Putri Pengganti

Putri Pengganti

PP Bab 1 - Putri Pengganti

“Aluna, jangan makan coklat, Sayang. Jesselyn bahkan tidak pernah menyentuhnya.”

Suara lembut itu seketika membuat Aluna terdiam. Tangannya yang kecil langsung berhenti di udara. Coklat yang baru saja akan ia gigit itu perlahan ia letakkan kembali ke atas meja, seolah benda itu adalah sesuatu yang terlarang baginya.

“Iya, Ma,” jawab Aluna pelan, dia bahkan menjauhkan tubuhnya dari meja dan menatap ke sembarang arah, agar tak melihat coklat dan banyak makanan enak dalam acara yang mereka hadiri sekarang.

Sejak usianya sembilan tahun, hidup Aluna berubah sepenuhnya. Ia diadopsi oleh keluarga Myles yang kaya raya dan kehilangan putri mereka, Jesselyn. Semua orang mengatakan Aluna sangat beruntung.

Dari panti asuhan sederhana, kini ia tinggal di rumah besar, memiliki kamar luas, pakaian indah, dan pendidikan yang terbaik.

Namun, tak ada yang tahu bahwa Aluna tidak pernah benar-benar menjadi dirinya sendiri. Sebab dia harus selalu menjadi seperti Jesselyn.

“Aluna, duduk yang tegak, Jesselyn tidak pernah membungkuk seperti itu," bisik Mama Sarah.

Aluna segera membenarkan posisi duduknya, tapi tak berselang lama perintah yang lain ia dapatkan lagi...

“Aluna, jangan tertawa terlalu keras, Sayang. Jesselyn itu sangat anggun, saat dia tertawa dia menutup mulutnya,”

“Aluna, Gunakan tangan kiri saat memegang gelas. Itu kebiasaan Jesselyn selama ini.”

"Baik, Ma," jawab Aluna yang hanya mampu untuk selalu patuh. Dia tak boleh menolak agar tak dikembalikan ke panti asuhan.

Setiap hari, setiap detik Aluna terus diingatkan bahwa dirinya bukanlah dirinya, ia adalah putri pengganti.

Bukan anak yang sesungguhnya dan hanya bayangan dari seseorang yang bahkan tidak pernah Aluna kenal.

"Aluna tersenyum lah saat kita pamit pulang, senyum tipis jangan terlalu lebar. Ingat itu ya."

"Baik, Ma," jawab Aluna lagi.

Setibanya di rumah Aluna pun tak bisa langsung beristirahat, ia harus pergi ke perpustakaan yang ada di rumah dan membaca buku beberapa lembar. Kebiasaan seperti ini selalu Jesselyn lakukan dulu dan ibu angkat Aluna ingin ia pun melakukan hal yang sama.

Karena apa? Agar semua kenangan Jesselyn tak pernah benar-benar hilang dari rumah ini.

Tepat jam 9 malam barulah pelayan membuka pintu perpustakaan tersebut. "Nona, sekarang anda boleh beristirahat," ucap pelayan tersebut.

Aluna hanya diam dan mengangguk kecil, dia pun dilarang bicara dengan para pelayan karena dinilai tak pantas. Setelah menjadi putri pengganti di keluarga Myles, Aluna harus selalu memposisikan dirinya. Bahwa dia bukan lagi anak biasa, melainkan anak keluarga konglomerat.

Tiba di kamarnya Aluna berdiri di depan cermin besar. Ia mengenakan gaun putih yang dipilihkan Mama, gaun dengan warna yang katanya dulu adalah favorit Jesselyn.

Rambutnya ditata dengan cara yang sama. Bahkan cara ia tersenyum pun sudah dilatih. Aluna menatap pantulan dirinya sendiri lama.

“Apa aku sudah seperti Jesselyn?” gumamnya.

Aluna selalu berusaha menjadi anak yang baik dan penurut. Ia harus bisa mengikuti semua aturan dan menekan semua keinginannya sendiri. Bahkan rasa sukanya terhadap coklat pun harus ia kubur dalam-dalam karena Jesselyn tidak menyukainya.

"Aku tidak boleh membantah, aku harus bisa menjadi seperti Jesselyn. Agar aku tidak dibuang lagi," ucap Aluna. Ucapannya begitu miris, namun dia tersenyum kecil seperti yang diajarkan oleh sang mama.

