Anniv 5. Teman Lama

Ganis duduk termenung di meja kasir. Pandangannya menerawang jauh. Di dalam otaknya masih berputar-putar sebuah pertanyaan perihal selembar foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami. Siapa? Ada hubungan apa?

Pertanyaan itulah yang membuat Ganis seperti kehilangan gairah untuk menjalani hari ini. Hari yang seharusnya bisa membuatnya bersemangat mengingat ada banyak pesanan kue, namun justru membuatnya tak memiliki daya sedikitpun untuk ikut berkontribusi dalam pembuatan kue seperti yang ia rencanakan dari rumah. Hingga ia pun sedari tadi hanya duduk di kursi kasir sembari menghitung belanjaan para pelanggan.

"Permisi Mbak, saya mau mengambil pesanan kue!"

Seorang pria berpakaian casual berdiri di depan meja kasir. Dahinya mengernyit melihat seorang wanita yang tengah duduk terdiam, termenung dengan tatapan menerawang tak merespon sedikitpun.

"Mbak, Mbak, Mbak.."

Pria itu semakin keheranan melihat Ganis yang semakin tidak memberikan respon. Ia sampai bertanya-tanya ada hal apa gerangan sampai membuat wanita ini seperti mati suri.

Rani yang tengah melintas di sekitar meja kasir mencoba untuk mendekat ke arah meja kasir. Ia sekilas tersenyum ke arah si pria sebagai isyarat permintaan maaf.

"Bu... Bu Ganis!" seru Rani sembari ia tepuk lengan tangan Ganis.

"Eh... Apa Ran?" Ganis terkesiap dengan tubuh sedikit terperanjat. Nampaknya wanita itu mulai kembali ke alam sadarnya.

"Itu Bu, ada yang mau mengambil pesanan!"

Ganis mengedarkan pandangannya ke arah depan. Terlihat sosok lelaki berdiri sembari memandangnya dengan tatapan penuh keheranan.

"Eh, maaf ya Mas. Bagaimana? Apa yang bisa saya bantu?" tanya Ganis mencoba untuk membungkus rasa malunya karena mengabaikan customer yang entah sudah berapa lama.

"Saya mau mengambil pesanan kue Mbak."

"Oh, yang di ambil di jam dua ini ya? Kok cepat sekali mengambilnya Mas? Apa tidak kepagian?"

Si pria hanya tergelak pelan mendengar pertanyaan Ganis. Pesanan di ambil jam dua sedangkan saat ini sudah jam dua kurang seperempat, masih dianggap terlalu pagi.

"Jadi menurut Mbak, harus jam berapa saya kemari untuk mengambil?"

"Setengah dua atau mungkin jam dua kurang seperempat Mas."

Pria itu semakin tergelak. "Oh begitu ya Mbak? Apakah ada perbedaan waktu antara saya dengan Anda? Kalau di saya sudah jam dua kurang seperempat sih Mbak, entah kalau milik Mbaknya."

Ganis melihat penunjuk waktu yang ada di ponselnya. Tak hanya itu saja, ia juga melirik ke arah jam yang menempel di sudut ruangan untuk memastikan. Tiba-tiba saja wajah Ganis memerah karena malu.

"Eh, maaf ya Mas. Saya kira ini masih jam dua belas."

Ganis bangkit dari posisinya. Ia berjalan menuju ruang produksi, untuk melihat sampai di mana pesanan kue yang dipesan siang hari ini.

"Ran, bagaimana? Sudah siap semua?" tanya Ganis kepada Rani dengan sedikit rasa cemas. Khawatir jika pesanan kue belum selesai.

Rani hanya bisa nyengir kuda. Entah apa yang terjadi pada pemilik toko kue ini sampai-sampai tidak tahu jika pesanan kue sudah siap dari jam satu tadi.

"Itu semua ada di sana Bu," ucap Rani sembari menunjuk ke arah sebuah meja di mana biasanya pesanan-pesanan yang sudah siap di letakkan di sana.

Ganis menoleh ke arah meja yang ditunjukkan oleh Rani. Senyum penuh kelegaan muncul di bibir. Ia bersyukur karena seluruh karyawan yang bekerja di toko kuenya benar-benar bisa diandalkan.

"Alhamdulillah... Terima kasih banyak Ran, kamu dan tim sudah bekerja dengan sangat baik."

"Sama-sama Bu."

