Bab 4. Nyonya Tua

Jenderal Lu dan Shen Meiren kembali ke kediaman jenderal. Para pelayan menghidangkan makan siang yang begitu mewah dan banyak.

Jenderal yang melihat itu merasa kalau mereka semua terlalu boros.

"Siapa yang akan menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya jenderal.

"Jenderal, Meiren yang meminta pelayan menyiapkan semuanya. Lagipula bahan makanan di dapur sangat berlimpah. Kita sudah lama berada di perbatasan, Meiren ingin makan makanan lezat!"

Meiren merangkul manja lengan jenderal. Sesekali wanita genit itu mengusap perutnya, untuk menunjukkan pada jenderal Lu, kalau keinginannya itu juga adalah keinginan bayi dalam kandungannya.

Jenderal Lu akhirnya mengangguk setuju.

"Baiklah, makanlah yang banyak!"

**

Sementara itu di kediaman jenderal, seperti biasanya, Lu Yanzhi selalu minta dapur membuat dua lauk dan dua sayur. Bagi mereka itu sudah cukup. Namun ketika mereka tiba di meja makan, yang ada hanya satu lauk dari ayam, dan dua sayuran saja.

"Kenapa tidak memasak ikan?" tanya Lu Yanzhi membantu ibunya duduk.

Fu Mama maju sedikit, menundukkan kepalanya sedikit.

"Nona besar, semua ikan hari ini di ambil kediaman jenderal..."

"Mereka lagi!" kesal Lu Yanzhi.

"Yan'er, jangan marah di depan makanan. Sudahlah, kita makan saja. Fu Mama, besok minta pelayan bagian dapur untuk membeli ikan lebih banyak. Pastikan cukup untuk semua penghuni kediaman Jinxi!" kata Mei Huarin.

"Baik nyonya!"

"Sudah, Yan'er. Mari makan!" ajak Mei Huarin yang melihat putrinya masih tampak kesal.

"Ibu, wanita genit itu baru datang saja sudah membuat banyak masalah. Kediaman ini tidak lagi tenang sejak wanita genit itu masuk, aku kesal sekali!"

Mei Huarin menyentuh lengan putrinya perlahan.

"Yan'er, tidak perlu emosi menghadapi orang seperti itu. Akan lebih baik kalau anggap saja dia tidak ada. Jangan pernah terpancing amarah. Amarah tidak akan berakhir baik pada akhirnya!"

Lu Yanzhi mengangguk paham.

"Iya ibu, Yan'er akan ingat nasehat ibu!"

Keduanya makan dengan tenang. Selama beberapa hari, ada saja memang keributan yang dibuat oleh Shen Meiren di kediaman jenderal. Sayangnya, Mei Huarin tidak pernah terpancing emosi atau melakukan sesuatu yang salah. Dia juga tak pernah mendebat Shen Meiren. Mei Huarin selalu punya cara untuk mengakhiri perdebatan dengan membuat Shen Meiren kesal dengan cepat.

Hingga siang itu, dua kereta kuda datang ke kediaman. Kereta yang cukup mewah, kereta milik nyonya tua Wang. Ibu Lu Yansheng. Di belakangnya ada kereta putra sulung jenderal Lu Chengyan dan istrinya Xie Nianshuang.

Begitu tirai kereta di buka, seorang nyonya tua turun perlahan dengan bantuan tongkat kayu hitam di tangannya. Tubuhnya tampak ringkih dimakan usia, tetapi punggungnya tetap tegak, menyimpan wibawa yang tidak bisa diabaikan. Rambutnya yang memutih disanggul rapi dengan tusuk giok pucat, sementara jubah abu-abu gelap yang dikenakannya tampak sederhana, tanpa sulaman mewah seperti para bangsawan lain. Meski begitu, ada sesuatu dalam sorot matanya tajam, dingin, dan penuh perhitungan yang membuat para penjaga tanpa sadar menundukkan kepala.

"Salam nyonya tua!"