Aluna tidak ingin kembali menjadi anak yang tidak diinginkan.

Hari-hari berlalu dan tahun demi tahun pun terlewati. Aluna tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, anggun, dan sempurna di mata orang lain.

“Aluna,” panggil Papa Peiter, saat ini mereka tengah berada di ruang keluarga. Beberapa saat lalu Aluna baru saja memainkan piano untuk membuat kedua orang tuanya terkesan.

“Iya, Pa,” jawab Aluna lembut, seperti yang selalu ia latih.

“Kamu sudah dewasa sekarang, Nak. Tahun ini usiamu 23 tahun.”

Aluna mengangguk pelan, waktu telah berlalu begitu jauh. Sampai kini Aluna sendiri tak mengenali siapa sebenarnya dia, Aluna atau Jesselyn?

“Sudah waktunya kamu mulai memikirkan masa depan, Sayang,” ucap papa Pieter.

Jantung Aluna berdetak sedikit lebih cepat. Entah kenapa firasatnya terasa tidak nyaman. Karena tiap kali ayahnya bicara serius seperti ini maka ada hal lain yang harus Aluna lakukan untuk bisa menjadi seperti Jesselyn.

Padahal telah banyak hal yang Aluna lakukan, tapi rasanya selalu kurang untuk kedua orang tuanya. Entah sampai kapan Aluna hidup seperti ini, baginya menjadi diri sendiri adalah sesuatu hal yang sangat mustahil untuk dia lakukan.

Mama tersenyum pula, menatap Aluna dengan penuh harap seperti biasa.

“Kami sudah memikirkan yang terbaik untukmu Sayang, juga terbaik untuk keluarga kita," ucap Papa lagi.

Aluna mengepalkan tangannya di atas pangkuan, hanya gerakan kecil agar tak disadari oleh kedua orang tuanya. Jantungnya berdegup cepat namun wajahnya selalu nampak tenang, Aluna adalah anak yang sangat penurut. Dia telah dididik seperti itu dalam ketakutan dalam hatinya sendiri.

“Ada seorang pria yang dulu sangat disukai oleh Jesselyn. Dia berasal dari keluarga terpandang. Sukses, tampan, dan memiliki masa depan cerah.”

Aluna menelan ludahnya dengan kasar, menahan sesuatu yang tiba-tiba terasa sesak di dadanya. 'Pria?' batin Aluna, firasatnya semakin buruk memikirkan tentang hal itu.

“Namanya adalah Davion Harold.”

Hening, detik terasa begitu panjang pagi Aluna.

“Dan kami ingin kamu menikah dengannya.”

Deg! Aluna terdiam, jantungnya yang sejak tadi berdegup cepat kini mulai terasa nyeri. Pada akhirnya tentang hal ini semua pun atas pengaturan mereka.

Tangan Aluna yang sejak tadi saling menggenggam di atas pangkuan kini mulai mengeluarkan keringat dingin.

'Davion Harold,' Batin Aluna, dia bahkan tak mengenal siapa pria itu. Tak pernah ada pertemuan yang nyata.

Aluna sangat ingin melayangkan protes, tapi seperti biasa ia kembali menurunkan pandangannya dengan anggun. Semua reaksi yang terlalu berlebihan memang tidak pernah diizinkan.

“Pria itu dulu sangat disukai oleh Jesselyn. Keluarga Harold juga sangat terpandang. Ini akan menjadi hubungan yang sempurna untuk mu dan keluarga kita," ucap Papa lagi.

“Iya, Pa. Aku mengerti," jawab Aluna yang akhirnya tersenyum kecil, senyum yang dimiliki oleh Jesselyn.

Tidak ada yang bertanya apakah ia siap.

Tidak ada yang bertanya apakah ia mau.

Mama bahkan tampak sangat senang setelah mendengar jawaban Aluna . Matanya berbinar, sesuatu yang jarang Aluna lihat jika itu bukan tentang Jesselyn.

“Mama tahu kamu anak yang baik,” ucap mama Sarah lembut sambil meraih tangan Aluna. “Kamu pasti bisa membuat pernikahan ini sempurna, seperti yang Jesselyn inginkan.”