Ganis kembali ke lelaki yang masih berdiri di depan meja kasir. Dengan senyum yang lebar, ia mencoba untuk melayani customer nya ini meskipun hatinya sedang dilanda perasaan yang tidak baik-baik saja.

"Untuk per box nya harga dua puluh lima ribu ya Mas. Dua puluh lima ribu dikali dua ratus box total lima juta rupiah dan kemarin sudah ada DP dua juta lima ratus ribu, jadi kekurangan dua juta lima ratus ribu rupiah."

"Debet bisa Mbak?" tanya lelaki itu sembari mengulurkan kartu debet miliknya.

"Bisa Mas. Tunggu sebentar." Ganis mengambil mesin EDC dan ia masukkan kartu debet milik si lelaki. "Silakan pinnya Mas."

"Sudah Mbak!" ucapnya seraya kembali menyerahkan mesin EDC kepada Rengganis.

"Baik Mas, ini bukti pembayarannya dan ini kartu debetnya."

"Terima kasih Mbak."

"Sama-sama Mas. Biar pesanannya ditaruh karyawan saya di mobil Anda."

"Baik Mbak."

Lelaki itu keluar dan memilih menunggu di beranda toko. Diikuti Ganis yang mengambil sebuah box kemudian ia isi dengan beberapa kue yang tersedia. Ia pun menyusul si lelaki yang berada di beranda.

"Mas, ini dibawa ya," ucap Ganis seraya menyerahkan sebuah box yang berisikan beberapa kue dan jajanan pasar.

"Loh, apa ini Mbak?" tanyanya penasaran dengan apa yang diberikan oleh Ganis.

"Sedikit bonus karena sudah pesan di toko kue kami. Semoga bisa jadi langganan."

"Wah, terima kasih banyak ya Mbak."

"Sama-sama Mas."

"Oh iya Mbak, maaf kalau lancang. Kalau boleh tahu nama Anda siapa ya? Sepertinya wajah Anda tidak asing."

"Saya Rengganis, Mas."

Dahi lelaki itu mengernyit. "Rengganis? Rengganis Sekar Kinanti?"

Kini giliran Rengganis yang mengernyitkan dahi. "Kok Anda bisa tahu? Apakah sebelumnya kita pernah bertemu dan saling mengenal?"

"Rengganis Sekar Kinanti, IPS 2 SMA 79, sekretaris OSIS?"

Rengganis semakin terhenyak. Ia tatap lekat wajah lelaki yang berada di hadapannya ini. Mencoba mengingat-ingat siapa gerangan dirinya.

"Rangga Danabrata Wijaya?"

Lelaki itu tersenyum simpul. "Syukurlah kalau kamu masih ingat."

"MashaAllah... Sibuk apa sekarang Ga?"

Lelaki bernama Rangga itu hanya terkekeh. "Tidak sibuk apa-apa Nis. Pengangguran."

"Ckkckkkk.. Kamu ini terlalu merendah."

Rangga mengedarkan pandangannya ke sekeliling. "Jadi ini toko roti milikmu?"

Ganis menganggukkan kepala. "Betul Ga. Usaha kecil-kecilan untuk aktivitas ibu rumah tangga."

"Hmmmmmmm.. Bagus itu Nis. Yang penting kita berdaya. Sebenarnya melihat toko kue milikmu ini aku punya sedikit ide dan konsep. Tapi sepertinya aku dikejar waktu untuk segera membawa pesanan ini sampai rumah. Jadi inshaAllah lain kali aku kemari lagi untuk membicarakannya denganmu."

"Waah terima kasih banyak jika kamu memiliki masukan untuk toko kue milikku, Ga. Iya, jika kamu punya waktu kamu bisa datang kemari."

"Baik kalau begitu Nis. Aku pamit dulu."

Rangga melangkahkan kaki dan masuk ke dalam mobil setelah semua kue pesanannya sudah masuk ke dalam bagasi. Ia menghidupkan mesin mobil dan perlahan kuda besinya mulai melaju meninggalkan toko kue milik Ganis.

Rangga menatap lekat bayang tubuh Ganis yang masih terpantul di spion mobil. Lelaki itu tersenyum kecil hingga lesung pipit di pipinya muncul.

"Bahkan ketika aku kembali dipertemukan lagi denganmu pun, tidak ada jalan bagiku untuk bisa memilikimu, Nis."

.

.

.

