Anniv 4. Selembar Foto USG

Bulir-bulir embun masih bergelayut manja di permukaan daun. Mereka seakan enggan melepaskan pelukannya yang akan membuat mereka jatuh di hamparan bumi. Harum aroma hujan semalam juga masih menguar. Menciptakan kesegaran bagi manusia yang akan memulai aktivitasnya di pagi hari ini.

Kelopak mata Rengganis perlahan terbuka saat anak-anak sinar mentari pagi mulai menembus jendela kaca kamarnya. Ia menggeser tubuhnya dan memilih untuk bersandar di head board ranjang.

Butuh waktu sedikit lama untuk bisa kembali meraih kesadaran penuh. Hingga, manik mata Ganis tertuju pada lantai kamar. Di mana pakaian miliknya dan suami berserakan di sana. Senyumnya mengembang kala teringat akan sesuatu yang terjadi setelah ia dan Krisna melaksanakan sholat subuh beberapa waktu yang lalu.

"Mas Krisna benar-benar ganas di ranjang!"

Ganis tersipu malu kala teringat permainan ranjangnya bersama sang suami beberapa saat yang lalu. Sebuah permainan hasrat yang begitu panas dan ganas sampai-sampai membuat Ganis kewalahan mengimbangi permainan Krisna. Seperti pelampiasan hasrat yang terpendam karena sudah dua minggu mereka tidak bertemu.

Ganis mengedarkan pandangannya ke tiap penjuru kamar. Hingga pandangannya tertuju pada jam dinding yang menempel di sudut kamar.

"Astaghfirullah, jam delapan? Mas Krisna. Aku belum menyiapkan sarapan untuknya!"

Masih sedikit diselimuti oleh rasa kantuk, Rengganis turun dari ranjang. Ia harus cepat-cepat menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami. Ia kenakan piyama yang berserak di lantai dan bergegas turun ke bawah. Ketika melintas di ruang makan, langkah kaki Rengganis justru terhenti. Ia dibuat melongo akan hidangan yang sudah tersaji di atas meja makan.

"Selamat pagi Sayang, kamu sudah bangun?" sambut Krisna sembari membawa satu gelas susu hangat.

"Loh Mas, kamu masak?"

Rengganis sedikit keheranan melihat sang suami yang sibuk di dapur. Lelaki itu sudah rapi dengan pakaian kerjanya namun masih menyempatkan diri untuk masak.

"Aku tidak masak, Sayang. Aku hanya membuatkan sandwich dan susu hangat untukmu." Krisna menarik salah satu kursi makan. "Ayo Sayang kita sarapan sama-sama."

Ganis tersenyum lebar melihat sikap sang suami yang penuh dengan perhatian ini. Salah satu perhatian kecil namun benar-benar bisa membuatnya bahagia menjadi seorang istri.

"Sini aku suapin! Buka mulutnya. Aaaaa...."

Ganis membuka mulut, menerima suapan sandwich yang dibuat oleh Krisna. Perlahan, indera perasa milik Ganis dimanjakan oleh rasa nikmat sandwich yang dibuat oleh sang suami.

"Bagaimana Sayang? Enak?"

"Enak Mas, enak banget."

"Syukurlah kalau kamu suka, Sayang. Sandwich ini sebagai permintaan maafku karena semalam aku sudah membuatmu menunggu. Aku khawatir kamu kecewa dan marah, Sayang."

Ganis tersenyum tipis. Ia raih tangan Krisna dan ia genggam dengan erat.

"Bagaimana bisa aku kecewa dan marah jika melihat sikapmu yang manis seperti ini Mas? Aku memang sempat merasa kecewa karena kamu seakan mengabaikan hari yang sangat penting bagi pernikahan kita, tapi itu semua terhapus dengan sikapmu yang begitu manis seperti ini."

Krisna yang kini menciumi buku-buku jemari Ganis. "Sekali lagi aku minta maaf Sayang. Aku janji, kejadian seperti semalam adalah untuk pertama dan terakhir kali. Besok-besok ketika menjelang hari anniversary kita, aku usahakan untuk ada di Jogja."

"Tidak apa-apa Mas. Santai saja. Oh iya, bagaimana kantor cabangmu yang ada di Magelang? Lancar semua kan?" tanya Ganis di sela-sela kunyahannya.

"Alhamdulillah lancar semua Sayang. Kita bekerjasama dengan pabrik konveksi yang ada di sekitar Magelang, jadi untuk pengiriman, mereka gunakan jasa ekspedisi kita."

"Alhamdulillah kalau begitu Mas. Aku bersyukur karena Allah melimpahkan begitu banyak rahmat untuk keluarga kita."

"Iya Sayang, aku juga sangat bersyukur."

