PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna

Aluna sampai tergugu saat mendengar jawaban Davion tersebut. Belum lagi tatapan pria itu membuatnya tak berkutik. Tatapan yang membuat Aluna seketika tak berdaya. Sama seperti tatapan mama Sarah saat memintanya untuk patuh.

Hati Aluna yang sempat menghangat kini kembali merasakan nyeri.

Padahal saat Aluna bicara dengan mommy Ivana wanita itu sangat tulus dan bahkan menatapnya dengan lembut.

Bahkan Daddy Aston juga berulang kali mengatakan pada Aluna untuk menganggapnya sebagai Ayah sendiri, tapi Davion justru bersikap sedingin ini.

Satu kalimat itu membuat Aluna sadar bahwa pernikahan ini tak sepenuhnya diinginkan oleh Davion, atau bahkan pria itu pun menganggap dirinya sebagai seseorang yang tak diinginkan.

Tatapan Davion membuat Aluna merasa semakin hina, benarkah ia tak pantas mendapatkan kebahagiaan di dunia ini? Apakah Aluna benar-benar tak pantas hidup dengan layak?

Sementara Davion makin tersenyum sinis saat melihat Aluna yang hanya diam saja. Pernikahan ini jelas bukanlah sesuatu yang Davion inginkan. Satu kesalahannya di masa lalu membuat Davion tak bisa menolak keinginan kedua orang tuanya untuk menikahi wanita tersebut.

Baginya kini pernikahan hanyalah pernikahan tanpa makna apapun.

"Tuan, Nona, jika bicaranya sudah selesai silahkan menyusul ke meja makan. Semua keluarga sudah menunggu," ucap seorang pelayan yang datang memecah keheningan.

Karena setelah bicara tajam Davion tak lagi mengucapkan sepatah katapun, sementara Aluna tak kuasa untuk bicara lagi. Kata-kata Davion yang memintanya untuk patuh membuat Aluna seketika terdiam seribu bahasa.

Davion kemudian bangkit lebih dulu dan Aluna pun mengikuti. Berjalan dengan anggun di belakang tubuh pria tersebut.

'Ya Tuhan,' batin Aluna yang sungguh tak kuasa untuk melakukan apapun.

Begitu sampai di ruang makan, suasana kembali terasa hangat dan penuh percakapan. Semua anggota keluarga sudah duduk rapi di meja panjang yang dipenuhi berbagai hidangan. Keluarga Myles benar-benar melakukan yang terbaik untuk pertemuan malam ini.

Langkah Aluna dan Davion kini sejajar.

Aluna kembali memasang senyum tipisnya, senyum yang telah ia latih selama bertahun-tahun. Senyum yang tidak pernah menunjukkan apa pun selain kesempurnaan.

“Sayang, duduklah di samping Mommy,” panggil Ivana Harold dengan suara lembut yang penuh kehangatan.

Aluna sedikit terkejut saat mendengarnya, namun ia segera mengangguk patuh. “Iya, Mom,” jawabnya pelan, lalu berjalan menuju kursi yang telah disiapkan.

Sejak awal Ivana memang tak bisa menyembunyikan rasa sukanya pada Aluna. Dalam pandangannya, gadis itu begitu anggun, tutur katanya halus, sikapnya sopan, dan yang paling penting ia sangat penurut. Sosok yang menurut Ivana paling sempurna untuk mendampingi sang anak, Davion.

Ivana tersenyum lembut saat Aluna duduk di sampingnya. “Kamu terlihat sangat cantik malam ini,” ucapnya tulus, bahkan tangannya menyentuh punggung tangan Aluna dengan hangat.

Aluna tertegun dengan perlakuan ini, bahkan rasanya mama Sarah tak pernah sedalam ini memperlakukannya.

“Terima kasih, Mom,” jawab Aluna pelan, matanya selalu nampak teduh.

Untuk sesaat hatinya yang tadi terasa dingin kembali mendapatkan sedikit kehangatan karena perlakuan mommy Ivana. Meski Aluna tahu ini hanya kebahagiaan semu saja. Aluna merasa dia tak mungkin disayang jika belum berusaha keras. Baginya kasih sayang tak ada yang gratis.

Sepanjang makan malam, Ivana beberapa kali memperhatikan Aluna dengan penuh perhatian. Ia memastikan piring Aluna terisi, bahkan sesekali mengambilkan makanan untuknya.

