Bab 2. Nyonya telah Patah Hati

Krettt

Pintu besar itu tertutup rapat. Tangan jenderal terkepal kuat.

"Jenderal! apakah nyonya selalu mendominasi seperti itu? dia tidak memandang wajah jenderal. Meiren tidak akan seperti itu!"

Jenderal Lu menoleh ke arah wanita yang saat ini tengah hamil anaknya itu. Mungkin yang membuat jenderal pada akhirnya bisa mengingkari janjinya adalah karena Meiren memang sangat berbeda dari Mei Huarin. Meiren begitu penurut, lembut dan manja. Sementara Mei Huarin, wanita yang tak segan membantah jenderal jika dirasa apa yang dilakukan jenderal itu salah, bahkan di depan banyak orang.

Tapi, Mei Huarin memang bukan wanita yang tumbuh di masa ini. Dimana wanita selalu bergantung pada pria. Apa kata pria, maka itu adalah vonis hidup para wanita di sini. Mei Huarin tidak seperti itu, dia tumbuh besar di lingkungan, dimana emansipasi wanita sudah bergema dan terealisasikan. Lagipula, semua yang dia lakukan, sesungguhnya adalah untuk kebaikan jenderal, untuk kehidupan yang lebih baik, untuknya bisa menjadi jenderal nomor satu di kerajaan ini.

Sayangnya cara pandang manusia memang terkadang berbeda. Ketegasan Mei Huarin, di anggap oleh jenderal sebagai sikap arogansi dimana Mei Huarin tidak membiarkan suaminya dipandang baik, dan mulia. Harus terus berdiri di sampingnya, dan nama Mei Huarin juga harus terus disandingkan dengannya.

"Memang hanya kamu yang paling mengerti aku Meiren!"

"Tidak masalah jenderal, Meiren datang dengan mas kawin yang sangat banyak. Ada empat peti berisi emas. Kita pasti bisa membangun kembali kediaman jenderal..." Meiren mendekati jenderal Lu, "mungkin juga bisa merebut kembali kediaman ini. Karena dimana-mana, yang namanya istri, harus menurut pada suami. Jika membangkang, bukankah itu sama saja mempermalukan aturan leluhur, hukumannya sama dengan berkhianat! Meiren benar kan, Jenderal?"

Nada genitnya itu, kalau Lu Yanzhi mendengarnya. Pasti anak bungsu Mei Huarin itu tak akan tahan untuk tidak menamparnya lagi.

"Kamu benar! kita masuk pintu samping!" kata jenderal yang pada akhirnya berhasil di bujuk untuk masuk ke kediaman Jinxi.

Shen Meiren tersenyum mencurigakan, tapi itu hanya bisa di lihat oleh beberapa orang yang punya sudut pandang berbeda padanya.

'Memangnya kenapa kalau kediaman ini hadiah dari kaisar. Jenderal adalah kepala keluarga! sejak kapan sebuah kediaman di pimpin oleh seorang nyonya?' batinnya.

Wanita itu memang punya ambisi yang sangat besar. Dia bukan hanya mau menguasai Jenderal. Tapi juga menguasai kediamannya, dan gelar nyonya yang sangat mulia, yang di saat ini masih di miliki oleh Mei Huarin.

Kereta kuda itu masuk ke pintu samping. Beberapa peti yang di bawa oleh para pengawal juga di bawa masuk.

Dan orang-orang yang ada di luar. Menjadi ramai membicarakan masalah yang baru saja terjadi di depan mereka.

"Wanita itu terlihat seperti penyihir!"

"Lebih seperti wanita penghibur! lihat saja caranya berpakaian, seperti para wanita di paviliun bunga. Kalau di bandingkan dengan nyonya jendral, sungguh jauh berbeda! nyonya Jenderal itu pembawaannya sopan, pakainya sopan dan pantas. Riasannya tidak berlebihan, jenderal benar-benar salah besar!"

Yang lain yang mendengarkan ucapan seorang wanita paruh baya yang memang kerap mendapatkan bantuan dari nyonya jenderal menganggukkan kepalanya.