"Oh iya Mas, kemarin aku datang ke panti dan di sana aku bertemu dengan pak Dirman. Kata pak Dirman dia sempat melihatmu di salah satu pusat perbelanjaan di Magelang dan katanya dia melihat di samping kemudimu ada seorang wanita."

Uhukkk... uhukkkk... Uhukkk....

Mendengar berita yang disampaikan oleh Ganis, tiba-tiba saja membuat Krisna tersedak kopi yang tengah ia teguk. Sebuah berita yang ia anggap bisa mengancam keberlangsungan sebuah rahasia yang selama ini ia tutup rapat-rapat.

Astaga.. Mengapa dunia ini serasa sempit sekali? Sampai ada orang yang mengenal Ganis melihatku pergi bersama Dinda di pusat perbelanjaan.

"Aduh Mas, kok sampai tersedak seperti itu sih? Pelan-pelan dong."

"Ehem.... Ehemmm..." Krisna mencoba untuk mengatur kembali napasnya. "Mana ada aku berada di pusat perbelanjaan, Sayang? Setiap hari aku selalu disibukkan dengan pekerjaan di kantor cabang, jadi aku tidak pernah ada waktu untuk pergi ke pusat perbelanjaan."

"Jadi pak Dirman salah lihat ya Mas? Tapi katanya mobilnya juga sama persis dengan mobil milikmu?" sambung Ganis menyampaikan apa yang diucapkan oleh Dirman.

"Aku yakin pak Dirman salah lihat, Sayang. Lagipula yang punya mobil seperti milikku kan banyak, tidak hanya aku saja."

Ganis mengangguk-anggukkan kepala. Ia merasa apa yang diucapkan oleh Krisna sangat masuk akal.

"Benar juga ya Mas. Pak Dirman bisa jadi memang salah lihat."

"Sudahlah Sayang, kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang memang tidak seharusnya kamu pikirkan. Di Magelang aku bekerja keras untuk memajukan bisnis turun temurun keluargaku, tidak ada waktu untuk melakukan sesuatu yang bisa menyakitimu."

Ganis tersenyum simpul dengan hati yang terasa begitu hangat. Ucapan Krisna benar-benar membuatnya percaya jika lelaki yang menjadi suaminya ini adalah lelaki yang sangat setia.

"Iya Mas, aku percaya padamu. Lagipula sudah sepuluh tahun kita menjalani biduk rumah tangga. Aku yakin kamu tidak akan sampai hati merusak keutuhan rumah tangga yang selama ini sudah kita bangun sama-sama dengan sebuah kebohongan."

Jantung Krisna tiba-tiba berdegup kencang mendengar ucapan Ganis. Ucapan istrinya ini seakan menjadi tamparan keras untuknya. Ia pun hanya bisa tersenyum kecut dan tidak tahu apa yang harus ia ucapkan.

"Betul Sayang. Keutuhan rumah tangga kita terlalu mahal jika harus aku tukar dengan kebohongan."

"Iya Mas, aku percaya padamu."

***

Dengan langkah tergesa-gesa, Ganis menuruni anak tangga. Ia teringat jika hari ini ada pesanan kue yang lumayan banyak yang akan diambil di jam dua siang. Ia harus cepat-cepat tiba di toko kue miliknya untuk ikut mempersiapkan segala sesuatu bersama karyawan di sana.

"Bu Ganis, apa ada pakaian kotor di kamar? Saya mau nyuci."

Pertanyaan Maryati membuat Ganis menepuk jidatnya sendiri. Ia ingat jika pakaian kotor yang ada di kamar belum ia bawa turun ke laundry room.

"Astaghfirullah, aku lupa, Bu. Tunggu sebentar ya, aku ambilkan dulu."

"Baik Bu."

Ganis kembali menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya. Ia ambil pakaian-pakaian kotor yang ada di dalam keranjang. Sebelum ia keluar dari kamar, pandangannya tertuju pada kemeja yang menggantung di belakang pintu.

"Mas Krisna kebiasaan, pakaian kotor tidak langsung ditaruh di keranjang," ucapnya sembari berdecak dan mengambil kemeja kotor di balik pintu.

Pluk!

"Eh, apa itu?"

Ganis sedikit keheranan melihat ada sesuatu yang terjatuh dari saku kemeja milik Krisna. Tanpa pikir panjang ia pungut sesuatu itu dan ia tatap lekat. Dahinya mengernyit melihat selembar foto yang tidak asing di penglihatannya.

"Ini kan foto hasil USG. USG milik siapa ini?"

Ganis membaca dengan seksama semua tulisan yang ada di dalam foto USG itu.

"Rumah Sakit Harapan Bunda. Nyonya Dinda Larasati 27 tahun."