Aluna hanya mampu mengangguk dan saat itu juga Mama Sarah mulai mengatur segalanya. Memanggil pihak butik langganan mereka untuk mengirim beberapa gaun ke rumah.

Dalam hitungan menit ruang tengah tersebut telah penuh dengan puluhan gaun yang tergantung rapi.

Berbagai warna dan berbagai model, semuanya tampak mahal dan elegan. Seolah sebuah butik dipindahkan begitu saja ke dalam rumah mereka.

Mama berdiri di tengah-tengahnya dengan wajah berbinar.

“Bagaimana? Cantik kan Sayang?” ucapnya penuh antusias.

Aluna hanya bisa mengangguk pelan. “Iya, Ma. Sangat cantik.”

“Kita akan segera bertemu dengan keluarga Harold, jadi kamu harus tampil dengan sempurna.”

Mama Sarah mengambil satu gaun berwarna putih lembut, dengan potongan sederhana namun anggun. “Yang ini,” ujarnya. “Jesselyn pasti akan menyukainya.”

Aluna menatap gaun itu, lagi-lagi gaun berwarna putih yang mamanya pilihkan.

“Ma...” Panggil Aluna, suaranya pelan ragu untuk pertama kalinya.

“Ada apa, Sayang?”

“Hari ini… Hari ini apa boleh aku memilih gaunku sendiri?” tanya Aluna.

Kalimat itu keluar sangat hati-hati, ia sendiri sangat takut dengan apa yang ia katakan.

Hening.

Mama Sarah menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum kecil. “Aluna... tarik kembali ucapanmu Sayang. Di rumah ini kamu adalah Pengganti Jesselyn dan Jesselyn tak pernah sekalipun menolak pilihan Mama."

Tatapan mama Sarah membuat tubuh Aluna jadi gemetar, dia akhirnya mengangguk dan menerima uluran gaun putih tersebut.

"Pakailah, sebelum jam makan malam keluarga Harold akan datang ke rumah kita."

Terpopuler

Comments

sleepyhead

sleepyhead

malang sekali Aluna, bahkan dia sm sekali menikmati masa kecil yg selayaknya anak anak inginkan..
ini fenomena psikologi yg merujuk pd kondisi seorang anak yg dipaksa mengambil tanggung jawab orang dewasa kalao dlm istilahnya parentification...

2026-04-03

1

Teti Hayati

Teti Hayati

Hallo Aston Junior.... ?? udh gede yaa sekarang.... 🤭

2026-04-04

3

Maya Hendra Hais

Maya Hendra Hais

Aluna diadopsi hanya untuk menjadi bayangan jeselyn dan apapun harus sempurna seperti jeselyn... hidupmu bagai burung dalam sangkar emas Aluna.. hidup dalam kemewahan tapi tidak bisa kemana mana 😔

