PP Bab 2 - Patuhi Aku

Di dalam kamarnya Aluna berdiri cukup lama tanpa bergerak. Tatapan mama Sarah yang tajam masih melukai hatinya hingga sekarang, tatapan yang membuat Aluna semakin menyadari bahwa ia hanyalah orang asing di rumah ini. Padahal sungguh, Aluna telah sangat menyayangi mama Sarah dan papa Pieter sebagai kedua orang tuanya sendiri.

Tapi sayangnya perasaan tulus Aluna belum mampu menyentuh hati keduanya.

Gaun putih itu masih berada dalam genggaman Aluna, kainnya lembut dan jatuh dengan anggun, begitu indah hingga mata siapa pun yang melihatnya pasti akan terpukau. Namun di mata Aluna, gaun itu bukan sekadar pakaian melainkan sebuah beban yang perlahan menekan dadanya.

Aluna menatap gaun itu tanpa berkedip, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan yang tak berani ia ucapkan bahkan pada dirinya sendiri.

Pernikahan.

Kata itu terasa begitu asing dan menakutkan.

Selama ini hidupnya hanya berkutat pada satu hal, yaitu menjadi seperti Jesselyn. Ia tidak pernah diajarkan untuk memiliki keinginan sendiri, apalagi menentukan masa depan. Bahkan untuk hal kecil seperti memilih makanan atau pakaian saja, Aluna tidak memiliki hak.

Lalu bagaimana dengan pernikahan ini? Apa yang harus Aluna lakukan?

“Apakah dia bersedia menerimaku?” ucap Aluna lirih.

Nama itu kembali terngiang di kepalanya, Davion Harold.

Tubuh Aluna sedikit gemetar. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan perasaan yang tiba-tiba membuncah di dalam dadanya.

“Apa aku boleh menjadi diriku sendiri dalam pernikahan ini?” gumamnya pelan, hampir seperti sebuah doa yang ia tahu tidak akan pernah dikabulkan.

Namun hanya beberapa detik.

Aluna perlahan menggelengkan kepalanya sendiri. Ekspresi yang awalnya penuh harap minu kembali berubah jadi dingin.

“Tidak, aku tidak boleh berharap.”

Karena Aluna tahu betul , sejak awal ia ada di rumah ini bukan karena dirinya adalah Aluna. Melainkan karena ia harus menggantikan Jesselyn.

Dan seorang pengganti tidak pernah memiliki hak untuk diinginkan.

Dengan gerakan perlahan Aluna akhirnya mengenakan gaun putih itu. Kainnya menyentuh kulitnya yang lembut, Aluna berdiri di depan cermin dan menatap pantulan dirinya sendiri.

Begitu malam semakin larut, kediaman keluarga Myles tampak lebih riuh dari biasanya. Lampu-lampu besar menyala terang, memantulkan kemewahan di setiap sudut ruangan.

Para pelayan bergerak cepat memastikan tidak ada satu pun yang terlewat dari persiapan malam ini. Bahkan kedua kakak Aluna pun pulang untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Satu per satu mobil mewah mulai memasuki halaman rumah, keluarga Harold akhirnya tiba.

Di ruang tengah, Papa Pieter menyambut mereka dengan penuh kehormatan. Senyumnya lebar dan sikapnya hangat, mencerminkan betapa pentingnya pertemuan ini bagi dirinya.

“Selamat datang, Tuan Aston Harold. Kami merasa terhormat bisa menyambut Anda di sini,” ucapnya diiringi senyuman.

Aston Harold menerima penyambutan ini dengan tangan terbuka. Di sampingnya seorang wanita elegan tersenyum anggun, memancarkan kelas dan ketenangan yang sama, yaitu sang istri Ivana Harold.

Namun di antara mereka ada satu sosok yang langsung menarik perhatian semua orang. Seorang pria muda dengan postur tubuh tinggi dan tegap. Wajahnya tampan dengan garis rahang yang tegas, matanya tajam, namun terlihat dingin.

Dialah Davion Harold.

"Ayo kita duduk, pelayan akan memanggil Aluna untuk turun," ucap mama Sarah pula.