"Dimana semua orang! aku dengar anakku sudah pulang. Kenapa tidak datang menyambut ku?" tanya nyonya tua Wang.

"Sa... saya akan segera beritahu jenderal!" kata penjaga itu yang langsung berlari ke arah pintu samping, karena sebenarnya masuk dari sana lebih cepat ke kediaman jenderal yang ada di samping kediaman Jinxi.

Melihat penjaganya malah berlari ke pintu samping. Nyonya tua Wang tentu saja terkejut.

"Hei, kenapa malah lari kesana! panggil putraku!"

"Maaf nyonya tua, tapi tuan dan calon istrinya memang tinggal di kediaman jenderal, bukan di kediaman Jinxi" jelas pelayan yang ada di depan pintu gerbang kediaman Jinxi.

"Apa?"

Nyonya tua tampak terkejut, matanya melebar dengan kerutan yang semakin mengencang di sekitar pelipisnya.

Tongkat hitamnya di ketukkan ke tanah dengan keras.

Duk

"Apa ini ulah Mei Huarin?" tanya nyonya tua.

Para pelayan menunduk, mereka tidak berani bicara. Sebenarnya kalau disuruh memilih, antara menjadi pelayan Mei Huarin atau nyonya tua dan jenderal. Para pelayan lebih memilih menjadi pelayan nyonya Mei Huarin. Hidup mereka sangat sejahtera dan diperlakukan dengan sangat baik.

Mei Huarin kan berasal dari masa depan. Tidak ada yang namanya aturan harus membungkuk atau berlutut setiap bertemu, atau tidak ada aturan tidak boleh makan sebelum majikan makan. Kalau sudah waktunya makan, ya makan saja di tempat masing-masing. Tidak ada juga aturan memperlakukan pelayan sebagai budakk. Mei Huarin sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia bahkan di jaman ini.

Melihat semua pelayan terdiam, Nyonya tua semakin marah.

"Nenek, kenapa belum masuk?" tanya Lu Chengyan yang menggandeng istrinya yang sedang hamil ke arah pintu masuk kediaman Jinxi.

"Ibumu itu, dia benar-benar kurang ajar. Pelayan! panggil nyonya ke ruangan utama!" katanya memerintah pelayan dan masuk bersama pelayan pribadinya ke kediaman Jinxi.

Di ruang belajar, Mei Huarin sedang mengajarkan cara menggambar cetak biru pembuatan senjata dan mesin yang akan mempermudah peperangan dan pertanian.

Namun pelayan dari depan, berlari terburu-buru ke arah ruang belajar itu.

"Xueyao, cepat panggil nyonya! Nyonya tua Wang sudah kembali bersama tuan muda. Nyonya tua Wang minta nyonya datang ke ruangan utama. Katanya diminta cepat!"

Xueyao yang berjaga di depan pintu pun mengangguk paham. Dia mengetuk pintu ruang kerja itu dan masuk ke dalamnya.

Mei Huarin segera melipat kertas yang sudah dia tunjukkan pada putrinya Lu Yanzhi.

"Nyonya jenderal! Yao Yao mengatakan kalau nyonya tua sudah kembali dan ingin cepat bertemu nyonya"

Mei Huarin tersenyum. Dia menatap Lu Yanzhi dan tersenyum pada putri bungsunya itu.

"Yan'er, ingat apa yang ibu ajarkan tadi kan? sekarang simpan kertas ini di tempat yang aman. Suatu saat, alat itu akan berguna. Jika keadaannya sudah mendesak, datanglah temui paman kaisar dengan membawa lencana ini!" Mei Huarin memberikan sebuah lencana giok berbentuk kotak dengan gambar naga emas di tengahnya.

"Ibu, ini..."

Lu Yanzhi terkejut, itu adalah lencana yang khusus dihadiahkan kaisar pada Mei Huarin. Melihat lencana itu sama seperti melihat kaisar.

"Sekarang jadi milikmu. Simpan dengan baik!"