“Kamu harus makan yang cukup, Sayang. Tubuhmu terlalu kurus,” ujar Ivana dengan nada khawatir yang tulus. Berat ideal Aluna memang selalu dijaga oleh mama Sarah.

Aluna hanya bisa mengangguk kecil. “Iya, Mom.”

Sikap itu membuat Ivana semakin yakin bahwa pilihannya tidak salah.

“Aluna benar-benar gadis yang sempurna,” gumamnya pelan pada suaminya, Aston, yang hanya tersenyum menyetujui.

Mama Sarah yang mendengar itu terkekeh kecil. “Kami juga berpikir begitu, Ivana. Aluna memang selalu menjadi kebanggaan kami.”

Aluna menunduk sedikit, menyembunyikan perasaan yang entah kenapa terasa aneh saat mendengar kalimat itu. Aluna tidak tahu apakah harus merasa bahagia atau justru semakin nelangsa.

“Aku sudah tidak sabar menunggu hari pernikahan mereka,” lanjut Ivana dengan nada penuh antusias. “Rasanya ingin segera melihat mereka berdiri di altar.”

Mama Sarah tersenyum, lalu menggeleng kecil. “Sabar, Ivana. Semua harus dipersiapkan dengan matang, kita tidak bisa terburu-buru.”

“Sebulan,” sahut Papa Pieter, “Dalam satu bulan ke depan, semuanya harus selesai. Pernikahan ini akan menjadi acara terbesar tahun ini.”

Ivana mengangguk cepat, jelas setuju. “Tentu saja. Kita harus membuatnya sempurna."

Sepanjang makan malam berlangsung, Aluna hanya diam dan sesekali mengangguk atau menjawab seperlunya. Ia memainkan perannya dengan sangat baik sebagai putri yang anggun, sebagai calon menantu yang sempurna.

Namun di seberang meja Davion terus menatapnya dingin. Seumur hidup Davion ia tak pernah bertemu wanita sebodoh Aluna yang hanya bisa patuh. dalam hatinya ia yakin betul bahwa wanita itu adalah wanita yang munafik.

Apa yang Aluna tunjukkan sekarang hanyalah topeng belaka, entah seperti apa sifat aslinya.

Aluna merasakannya, setiap kali ia melihat Davion tatapan itu selalu menusuknya dengan tajam.

Dan setiap kali itu pula hatinya terasa semakin kecil.

Makan malam akhirnya selesai.

Percakapan perlahan mereda, digantikan oleh suasana formal saat keluarga Harold bersiap untuk pamit.

“Terima kasih atas jamuannya,” ucap Aston dengan sopan.

“Justru kami yang berterima kasih,” balas Pieter.

Ivana menghampiri Aluna dan menggenggam tangannya dengan lembut. “Jaga dirimu baik-baik, Sayang. Kita akan segera bertemu lagi.”

Aluna mengangguk pelan. “Iya, Mom.”

Senyum itu masih ada di bibirnya, namun tak disadari oleh semua orang bahwa sebenarnya sorot mata Aluna meredup. Pernikahan telah benar-benar disepakati dan Aluna masih belum bisa menebak apa yang akan ada dalam pernikahannya nanti.

Aluna hanya ingin diterima, tapi apakah Davion bersedia?

Para orang tua segera menyingkir, terus memberi kesempatan pada Davion dan Aluna untuk bicara berdua. Namun bukannya merasa beruntung, Davion justru menghela nafasnya dengan kasar saat dihadapanya hanya ada Aluna. Sikap penurut Aluna sedikitpun tidak membuatkan kagum, justru benci kenapa gadis ini lugu sekali.

"Dav," panggil Aluna lirih, dia tak tahu apa yang harus diucapkan sekarang. Tapi jika tak bicara tatapan Davion seperti bisa membunuhnya.

"Jangan jadi manusia munafik Aluna, kita sama-sama tidak menginginkan pernikahan ini," ucap Davion.

Aluna menelan ludahnya dengan kasar. "Aku memang tidak menginginkan pernikahan ini, Dav. Tapi aku tidak bisa menolak keinginan kedua orang tuaku," jawab Aluna jujur, dia merasa tak ada yang harus ditutupi dari Davion.