Sementara itu di lantai atas, Aluna masih duduk di depan meja riasnya saat pintu kamar akhirnya terbuka, pelayan masuk dan langsung menunduk hormat padanya.

“Nona, keluarga Harold sudah tiba. Anda diminta untuk segera turun,” ucap pelayan itu dengan sopan.

Aluna mengangguk pelan. Terus menunjukkan ketenangan meskipun hatinya telah berantakan. Belum berdiri namun tangan Aluna sudah terasa dingin dan jantungnya berdetak lebih cepat.

Namun seperti yang selalu ia lakukan, Aluna tak boleh kalah dengan rasa takutnya sendiri. Aluna bangkit dan merapikan gaunnya, memastikan tidak ada satu pun lipatan yang salah, lalu menegakkan bahu dan segera keluar dari kamar ini.

Senyum tipis kembali ia bentuk di bibirnya, menciptakan kesan seolah malam ini bukan hanya spesial bagi kedua orang tuanya, tapi juga merupakan malam yang Aluna inginkan.

Langkahnya mulai bergerak menuju tangga besar. Setiap langkah yang Aluna ambil rasanya berat sekali, namun ia tetap berjalan dengan anggun seperti yang telah diajarkan kepadanya.

Saat ia mulai menuruni anak tangga, suara percakapan di ruang tengah perlahan mereda. Satu per satu orang mulai menoleh ke arahnya.

Dan dalam sekejap semua perhatian tertuju padanya.

Gaun putih yang ia kenakan membuatnya tampak begitu bersinar di bawah cahaya lampu. Rambutnya tertata rapi dan wajahnya cantik sekali dan senyumnya begitu menawan. Aluna tampak seperti seorang putri dari negeri dongeng.

Atau lebih tepatnya seperti Jesselyn.

Mama Sarah menatapnya dengan penuh bangga, sorot matanya merasa puas karena berhasil membesarkan Aluna dengan baik. Anak yang dia pungut di panti asuhan beberapa tahun lalu kini benar-benar memerankan Jesselyn dengan sangat baik.

Andai Jesselyn masih bersamanya sekarang, pasti Jesselyn akan tumbuh sempurna seperti Aluna.

Namun di antara semua tatapan itu ada satu tatapan yang terasa berbeda bagi Aluna, semua orang menyambut kedatangannya dengan senyum tapi pria itu terus menatapnya dingin.

Saat kaki Aluna mencapai anak tangga terakhir, tanpa sadar ia mengangkat pandangannya. Dan di saat itulah akhirnya tatapan mereka saling bertemu seperti garis lurus

Seseorang yang sangat Aluna yakini sebagai Davion Harold.

'Ya Tuhan,' batin Aluna lirih.

"Ini adalah putriku satu-satunya, Aluna Myles," ucap papa Pieter tak kalah bangga dengan mama Sarah.

"Cantik sekali, aku dengar Aluna belum lama ini memenangkan piano competition di Paris, dia sangat berbakat," sahut Ivana.

"Benar, cita-cita Aluna memang menjadi seorang pianis yang terkenal," jawab Sarah bohong, karena sebenarnya cita-cita itu adalah milik Jesselyn, bukan Aluna. "Dan sekarang dia sudah mencapainya."

"Cukup, sekarang ayo kita duduk dan membicarakan tentang perikanan," potong Pieter dan membuat semua orang di sana tertawa kecil, termasuk Aluna dan kecuali Davion.

Selama pembicaraan Aluna berulang kali mengangguk setuju, tiap hal yang mama Sarah ucapan Aluna pasti akan langsung mengiyakannya.

Bukannya terlihat sebagai anak yang patuh, Davion justru melihatnya lain. Di matanya gadis bernama Aluna sangat bodoh. Mereka semua tahu bahwa pernikahan ini hanyalah bentuk lain dari kata bisnis. Namun Aluna bersikap seolah semuanya karena cinta.

Dimatanya Aluna telihat seperti gadis bermuka dua.

