu terus saja menggodaku, akhirnya sampai kebablasan seperti ini."

Bibir Dinda mengerucut, kepalanya menunduk, ia elus-elus perutnya yang sudah nampak sedikit buncit.

"Nak, ternyata keberadaanmu tidak lantas membuatmu menjadi prioritas papamu. Lihatlah, papamu bahkan memilih untuk pulang sekarang daripada menemanimu di sini."

Krisna menghela napas panjang kemudian ia hembuskan kasar. Jika sang istri sudah melibatkan anak yang berada dalam kandungannya seperti ini, pertanda harus ada sesuatu yang ia berikan untuk membujuk agar tidak semakin merajuk.

Tungkai kaki Krisna terayun. Ia dekati wanita cantik yang di dalam perutnya sudah ada calon anak yang berasal dari darah dagingnya. Ia berjongkok sembari mengelus-elus perut istrinya yang tengah merajuk ini dan ia ciumi berkali-kali.

"Malam ini Papa pulang dulu ya Sayang. Dua minggu yang akan datang Papa janji akan nengokin kamu lagi. Kamu mau minta apa saja Papa turuti, oke?"

Mendengar ucapan Krisna membuat senyum bahagia merekah di bibir Dinda. Perasaan kesal dan marah karena melihat Krisna yang memutuskan untuk pulang secara tiba-tiba seketika menguap begitu saja. Tergantikan perasaan bahagia yang tiada terkira.

"Benarkah itu? Aku boleh minta apa saja?" tanya Dinda manja.

"Tentu Sayang. Apa yang kamu mau pasti akan aku belikan."

Dinda nampak berpikir sejenak. Tak berselang lama seutas senyum kembali terbit di bibirnya.

"Aku mau kalung berlian yang dijual oleh temanku boleh?"

Tanpa berpikir panjang, Krisna menganggukkan kepala. Ia berpikir semakin cepat ia bernegosiasi dengan Dinda maka ia bisa cepat kembali ke Jogja.

"Boleh Sayang. Aku janji dua minggu yang akan datang aku akan membelikannya untukmu."

"Makasih Sayang."

Dengan hati yang dipenuhi oleh kebahagiaan, Dinda memeluk erat tubuh Krisna. Entah mengapa ia merasa begitu dicintai oleh lelakinya ini.

"Terima kasih Sayang."

"Sama-sama Sayang. Kalau begitu aku pulang ya. Dua minggu mendatang kita bertemu lagi."

Dinda melepaskan pelukannya dari tubuh Krisna. "Hati-hati Sayang. Aku tunggu dua minggu mendatang."

Sebuah kecupan penuh cinta Krisna daratkan di bibir Dinda. Sebuah kecupan yang seakan mengisyaratkan berapa bahagianya ia saat ini memiliki seorang istri yang tengah mengandung darah dagingnya.

Tak ingin berlama-lama lagi yang bisa jadi membuat dirinya semakin terlambat tiba di rumah istri pertama, Krisna bergegas keluar kamar dan melajukan kuda besi miliknya, meninggalkan halaman rumah sang istri kedua.

"Semoga Ganis tidak curiga dan berpikir macam-macam perihal ini," ucap Krisna lirih merapalkan doa.

***

Rintik air hujan mengiringi laju mobil yang dikemudikan oleh Krisna di dini hari ini. Akhirnya, setelah hampir dua jam ia menempuh perjalanan, pria itu berhasil tiba di rumah dalam keadaan selamat. Perjalanannya kali ini sedikit lebih lama dari biasanya. Hal itu dikarenakan di tengah perjalanan ada pohon tumbang yang sedikit mengganggu pengguna jalan.

Perlahan, Krisna menarik tuas pintu depan. Dahi lelaki itu mengernyit mendapati pintu rumah ini sama sekali tidak terkunci. Ia paham jika semalaman, sang istri menunggu kepulangannya. Dengan langkah kaki pelan dan mengendap-endap layaknya seorang pencuri yang sedang menyatroni rumah kosong, Krisna menyusuri area dalam rumahnya ini.

Tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika manik matanya menangkap sosok wanita yang tengah tertidur pulas dengan meletakkan kepalanya di atas meja makan. Di hadapan wanita itu sudah terhidang kue black forest dengan lilin angka 10 yang masih belum dinyalakan.

Melihat pemandangan yang tersaji, membuat hati Krisna sedikit ngilu. Ada satu rasa yang sulit untuk ia ungkapkan yang mendadak memenuhi kalbu.

"Sayang... Bangun!"

Dengan penuh kelembutan, Krisna mengusap kepala Ganis, mencoba untuk membangunkannya. Sesekali lelaki itu mengecup pucuk kepala sang istri yang mungkin sebagai salah satu isyarat permintaan maafnya.

"Ssssttt... Sayang, bangun! Aku sudah pulang."

Krisna mencoba sekali lagi untuk membangunkan sang istri. Nampaknya istrinya ini begitu kelelahan menunggunya pulang sampai-sampai untuk dibangunkan pun sangat susah sekali. Seperti seseorang yang menahan rasa lelah bercampur kantuk yang tiada terperi.

"Eghhhhhmmmmm..."

Tubuh Ganis menggeliat dengan eraman lirih yang keluar dari bibirnya. Dua bola matanya berputar ke sembarang arah meski kelopaknya masih tertutup sempurna. Tak berselang lama kelopak mata itu terbuka dan wajah sang suami sudah ada di depan matanya.

"Mas.. Kamu pulang? Aku kira kamu tidak pulang."

Ganis mencoba menegakkan kepala. Tubuh yang sebelumnya meringkuk, kini duduk tegak di kursi. Dengan senyum yang dipenuhi oleh kebahagiaan, wanita itu menyambut kepulangan sang suami.

"Maafkan aku Sayang, aku terlambat pulang. Di perjalanan aku menemui kendala. Di Magelang hujan lebat sampai ada pohon tumbang sehingga mengganggu perjalanan."

Krisna berjongkok dan memeluk tubuh Ganis. Memeluknya dengan erat sebagai permohonan maaf karena sedikit berbohong. Berbohong karena bukan perkara pohon tumbang yang membuatnya terlambat pulang namun karena istri keduanya.

Ganis mengusap-usap punggung Krisna. "Tidak apa-apa Mas. Yang penting kamu bisa pulang dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apapun. Karena keselamatanmu jauh lebih berharga dari apapun."

Krisna mengurai pelukannya. Ia tatap lekat wajah Ganis dan ia ciumi setiap sudut wajah sang istri.

"Happy anniversary Sayang. Maaf jika aku masih banyak kurangnya sebagai suami."

Ganis meraih telapak tangan Krisna dan ia kecup berkali-kali.

"Sama-sama Mas, aku juga minta maaf jika banyak kurangnya. Semoga kamu tetap menjadikan aku satu-satunya pendamping hidup meskipun aku belum bisa memberikan keturunan."

Krisna terhenyak. Lelaki itu seperti kesusahan menelan salivanya ketika doa-doa itu dipanjatkan oleh Ganis.

Maafkan aku Ganis, karena permintaanmu itu tidak bisa aku penuhi. Aku sudah menikah dengan wanita lain dan saat ini aku tengah menanti kelahiran darah dagingku.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Yunita Sophi

Yunita Sophi

laki laki kurang ajar knp gak di cerai aja dari pada di bohongin terus... pelakor pengeretan aja belum tentu jg dia anak luh tuh...

2026-05-18

0

☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ

☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ

tuh kan si tukang bohong udah mulai beraksi... entah kebohongan apa lagi yang bakal ia katakan.. pasti ada yang lain juga kan..