"Tapi Dav, kamu bisa menolaknya andai kamu keberatan. Katakan pada mereka bahwa kamu tidak ingin menikahi aku," timpal Aluna lagi, bicara dengan kedua tangan yang mengepal menahan gugup. Bahkan setelah mengucapkan kalimat itu, Aluna kembali menelan ludahnya dengan kasar.

Meskipun selalu patuh namun Aluna adalah wanita yang berpendidikan dan memiliki wawasan luas, dia gugup juga takut, tapi bukan berarti hanya diam saja. Dengan keanggunannya Aluna juga bisa melindungi dirinya sendiri. Karena dia dididik untuk menjadi nona muda keluarga Myles.

Namun bagi Davion ucapan Aluna sangat bertolak belakang dengan sikap yang dia tunjukkan sekarang, kata-katanya mengandung penolakan namun diucapkan dengan begitu lembut.

Davion sampai tak habis pikir.

"Dengar aku baik-baik," ucap Davion setelahnya. "Kita akan tetap menikah, tapi jangan berharap apapun. Ada saatnya nanti kita akan berpisah."

Aluna langsung menganggukkan kepalanya mendengar kalimat tersebut. Gerakan kecil yang entah kenapa membuat Davion makin benci saat melihatnya.

Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ehhhhhh ternyata Davion anaknya Aston + ivana 🤣 kalau begitu jangan khawatir aluna, mungkin suami kamu sifatnya sedingin kulkas 20pintu. tapi calon mertua kamu sangat baik. jadi kalau Davion macam2 biar mommy ivana yang Nyeplesss vantatnya 🤭

2026-04-04

6

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

hillihhh embelgedes 🙄 omongane wong lanang naliko jek drung weruh rasane Goa kegelapan 😩 gembluduk pingin ngejak pisahan. nanti kalau sudah makk slepp kroso penak, unine ganti manech" jangan tinggalkan aku aluna, aku mohon bertahan di sisiku" haisss jiannn nganyelnee 🤣
coba deh kamu yang mengangkat dagu dan bilang sama papa pieter dan mama sarah, aluna..kalau kamu tak menginginkan pernikahan ini. kamu tak mau di jadikan boneka dan selalu harus menerima perintah dari mereka. coba deh, sekali waktu bersikap tegas dengan hidupmu sendiri. pasti kamu tak berani kan? makanya..siap enggak siap terima saja takdir hidupmu. siapa tahu, pernikahan ini bisa membawa kamu keluar dari belenggu orang tua angkatmu. meski smeuanya tak mudah, setidaknya dengan kamu menikah. kamu tak lagi di atur2 sama mama sarah.

2026-04-04

2

Naufal Affiq

Naufal Affiq

gak usah kau pikir kan calon suami aluna,anggap aja kaset rusak yang sebentar lagi akan di buang dan baru sadar di saat kau tidak membutuh kan nya lagi,jadi tenang aja,ada mertua mu yang selaku mendukung dan melindungimu.