Setelah pembicaraan keluarga selesai, kini Aluna dan Davion dibiarkan duduk bersama di ruang tengah tersebut, sementara keluarga yang lain mulai berpindah ke meja makan.

Aluna memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Davion yang dingin. Dengan suara gemetar dia bahkan memberanikan diri untuk bicara lebih dulu.

"Dav, kuharap pernikahan kita akan berjalan dengan baik," ucap Aluna.

Davion tersenyum miring, "Tentu saja, pernikahan kita akan berjalan dengan baik selama kamu tetap jadi gadis yang penurut. Patuhi aku seperti kamu mematuhi kedua orang tuamu."

Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

Jangan terseponah dengan penampilan luarnya aluna. karena yang terlihat baik , belum tentu baik. siapa tahu malah sifatnya seperti monsters. jadi kamu jangan lemah dan mudah di tindas.

jadi penasaran..sebenarnya aluna ini anaknya siapa? kenapa dia tinggal di panti asuhan? kemana orang tua kandung aluna? 🤔 apa mungkin aluna ini sebenarnya anak dari keluarga berada dan dia di culik, lalu di taruh di panti asuhan gitu? kalau di telisik lebih dalam, aluna ini sepertinya anak dari orang yang punya nama besar. mungkin karena persaingan bisnis atau Masalah Internal dalam keluarga, akhirnya ada seseorang yang menaruh aluna di panti 🤣🤣 atau jangan2 malah jeslyn sekrang ini tinggal di dalam keluarga Aluna kandung 🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️

2026-04-03

6

Ny Rudi Harianto

Ny Rudi Harianto

wooop.....dengan sekali jumpa langsung tau bagaimana Aluna....hebat 👍👍👍
mudah-mudahan pernikahan mereka bisa mengubah dan jadi awal sebuah kebebasan dlm hidup Aluna

2026-04-03

3

Dini Rachmawati

Dini Rachmawati

Emangnya Jesselyn kemana ya kak, Aluna diambil dari panti asuhan saat usia berapa ya kok semuanya harus seperti Jesselyn juga tentang laki laki yang disukainya ....