2026-04-03

1

lihat semua
Episodes
1 PP Bab 1 - Putri Pengganti
2 PP Bab 2 - Patuhi Aku
3 PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna
4 PP Bab 4 - Tak Sejalan
5 PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang
6 PP Bab 6 - Apa Dia Robot?
7 PP Bab 7 - Bohong
8 PP Bab 8 - Frustasi
9 PP Bab 9 - Apa Masih Bisa Diam
10 PP Bab 10 - Kamu Mau?
11 PP Bab 11 - Harapan
12 PP Bab 12 - Anjingku
13 PP Bab 13 - Pil KB Darurat
14 PP Bab 14 - Perintah Seseorang
15 PP Bab 15 - Siapa Dirimu Sebenarnya
16 PP Bab 16 - Lepas Bajuku
17 PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu
18 PP Bab 18 - Kering Dengan Sendirinya
19 PP Bab 19 - Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Hamil?
20 PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
21 PP Bab 21 - Setelah Semuanya Selesai
22 PP Bab 22 - Tawa Kecil
23 PP Bab 23 - Aku Bonekamu
24 PP Bab 24 - Sapa Dulu Adik Mu
25 PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?
26 PP Bab 26 - Lehernya, Pundaknya
27 PP Bab 27 - Jam 2 Dini Hari
28 PP Bab 28 - Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa
29 PP Bab 29 - Semua Orang Boleh Tertipu
30 PP Bab 30 - Setelah Jesselyn Ditemukan
31 PP Bab 31 - Putus Aluna
32 PP Bab 32 - Di Tangan Davion
33 PP Bab 33 - Rekaman
34 PP Bab 34 - Hai, Aku Clara
35 PP Bab 35 - Bersama Kami
36 PP Bab 36 - Pergilah
37 PP Bab 37 - Sumber Masalah
38 PP Bab 38 - Kamu Tidak Akan Pernah Mulai, Aluna
39 PP Bab 39 - Melepas Nama Myles
40 PP Bab 40 - Dav, Aku Ingin Kita Cerai
41 PP Bab 41 - Mommy Akan Mensyukuri Perceraian ku Dengan Aluna
42 PP Bab 42 - Jangan Bercanda
43 PP Bab 43 - Jesselyn Myles
44 PP Bab 44 - Hanya Aku Yang Boleh
45 PP Bab 45 - Sudah Atau Belum?
46 PP Bab 46 - Betapa Liciknya Wanita Itu
47 PP Bab 47 - Sangat Memalukan
48 PP Bab 48 - Aku Tidak Kenal
49 PP Bab 49 - Boneka Keluarga Myles
50 PP Bab 50 - Aku Sangat Sibuk
51 PP Bab 51 - Siapa Yang Datang?
52 PP Bab 52 - Aku Tidak Mengerti
53 PP Bab 53 - Membatalkan Perceraian Kita
54 PP Bab 54 - TIDAK
55 PP Bab 55 - Menu Spesial
56 PP Bab 56 - Sangat Paham Pria Itu
57 PP Bab 57 - Itu Tugasmu
58 PP Bab 58 - Kamu Harus Bisa
59 PP Bab 59 - Membuatnya Malu
60 PP Bab 60 - Buat Gaun Aluna Basah
61 PP Bab 61 - Aku Hanya Rindu
62 PP Bab 62 - Aku Harus Apa lagi?
63 PP Bab 63 - Tidak Bisakah