2026-04-04

1

lihat semua
Episodes
1 PP Bab 1 - Putri Pengganti
2 PP Bab 2 - Patuhi Aku
3 PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna
4 PP Bab 4 - Tak Sejalan
5 PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang
6 PP Bab 6 - Apa Dia Robot?
7 PP Bab 7 - Bohong
8 PP Bab 8 - Frustasi
9 PP Bab 9 - Apa Masih Bisa Diam
10 PP Bab 10 - Kamu Mau?
11 PP Bab 11 - Harapan
12 PP Bab 12 - Anjingku
13 PP Bab 13 - Pil KB Darurat
14 PP Bab 14 - Perintah Seseorang
15 PP Bab 15 - Siapa Dirimu Sebenarnya
16 PP Bab 16 - Lepas Bajuku
17 PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu
18 PP Bab 18 - Kering Dengan Sendirinya
19 PP Bab 19 - Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Hamil?
20 PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
21 PP Bab 21 - Setelah Semuanya Selesai
22 PP Bab 22 - Tawa Kecil
23 PP Bab 23 - Aku Bonekamu
24 PP Bab 24 - Sapa Dulu Adik Mu
25 PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?
26 PP Bab 26 - Lehernya, Pundaknya
27 PP Bab 27 - Jam 2 Dini Hari
28 PP Bab 28 - Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa
29 PP Bab 29 - Semua Orang Boleh Tertipu
30 PP Bab 30 - Setelah Jesselyn Ditemukan
31 PP Bab 31 - Putus Aluna
32 PP Bab 32 - Di Tangan Davion
33 PP Bab 33 - Rekaman
34 PP Bab 34 - Hai, Aku Clara
35 PP Bab 35 - Bersama Kami
36 PP Bab 36 - Pergilah
37 PP Bab 37 - Sumber Masalah
38 PP Bab 38 - Kamu Tidak Akan Pernah Mulai, Aluna
39 PP Bab 39 - Melepas Nama Myles
40 PP Bab 40 - Dav, Aku Ingin Kita Cerai
41 PP Bab 41 - Mommy Akan Mensyukuri Perceraian ku Dengan Aluna
42 PP Bab 42 - Jangan Bercanda
43 PP Bab 43 - Jesselyn Myles
44 PP Bab 44 - Hanya Aku Yang Boleh
45 PP Bab 45 - Sudah Atau Belum?
46 PP Bab 46 - Betapa Liciknya Wanita Itu
47 PP Bab 47 - Sangat Memalukan
48 PP Bab 48 - Aku Tidak Kenal
49 PP Bab 49 - Boneka Keluarga Myles
50 PP Bab 50 - Aku Sangat Sibuk
51 PP Bab 51 - Siapa Yang Datang?
52 PP Bab 52 - Aku Tidak Mengerti
53 PP Bab 53 - Membatalkan Perceraian Kita
54 PP Bab 54 - TIDAK
55 PP Bab 55 - Menu Spesial
56 PP Bab 56 - Sangat Paham Pria Itu
57 PP Bab 57 - Itu Tugasmu
58 PP Bab 58 - Kamu Harus Bisa
59 PP Bab 59 - Membuatnya Malu
60 PP Bab 60 - Buat Gaun Aluna Basah
61 PP Bab 61 - Aku Hanya Rindu
62 PP Bab 62 - Aku Harus Apa lagi?
63 PP Bab 63 - Tidak Bisakah
64 PP Bab 64 - Boleh Aku Menciummu?
65 PP Bab 65 - Aku Tidak Bisa Tidur
66 PP Bab 66 - Tak Pernah Sejajar
67 PP Bab 67 - Tidak Boleh
68 PP Bab 68 - Penjelasan Lain
69 PP Bab 69 - Tak Ada Ikatan Batin
70 PP Bab 70 - Hanya Penggantiku
71 PP Bab 71 - Tidak Sepenting Itu
72 PP Bab 72 - Bisakah Hubungan Kita Berubah?
73 PP Bab 73 - Berdiri Di Sana
74 PP Bab 74 - Membuatmu Tidak Takut Lagi Padaku
75 PP Bab 75 - Asing Dengan Sentuhan Lembbut Davion
76 PP Bab 76 - Jangan Ganggu Aluna
77 PP Bab 77 - Yang Mampu Merubah
78 PP Bab 78 - Selama Tiga Bulan
79 PP Bab 79 - Biar Aku Yang Buka Pintunya
80 PP Bab 80 - Sebelum Kamu Izinkan
81 PP Bab 81 - Boleh Aku Menciummu? (2)
82 PP Bab 82 - Boleh Aku Menciummu? (3)
83 PP Bab 83 - Pernah Tidur Bersama
84 PP Bab 84 - Aura Bad Boy
85 PP Bab 85 - Kosongkan Ruangan Direktur Utama
86 Seribu Dolar Untuk Semalam
87 PP Bab 86 - Pesan Bibi Emma
88 PP Bab 87 - Meyakinkan Diri Sendiri
89 PP Bab 88 - Menyesal Telah Menemukan mu
90 PP Bab 89 - Kusimpan Dulu Izinnya Untuk Nanti Malam
91 PP Bab 90 - Mencoba Menebus
92 PP Bab 91 - Mengikis Jarak
93 PP Bab 92 - Bagaimana Kabarmu, Al?
94 PP Bab 93 - Memilih Diriku Sendiri
95 PP Bab 94 - Lampu Merah
96 PP Bab 95 - Rahasia
97 PP Bab 96 - Ke Luar Negeri
98 PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
99 PP Bab 98 - Benang Merah
100 PP Bab 98 - Cara Yang Benar
101 PP Bab 100 - Aku Yang Salah
102 PP Bab 101 - Kamu Mau Apa?
103 PP Bab 102 - Patuh Tanpa Tekanan
104 PP Bab 103 - Haris Terdiam
105 PP Bab 104 - Malam Terakhir
106 PP Bab 105 - Kehilangan Sebagian Jiwanya
107 PP Bab 106 - Katakan
108 PP Bab 107 - Priaku
109 PP Bab 108 - Sangat Merindukanmu
110 PP Bab 109 - Maukah Kamu Menikah Denganku?
111 PP Bab 110 - Mau Kubuat Terasa Nyata?
112 PP Bab 111 - Astaga
113 PP Bab 112 - Tekad Jesselyn
114 PP Bab 113 - Adalah Aku
115 PP Bab 114 - Kenapa Malah Makin Tampan?
116 PP Bab 115 - Cup!
117 PP Bab 116 - Malam Perttama
118 PP Bab 117 - Rumah Sakit Medistra
119 PP Bab 118 - Menangislah
120 PP Bab 119 - Kamu Pulang Cepat, Ya
121 PP Bab 120 - Selamat Datang, Sayang
122 PP Bab 121 - Begitu Liarr
123 PP Bab 122 - Kamu Sudah Puas Belum?
124 PP Bab 123 - Aluna Meleleh
125 PP Bab 124 - Jangan Ragukan Kekuatanku
126 PP Bab 125 - Aluna Myles
127 Istri Idiot Sang Jenderal
Episodes