2026-04-04

1

lihat semua
Episodes
1 PP Bab 1 - Putri Pengganti
2 PP Bab 2 - Patuhi Aku
3 PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna
4 PP Bab 4 - Tak Sejalan
5 PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang
6 PP Bab 6 - Apa Dia Robot?
7 PP Bab 7 - Bohong
8 PP Bab 8 - Frustasi
9 PP Bab 9 - Apa Masih Bisa Diam
10 PP Bab 10 - Kamu Mau?
11 PP Bab 11 - Harapan
12 PP Bab 12 - Anjingku
13 PP Bab 13 - Pil KB Darurat
14 PP Bab 14 - Perintah Seseorang
15 PP Bab 15 - Siapa Dirimu Sebenarnya
16 PP Bab 16 - Lepas Bajuku
17 PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu
18 PP Bab 18 - Kering Dengan Sendirinya
19 PP Bab 19 - Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Hamil?
20 PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
21 PP Bab 21 - Setelah Semuanya Selesai
22 PP Bab 22 - Tawa Kecil
23 PP Bab 23 - Aku Bonekamu
24 PP Bab 24 - Sapa Dulu Adik Mu
25 PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?
26 PP Bab 26 - Lehernya, Pundaknya
27 PP Bab 27 - Jam 2 Dini Hari
28 PP Bab 28 - Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa
29 PP Bab 29 - Semua Orang Boleh Tertipu
30 PP Bab 30 - Setelah Jesselyn Ditemukan
31 PP Bab 31 - Putus Aluna
32 PP Bab 32 - Di Tangan Davion
33 PP Bab 33 - Rekaman
34 PP Bab 34 - Hai, Aku Clara
35 PP Bab 35 - Bersama Kami
36 PP Bab 36 - Pergilah
37 PP Bab 37 - Sumber Masalah
38 PP Bab 38 - Kamu Tidak Akan Pernah Mulai, Aluna
39 PP Bab 39 - Melepas Nama Myles
40 PP Bab 40 - Dav, Aku Ingin Kita Cerai
41 PP Bab 41 - Mommy Akan Mensyukuri Perceraian ku Dengan Aluna
42 PP Bab 42 - Jangan Bercanda
43 PP Bab 43 - Jesselyn Myles
44 PP Bab 44 - Hanya Aku Yang Boleh
45 PP Bab 45 - Sudah Atau Belum?
46 PP Bab 46 - Betapa Liciknya Wanita Itu
47 PP Bab 47 - Sangat Memalukan
48 PP Bab 48 - Aku Tidak Kenal
49 PP Bab 49 - Boneka Keluarga Myles
50 PP Bab 50 - Aku Sangat Sibuk
51 PP Bab 51 - Siapa Yang Datang?
52 PP Bab 52 - Aku Tidak Mengerti
53 PP Bab 53 - Membatalkan Perceraian Kita
54 PP Bab 54 - TIDAK
55 PP Bab 55 - Menu Spesial
56 PP Bab 56 - Sangat Paham Pria Itu
57 PP Bab 57 - Itu Tugasmu
58 PP Bab 58 - Kamu Harus Bisa
59 PP Bab 59 - Membuatnya Malu
60 PP Bab 60 - Buat Gaun Aluna Basah
61 PP Bab 61 - Aku Hanya Rindu
62 PP Bab 62 - Aku Harus Apa lagi?
63 PP Bab 63 - Tidak Bisakah