Kedua bola mata Ganis semakin terbelalak sempurna namun tiba-tiba matanya terasa memanas hingga membentuk bulir-bulir bening di sudut matanya. Tak memerlukan waktu lama, bulir-bulir bening itu menetes membasahi wajah ketika ia bisa memahami apa yang ada di dalam foto USG itu.

"Usia kehamilan lima bulan. Siapa wanita bernama Dinda Larasati ini? Dan mengapa foto USG miliknya ada di saku kemeja mas Krisna? Apakah dia selingkuhan mas Krisna?"

.

.

.

Terpopuler

Comments

cinta semu

cinta semu

sudah jelas ada foto USG lengkap dgn nama rmh sakit serta nama pemilik USG ny ...ayo ganis ..cerdas dikit ...

2026-04-08

0

andin

andin

nah loh ada foto USG... tapi kalopun ganis nyari tau, pihak RS juga gak bakalan ngasih informasi, krn itu semua data pasien yang gak boleh disebar sembarangan

2026-04-18

0

ceuceu

ceuceu

denger suami sm cewe lain malah ngoming ke suami,bodoh bgt jd istri,wajar di selingkuhi.
liat usg tar nanya suami jg deh

2026-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Anniv 1. Sebuah Berita
2 Anniv 2. Menunggu
3 Anniv 3. Maaf
4 Anniv 4. Selembar Foto USG
5 Anniv 5. Teman Lama
6 Anniv 6. Selimut Dusta
7 Anniv 7. Memastikan
8 Anniv 8. Rencana ke Magelang
9 Anniv 9. Menagih Janji
10 Anniv 10. Terkuak
11 Anniv 11. Meminta Bagian
12 Anniv 12. Bertemu
13 Anniv 13. Sandiwara?
14 Anniv 14. Tersisih
15 Anniv 15. Terus Melangkah
16 Anniv 16. Pindah Kamar
17 Anniv 17. Mertua Mesum
18 Anniv 18. Drama Queen
19 Anniv 19. Memulai (Lagi)
20 Anniv 20. Larut Dalam Hasrat
21 Anniv 21. Suasana Hangat
22 Anniv 22. Sebuah Rencana (Jahat)
23 Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?
24 Anniv 24. Paket Kiriman
25 Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
26 Anniv 26. Kekesalan Istri Muda
27 Anniv 27. Terkesima
28 Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda
29 Anniv 29. Mendesak Lewat Mertua
30 Anniv 30. Laporan Sang Asisten Rumah Tangga
31 Anniv 31. Arogan
32 Anniv 32. Apes
33 Anniv 33. Istri Sah Mencuri Start
34 Anniv 34. Pembagian Harta
35 Anniv 35. Menghabiskan Waktu
36 Anniv 36. Masakan Sang Madu
37 Anniv 37. Ego yang Tertampar
38 Anniv 38. Tuduhan
39 Anniv 39. Liburan ke Bali
40 Anniv 40. Berondong Kaya
41 Anniv 41. Anugerah
42 Anniv 42. Terdengar dari Balik Pintu
43 Anniv 43. Bunga-Bunga Asmara
44 Anniv 44. Dirobohkan
45 Anniv 45. Dipermalukan
46 Anniv 46. Sesuai Porsi
47 Anniv 47. Kedatangan Adik Ipar
48 Anniv 48. Perut Rata
49 Anniv 49. Tak Seindah yang Dibayangkan
50 Anniv 50. Kacau Balau
51 Anniv 51. Menjalankan Rencana
52 Anniv 52. Celaka
53 Anniv 53. Tolong Selamatkan!
54 Anniv 54. Masih dalam Perlindungan Tuhan
55 Anniv 55. Kecewa Tak Sesuai Rencana
56 Anniv 56. Pindah Rumah
57 Anniv 57. Memasang Iklan
58 Anniv 58. Ada Kelainan
59 Anniv 59. Silakan Keluar dari Rumah Ini!
60 Anniv 60. Beda Istri Beda Rezeki
61 Anniv 61. Gubuk Derita
62 Anniv 62. Undangan
63 Anniv 63. Jejak Kenang
64 Anniv 64. Istri Ke-dua Kalah Lagi
65 Anniv 65. Terjual Dua Miliar
66 Anniv 66. Kontraksi
67 Anniv 67. Keracunan dan Kelahiran
68 Anniv 68. Tak Bisa Menerima Kenyataan
69 Anniv 69. Harus Mengakhiri
70 Anniv 70. Kabur
71 Anniv 71. Ditahan Polisi
72 Anniv 72. Kembali Kepada Sang Pencipta
73 Anniv 73. Sebuah Permintaan