Terpopuler

Comments

El Jasmin

El Jasmin

ohh mas Rangga ini pengagum rahasianya mbak Ganis toh🤣🤣 sepertinya lebih ganteng mas Rangga daripada Krisna

2026-04-11

0

andin

andin

ulalaalaaa.. tangga ini secret admirer nya Ganis ya.. aku rasa lebih ganteng rangga daripada Krisna😂

2026-04-18

0

Fumiko Sora

Fumiko Sora

uwaaaaaaa.... Rangga Danabrata Wijaya... apakah dulunya ia secret admirer Rengganis??? 🤣🤣🤣 seru thor... lanjut

2026-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 Anniv 1. Sebuah Berita
2 Anniv 2. Menunggu
3 Anniv 3. Maaf
4 Anniv 4. Selembar Foto USG
5 Anniv 5. Teman Lama
6 Anniv 6. Selimut Dusta
7 Anniv 7. Memastikan
8 Anniv 8. Rencana ke Magelang
9 Anniv 9. Menagih Janji
10 Anniv 10. Terkuak
11 Anniv 11. Meminta Bagian
12 Anniv 12. Bertemu
13 Anniv 13. Sandiwara?
14 Anniv 14. Tersisih
15 Anniv 15. Terus Melangkah
16 Anniv 16. Pindah Kamar
17 Anniv 17. Mertua Mesum
18 Anniv 18. Drama Queen
19 Anniv 19. Memulai (Lagi)
20 Anniv 20. Larut Dalam Hasrat
21 Anniv 21. Suasana Hangat
22 Anniv 22. Sebuah Rencana (Jahat)
23 Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?
24 Anniv 24. Paket Kiriman
25 Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
26 Anniv 26. Kekesalan Istri Muda
27 Anniv 27. Terkesima
28 Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda
29 Anniv 29. Mendesak Lewat Mertua
30 Anniv 30. Laporan Sang Asisten Rumah Tangga
31 Anniv 31. Arogan
32 Anniv 32. Apes
33 Anniv 33. Istri Sah Mencuri Start
34 Anniv 34. Pembagian Harta
35 Anniv 35. Menghabiskan Waktu
36 Anniv 36. Masakan Sang Madu
37 Anniv 37. Ego yang Tertampar
38 Anniv 38. Tuduhan
39 Anniv 39. Liburan ke Bali
40 Anniv 40. Berondong Kaya
41 Anniv 41. Anugerah
42 Anniv 42. Terdengar dari Balik Pintu
43 Anniv 43. Bunga-Bunga Asmara
44 Anniv 44. Dirobohkan
45 Anniv 45. Dipermalukan
46 Anniv 46. Sesuai Porsi
47 Anniv 47. Kedatangan Adik Ipar
48 Anniv 48. Perut Rata
49 Anniv 49. Tak Seindah yang Dibayangkan
50 Anniv 50. Kacau Balau
51 Anniv 51. Menjalankan Rencana
52 Anniv 52. Celaka
53 Anniv 53. Tolong Selamatkan!
54 Anniv 54. Masih dalam Perlindungan Tuhan
55 Anniv 55. Kecewa Tak Sesuai Rencana
56 Anniv 56. Pindah Rumah
57 Anniv 57. Memasang Iklan
58 Anniv 58. Ada Kelainan
59 Anniv 59. Silakan Keluar dari Rumah Ini!
60 Anniv 60. Beda Istri Beda Rezeki
61 Anniv 61. Gubuk Derita
62 Anniv 62. Undangan
63 Anniv 63. Jejak Kenang
64 Anniv 64. Istri Ke-dua Kalah Lagi
65 Anniv 65. Terjual Dua Miliar
66 Anniv 66. Kontraksi
67 Anniv 67. Keracunan dan Kelahiran
68 Anniv 68. Tak Bisa Menerima Kenyataan
69 Anniv 69. Harus Mengakhiri
70 Anniv 70. Kabur
71 Anniv 71. Ditahan Polisi
72 Anniv 72. Kembali Kepada Sang Pencipta
73 Anniv 73. Sebuah Permintaan
74 Anniv 74. Dilema
75 Anniv 75. Satu Keputusan
76 Anniv 76. Menyambangi
77 Anniv 77. Jemputlah Kebahagiaanmu
78 Anniv 78. Kejutan di Lampu Merah
79 Anniv 79. Meregang Nyawa?
80 Anniv 80. Bebas
81 Anniv 81. Menutup Lembar Kisah
82 Anniv 82. Sang Penipu Ulung