64 PP Bab 64 - Boleh Aku Menciummu?
65 PP Bab 65 - Aku Tidak Bisa Tidur
66 PP Bab 66 - Tak Pernah Sejajar
67 PP Bab 67 - Tidak Boleh
68 PP Bab 68 - Penjelasan Lain
69 PP Bab 69 - Tak Ada Ikatan Batin
70 PP Bab 70 - Hanya Penggantiku
71 PP Bab 71 - Tidak Sepenting Itu
72 PP Bab 72 - Bisakah Hubungan Kita Berubah?
73 PP Bab 73 - Berdiri Di Sana
74 PP Bab 74 - Membuatmu Tidak Takut Lagi Padaku
75 PP Bab 75 - Asing Dengan Sentuhan Lembbut Davion
76 PP Bab 76 - Jangan Ganggu Aluna
77 PP Bab 77 - Yang Mampu Merubah
78 PP Bab 78 - Selama Tiga Bulan
79 PP Bab 79 - Biar Aku Yang Buka Pintunya
80 PP Bab 80 - Sebelum Kamu Izinkan
81 PP Bab 81 - Boleh Aku Menciummu? (2)
82 PP Bab 82 - Boleh Aku Menciummu? (3)
83 PP Bab 83 - Pernah Tidur Bersama
84 PP Bab 84 - Aura Bad Boy
85 PP Bab 85 - Kosongkan Ruangan Direktur Utama
86 Seribu Dolar Untuk Semalam
87 PP Bab 86 - Pesan Bibi Emma
88 PP Bab 87 - Meyakinkan Diri Sendiri
89 PP Bab 88 - Menyesal Telah Menemukan mu
90 PP Bab 89 - Kusimpan Dulu Izinnya Untuk Nanti Malam
91 PP Bab 90 - Mencoba Menebus
92 PP Bab 91 - Mengikis Jarak
93 PP Bab 92 - Bagaimana Kabarmu, Al?
94 PP Bab 93 - Memilih Diriku Sendiri
95 PP Bab 94 - Lampu Merah
96 PP Bab 95 - Rahasia
97 PP Bab 96 - Ke Luar Negeri
98 PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
99 PP Bab 98 - Benang Merah
100 PP Bab 98 - Cara Yang Benar
101 PP Bab 100 - Aku Yang Salah
102 PP Bab 101 - Kamu Mau Apa?
103 PP Bab 102 - Patuh Tanpa Tekanan
104 PP Bab 103 - Haris Terdiam
105 PP Bab 104 - Malam Terakhir
106 PP Bab 105 - Kehilangan Sebagian Jiwanya
107 PP Bab 106 - Katakan
108 PP Bab 107 - Priaku
109 PP Bab 108 - Sangat Merindukanmu
110 PP Bab 109 - Maukah Kamu Menikah Denganku?
111 PP Bab 110 - Mau Kubuat Terasa Nyata?
112 PP Bab 111 - Astaga
113 PP Bab 112 - Tekad Jesselyn
114 PP Bab 113 - Adalah Aku
115 PP Bab 114 - Kenapa Malah Makin Tampan?
116 PP Bab 115 - Cup!
117 PP Bab 116 - Malam Perttama
118 PP Bab 117 - Rumah Sakit Medistra
119 PP Bab 118 - Menangislah
120 PP Bab 119 - Kamu Pulang Cepat, Ya
121 PP Bab 120 - Selamat Datang, Sayang
122 PP Bab 121 - Begitu Liarr
123 PP Bab 122 - Kamu Sudah Puas Belum?
124 PP Bab 123 - Aluna Meleleh
125 PP Bab 124 - Jangan Ragukan Kekuatanku
126 PP Bab 125 - Aluna Myles
127 Istri Idiot Sang Jenderal
Episodes