64 PP Bab 64 - Boleh Aku Menciummu?
65 PP Bab 65 - Aku Tidak Bisa Tidur
66 PP Bab 66 - Tak Pernah Sejajar
67 PP Bab 67 - Tidak Boleh
68 PP Bab 68 - Penjelasan Lain
69 PP Bab 69 - Tak Ada Ikatan Batin
70 PP Bab 70 - Hanya Penggantiku
71 PP Bab 71 - Tidak Sepenting Itu
72 PP Bab 72 - Bisakah Hubungan Kita Berubah?
73 PP Bab 73 - Berdiri Di Sana
74 PP Bab 74 - Membuatmu Tidak Takut Lagi Padaku
75 PP Bab 75 - Asing Dengan Sentuhan Lembbut Davion
76 PP Bab 76 - Jangan Ganggu Aluna
77 PP Bab 77 - Yang Mampu Merubah
78 PP Bab 78 - Selama Tiga Bulan
79 PP Bab 79 - Biar Aku Yang Buka Pintunya
80 PP Bab 80 - Sebelum Kamu Izinkan
81 PP Bab 81 - Boleh Aku Menciummu? (2)
82 PP Bab 82 - Boleh Aku Menciummu? (3)
83 PP Bab 83 - Pernah Tidur Bersama
84 PP Bab 84 - Aura Bad Boy
85 PP Bab 85 - Kosongkan Ruangan Direktur Utama
86 Seribu Dolar Untuk Semalam
87 PP Bab 86 - Pesan Bibi Emma
88 PP Bab 87 - Meyakinkan Diri Sendiri
89 PP Bab 88 - Menyesal Telah Menemukan mu
90 PP Bab 89 - Kusimpan Dulu Izinnya Untuk Nanti Malam
91 PP Bab 90 - Mencoba Menebus
92 PP Bab 91 - Mengikis Jarak
93 PP Bab 92 - Bagaimana Kabarmu, Al?
94 PP Bab 93 - Memilih Diriku Sendiri
95 PP Bab 94 - Lampu Merah
96 PP Bab 95 - Rahasia
97 PP Bab 96 - Ke Luar Negeri
98 PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
99 PP Bab 98 - Benang Merah
100 PP Bab 98 - Cara Yang Benar
101 PP Bab 100 - Aku Yang Salah
102 PP Bab 101 - Kamu Mau Apa?
103 PP Bab 102 - Patuh Tanpa Tekanan
104 PP Bab 103 - Haris Terdiam
105 PP Bab 104 - Malam Terakhir
106 PP Bab 105 - Kehilangan Sebagian Jiwanya
107 PP Bab 106 - Katakan
108 PP Bab 107 - Priaku
109 PP Bab 108 - Sangat Merindukanmu
110 PP Bab 109 - Maukah Kamu Menikah Denganku?
111 PP Bab 110 - Mau Kubuat Terasa Nyata?
112 PP Bab 111 - Astaga
113 PP Bab 112 - Tekad Jesselyn
114 PP Bab 113 - Adalah Aku
115 PP Bab 114 - Kenapa Malah Makin Tampan?
116 PP Bab 115 - Cup!
117 PP Bab 116 - Malam Perttama
118 PP Bab 117 - Rumah Sakit Medistra
119 PP Bab 118 - Menangislah
120 PP Bab 119 - Kamu Pulang Cepat, Ya
121 PP Bab 120 - Selamat Datang, Sayang
122 PP Bab 121 - Begitu Liarr
123 PP Bab 122 - Kamu Sudah Puas Belum?
124 PP Bab 123 - Aluna Meleleh
125 PP Bab 124 - Jangan Ragukan Kekuatanku
126 PP Bab 125 - Aluna Myles
127 Istri Idiot Sang Jenderal
Episodes