83 Anniv 83. Black Card
84 Anniv 84. Melarikan Diri
85 Anniv 85. Dipermalukan
86 Anniv 86. Diusir
87 Anniv 87. Tertangkap
88 Anniv 88. Pintu Maaf
89 Anniv 89. Tak Terduga
90 Anniv 90. Bahagia
91 Novel Baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Anniv 1. Sebuah Berita
2
Anniv 2. Menunggu
3
Anniv 3. Maaf
4
Anniv 4. Selembar Foto USG
5
Anniv 5. Teman Lama
6
Anniv 6. Selimut Dusta
7
Anniv 7. Memastikan
8
Anniv 8. Rencana ke Magelang
9
Anniv 9. Menagih Janji
10
Anniv 10. Terkuak
11
Anniv 11. Meminta Bagian
12
Anniv 12. Bertemu
13
Anniv 13. Sandiwara?
14
Anniv 14. Tersisih
15
Anniv 15. Terus Melangkah
16
Anniv 16. Pindah Kamar
17
Anniv 17. Mertua Mesum
18
Anniv 18. Drama Queen
19
Anniv 19. Memulai (Lagi)
20
Anniv 20. Larut Dalam Hasrat
21
Anniv 21. Suasana Hangat
22
Anniv 22. Sebuah Rencana (Jahat)
23
Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?
24
Anniv 24. Paket Kiriman
25
Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
26
Anniv 26. Kekesalan Istri Muda
27
Anniv 27. Terkesima
28
Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda
29
Anniv 29. Mendesak Lewat Mertua
30
Anniv 30. Laporan Sang Asisten Rumah Tangga
31
Anniv 31. Arogan
32
Anniv 32. Apes
33
Anniv 33. Istri Sah Mencuri Start
34
Anniv 34. Pembagian Harta
35
Anniv 35. Menghabiskan Waktu
36
Anniv 36. Masakan Sang Madu
37
Anniv 37. Ego yang Tertampar
38
Anniv 38. Tuduhan
39
Anniv 39. Liburan ke Bali
40
Anniv 40. Berondong Kaya
41
Anniv 41. Anugerah
42
Anniv 42. Terdengar dari Balik Pintu
43
Anniv 43. Bunga-Bunga Asmara
44
Anniv 44. Dirobohkan
45
Anniv 45. Dipermalukan
46
Anniv 46. Sesuai Porsi
47
Anniv 47. Kedatangan Adik Ipar
48
Anniv 48. Perut Rata
49
Anniv 49. Tak Seindah yang Dibayangkan
50
Anniv 50. Kacau Balau
51
Anniv 51. Menjalankan Rencana
52
Anniv 52. Celaka
53
Anniv 53. Tolong Selamatkan!
54
Anniv 54. Masih dalam Perlindungan Tuhan
55
Anniv 55. Kecewa Tak Sesuai Rencana
56
Anniv 56. Pindah Rumah
57
Anniv 57. Memasang Iklan
58
Anniv 58. Ada Kelainan
59
Anniv 59. Silakan Keluar dari Rumah Ini!
60
Anniv 60. Beda Istri Beda Rezeki
61
Anniv 61. Gubuk Derita
62
Anniv 62. Undangan
63
Anniv 63. Jejak Kenang
64
Anniv 64. Istri Ke-dua Kalah Lagi
65
Anniv 65. Terjual Dua Miliar
66
Anniv 66. Kontraksi
67
Anniv 67. Keracunan dan Kelahiran
68
Anniv 68. Tak Bisa Menerima Kenyataan
69
Anniv 69. Harus Mengakhiri
70
Anniv 70. Kabur
71
Anniv 71. Ditahan Polisi
72
Anniv 72. Kembali Kepada Sang Pencipta
73
Anniv 73. Sebuah Permintaan
74
Anniv 74. Dilema
75
Anniv 75. Satu Keputusan
76
Anniv 76. Menyambangi
77
Anniv 77. Jemputlah Kebahagiaanmu
78
Anniv 78. Kejutan di Lampu Merah
79
Anniv 79. Meregang Nyawa?
80
Anniv 80. Bebas
81
Anniv 81. Menutup Lembar Kisah
82
Anniv 82. Sang Penipu Ulung
83
Anniv 83. Black Card
84
Anniv 84. Melarikan Diri
85
Anniv 85. Dipermalukan
86
Anniv 86. Diusir
87
Anniv 87. Tertangkap
88
Anniv 88. Pintu Maaf
89
Anniv 89. Tak Terduga
90
Anniv 90. Bahagia
91
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!