Lu Yanzhi mengangguk perlahan. Tapi hatinya merasa sangat tidak tenang. Kenapa ibunya memberikan benda paling berharga itu padanya?

Mei Huarin bersama dengan Xueyao datang ke ruangan utama. Lu Yanzhi akan menyusul setelah menyimpan semua barang-barang itu.

Namun baru melangkah masuk ke dalam dari pintu. Langkah Mei Huarin terhenti.

Prangg

Sebuah cangkir terlempar tepat di lantai di jarak dua jengkal saja dari Mei Huarin.

"Nyonya, nyonya tidak apa-apa?" tanya Xueyao yang langsung berdiri di depan Mei Huarin untuk melindungi nyonya nya itu.

"Tidak!" jawab Mei Huarin dengan cepat.

"Keterlaluan!" pekik nyonya tua yang baru saja melemparkan cangkir giok ke arah Mei Huarin.

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Sumawita

Sumawita

Mei kamu jngn diem aja

2026-04-23

2

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

kenapa nyonya tua banyak yang jahat 🤭

2026-05-03

2

Allea

Allea

ga sabar nunggu balas dendamnya😁

2026-04-23

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kepulangan Jenderal
2 Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3 Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4 Bab 4. Nyonya Tua
5 Bab 5. Lu Chengyan
6 Bab 6. Kebanyakan Makan
7 Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8 Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9 Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10 Bab 10. Kalah Lagi
11 Bab 11. Kaisar Jinhuan
12 Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13 Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14 Bab 14. Tabib
15 Bab 15. Balasan
16 Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17 Bab 17. Panik
18 Bab 18. Masih Berlagak
19 Bab 19. Rencana Shen Meiren
20 Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21 Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22 Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23 Bab 23. Merelakan
24 Bab 24. Pergi tak Kembali
25 Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26 Bab 26. Terpengaruh
27 Bab 27. Putri Anping
28 Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29 Bab 29. Penyesalan Terlambat
30 Bab 30. Teman Lama
31 Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32 Bab 32. Tahu Rasa
33 Bab 33. Mulai Bangkrut
34 Bab 34. Semakin Bangkrut
35 Bab 35. Secercah
36 Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37 Bab 37. Sesal dan Kecewa
38 Bab 38. Kelemahan
39 Bab 39. Licik
40 Bab 40. Picik
41 Bab 41. Terungkap
42 Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43 Bab 43. Mengancam
44 Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45 Bab 45. Tertampar Kenyataan
46 Bab 46. Diusir
47 Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48 Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49 Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50 Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51 Bab 51. Titah Kaisar
52 Bab 52. Pergi
53 Bab 53. Happy Ending
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Kepulangan Jenderal
2
Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3
Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4
Bab 4. Nyonya Tua
5
Bab 5. Lu Chengyan
6
Bab 6. Kebanyakan Makan
7
Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8
Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9
Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10
Bab 10. Kalah Lagi
11
Bab 11. Kaisar Jinhuan
12
Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13
Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14
Bab 14. Tabib
15
Bab 15. Balasan
16
Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17
Bab 17. Panik
18
Bab 18. Masih Berlagak
19
Bab 19. Rencana Shen Meiren
20
Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21
Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22
Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23
Bab 23. Merelakan
24
Bab 24. Pergi tak Kembali
25
Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26
Bab 26. Terpengaruh
27
Bab 27. Putri Anping
28
Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29
Bab 29. Penyesalan Terlambat
30
Bab 30. Teman Lama
31
Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32
Bab 32. Tahu Rasa
33
Bab 33. Mulai Bangkrut
34
Bab 34. Semakin Bangkrut
35
Bab 35. Secercah
36
Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37
Bab 37. Sesal dan Kecewa
38
Bab 38. Kelemahan
39
Bab 39. Licik
40
Bab 40. Picik
41
Bab 41. Terungkap
42
Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43
Bab 43. Mengancam
44
Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45
Bab 45. Tertampar Kenyataan
46
Bab 46. Diusir
47
Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48
Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49
Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50
Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51
Bab 51. Titah Kaisar
52
Bab 52. Pergi
53
Bab 53. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!