Updated 127 Episodes

1
PP Bab 1 - Putri Pengganti
2
PP Bab 2 - Patuhi Aku
3
PP Bab 3 - Calon Menantu Yang Sempurna
4
PP Bab 4 - Tak Sejalan
5
PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang
6
PP Bab 6 - Apa Dia Robot?
7
PP Bab 7 - Bohong
8
PP Bab 8 - Frustasi
9
PP Bab 9 - Apa Masih Bisa Diam
10
PP Bab 10 - Kamu Mau?
11
PP Bab 11 - Harapan
12
PP Bab 12 - Anjingku
13
PP Bab 13 - Pil KB Darurat
14
PP Bab 14 - Perintah Seseorang
15
PP Bab 15 - Siapa Dirimu Sebenarnya
16
PP Bab 16 - Lepas Bajuku
17
PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu
18
PP Bab 18 - Kering Dengan Sendirinya
19
PP Bab 19 - Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Hamil?
20
PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
21
PP Bab 21 - Setelah Semuanya Selesai
22
PP Bab 22 - Tawa Kecil
23
PP Bab 23 - Aku Bonekamu
24
PP Bab 24 - Sapa Dulu Adik Mu
25
PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?
26
PP Bab 26 - Lehernya, Pundaknya
27
PP Bab 27 - Jam 2 Dini Hari
28
PP Bab 28 - Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa
29
PP Bab 29 - Semua Orang Boleh Tertipu
30
PP Bab 30 - Setelah Jesselyn Ditemukan
31
PP Bab 31 - Putus Aluna
32
PP Bab 32 - Di Tangan Davion
33
PP Bab 33 - Rekaman
34
PP Bab 34 - Hai, Aku Clara
35
PP Bab 35 - Bersama Kami
36
PP Bab 36 - Pergilah
37
PP Bab 37 - Sumber Masalah
38
PP Bab 38 - Kamu Tidak Akan Pernah Mulai, Aluna
39
PP Bab 39 - Melepas Nama Myles
40
PP Bab 40 - Dav, Aku Ingin Kita Cerai
41
PP Bab 41 - Mommy Akan Mensyukuri Perceraian ku Dengan Aluna
42
PP Bab 42 - Jangan Bercanda
43
PP Bab 43 - Jesselyn Myles
44
PP Bab 44 - Hanya Aku Yang Boleh
45
PP Bab 45 - Sudah Atau Belum?
46
PP Bab 46 - Betapa Liciknya Wanita Itu
47
PP Bab 47 - Sangat Memalukan
48
PP Bab 48 - Aku Tidak Kenal
49
PP Bab 49 - Boneka Keluarga Myles
50
PP Bab 50 - Aku Sangat Sibuk
51
PP Bab 51 - Siapa Yang Datang?
52
PP Bab 52 - Aku Tidak Mengerti
53
PP Bab 53 - Membatalkan Perceraian Kita
54
PP Bab 54 - TIDAK
55
PP Bab 55 - Menu Spesial
56
PP Bab 56 - Sangat Paham Pria Itu
57
PP Bab 57 - Itu Tugasmu
58
PP Bab 58 - Kamu Harus Bisa
59
PP Bab 59 - Membuatnya Malu
60
PP Bab 60 - Buat Gaun Aluna Basah
61
PP Bab 61 - Aku Hanya Rindu
62
PP Bab 62 - Aku Harus Apa lagi?
63
PP Bab 63 - Tidak Bisakah
64
PP Bab 64 - Boleh Aku Menciummu?