74 Anniv 74. Dilema
75 Anniv 75. Satu Keputusan
76 Anniv 76. Menyambangi
77 Anniv 77. Jemputlah Kebahagiaanmu
78 Anniv 78. Kejutan di Lampu Merah
79 Anniv 79. Meregang Nyawa?
80 Anniv 80. Bebas
81 Anniv 81. Menutup Lembar Kisah
82 Anniv 82. Sang Penipu Ulung
83 Anniv 83. Black Card
84 Anniv 84. Melarikan Diri
85 Anniv 85. Dipermalukan
86 Anniv 86. Diusir
87 Anniv 87. Tertangkap
88 Anniv 88. Pintu Maaf
89 Anniv 89. Tak Terduga
90 Anniv 90. Bahagia
91 Novel Baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Anniv 1. Sebuah Berita
2
Anniv 2. Menunggu
3
Anniv 3. Maaf
4
Anniv 4. Selembar Foto USG
5
Anniv 5. Teman Lama
6
Anniv 6. Selimut Dusta
7
Anniv 7. Memastikan
8
Anniv 8. Rencana ke Magelang
9
Anniv 9. Menagih Janji
10
Anniv 10. Terkuak
11
Anniv 11. Meminta Bagian
12
Anniv 12. Bertemu
13
Anniv 13. Sandiwara?
14
Anniv 14. Tersisih
15
Anniv 15. Terus Melangkah
16
Anniv 16. Pindah Kamar
17
Anniv 17. Mertua Mesum
18
Anniv 18. Drama Queen
19
Anniv 19. Memulai (Lagi)
20
Anniv 20. Larut Dalam Hasrat
21
Anniv 21. Suasana Hangat
22
Anniv 22. Sebuah Rencana (Jahat)
23
Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?
24
Anniv 24. Paket Kiriman
25
Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
26
Anniv 26. Kekesalan Istri Muda
27
Anniv 27. Terkesima
28
Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda
29
Anniv 29. Mendesak Lewat Mertua
30
Anniv 30. Laporan Sang Asisten Rumah Tangga
31
Anniv 31. Arogan
32
Anniv 32. Apes
33
Anniv 33. Istri Sah Mencuri Start
34
Anniv 34. Pembagian Harta
35
Anniv 35. Menghabiskan Waktu
36
Anniv 36. Masakan Sang Madu
37
Anniv 37. Ego yang Tertampar
38
Anniv 38. Tuduhan
39
Anniv 39. Liburan ke Bali
40
Anniv 40. Berondong Kaya
41
Anniv 41. Anugerah
42
Anniv 42. Terdengar dari Balik Pintu
43
Anniv 43. Bunga-Bunga Asmara
44
Anniv 44. Dirobohkan
45
Anniv 45. Dipermalukan
46
Anniv 46. Sesuai Porsi
47
Anniv 47. Kedatangan Adik Ipar
48
Anniv 48. Perut Rata
49
Anniv 49. Tak Seindah yang Dibayangkan
50
Anniv 50. Kacau Balau
51
Anniv 51. Menjalankan Rencana
52
Anniv 52. Celaka
53
Anniv 53. Tolong Selamatkan!
54
Anniv 54. Masih dalam Perlindungan Tuhan
55
Anniv 55. Kecewa Tak Sesuai Rencana
56
Anniv 56. Pindah Rumah
57
Anniv 57. Memasang Iklan
58
Anniv 58. Ada Kelainan
59
Anniv 59. Silakan Keluar dari Rumah Ini!
60
Anniv 60. Beda Istri Beda Rezeki
61
Anniv 61. Gubuk Derita
62
Anniv 62. Undangan
63
Anniv 63. Jejak Kenang
64
Anniv 64. Istri Ke-dua Kalah Lagi
65
Anniv 65. Terjual Dua Miliar
66
Anniv 66. Kontraksi
67
Anniv 67. Keracunan dan Kelahiran
68
Anniv 68. Tak Bisa Menerima Kenyataan
69
Anniv 69. Harus Mengakhiri
70
Anniv 70. Kabur
71
Anniv 71. Ditahan Polisi
72
Anniv 72. Kembali Kepada Sang Pencipta
73
Anniv 73. Sebuah Permintaan
74
Anniv 74. Dilema
75
Anniv 75. Satu Keputusan
76
Anniv 76. Menyambangi
77
Anniv 77. Jemputlah Kebahagiaanmu
78
Anniv 78. Kejutan di Lampu Merah
79
Anniv 79. Meregang Nyawa?
80
Anniv 80. Bebas
81
Anniv 81. Menutup Lembar Kisah
82
Anniv 82. Sang Penipu Ulung
83
Anniv 83. Black Card
84
Anniv 84. Melarikan Diri
85
Anniv 85. Dipermalukan
86
Anniv 86. Diusir
87
Anniv 87. Tertangkap
88
Anniv 88. Pintu Maaf
89
Anniv 89. Tak Terduga
90
Anniv 90. Bahagia
91
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!