2026-04-15

0

andin

andin

orang klo udah selingkuh itu pasti suka bohong.. terus berbohong untuk menutupi kebohongan lainnya

2026-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 Anniv 1. Sebuah Berita
2 Anniv 2. Menunggu
3 Anniv 3. Maaf
4 Anniv 4. Selembar Foto USG
5 Anniv 5. Teman Lama
6 Anniv 6. Selimut Dusta
7 Anniv 7. Memastikan
8 Anniv 8. Rencana ke Magelang
9 Anniv 9. Menagih Janji
10 Anniv 10. Terkuak
11 Anniv 11. Meminta Bagian
12 Anniv 12. Bertemu
13 Anniv 13. Sandiwara?
14 Anniv 14. Tersisih
15 Anniv 15. Terus Melangkah
16 Anniv 16. Pindah Kamar
17 Anniv 17. Mertua Mesum
18 Anniv 18. Drama Queen
19 Anniv 19. Memulai (Lagi)
20 Anniv 20. Larut Dalam Hasrat
21 Anniv 21. Suasana Hangat
22 Anniv 22. Sebuah Rencana (Jahat)
23 Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?
24 Anniv 24. Paket Kiriman
25 Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
26 Anniv 26. Kekesalan Istri Muda
27 Anniv 27. Terkesima
28 Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda
29 Anniv 29. Mendesak Lewat Mertua
30 Anniv 30. Laporan Sang Asisten Rumah Tangga
31 Anniv 31. Arogan
32 Anniv 32. Apes
33 Anniv 33. Istri Sah Mencuri Start
34 Anniv 34. Pembagian Harta
35 Anniv 35. Menghabiskan Waktu
36 Anniv 36. Masakan Sang Madu
37 Anniv 37. Ego yang Tertampar
38 Anniv 38. Tuduhan
39 Anniv 39. Liburan ke Bali
40 Anniv 40. Berondong Kaya
41 Anniv 41. Anugerah
42 Anniv 42. Terdengar dari Balik Pintu
43 Anniv 43. Bunga-Bunga Asmara
44 Anniv 44. Dirobohkan
45 Anniv 45. Dipermalukan
46 Anniv 46. Sesuai Porsi
47 Anniv 47. Kedatangan Adik Ipar
48 Anniv 48. Perut Rata
49 Anniv 49. Tak Seindah yang Dibayangkan
50 Anniv 50. Kacau Balau
51 Anniv 51. Menjalankan Rencana
52 Anniv 52. Celaka
53 Anniv 53. Tolong Selamatkan!
54 Anniv 54. Masih dalam Perlindungan Tuhan
55 Anniv 55. Kecewa Tak Sesuai Rencana
56 Anniv 56. Pindah Rumah
57 Anniv 57. Memasang Iklan
58 Anniv 58. Ada Kelainan
59 Anniv 59. Silakan Keluar dari Rumah Ini!
60 Anniv 60. Beda Istri Beda Rezeki
61 Anniv 61. Gubuk Derita
62 Anniv 62. Undangan
63 Anniv 63. Jejak Kenang
64 Anniv 64. Istri Ke-dua Kalah Lagi
65 Anniv 65. Terjual Dua Miliar
66 Anniv 66. Kontraksi
67 Anniv 67. Keracunan dan Kelahiran
68 Anniv 68. Tak Bisa Menerima Kenyataan
69 Anniv 69. Harus Mengakhiri
70 Anniv 70. Kabur
71 Anniv 71. Ditahan Polisi
72 Anniv 72. Kembali Kepada Sang Pencipta
73 Anniv 73. Sebuah Permintaan
74 Anniv 74. Dilema
75 Anniv 75. Satu Keputusan
76 Anniv 76. Menyambangi
77 Anniv 77. Jemputlah Kebahagiaanmu
78 Anniv 78. Kejutan di Lampu Merah
79 Anniv 79. Meregang Nyawa?
80 Anniv 80. Bebas
81 Anniv 81. Menutup Lembar Kisah
82 Anniv 82. Sang Penipu Ulung
83 Anniv 83. Black Card
84 Anniv 84. Melarikan Diri
85 Anniv 85. Dipermalukan
86 Anniv 86. Diusir
87 Anniv 87. Tertangkap
88 Anniv 88. Pintu Maaf