Updated 127 Episodes

1
PP Bab 1 - Putri Pengganti
2
PP Bab 2 - Patuhi Aku
3
PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna
4
PP Bab 4 - Tak Sejalan
5
PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang
6
PP Bab 6 - Apa Dia Robot?
7
PP Bab 7 - Bohong
8
PP Bab 8 - Frustasi
9
PP Bab 9 - Apa Masih Bisa Diam
10
PP Bab 10 - Kamu Mau?
11
PP Bab 11 - Harapan
12
PP Bab 12 - Anjingku
13
PP Bab 13 - Pil KB Darurat
14
PP Bab 14 - Perintah Seseorang
15
PP Bab 15 - Siapa Dirimu Sebenarnya
16
PP Bab 16 - Lepas Bajuku
17
PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu
18
PP Bab 18 - Kering Dengan Sendirinya
19
PP Bab 19 - Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Hamil?
20
PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
21
PP Bab 21 - Setelah Semuanya Selesai
22
PP Bab 22 - Tawa Kecil
23
PP Bab 23 - Aku Bonekamu
24
PP Bab 24 - Sapa Dulu Adik Mu
25
PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?
26
PP Bab 26 - Lehernya, Pundaknya
27
PP Bab 27 - Jam 2 Dini Hari
28
PP Bab 28 - Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa
29
PP Bab 29 - Semua Orang Boleh Tertipu
30
PP Bab 30 - Setelah Jesselyn Ditemukan
31
PP Bab 31 - Putus Aluna
32
PP Bab 32 - Di Tangan Davion
33
PP Bab 33 - Rekaman
34
PP Bab 34 - Hai, Aku Clara
35
PP Bab 35 - Bersama Kami
36
PP Bab 36 - Pergilah
37
PP Bab 37 - Sumber Masalah
38
PP Bab 38 - Kamu Tidak Akan Pernah Mulai, Aluna
39
PP Bab 39 - Melepas Nama Myles
40
PP Bab 40 - Dav, Aku Ingin Kita Cerai
41
PP Bab 41 - Mommy Akan Mensyukuri Perceraian ku Dengan Aluna
42
PP Bab 42 - Jangan Bercanda
43
PP Bab 43 - Jesselyn Myles
44
PP Bab 44 - Hanya Aku Yang Boleh
45
PP Bab 45 - Sudah Atau Belum?
46
PP Bab 46 - Betapa Liciknya Wanita Itu
47
PP Bab 47 - Sangat Memalukan
48
PP Bab 48 - Aku Tidak Kenal
49
PP Bab 49 - Boneka Keluarga Myles
50
PP Bab 50 - Aku Sangat Sibuk
51
PP Bab 51 - Siapa Yang Datang?
52
PP Bab 52 - Aku Tidak Mengerti
53
PP Bab 53 - Membatalkan Perceraian Kita
54
PP Bab 54 - TIDAK
55
PP Bab 55 - Menu Spesial
56
PP Bab 56 - Sangat Paham Pria Itu
57
PP Bab 57 - Itu Tugasmu
58
PP Bab 58 - Kamu Harus Bisa
59
PP Bab 59 - Membuatnya Malu
60
PP Bab 60 - Buat Gaun Aluna Basah
61
PP Bab 61 - Aku Hanya Rindu
62
PP Bab 62 - Aku Harus Apa lagi?
63
PP Bab 63 - Tidak Bisakah
64
PP Bab 64 - Boleh Aku Menciummu?
65
PP Bab 65 - Aku Tidak Bisa Tidur
66
PP Bab 66 - Tak Pernah Sejajar
67
PP Bab 67 - Tidak Boleh
68
PP Bab 68 - Penjelasan Lain
69
PP Bab 69 - Tak Ada Ikatan Batin
70
PP Bab 70 - Hanya Penggantiku
71
PP Bab 71 - Tidak Sepenting Itu
72
PP Bab 72 - Bisakah Hubungan Kita Berubah?
73
PP Bab 73 - Berdiri Di Sana
74
PP Bab 74 - Membuatmu Tidak Takut Lagi Padaku
75
PP Bab 75 - Asing Dengan Sentuhan Lembbut Davion
76
PP Bab 76 - Jangan Ganggu Aluna
77
PP Bab 77 - Yang Mampu Merubah
78
PP Bab 78 - Selama Tiga Bulan
79
PP Bab 79 - Biar Aku Yang Buka Pintunya
80
PP Bab 80 - Sebelum Kamu Izinkan
81
PP Bab 81 - Boleh Aku Menciummu? (2)
82
PP Bab 82 - Boleh Aku Menciummu? (3)
83
PP Bab 83 - Pernah Tidur Bersama
84
PP Bab 84 - Aura Bad Boy
85
PP Bab 85 - Kosongkan Ruangan Direktur Utama
86
Seribu Dolar Untuk Semalam
87
PP Bab 86 - Pesan Bibi Emma
88
PP Bab 87 - Meyakinkan Diri Sendiri
89
PP Bab 88 - Menyesal Telah Menemukan mu
90
PP Bab 89 - Kusimpan Dulu Izinnya Untuk Nanti Malam
91
PP Bab 90 - Mencoba Menebus
92
PP Bab 91 - Mengikis Jarak
93
PP Bab 92 - Bagaimana Kabarmu, Al?
94
PP Bab 93 - Memilih Diriku Sendiri
95
PP Bab 94 - Lampu Merah
96
PP Bab 95 - Rahasia
97
PP Bab 96 - Ke Luar Negeri
98
PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
99
PP Bab 98 - Benang Merah
100
PP Bab 98 - Cara Yang Benar
101
PP Bab 100 - Aku Yang Salah
102
PP Bab 101 - Kamu Mau Apa?
103
PP Bab 102 - Patuh Tanpa Tekanan
104
PP Bab 103 - Haris Terdiam
105
PP Bab 104 - Malam Terakhir
106
PP Bab 105 - Kehilangan Sebagian Jiwanya
107
PP Bab 106 - Katakan
108
PP Bab 107 - Priaku
109
PP Bab 108 - Sangat Merindukanmu
110
PP Bab 109 - Maukah Kamu Menikah Denganku?
111
PP Bab 110 - Mau Kubuat Terasa Nyata?
112
PP Bab 111 - Astaga
113
PP Bab 112 - Tekad Jesselyn
114
PP Bab 113 - Adalah Aku
115
PP Bab 114 - Kenapa Malah Makin Tampan?
116
PP Bab 115 - Cup!
117
PP Bab 116 - Malam Perttama
118
PP Bab 117 - Rumah Sakit Medistra
119
PP Bab 118 - Menangislah
120
PP Bab 119 - Kamu Pulang Cepat, Ya
121
PP Bab 120 - Selamat Datang, Sayang
122
PP Bab 121 - Begitu Liarr
123
PP Bab 122 - Kamu Sudah Puas Belum?
124
PP Bab 123 - Aluna Meleleh
125
PP Bab 124 - Jangan Ragukan Kekuatanku
126
PP Bab 125 - Aluna Myles
127
Istri Idiot Sang Jenderal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!