Updated 127 Episodes

1
PP Bab 1 - Putri Pengganti
2
PP Bab 2 - Patuhi Aku
3
PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna
4
PP Bab 4 - Tak Sejalan
5
PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang
6
PP Bab 6 - Apa Dia Robot?
7
PP Bab 7 - Bohong
8
PP Bab 8 - Frustasi
9
PP Bab 9 - Apa Masih Bisa Diam
10
PP Bab 10 - Kamu Mau?
11
PP Bab 11 - Harapan
12
PP Bab 12 - Anjingku
13
PP Bab 13 - Pil KB Darurat
14
PP Bab 14 - Perintah Seseorang
15
PP Bab 15 - Siapa Dirimu Sebenarnya
16
PP Bab 16 - Lepas Bajuku
17
PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu
18
PP Bab 18 - Kering Dengan Sendirinya
19
PP Bab 19 - Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Hamil?
20
PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
21
PP Bab 21 - Setelah Semuanya Selesai
22
PP Bab 22 - Tawa Kecil
23
PP Bab 23 - Aku Bonekamu
24
PP Bab 24 - Sapa Dulu Adik Mu
25
PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?
26
PP Bab 26 - Lehernya, Pundaknya
27
PP Bab 27 - Jam 2 Dini Hari
28
PP Bab 28 - Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa
29
PP Bab 29 - Semua Orang Boleh Tertipu
30
PP Bab 30 - Setelah Jesselyn Ditemukan
31
PP Bab 31 - Putus Aluna
32
PP Bab 32 - Di Tangan Davion
33
PP Bab 33 - Rekaman
34
PP Bab 34 - Hai, Aku Clara
35
PP Bab 35 - Bersama Kami
36
PP Bab 36 - Pergilah
37
PP Bab 37 - Sumber Masalah
38
PP Bab 38 - Kamu Tidak Akan Pernah Mulai, Aluna
39
PP Bab 39 - Melepas Nama Myles
40
PP Bab 40 - Dav, Aku Ingin Kita Cerai
41
PP Bab 41 - Mommy Akan Mensyukuri Perceraian ku Dengan Aluna
42
PP Bab 42 - Jangan Bercanda
43
PP Bab 43 - Jesselyn Myles
44
PP Bab 44 - Hanya Aku Yang Boleh
45
PP Bab 45 - Sudah Atau Belum?
46
PP Bab 46 - Betapa Liciknya Wanita Itu
47
PP Bab 47 - Sangat Memalukan
48
PP Bab 48 - Aku Tidak Kenal
49
PP Bab 49 - Boneka Keluarga Myles
50
PP Bab 50 - Aku Sangat Sibuk
51
PP Bab 51 - Siapa Yang Datang?
52
PP Bab 52 - Aku Tidak Mengerti
53
PP Bab 53 - Membatalkan Perceraian Kita
54
PP Bab 54 - TIDAK
55
PP Bab 55 - Menu Spesial
56
PP Bab 56 - Sangat Paham Pria Itu
57
PP Bab 57 - Itu Tugasmu
58
PP Bab 58 - Kamu Harus Bisa
59
PP Bab 59 - Membuatnya Malu
60
PP Bab 60 - Buat Gaun Aluna Basah
61
PP Bab 61 - Aku Hanya Rindu
62
PP Bab 62 - Aku Harus Apa lagi?
63
PP Bab 63 - Tidak Bisakah
64
PP Bab 64 - Boleh Aku Menciummu?
65
PP Bab 65 - Aku Tidak Bisa Tidur
66
PP Bab 66 - Tak Pernah Sejajar
67
PP Bab 67 - Tidak Boleh
68
PP Bab 68 - Penjelasan Lain
69
PP Bab 69 - Tak Ada Ikatan Batin
70
PP Bab 70 - Hanya Penggantiku
71
PP Bab 71 - Tidak Sepenting Itu
72
PP Bab 72 - Bisakah Hubungan Kita Berubah?
73
PP Bab 73 - Berdiri Di Sana
74
PP Bab 74 - Membuatmu Tidak Takut Lagi Padaku
75
PP Bab 75 - Asing Dengan Sentuhan Lembbut Davion
76
PP Bab 76 - Jangan Ganggu Aluna
77
PP Bab 77 - Yang Mampu Merubah
78
PP Bab 78 - Selama Tiga Bulan
79
PP Bab 79 - Biar Aku Yang Buka Pintunya
80
PP Bab 80 - Sebelum Kamu Izinkan
81
PP Bab 81 - Boleh Aku Menciummu? (2)
82
PP Bab 82 - Boleh Aku Menciummu? (3)
83
PP Bab 83 - Pernah Tidur Bersama
84
PP Bab 84 - Aura Bad Boy
85
PP Bab 85 - Kosongkan Ruangan Direktur Utama
86
Seribu Dolar Untuk Semalam
87
PP Bab 86 - Pesan Bibi Emma
88
PP Bab 87 - Meyakinkan Diri Sendiri
89
PP Bab 88 - Menyesal Telah Menemukan mu
90
PP Bab 89 - Kusimpan Dulu Izinnya Untuk Nanti Malam
91
PP Bab 90 - Mencoba Menebus
92
PP Bab 91 - Mengikis Jarak
93
PP Bab 92 - Bagaimana Kabarmu, Al?
94
PP Bab 93 - Memilih Diriku Sendiri
95
PP Bab 94 - Lampu Merah
96
PP Bab 95 - Rahasia
97
PP Bab 96 - Ke Luar Negeri
98
PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
99
PP Bab 98 - Benang Merah
100
PP Bab 98 - Cara Yang Benar
101
PP Bab 100 - Aku Yang Salah
102
PP Bab 101 - Kamu Mau Apa?
103
PP Bab 102 - Patuh Tanpa Tekanan
104
PP Bab 103 - Haris Terdiam
105
PP Bab 104 - Malam Terakhir
106
PP Bab 105 - Kehilangan Sebagian Jiwanya
107
PP Bab 106 - Katakan
108
PP Bab 107 - Priaku
109
PP Bab 108 - Sangat Merindukanmu
110
PP Bab 109 - Maukah Kamu Menikah Denganku?
111
PP Bab 110 - Mau Kubuat Terasa Nyata?
112
PP Bab 111 - Astaga
113
PP Bab 112 - Tekad Jesselyn
114
PP Bab 113 - Adalah Aku
115
PP Bab 114 - Kenapa Malah Makin Tampan?
116
PP Bab 115 - Cup!
117
PP Bab 116 - Malam Perttama
118
PP Bab 117 - Rumah Sakit Medistra
119
PP Bab 118 - Menangislah
120
PP Bab 119 - Kamu Pulang Cepat, Ya
121
PP Bab 120 - Selamat Datang, Sayang
122
PP Bab 121 - Begitu Liarr
123
PP Bab 122 - Kamu Sudah Puas Belum?
124
PP Bab 123 - Aluna Meleleh
125
PP Bab 124 - Jangan Ragukan Kekuatanku
126
PP Bab 125 - Aluna Myles
127
Istri Idiot Sang Jenderal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!