Nyonya jenderal mereka terkenal sangat baik, berhati mulia dan sangat sopan juga bijaksana. Sejak mereka tinggal di dekat kediaman Jinxi. Tidak ada yang sakit yang tidak bisa berobat, dan tidak ada lagi yang tidak bisa makan dan sekolah.

Nyonya jenderal sungguh perduli pada rakyatnya. Makanya begitu mereka melihat ketidakadilan terjadi pada nyonya jenderal mereka, mereka juga kesal.

Sementara itu di kediaman jenderal, karena apa yang telah terjadi. Pesta perayaan ulang tahun itu harus dihentikan.

Nyonya jenderal di bawa oleh pelayan setianya Xueyao dan Lu Yanzhi ke dalam kamarnya untuk istirahat.

"Ibu! ayah memang sangat keterlaluan! ibu selalu menceritakan padaku tentang kesetiaan ayah. Bertahun-tahun di medan perang, ayah akan selalu kembali dengan kesetiaan. Tapi lihat..." Lu Yanzhi menjeda ucapannya. Dia sangat sakit hati pada apa yang dilakukan ayahnya.

Ibaratnya, saat ini sebenarnya yang patah hati bukan hanya Mei Huarin, tapi Lu Yanzhi juga patah hati. Cinta pertama bagi seorang anak perempuan adalah ayahnya. Lalu, ketika sang ayah membawa pengkhianatan ke rumah. Lu Yanzhi juga menjadi patah hati.

Mei Huarin sebenarnya sangat kecewa. Belasan tahun dia mendukung suaminya. Dia benar-benar mencurahkan jiwa raganya, segenap cinta dan dedikasinya pada suaminya. Pengkhianatan yang dilakukan jenderal, bukan hanya membuatnya terluka. Tapi sungguh menghancurkan separuh dirinya.

Kepercayaan itu, rasa hormat itu. Benar-benar hangus jadi abu, terbakar oleh bara api pengkhianatan yang dilakukan oleh jenderal.

Namun, melihat sang putri yang tak berhenti menangis, serta tampak kecewa sekali pada ayahnya. Mei Huarin tidak tega, tidak tega memperlihatkan dirinya yang hancur pada Lu Yanzhi.

Tangan Mei Huarin terangkat perlahan, menyentuh lembut puncak kepala Lu Yanzhi.

"Ingin memeluk ibu?" tanyanya.

Lu Yanzhi langsung terisak di pelukan ibunya. Xueyao yang melihat itu pun ikut menangis.

"Ayah tega sekali! dia malah bicara seperti itu pada ibu! kenapa ayah berubah sangat cepat? tiga tahun yang lalu, ayah tidak seperti itu. Dia masih sangat baik pada kita, padaku, pada ibu. Kenapa wanita itu membuat ayah menjadi jahat?"

Mei Huarin menepuk-nepuk lengan putrinya perlahan.

"Ibu selalu mengatakan padamu kan? meski ayahmu sangat hebat, tapi sebagai seorang wanita, ibu tidak pernah sepenuhnya bergantung pada ayahmu. Bukan karena ibu tahu ayahmu akan berkhianat. Tapi karena seorang manusia, hatinya bisa berubah kapan saja, Yan'er. Yang bisa kita percayai sepenuh hati memang hanya diri kita sendiri! ibu tahu kamu sakit hati pada ayahmu. Tapi, dia tetap ayahmu. Masalah ayah dan ibu, jangan sampai mempengaruhi hubunganmu dengan ayahmu. Ingat Yan'er, sebagai seorang wanita. Berdirilah di atas kakimu sendiri. Jangan pernah bergantung pada pria, jangan berharap dan jangan terlalu percaya. Hati yang patah, rasanya sakit sekali!"

"Ibu" tangis Lu Yanzhi semakin menjadi.

Mei Huarin menyeka air matanya ketika air mata itu turun perlahan. Bohong kalau dia tidak sakit hati. Bohong kalau dia tidak hancur atas pengkhianatan jenderal.