89 Anniv 89. Tak Terduga
90 Anniv 90. Bahagia
91 Novel Baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Anniv 1. Sebuah Berita
2
Anniv 2. Menunggu
3
Anniv 3. Maaf
4
Anniv 4. Selembar Foto USG
5
Anniv 5. Teman Lama
6
Anniv 6. Selimut Dusta
7
Anniv 7. Memastikan
8
Anniv 8. Rencana ke Magelang
9
Anniv 9. Menagih Janji
10
Anniv 10. Terkuak
11
Anniv 11. Meminta Bagian
12
Anniv 12. Bertemu
13
Anniv 13. Sandiwara?
14
Anniv 14. Tersisih
15
Anniv 15. Terus Melangkah
16
Anniv 16. Pindah Kamar
17
Anniv 17. Mertua Mesum
18
Anniv 18. Drama Queen
19
Anniv 19. Memulai (Lagi)
20
Anniv 20. Larut Dalam Hasrat
21
Anniv 21. Suasana Hangat
22
Anniv 22. Sebuah Rencana (Jahat)
23
Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?
24
Anniv 24. Paket Kiriman
25
Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
26
Anniv 26. Kekesalan Istri Muda
27
Anniv 27. Terkesima
28
Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda
29
Anniv 29. Mendesak Lewat Mertua
30
Anniv 30. Laporan Sang Asisten Rumah Tangga
31
Anniv 31. Arogan
32
Anniv 32. Apes
33
Anniv 33. Istri Sah Mencuri Start
34
Anniv 34. Pembagian Harta
35
Anniv 35. Menghabiskan Waktu
36
Anniv 36. Masakan Sang Madu
37
Anniv 37. Ego yang Tertampar
38
Anniv 38. Tuduhan
39
Anniv 39. Liburan ke Bali
40
Anniv 40. Berondong Kaya
41
Anniv 41. Anugerah
42
Anniv 42. Terdengar dari Balik Pintu
43
Anniv 43. Bunga-Bunga Asmara
44
Anniv 44. Dirobohkan
45
Anniv 45. Dipermalukan
46
Anniv 46. Sesuai Porsi
47
Anniv 47. Kedatangan Adik Ipar
48
Anniv 48. Perut Rata
49
Anniv 49. Tak Seindah yang Dibayangkan
50
Anniv 50. Kacau Balau
51
Anniv 51. Menjalankan Rencana
52
Anniv 52. Celaka
53
Anniv 53. Tolong Selamatkan!
54
Anniv 54. Masih dalam Perlindungan Tuhan
55
Anniv 55. Kecewa Tak Sesuai Rencana
56
Anniv 56. Pindah Rumah
57
Anniv 57. Memasang Iklan
58
Anniv 58. Ada Kelainan
59
Anniv 59. Silakan Keluar dari Rumah Ini!
60
Anniv 60. Beda Istri Beda Rezeki
61
Anniv 61. Gubuk Derita
62
Anniv 62. Undangan
63
Anniv 63. Jejak Kenang
64
Anniv 64. Istri Ke-dua Kalah Lagi
65
Anniv 65. Terjual Dua Miliar
66
Anniv 66. Kontraksi
67
Anniv 67. Keracunan dan Kelahiran
68
Anniv 68. Tak Bisa Menerima Kenyataan
69
Anniv 69. Harus Mengakhiri
70
Anniv 70. Kabur
71
Anniv 71. Ditahan Polisi
72
Anniv 72. Kembali Kepada Sang Pencipta
73
Anniv 73. Sebuah Permintaan
74
Anniv 74. Dilema
75
Anniv 75. Satu Keputusan
76
Anniv 76. Menyambangi
77
Anniv 77. Jemputlah Kebahagiaanmu
78
Anniv 78. Kejutan di Lampu Merah
79
Anniv 79. Meregang Nyawa?
80
Anniv 80. Bebas
81
Anniv 81. Menutup Lembar Kisah
82
Anniv 82. Sang Penipu Ulung
83
Anniv 83. Black Card
84
Anniv 84. Melarikan Diri
85
Anniv 85. Dipermalukan
86
Anniv 86. Diusir
87
Anniv 87. Tertangkap
88
Anniv 88. Pintu Maaf
89
Anniv 89. Tak Terduga
90
Anniv 90. Bahagia
91
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!