"Apa ada kiriman bunga lagi?" tanya Arimbi. Dia bukannya berharap, akan tetapi dia merasa kesal karena mendapat bunga dari orang yang dibencinya.
"Ada, Bu."
"Buang!"
"Tapi, bunga yang ini bukan dari Pak Amar. Melainkan dari Pak Bhumi."
Eh?
Arimbi langsung mengehentikan kegiatannya, dan menatap Farhan yang datang bersama dengan sebuket bunga mawar berwarna-warni. Farhan juga melemparkan senyuman simpulnya ketika menatap wajah Arimbi yang tampak terkejut.
"Dari Mas Bhumi?" tanya Arimbi memastikan.
"Iya, ini Ibu bisa lihat sendiri,"jawab Farhan sambil memberikan buket bunga tersebut.
Arimbi mengambil bunganya, lalu melihat kartu kecil yang ada di sana. Ucapan Farhan benar, bunga yang ada di tangannya sekarang adalah bunga yang dikirim oleh Bhumi dan bukannya Amar.
Tanpa sadar Arimbi tersenyum kecil dan menghirup aroma mawar segar itu dalam-dalam.
Tak ingin mengganggu kesenangan Arimbi, Farhan keluar dari ruangan secara perlahan. Dia tersenyum kecil melihat wajah Arimbi yang berseri. Sudah lama Farhan tak melihat wajah Arimbi yang seperti itu.
"Aku rasa mereka cocok. Meski pun Pak Bhumi lebih muda 2 tahun dari Bu Arimbi. Cuma aku nggak mau nyomblangin, biar semuanya mengalir gitu aja. Saat ini Bu Arimbi juga pasti lagi nata hatinya setelah pengkhianatan yang diterimanya. Tapi apapun yang terjadi, aku bakalan dukung,"ucap Farhan lirih. Ia melenggang pergi menuju ke ruangannya yang berada persis di sebelah ruangan Arimbi. Hari ini tak Arimbi tidak ada jadwal keluar atau bertemu dengan klien, jadi Farhan hanya akan berdiam diri di ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya.
Arimbi sendiri juga memilih untuk berada di kantornya. Ia tak ada rencana bertemu dengan orang. Sembari mengerjakan pekerjaannya, Arimbi beberapa kali melirik ke arah buket bunga kiriman Bhumi.
"Aku jadi bingung gimana caranya membalas semua bantuan dan kebaikan pemuda itu. Dia beneran baik banget udah bantuin aku,"gumamnya.
Arimbi tidak bisa tinggal diam. Dia punya prinsip bahwa harus membalas bantuan y…
TEGA!
Tamu Tak Diundang 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
Ariany Sudjana
owh ada pelacur murahan yang ga tahu diri rupanya 🤣🤣😂😂 bagus Ibnu, minta tolong sama Arimbi, supaya pelacur murahan itu tahu tempatnya, yaitu di tempat sampah 🤣🤣😂😂
2026-05-04
0
Mardiana
perempuan... urat malu udah putus gak punya Adab....yg ada ambisi dan serakah ituuuu....jangan mau bhumi sama perempuan begitu hayooo jangan ketutupan cinta 😅😅
2026-05-04
0
Shee_👚
dasar ulet keket, kayanya dia di buang sama yang katanya abdi negara itu makanya minta balikan sama bhumi. dih ji jik amat sama cewe g tau diri😏
2026-05-04
0