Dengan entengnya jenderal mengatakan, kalau sangat wajar di dinasti ini orang yang punya istri lebih dari satu. Mungkin jenderal lupa, karena dibutakan oleh hawa nafsuu. Kalau dulu syarat dari Mei Huarin supaya jenderal bisa menikahinya adalah, jenderal berjanji hanya akan memiliki satu istri sampai Mei Huarin tiada. Jenderal malah membentaknya, mengatakan dia membuat keributan, dan membuat malu.

Tak ada yang lebih hancur hatinya dibandingkan dengan Mei Huarin saat ini. Nyonya sungguh telah patah hati.

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

jendral kena pelet² cinta kali makanya lupa sama janjinya 🤭

2026-05-03

2

Kusii Yaati

Kusii Yaati

jendral berani bertindak seperti itu selain karena hasutan gundiknya juga dia merasa hebat dengan jabatannya saat ini.tapi dia lupa siapa yang ada di belakangnya 😔

2026-05-15

2

vj'z tri

vj'z tri

mata nya jendral siwer katarak /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2026-04-21

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kepulangan Jenderal
2 Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3 Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4 Bab 4. Nyonya Tua
5 Bab 5. Lu Chengyan
6 Bab 6. Kebanyakan Makan
7 Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8 Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9 Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10 Bab 10. Kalah Lagi
11 Bab 11. Kaisar Jinhuan
12 Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13 Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14 Bab 14. Tabib
15 Bab 15. Balasan
16 Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17 Bab 17. Panik
18 Bab 18. Masih Berlagak
19 Bab 19. Rencana Shen Meiren
20 Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21 Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22 Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23 Bab 23. Merelakan
24 Bab 24. Pergi tak Kembali
25 Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26 Bab 26. Terpengaruh
27 Bab 27. Putri Anping
28 Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29 Bab 29. Penyesalan Terlambat
30 Bab 30. Teman Lama
31 Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32 Bab 32. Tahu Rasa
33 Bab 33. Mulai Bangkrut
34 Bab 34. Semakin Bangkrut
35 Bab 35. Secercah
36 Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37 Bab 37. Sesal dan Kecewa
38 Bab 38. Kelemahan
39 Bab 39. Licik
40 Bab 40. Picik
41 Bab 41. Terungkap
42 Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43 Bab 43. Mengancam
44 Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45 Bab 45. Tertampar Kenyataan
46 Bab 46. Diusir
47 Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48 Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49 Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50 Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51 Bab 51. Titah Kaisar
52 Bab 52. Pergi
53 Bab 53. Happy Ending
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Kepulangan Jenderal
2
Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3
Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4
Bab 4. Nyonya Tua
5
Bab 5. Lu Chengyan
6
Bab 6. Kebanyakan Makan
7
Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8
Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9
Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10
Bab 10. Kalah Lagi
11
Bab 11. Kaisar Jinhuan
12
Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13
Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14
Bab 14. Tabib
15
Bab 15. Balasan
16
Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17
Bab 17. Panik
18
Bab 18. Masih Berlagak
19
Bab 19. Rencana Shen Meiren
20
Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21
Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22
Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23
Bab 23. Merelakan
24
Bab 24. Pergi tak Kembali
25
Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26
Bab 26. Terpengaruh
27
Bab 27. Putri Anping
28
Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29
Bab 29. Penyesalan Terlambat
30
Bab 30. Teman Lama
31
Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32
Bab 32. Tahu Rasa
33
Bab 33. Mulai Bangkrut
34
Bab 34. Semakin Bangkrut
35
Bab 35. Secercah
36
Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37
Bab 37. Sesal dan Kecewa
38
Bab 38. Kelemahan
39
Bab 39. Licik
40
Bab 40. Picik
41
Bab 41. Terungkap
42
Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43
Bab 43. Mengancam
44
Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45
Bab 45. Tertampar Kenyataan
46
Bab 46. Diusir
47
Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48
Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49
Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50
Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51
Bab 51. Titah Kaisar
52
Bab 52. Pergi
53
Bab 53. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!