65
PP Bab 65 - Aku Tidak Bisa Tidur
66
PP Bab 66 - Tak Pernah Sejajar
67
PP Bab 67 - Tidak Boleh
68
PP Bab 68 - Penjelasan Lain
69
PP Bab 69 - Tak Ada Ikatan Batin
70
PP Bab 70 - Hanya Penggantiku
71
PP Bab 71 - Tidak Sepenting Itu
72
PP Bab 72 - Bisakah Hubungan Kita Berubah?
73
PP Bab 73 - Berdiri Di Sana
74
PP Bab 74 - Membuatmu Tidak Takut Lagi Padaku
75
PP Bab 75 - Asing Dengan Sentuhan Lembbut Davion
76
PP Bab 76 - Jangan Ganggu Aluna
77
PP Bab 77 - Yang Mampu Merubah
78
PP Bab 78 - Selama Tiga Bulan
79
PP Bab 79 - Biar Aku Yang Buka Pintunya
80
PP Bab 80 - Sebelum Kamu Izinkan
81
PP Bab 81 - Boleh Aku Menciummu? (2)
82
PP Bab 82 - Boleh Aku Menciummu? (3)
83
PP Bab 83 - Pernah Tidur Bersama
84
PP Bab 84 - Aura Bad Boy
85
PP Bab 85 - Kosongkan Ruangan Direktur Utama
86
Seribu Dolar Untuk Semalam
87
PP Bab 86 - Pesan Bibi Emma
88
PP Bab 87 - Meyakinkan Diri Sendiri
89
PP Bab 88 - Menyesal Telah Menemukan mu
90
PP Bab 89 - Kusimpan Dulu Izinnya Untuk Nanti Malam
91
PP Bab 90 - Mencoba Menebus
92
PP Bab 91 - Mengikis Jarak
93
PP Bab 92 - Bagaimana Kabarmu, Al?
94
PP Bab 93 - Memilih Diriku Sendiri
95
PP Bab 94 - Lampu Merah
96
PP Bab 95 - Rahasia
97
PP Bab 96 - Ke Luar Negeri
98
PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
99
PP Bab 98 - Benang Merah
100
PP Bab 98 - Cara Yang Benar
101
PP Bab 100 - Aku Yang Salah
102
PP Bab 101 - Kamu Mau Apa?
103
PP Bab 102 - Patuh Tanpa Tekanan
104
PP Bab 103 - Haris Terdiam
105
PP Bab 104 - Malam Terakhir
106
PP Bab 105 - Kehilangan Sebagian Jiwanya
107
PP Bab 106 - Katakan
108
PP Bab 107 - Priaku
109
PP Bab 108 - Sangat Merindukanmu
110
PP Bab 109 - Maukah Kamu Menikah Denganku?
111
PP Bab 110 - Mau Kubuat Terasa Nyata?
112
PP Bab 111 - Astaga
113
PP Bab 112 - Tekad Jesselyn
114
PP Bab 113 - Adalah Aku
115
PP Bab 114 - Kenapa Malah Makin Tampan?
116
PP Bab 115 - Cup!
117
PP Bab 116 - Malam Perttama
118
PP Bab 117 - Rumah Sakit Medistra
119
PP Bab 118 - Menangislah
120
PP Bab 119 - Kamu Pulang Cepat, Ya
121
PP Bab 120 - Selamat Datang, Sayang
122
PP Bab 121 - Begitu Liarr
123
PP Bab 122 - Kamu Sudah Puas Belum?
124
PP Bab 123 - Aluna Meleleh
125
PP Bab 124 - Jangan Ragukan Kekuatanku
126
PP Bab 125 - Aluna Myles
127
Istri Idiot Sang Jenderal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!